SENAM KEGEL


 

 

 

 

 

 

Mata Kuliah               : Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui

Topik                          : Senam nifas

Sub Topik                  : –   Gerakan senam kegel sesuai tahapan

Waktu                        : 100 menit

Dosen                          : Ni Wayan Armini, M.Keb.

 

OBYEKTIF PERILAKU MAHASISWA

 

 

 

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu :

  1. Menguraikan tujuan, manfaat, teknik senam kegel
  2. Melakukan gerakan senam  kegel masa nifas

 

REFERENSI

 

 

 

 

ü  Cunningham FG, Mac Donald PC, Gan NF et al. (2001), William Obstetrics. 21 th    ed, New York : Mc Graw Hill, inc.

ü  Departemen Kesehatan RI (2003). Standar Asuhan Kebidanan bagi Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jakarta.

ü  Derek Llewellyn – Jones, 2002, Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi, Hipokrates, Jakarta

ü  Pusdiknakes, 2003, Buku IV  Asuhan Kebidanant Post Partum, Jakarta

ü  Saifuddin AB (2000). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBPSP : Jakarta.

ü  Varney H, 1997, Varney’s Midwifery, Jones & Bartlett Publishers, London. page.623-625

 

 

 


 

 

PENDAHULUAN

 

Serangkaian peristiwa kompleks terjadi setelah melahirkan.Wanita memiliki beberapa keadaan yaitu keadaan tidak hamil,keadaan sesudah melahirkan dan keadaan dimulainya adaptasi psikologis sebagai ibu.Orang tua memiliki peran dan tanggung jawab baru pada saat bayi masuk secara sosial ke dalam keluarga baru.Perubahan ini mempengaruhi kehidupan seluruh wanita dan keluarganya, berespon dan beradaptasi dengan cara mereka masing-masing.

Persalinan merupakan peristiwa penting dan mulia.Kejadiannya penuh ketegangan yang menguras tenaga dan sangat melelahkan.Oleh karena itu,ibu yang telah melahirkan perlu mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.Penyediaan asuhan pascanatal adalah berdasarkan prinsip yang bertujuan untuk :

ü  Meningkatkan,mempertahankan dan mengembalikan kesehatan.

ü  Memfasilitasi ibu untuk merawat bayinya dengan rasa aman, nyaman dan penuh percaya diri

ü  Memastikan pola menyusui yang mampu meningkatkan perkembangan bayi

ü  Meyakinkan wanita dan pasangannya untuk mengembangkan kemampuannya sebagai orang tua dan untuk mendapatkan pengalaman berharga sebagai orang tua.

ü  Membantu keluarga mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dan mengemban tanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri.

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas tersebut.

Di luar negeri atau negara-negara barat ,telah lama dibiasakan melakukan senam nifas/ gerak badan dalam waktu nifas untuk ibu-ibu setelah melahirkan.maksud dan tujuan gerak badan/senam nifas ini terutama adalah untuk mencegah trombosis dalam nifas.
Di indonesia sebaliknya,di setiap tempat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu atau persalinan baik itu di klinik klinik bersalin,rumah bersalin,maupun rumah sakit bersalin mengajarkan dan memberikan bimbingan senam pada ibu-ibu setelah melahirkan,karena tidak jarang di negara ini,kita melihat ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak 2 atau 3 orang dinding perutnya sudah begitu kendur dan jika hamil dan bersalin beberapa kali lagi maka perut ibu sudah tampak seperti” perut kelemping/perut buncit”.hal ini tidak saja menyebakan bentuk badan ibu jadi kurang baik,tetapi bisa pula mengakibatkan kelainan letak bayi pada kehamilan yang akan datang.
Satu-satunya cara untuk mencegah atau mengurangi kondisi tersebut adalah senantiasa melakukan senam nifas sesudah setiap kali persalinan.

 

 

 

 

 

Senam Kegel

1)        Pengertian

Senam kegel adalah senam yang bertujuan untuk memperkuat otot- otot dasar panggul terutama otot pubococcygeal sehingga seorang wanita dapat memperkuat otot-otot saluran kemih (berguna saat proses persalinan agar tidak terjadi “ngompol”) dan otot-otot vagina

2)        Manfaat

a.         Dapat mencegah robeknya perineum.

b.        Mengurangi kemungkinan masalah urinasi seperti inkontinensia paska persalinan.

c.         Mengurangi resiko terkena hemoroids (ambein).

d.        Untuk Proses Persalinan, Melakukan Senam Kegel dapat memperkuat otot-otot salurah kemih yang berguna terutama pada waktu proses persalinan agar tidak terjadi ‘ngompol’.

3)        Teknik:

1.        Teknik senam Kegel yang paling sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan seolah-olah menahan kencing (pada wanita dan pria).

a.         Kencangkan atau kontraksikan otot seperti menahan kencing, pertahankan selama 5 detik, kemudian relaksasikan (kendurkan).

b.        Ulangi lagi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut.

c.         Secara bertahap tingkatkan lama menahan kencing 15-20 detik, lakukanlah secara serial setidaknya 6-12 kali tiap latihan

 

2.        Memasukkan jari ke liang vagina lalu lakukan gerakan menahan pipis, jika jari terasa terjepit maka itulah otot yang akan digerakkan/dilatih.

Setelah mengetahui otot mana yang akan digerakkan, maka gerakkan otot tersebut selama 3 – 10 detik lalu lemaskan. Lakukan berulang-ulang 10-20 kali atau kalau kuat bisa sampai terasa capek. Lakukan minimal 3 kali sehari. Dapat dilakukan dimana saja saat sedang duduk di kantor, di mobil, di bus, saat menunggu diruang tunggu praktek dan lain-lain. Bernafaslah secara normal dan usahakan tidak menggerakkan kaki, bokong dan otot perut selama melakukan senam ini.

 

0 Responses to “SENAM KEGEL”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s