LAKTASI


HAND  OUT

 

 

Mata kuliah            :    Asuhan Kebidanan Ibu Nifas dan Menyusui

Kode MK              :    Bd. 303

Topik                      :    Proses laktasi dan menyusui

Sub topik               :    Cara menyusui yang benar, masalah dalam pemberian ASI

Waktu                    :    60 menit

Dosen                     :    Ni Wayan Armini, M.Keb

OPS                       :    Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan proses laktasi dan menyusui yang benar.

Sumber pustaka     :    1.    Bahan bacaan modul manajemen laktasi, 2003.

2.    Kerrie Lee, 1998, Segala Sesuatu Tentang Payudara, Arcan, Jakarta, 23 – 32.

3.    Kumpulan makalah : Pelatihan manajemen laktasi. 2003.

Program Manajemen laktasi perkumpulan perinatologi Indonesia

4.    Soetjiningsih, 1997, SI : Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan, EGC, Jakarta, 105 – 123

 

A.      Pendahuluan

Wanita hamil sering khawatir tentang mampu tidaknya mereka memberikan ASI. Namun, sebagian besar wanita dapat menyusui bayinya dengan sukses, selama mereka menerima bahwa diperlukan sedikit waktu untuk memantapkan pola makan yang baik dan tidak perlu harus menyerah kalah. Karena kita tahu bahwa ASI sangat baik untuk bayi apalagi dengan adanya ASI ekslusif diharapkan bayi tersebut mendapatkan nutrisi serta zat-zat anti bodi yang dibutuhkan dengan baik.

 

B.       Uraian Materi

Ada berbagai macam posisi menyusui yang biasa dilakukan adalah dengan duduk ataupun berbaring. Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca operasi besar, bayi diletakkan di samping kepala ibu dengan kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara memegang bola, dimana kedua bayi disusui bersamaan kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan di atas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini maka bayi tidak akan tersedak.

Langkah-langkah menyusui yang benar

  1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu . payudara

q  Ibu duduk atau berbaring dan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung) dan punggung ibu besandar pada sandaran kursi.

q  Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengukung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan.

q  Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, dan yang satu didepan

q  Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)

q  Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus

q  Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.

  1. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah, sehingga jari telunjuk membentuk topangan di bagian dasar pada payudara. Ibu dapat menekan lembut payudaranya dengan ibu jari. Cara ini dapat memerbaiki bentuk payudara sehingga mempermudah bayi untuk melekat dengan baik. Sebaiknya ibu tidak memegang payudara terlalu dekat dengan puting,  menekan puting susu atau areolanya saja.
  2. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex) dengan cara :

q  Menyentuh pipi dengan puting susu atau

q  Menyentuh sisi mulut bayi

  1. Setelah bayi membuka mulut dengan lebar, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.

q  Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah areola.

  1. Jelaskan dan tunjukkan pada ibu cara mendekatkan bayi ke payudara dengan cepat, ketika mulut bayi terbuka lebar.

q  Ibu harus mendekatkan bayi ke payudara, bukannya mendekatkan badan atau payudaranya ke bayi

q  Ibu harus mengarahkan bibir bawah bayi ke bawah puting, sehinga dagu bayi menyentuh payudara

  1. Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya.
  2. Menyendawakan bayi.

 

Sebaiknya menyusui bayi secara nir-jadwal (on demand), karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5 – 7 menit dan ASI dalam tambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam.

Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengeruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan menyusui bir-jadwal sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah banyak masalah yang mungkin timbul.

Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara dan diusahakan sampai payudara kosong, agar produksi ASI akan lebih baik.

Bidan memastikan sudah menjelaskan 4 butir penting dalam memegang bayi yaitu:

  1. Kepala dan badan bayi dalam garis lurus
  2. Wajah bayi menghadap payudara ibu dan hidungnya berhadapan dnegan puting
  3. Badan bayi dekat dengan badan ibu
  4. Jika bayi baru lahir, ibu menyangga seluruh badan bayi

Bidan juga harus memperhatikan pelekatan bayi yaitu CALM

C=== Chin, dagu menempel pada payudara

A=== Areola, areola bagian bawah tampak lebih sedikit daripada areola bagian atas

L=== Lips, bibir bawah terputar keluar

M=== Mouth, mulut terbuka lebar

 

 

 

q  Masalah dalam pemberian ASI

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah paa ibu maupun pada bayi.

  • Masalah pada ibu
  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan dini

Puting susu lecet

¨      Cek bagaimana perlekatan ibu bayi

¨      Apakah terdapat Infeksi Candida (mulut bayi perlu dilihat), kulit merah, berkilat, kadang gatal, terasa sakit yang menetap, dan kulit kering bersisik (flaky).

 

Pada keadaan puting susu lecet, yang kadang kala retak-retak atau luka, maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini :

¨      Bangun percaya diri ibu

¨      Perbaiki pelekatan dan teruskan menyusui

¨      Ibu dapat terus memberikan ASInya pada keadaan luka tidak begitu sakit.

¨      Olesi puting susu dengan Asi akhir (bird milk), jangan sekali-kali memberikan obat lain seperti krim, salep dll

¨      Cuci payudara sekali saja sehari dan tidak dibenarkan untuk menggunakan dengan sabun.

 

Payudara bengkak

Perbedaan payudara penuh dan payudara bengkak yaitu

Payudara penuh:

Tersa panas, berat, keras, asi mengalir, dan ibu tidak demam

Payudara bengkak:

Terasa sakit, edema, tegang, terutama puting, kulit payudara mengkilat, mungkin tampak merah, asi tidak mengalir dan mungkin mengalami demma selama 24 jam.

Penyebab payudara bengkak yaitu:

–            ASI terllalu banyak

–            Terlambat mulai menyusui

–            Pelekatan kurang baik

–            Pengosongan ASI tidak sering

–            Pembatasan lama menyusui

Payudara bengkak dapat dicegah dengan:

–            Mulai menyusui segera setelah persalinan

–            Pastikan pelekatan yang baik

–            Anjurkan menyusui tanpa dijadwal

Penanganan payudara bengkak:

Mengeluarkan ASI sangat penting untuk mengatasi pembengkakan. Bila ASI tidak dikeluarkan maka bisa terjadi mastitis, abses, dan produksi ASI berkurang. Jadi jangan dianjurkan ibu nya untuk mengistirahatkan payudara

–       Bila bayi mampu menyusu, bayi sebaiknya menyusu lebih sering. Ini merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan ASI.

–       Bila bayi tak mampu menyusu , bantu ibu untuk memerah ASI-nya

–       Sebelum menyusui atau memerah, rangsanglah refleks oksitosin ibu:

  • Letakkan kompres hangat pada payudara ibu atau mandi air hangat
  • Pijat tengkuk dan punggung ibu
  • Pijat payudara dengan ringan
  • Rangsang payudara dan kulit puting
  • Banu ibu untuk rileks

–       Selanjutnya kompres dingin pasca menyusui, untuk mengurangi udem. Pakailah BH yang sesuai. Bila terlalu sakit dapat diberikan obat analgetik.

–       Bangun rasa percaya diri ibu. Jelaskan pada ibu bahwa ia akan bisa menyusui lagi dengn nyaman.

Cara Merangsang refleks Oksitosin

Bantu ibu secara psikologis:

–            Bangkitkan rasa percaya dirinya

–            Cobalah mengurangi sumber-sumber nyeri dan kecemasannya

–            Bantu ia membangun pikiran dan perasaan yang positif tentang bayinya.

Bantu ibu secara praktis, bantu ibu untuk:

–            Duduk tenang dan sendirian atau dengan dengan teman yang mendukung. Beberapa ibu dapat memerah dengan mudah dalam kelompok ibu lain yang juga memerah ASI

–            Mendekap bayi dengan kontak kulit jika memungkinkan. Ib udapat mendekap bayi di pangkuannya sambil memrah. Jika ini tidak memungkinkan ib dapat memandangi bayinya. Jika tidak mungkin juga, kadang hanya dengan menatap fotonya bisa membantu.

–            Minum minuman hangat yang menyenagkan. Tidak dianjurkan minum kopi karena mengandung kafein

–            Menghangatkan payudaranya, dengan cara menempelkan kompres hangat atau mandi di pancuran air hangat.

–            Merangsang puting susunya. Ibu dapat memutar dan menarik puting susunya secara perlahan dengan jari-jarinya.

–            Memijat dan mengurut payudaranya dengan ringan. Beberapa ibu merasa terbantu bila mereka mengurut hati hati dengan ujung jari atau dengan sisir.

–            Meminta seseorang membantu memijat punggungnya

Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja di depannya, dan meletakkan kepala di atas lengannya. Payudara tergantung bebas, tanpa pakaian. Petugas memijat punggung di sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu. Menggunakan kedua kepalan tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan, tekan kuat-kuat membentuk gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jarinya. Pada saat bersamaan, ia memijat ke arah bawah pada kedua sisi tulang belakang, dari leher sampai ke arah tulang belikat, selama 2 sampai 3 menit.

 

Mastitis / abses payudara

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak kadangkala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah.

Tindakan yang dapat dilakukan :

¨      Cari penyebabnya

¨      Susi bayi sesering mungkin

¨      Beri analgesik : paracetamol/ibuprofen

¨      Pijatan perlahan pada payudara sementara bayi menyusu

¨      Kompres hangat/panas di sela-sela menyusui

¨      Rangsang oxytocin, dimulai pada payudara yang tidak sakit, y.i. stimulasi puting, pijat leher, punggung dan lain-lain.

¨      Pemberian antibiotik; flucloxacilin atau erythromycin selama 7-10 hari.

¨      Bila perlu bisa diberikan istirahat total

¨      Kalau sudah terjadi abses sebaiknya payudara yang akit tidak boleh disusukan karena mungkin memerlukan tindakan bedah.

 

q  Puting yang masuk ke dalam

Perawatan antenatal mungkin tidak membantu. Bantuan terpenting adalah segera setelah persalinan, saat bayi mulai menyusu, yaitu:

  • Bangun rasa percaya diri ibu. Jelaskan awalnya mungkin akan sulit, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan ibu dapat berhasil, payudara ibu akan membaik dan melunak di minggi pertama atau kedua setelah melahirkan.
  • Jelaskan bahwa bayi menyusu bukan dari puting tetapi dari payudara. Bayi perlu memasukkan sebagian besar areola dan jaringan di belakangnya ke dalam mulut bayi. Sewaktu bayi menyusu, bayi akan menarik payudara dan puting ibu ke arah luar.
  • Bantu ibu sebanyak mungkin melakukan kontak  kulit dan membiarkan bayinya mengeksplorasi payudaranya. Biarkan bayi melekat sendiri pada payudara, kapanpun dia mau. Sebagian bayi paling baik belajar sendiri.
  • Bantu ibu mengatur posisi bayi. Jika bayi tidak bisa melekat sendiri dengan baik, bantu ibu mengatur posisi sehingga bayi dapat melekat dengan baik. Berilah bantuan ini sedini mungkin, di hari pertama, sebelum ASI keluar dan payudara penuh.
  • Bantu ibu mencoba beberapa posisi berbeda memeluk bayi. Meletakkan bayi ke payudara dengan berbagai posisi dapat mempermudah bayi untuk melekat. Misalnya ibu merasakan bahwa posisi di bawah lengan lebih membantu.
  • Bantu ibu supaya putingnya lebih menonjol sebelum menyusui. Menonjolkan puting sebelum menyusui memebnatu bayi melekat. Merangsang puting adalah salah satu cara yang perlu ibu lakukan dan ibu dapat menggunakan pompa payudara mnaual atau sebuah alat suntik untuk menarik puting keluar
  1. Masalah menyusui pada masa pasca persalinan lanjut

q  Sindrom ASI kurang

Sering kenyatannya ASI tidak benar-benar kurang. Tanda-tanda yang “mungkin saja” ASI benar kurang antara lain :

  • Bayi tidak puas setiap setelah menyusui,
  • Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu
  • Tinja bayi keras, kering atau berwarna hijau
  • Payudara tidak membesar selama kehamilan

 

Cara mengatasinya diseusikan dengan penyebab, terutama dicari pada ke 4 kelompok faktor penyebab :

  1. Faktor teknik menyusui
  2. Faktor psikologis
  3. Faktor fisik ibu
  4. Faktor kondisi bayi

 

q  Ibu bekerja seringkali alasan pekerjaan membuat seorang ibu berhenti menyusui.

Ada beberapa cara yang dapat dianjurkan paa ibu menyusui yang bekerja :

  • Susuilah bayi sebelum ibu bekerja
  • ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum berangkat bekerja
  • Pengosongan payudara ditempat kerja, setiap 3 – 4 jam
  • ASI dapat disimpan di lemari pendingin dan dapat diberikan bayi saat ibu bekerja, dengan cangkir.
  • Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin bayi disusui, dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari
  • Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekan sejak satu bulan sebelum kembali bekerja.
  • Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui bayinya.

 

  1. Masalah menyusui pada keadaan khusus

1)      Ibu melahirkan dengan bedah sesar

Ibu yang mengalami bedah sesar dengan pembiusan umum tidak mungkin segera dapat menyusui bayinya, karena ibu belum dasar akibat pembiusan.

Posisi menyusui yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  1. Ibu dapat dalam posisi berbaring miring dengan bahu dan kepala yang ditopang bantal, semenetara bayi disusukan dengan kakinya ke arah ibu.
  2. Apabila ibu sudah dapat duduk, bayi dapat ditidurkan di bantal dia tas pangkuan ibu dengan posisi kaki bayi mengarah ke belakang ibu di bawah lengan ibu.
  3. Dengan posisi memegang bola (football position) yaitu ibu terlentang dan bayi berada diketiak ibu dengan kaki ke arah atas dan tangan ibu memegang kepala bayi.

2)      Kondisi ibu sakit

 

  • Masalah pada bayi

q  Bingung puting

Adalah suatu keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu pada ibu. Peristiwa ini terjadi karena mekanisme menyusui pada puting ibu berbeda dengan mekanisme menyusu pada botol

Tanda-tanda bayi bingung puting :

q  Bayi mengisap puting seperti mengisap dot

q  Mengisap secara terputus-putus dan sebentar-sebentar

q  Bayi menolak menyusu

q  Kondisi bayi (BBLK, Ikterik, Sumbing, dll)

Evaluasi

  1. Sebutkan langkah-langkah menyusui yang benar sesuai dengan urutan
  2. Jelaskan masalah-maslah dalam pemberian ASI !

 

 

LESSON  PLAN  TEORI

 

 

Mata kuliah            :    Asuhan Kebidanan Ibu III

Kode MK              :    Bd. 303

Semester                :    II

Topik                      :    Proses laktasi dan menyusui

Sub topik bahasan  :    –   Cara menyusui yang benar

–   Masalah dalam pemberian ASI

Waktu                    :    60 menit

Dosen                     :    Rinela Padmawati

OPS                       :    Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan proses laktasi dan menyusui yang benar.

Sumber pustaka     :    1.    Bahan bacaan modul manajemen laktasi, 2003.

2.    Kerrie Lee, 1998, Segala Sesuatu Tentang Payudara, Arcan, Jakarta, 23 – 32.

3.    Kumpulan makalah : Pelatihan manajemen laktasi. 2003.

Program Manajemen laktasi perkumpulan perinatologi Indonesia

4.    Soetjiningsih, 1997, SI : Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan, EGC, Jakarta, 105 – 123

bahan                     :    –      OHT

–      Plip Chart

–      White Board

 

 

 

 

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
 

10

PENDAHULUAN

 

  1. Salam
  2. Review topik sebelumnya
  3. Menguraikan objektif perilaku siswa
  4. Menjelaskan topik sebelumnya dengan topik sekarang

 

 

OHT
 
METODE

 

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Diskusi

 

 
 
Objektif Perilaku Siswa

 

  1. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan cara menyusui yang benar tanpa melihat catatan sesuai dengan urutan
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah dlam pemberian ASI tanpa melihat catatan dengan tepat.

 

 
 

 

25

URAIAN MATERI

 

Explanation :

Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik-teknik yang benar.

Dalam memberikan ASI pada bayi, ada berbagai macam posisi menyusui yang benar. Posisi yang biasa dilakukan adalah dengan duduk ataupun berbaring.

 

 

q   OHT

q   Plip Chart

q   Brain storming

Waktu
I S I Media / alat bantu
   

Langkah-langkah menyusui yang benar

  1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areolanya
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu . payudara
  3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja.
  4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex) dengan cara :
  5. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.
  6. Melepaskan isapan bayi
  7. Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya.
  8. Menyendawakan bayi.

 

Sebaiknya menyusui bayi secara on demand (tidak dijadwal) karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.

 

Activity :

Mahasiswa diminta untuk menjodohkan langkah-langkah menyusui yang benar

 

Summary :

Keberhasilan menyusui ditentukan oleh teknik, posisi, serta cara yang benar selain psikologis ibu yang baik

 

 

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
 

 

20

 

Explanation :

q  Masalah dalam pemberian ASI

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah paa ibu maupun pada bayi.

  • Masalah pada ibu
  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan dini

q   Puting susu lecet

q   Payudara bengkak

q   Mastitis / abses payudara

q   Puting yang masuk ke dalam

  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan lanjut

q   Sindrom ASI kurang

q   Ibu bekerja seringkali alasan pekerjaan membuat seorang ibu berhenti menyusui.

  1. Masalah menyusui pada keadaan khusus
    1. Ibu melahirkan dengan bedah sesar
    2. Kondisi kesehatan ibu
  • Masalah pada bayi

q  Bungung puting

q  Kondisi bayi (BBLK, Ikterik, Sumbing, dll)

 

Activity :

Mahasiswa diminta untuk menyebutkan kembali masalah-masalah dalam pemberian ASI

 

 

q  OHT

q  Plipchart

q  Brain storming

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
   

Summary :

Proses menyusui akan megnalami kegagalan bila terdapat masalah-masalah dalam menyusui. Masalah tersebut juga bis timbul karena cara menyusui yang tidak ebnar. Untuk itu bidan hraus bisa mendeteksi secara dini untuk mengatasinya.

 

 
 

 

5

KESIMPULAN

 

Dalam memberikan ASI ada berbagai macam posisi menyusui yang benar, yang biasanya dilakukan adalah duduk ataupun berbaring. Langkah menyusui yang benar dapat disimpulkan menjadi 3 tahap yaitu persiapan sebelum menyusui, saat menyusui dan setelah menyusui diantaranya yaitu menyendawakan bayi. Bayi disusui on demand (tidak diwaktu) karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.

Tidak selueruhnya ibu menyusui akan berhasil karena kadang ada masalah-masalah yang timbul dalam proses menyusui. Masalah ini bisa timbul dari ibu maupun bayinya. Untuk itu bidan harus bisa mendeteksi masalah-maslah yang timbul dan mengatasinya.

 

 

 

OHT
 
Evaluasi

 

  1. Sebutkan langkah-langkah menyusui yang benar sesuai dengan urutan !
  2. Jelaskan masalah-masalah dalam pemberian ASI !

 

 

 

0 Responses to “LAKTASI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s