INVESTIGASI WABAH


Langkah-Langkah dalam Penyelidikan kegiatan Penanggulangan Wabah

 

Investigasi/Penyelidikan KLB/Wabah

Adalah suatu kegiatan untuk memastikan adanya KLB/Wabah, mengetahui penyebab, mengetahui sumber penyebaran, mengetahui faktor resiko dan menetapkan program penanggulangan KLB. Penanggulangan KLB/wabah adalah suatu kegiatan yang bertujuan menangani penderita, mencegah perluasan KLB/wabah, mencegah terjadinya penderita/kematian baru pada saat terjadinya KLB/wabah.

Langkah-langkah investigasi KLB/wabah.

  1. Persiapan dikelompokkan menjadi tiga kategori:
    1. Investigasi             : pengetahuan ilmiah, perlengkapan dan alat
    2. Administrasi          : prosedur administrasi termasuk ijin dan pengaturan perjalanan.
    3. Konsultas              : peran masing-masing petugas yang turun ke lapangan.
    4. Memastikan adanya wabah

Untuk menentukan apakah jumlah kasus yang ada sudah melampaui jumlah yang diharapkan membandingkan jumlah saat ini dengan jumlah beberapa minggu atau bulan atau periode waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Sumber informasi :

  1. Catatan surveilans
  2. Catatan keluar RS, statistic kematian, register, dll.
  3. Data wilayah di dekatnya atau data rasional.
  4. Survey
  5. Memastikan diagnosis
    1. Pemastian diagnosis berkaitan erat dengan pemastian adanya wabah.
    2. Jika penyebab penyakit sudah diberitahukan oleh tenaga kesehatan setempat, lakukan pemeriksaan kembali untuk meyakinkan diagnosis.
    3. Pemeriksaan laboratorium.
    4. Bila gejala sama dan 15-20 % mendapat konfirmasi lab tidak perlu pemeriksaan lab.
    5. a. Membuat definisi kasus

1). meliputi kriteria klinis yang dibatasi oleh waktu, tempat dan orang.

2). criteria klinis adalah tanda yang sederhana dan objektif

3). jenis dibagi tiga : pasti (confirmed), mungkin (probable) dan meragukan (possible)

4a. 1. Penyakit yang sudah jelas diagnosisnya :

a). Masa inkubasi

b). Cara penularan

4a. 2. Penyakit yang belum diketahui diagnosisnya

a). Ada dugaan tentang peristiwa penyebab wabah tetap harus dapat diterima akal sehat.

b). Cari peristiwa lain yang lebih memungkinkan.

c). Diperlukan kemampuan, kecerdasan serta kecermatan akal sehat (common sense) dari penyelidik

d). Beberapa patokan dapat dipakai:

i. Pencemaran air atau makanan gangguan pencernaan.

ii. Penyakit- penyakit saluran pernapasan, kulit, mata dan selaput lender.

iii.Luka atau lesi pada kulit akibat binatang atau serangga. Contohnya penyakit kulit akibat tomcat. Jadi dari ciri-ciri yang ditimbulkan oleh racun binatang tersebut kita dapat mengetahui bahwa penyakit kulit tersebut dsebabkan oleh tomcat.

b. Menemukan dan menghitung kasus

1)      Kasus yang dilaporkan harus mewakili kasus yang sesungguhnya ada.

2)      Penyelidik harus menggunakan sebanyak mungkin sumber yang ada untuk menemukan tambahan kasus.

3)      Sumber data ; praktek dokter, rumah sakit dan laboratorium

4)      Jika pada tempat terbatas maka lakukan survey pada seluruh populasi.

  1. Epidemiologi deskriptif (waktu, tempat, orang)
    1. Gambaran perjalanan wabah berdasarkan waktu bertujuan untuk melihat secara kronologis waktu timbulnya kejadian penyakit dalam hari, minggu, bulan, jam (pada kasus-kasus tertentu), memperkirakan waktu penyebaran dan cara-cara penyebaran. Gambaran perjalanan wabah berdasarkan waktu disajikan dalam bentuk kurve epidemic. Contoh kurva epidemic dapat dilihat pada gambar 3.8.

Ciri-ciri kurva epidemic:

1)   Berbentuk histogram

2)   Dapat digunakan untuk memperkirakan cara penularan penyakit

3)   Dapat memperkirakan masa inkubasi suatu penyakit

4)   Informasi tentang waktu timbulnya gejala pertama pada masing-masing kasus

5)   Untuk masa inkubasi yang pendek (dapat dilihat dari jam timbulnya gejala)

6)   Pilih skala untuk aksis-X

7)   Masa pra wabah

Jenis Kurve Epidemik

Berdasarkan sifatnya maka KLB / wabah dapat dibagi dalam dua bentuk utama yaitu

  1. Common Source

Adalah suatu letusan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok menyeluruh dan terjadinya dalam wakturelatif singkat (sangat mendadak).

Common source sendiri dibedakan menjadi dua yaitu :

a)      Point Source Epidemic (kurva epidemic dengan satu puncak) yaitu wabah yang terjadi akibat pemaparan dalam waktu yang singkat dengan sumber penularan tunggal.Contohnya kejadian keracunan dan polusi.

b)   Intermittent Common Source Epidemic (kurva epidemic denggan beberapa puncak ) yaitu wabah yang terjadi akibat pemaparan. Contohnya kejadian diare dan disentri.

  1. Propagated atau Progressive Epidemic

Adalah suatu bentuk epidemic yang terjadi karena penularan dari orang ke orang baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui udara, makanan maupun vector. Biasanya kejadian epidemic seperti ini relative lebih lama waktunya sesuai dengan sifat penyakit serta lamanya masa intubasi. Selain itu juga dipengaruhi oleh kepadatan dan penyebaran anggota masyarakat yang rentan terhadap penyakit tersebut.

b. Gambaran kejadian wabah berdasarkan tempat kejadian bertujuan untuk menunjukkan distribusi kejadian penyakit menurut daerah geografis atau tempat sehingga nantinya dapat ditentukan kemaparan terhadap sumber penyakit atau penyebab terjadinya kejadian dan cara penyebarannya. Data yang dikumpulkan tergantung dari jenis penyakitnya yaitu dapat berupa karakteristik geografis, keadaan sanitasi lingkungan, sumber air bersih, kebiasaan tertentu, dsb. Tergantung dari jenis penyakitnya.

  1. Gambaran kejadian wabah berdasarkan cirri orang yang terserang bertujuan untuk mengetahui kelompok individu yang rentan terhadap suatu penyakit dan kelompok individu yang mempunyai resiko menderita suatu penyakit. Data berdasarkan crri orang biasanya bersifat spesifik menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan lain-lain.

6. Membuat hipotesis

7. Menilai hipotesis (penelitian kohort dan kasus control)

8. Memperbaiki hipotesis dan mengadakan penelitian tambahan

9. Melaksanakan pengendalian dan pencegahan.

10.Menyampaikan hasil penyelidikan.

 

KLB penyakit menular merupakan indikasi ditetapkannya suatu daerah menjadi suatu wabah, atau dapat berkembang menjadi suatu wabah. Suatu kejadian penyakit atau keracunan dapat dikatakan KLB apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Timbulnya suatu penyakit/menular yang sebelumnya tdak ada/dikenal.
  2. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus menerus selama tiga kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam,hari, minggu).
  3. Peningkatan kejadian penyakit/kematian, dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, minggu, bulan, tahun).
  4. Jumlah penderita baru dalam suatu bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya.
  5. Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya.
  6. Case fatality rate (CFR) suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebuh dibandingkan dengan CFR dari periode sebelumnya.
  7. Proportional rate (PR) penderita dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua atau lebih dibandingkan periode kurun waktu atau tahun sebelumnya.
  8. Beberapa penyakit khusus menetapkan kriteria khusus: cholera dan demam berdarah dengue.
    1. Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis)
    2. Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.

 

Sumber

 

Rianti Emy, 2010.Buku Ajar Epidemiologi dalam Kebidanan,Jakarta :Trans Info Media.

 

0 Responses to “INVESTIGASI WABAH”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s