tumbang fetus


HAND OUT

Mata Kuliah                : Askeb Lanjut I

Kode MK                    : Bd 301

Beban Studi                 : 2 SKS ( T = 1, P = 1)

Penempatan                 : Semester I Blok I Program D4 Bidan Klinik

Topik                           : Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi.

Sub topic                     :  1. Pertumbuhan dan perkembangan embrio

2. Pertumbuhan dan perubahan fetomaternal

3. Struktur dan fungsi amnion

4. Struktur, fungsi dan sirkulasi tali pusat

5. Struktur, fungsi dan sirkulasi plasenta

6. Sirkulasi darah fetus

Dosen                          : Ni Wayan Armini, M.Keb

Waktu                          : 45 Menit

REFERENSI

  1. Wiknjosastro, Hanifa. 1997. Ilmu Kebidanan. Jakarta. YBP-SP.
  2. Cunningham, Mac. Donald, Gant. 1997. Obstetri Williams.Jakarta. EGC
  3. Danforth. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi.Jakarta. Widya Medika.
  4. Guyton and Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta. EGC.
  5. Bobak, Lowdermilk, Jensen. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta. EGC.
  6. Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri.Jakarta. EGC.
  7. Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad.
  8. Chamberlain, Steer. 2002. Turnbull’s Obstetrics. Churchill Livingstone.
  9. Rayburn,W.F. Obstetri Dan Gynekologi. 2001.Jakarta : Widya Medika
  10. Burroughs, A. Maternity nursing. 2001.Philadelphia : WB Saunders Company.
  11. Pengurus Pusat IBI.9 Modul Kebidanan (Standar Pelayanan Kebidanan). 2003.Jakarta.
  12. Bennet V Ruth, Brown Linda K.,  Myles Text Book For Midwives,London : Churchill Livingstone, 2000, Hal 46-47
  13. Verrals S, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan Edisi 3,  Jakarta : EGC, 1997. Hal 248-250
  14. Nakita, Sehat Semasa Hamil, Lancar Saat Bersalin, Jakarta : Gramedia, 2005.
  15. Pusdiknakes, WHO-JHPIEGO, Asuhan Antenatal Buku 2, Jakarta : Pusdiknakes, 2003.

 

URAIAN MATERI

 

  1. A.     PENDAHULUAN

Konsepsi merupakan persatuan antara sebuah telur dan sperma yang menandakan awal suatu kehamilan Hasil dari konsepsi tersebut antara lain akan berkembang menjadi janin dan plasenta. Janin dalam membutuhkan nutrisi dan oksigen yang diterima lewat darah ibu dan diteruskan oleh plasenta ke sirkulasi darah janin dan diedarkan ke seluruh tubuh janin.

Dari  sudut ilmu kebidanan dan juga aspek mediko-legal, seorang praktisi kesehatan khususnya dokter atau bidan hendaknya mampu menentukan taksiran umur embrio, fetus imatur, fetus imatur dan janin matur. Lamanya suatu kehamilan secara pasti tidak jelas. Namun, suatu kehamilan matur biasanya akan berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).

Pada 2 minggu pertama, hasil konsepsi masih merupakan perkembangan dari ovum yang dibuahi, dari minggu ke-3 sampai ke-6 disebut mudigah (embrio) dan sesudah minggu ke-6 mulai disebut fetus.

Untuk dapat memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil, seorang bidan harus mempelajari serta menguasai pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi ini sehingga dapat memantau tahap perkembangan janin dan  mendeteksi dini adanya kelainan dalam tiap tahap tersebut. Dalam materi ini akan dijelaskan perkembangan embrio dan fetus pada tiap-tiap bulannya. Struktur dan fungsi amnion,Struktur, fungsi dan sirkulasi tali pusat, Struktur, fungsi dan sirkulasi plasenta,  Sirkulasi darah fetus,  Menentukan usia kehamilan, dan Menentukan periode kehamilan.

  1. B.     ISI
    1. 1.       Perkembangan embrio awal

Enam sampai tujuh hari setelah fertilisasi, blastocyt mulai tertanam didalam uterus dan sempurna pada hari ke 10. Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional (embryonal plate) yaitu dimulai dari hari ke-15 sampai sekitar 8 minggu setelah konsepsi atau sampai ukuran embrio sekitar 3 cm, dari puncak kepala sampai bokong. Tahap ini merupakan masa yang paling kritis dalam perkembangan sistem organ dan penampilan luar utama janin, daerah yang sedang berkembang dan mengalami pembelahan sel yang cepat sangat rentan terhadap malformasi akibat teratogen.

Dari embryonal plate selanjutnya berdeferensiasi menjadi tiga unsur :

  1. Sel-sel ektodermal

Pertumbuhan rambut, kulit, kuku, gigi, jaringan saraf, yang meliputi pula alat indera (organ sensoris), glandula salivaria, cavitas nasi, bagian bawah kanalis analis, tractus genitalis dan glandula mammae.

  1. Sel-sel endodermal

Melapisi saccus vittelinus dan berkembang menjadi tractus digestivus, hepar, pankreas, trachea, pulmo, vesica urinaria dan uretra.

  1. Sel-sel mesodermal

Mesodermal merupakan lapisan jaringan disamping ektodermal dan endodermal yang berasal dari massa sel dalam. Sebagian mesodermal terletak di sekeliling cakram embrio. Perkembangan lebih lanjut dari mesodermal ini akan menghasilkan sistem sirkulasi dan limpatika, tulang, otot, ren, ureter, organ genitalia dan jaringan subkutan

pada kulit. Dengan kerja yang serupa, dengan amoeba sel tunggal yang sedang mengambil makanan, maka cavitas amniotica dapat merubah bentuknya agar dapat mengelilingi sacus vittelinus dan mesoderma dan menarik kedua jaringan tersebut memasuki cavitas amniotica.

2. Perkembangan embrio lanjut

14 hari pertama         :blastocyt diberi makan oleh sitoplasma sendiri, pembuluh-pembuluh darah primitif untuk embrio mulai berkembang pada mesoderma.

Hari 14-28                  : Pembuluh-pembuluh darah embrio berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah pada vili korion plasenta primitif. Sirkulasi embrio/maternal dengan demikian telah terbentuk dan darah dapat beredar. Kepala embrio dapat dibedakan dari badannya tunas-tunas tungkai sudah tampak. Terjadi sikap fleksi yang terjadi secara pelan-pelan. Sistem-sistem utama di dalam tubuh telah ada dalam bentuk rudimenter. Jantung (cor) menonjol dari tubuh dan mulai berdenyut.

Hari 28-42                 : Panjang embrio kira-kira 12 mm pada akhir minggu ke-6. Lengan mulai memanjang dan tangan mendapatkan bentuknya. Timbul mata dan telinga rudimenter, telinga tampak tetapi terletak lebih rendah, gerakan pertama dapat dideteksi dengan ultrasound mulai dari minggu ke-6.

3. Perkembangan Fetus

Umur Kehamilan

Panjang Badan

Berat Badan

Pembentukan Organ

8 minggu 2,5 cm 5 gr Merupakan perkembangan cepat, jantung mulai memompa darah, anggota badan hidung, kuping, jari jemari mulai dibentuk, kepala fleksi.
12 minggu 9 cm 15 gr Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Jenis kelamin dapat diketahui dan ginjal sudah mulai memproduksi urin.Daun kuping lebih jelas, kelopak mata melekat leher mulai terbentuk, alat kandungan luar terbentuk namun belum berdiferensiasi.
16 minggu 16 cm 120 gr Sistem muskuloskeletal sudah matang, sistem saraf mulai melakukan kontrol pembuluh darah berkembang dengan cepat,tangan janin dapat menggenggam, kaki menendang dengan aktif, jantung janin dapat didengarkan dengan funandoskop, kelopak mata alis, mata dan kuku telah tumbuh dengan sempurna. Kelenjar minyak telah aktif dan vernik kaseosa telah melapisi tubuh fetus
20 minggu 25 cm 280 gr Verniks melindungi tubuh, kulit sangat keriput karena lemak subkutan terlalu sedikit. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mulai menjawab rangsangan dari luar, janin akan  tenang apabila ibu mendengarkan musik yang tenang.
24 minggu 30 cm 600 gr Kerangka berkembang dengan cepat, rambut menutupi kepala, deposit lemak subkutan lebih banyak yang menyebabkan kerutan kulit mulai berkurang. Perlembangan pernapasan dimulai. Bila lahir dapat bernapas tapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja.
28 minggu 35 cm 1000 gr Janin dapat bernapas, menelan dan mengatur suhu. Surfaktan terbentuk didalam paru-paru. Lanugo berkurang. Bila lahir dapat bernapas, menangis pelan dan lemah.
32 minggu 40 cm 1800 gr Simpanan lemak berkembang dibawah kulit, lanugo mulai berkurang tetapi masih tertutup verniks kaseosa, bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil atau little old man.
36 minggu 45 cm 2500 gr Penulangan (oksipikasi) tulang tengkorak masih belum sempurna, muka berseri tidak keriput, jaringan lemak terus bertambah.
40 minggu 50 cm 3000 gr Bayi cukup bulan, kulit licin, fetus gemuk dan merah sedikit lanugo dan sedikit verniks kaseosa.

Pada minggu ke-8 menandai akhir dari masa embrio, selanjutnya akan terjadi perkembangan fetus sampai aterm

  1. Sistem Pernafasan

Paru-paru berasal dari titik tumbuh (jaringan endoderm) yang munvul dari faring yang bercabang kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus. Proses ini terus berlanjut setelah kelahiran hingga sekitar usia 8 tahun sampai jumlah bronkiolus dan alveolus akan sepenuhnya berkembanga, walaupun janin memperlihatkan adanya bukti gerakan nafas sepanjang trimester 2 dan 3. ketidakmatangan paru-paru terutama akan mengurangi peluang kelangsungan hidul BBL sebelum usia 24 minggu, yang disebabkan oleh keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan system kapiler paru-paru dan tidak mencukupinya jumlah surtfaktan.

Perkembangan Sistem Pulmoner:

Umur kehamilan                      Perkembangan

24 hari                                     Bakal paru-paru terbentuk

26-28 hari                                Kedua bronchi membesar

6 minggu                                 Dibentuk segmen bronchus

12 minggu                               Differensial lobus

24 minggu                               Dibentuk alveolus

28 minggu                               Dibentuk surfaktan

34-36 mg                                 Struktur Matang

Struktur matang artinya paru-paru sudah bisa mengembangkan sistem alveoli. Selama dalam uterus, janin mendapat oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta kerena paru-paru fetus tidak berfungsi dalam kehidupan intra uteri. Setelah bayi lahir , pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi.

Pada masa akhir kehamilan di dalam jaringan paru masih ditemukan cairan amnion. Setelah lahir, cairan ini segera diabsorbsi pada alveolusnya diisi dengan udara. Dengan masuknya udara ke dalam alveoli saat pernafasan pertama, lapisan surfaktan mencegah timbulnya suatu interface udara dan air (darah) dengan tegangan permukaan yang tinggi. Tanpa adanya lapisan sufaktan (atelektasis). Dengan adanya gerakan pernafasan setelah lahir menyebabkan paru-paru berkembang dan alveolus cepat bertambah lebar dan bertambah banyak jumlahnya, diperkirakan hanya ada seperenam jumlah alveolis orang dewasa pada saat lahir.

Awal adanya nafas

Empat faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi :

  • Penuruan Pa O2 dan kenaikan Pa CO2 merangsang kemeroseptor yang terletak di sinus karotis
  • Tekanan terhadap rongga dada (toraks) sewaktu melewati jalan lahir
  • Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permukaan gerakan pernafasan
  • Refleks deflasi hering breur

Pernafasan pertama pada BBL terjadi normal dalam waktu 30 detik setelah kelahiran, tekanan rongga dada bayi pada saat melalui jalan lahir pervaginam mengakibatkan cairan paru-paru (jumlahnya 80-100ml) kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut, sehingga cairan yang hilang ini diganti dengan udara. Paru-paru berkembang sehinggarongga dada kembali pada bentuk semula pernafasan pada neonates terutama pernafasan diafragmatik dan abdominal dan biasanya masih tidak teratur frekuensi dan dalamnya pernafasan

Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 menit pertama sesudah lahir. Usaha bayi pertama kali u ntuk mempertahankan alveoli, selain adanya surfaktan yang dengan menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan merintih sehingga udara tertahan di dalam. Respirasi pada neonates biasanya pernafasan diafragmatik dan abdominal. Sedangkan frekuensi da dalamnya belum teratur. Apabila surfaktan berkurang, maka alveoli akan kolaps dan paru-paru kaku sehingga terjadi atelektasis dalam keadaan anoksia neonates masih dapat mempertahankan hidupnya karena adanya kelanjutan metabolism anaerobic.

  1. Sistem Sirkulasi

Keseluruhan system kardivaskuler (jantung, pembuluh darah, dan sel darah) berasal dari lapisan mudigah medoderm. Walaupun pada mulanya perbasangan, pada hari ke 22 perkembangan, kedua tabung tersebut membentuk sebuah tabung jantung tunggal yang agak bengkok, yang terdiri dari satu tabung endokardium sebelah dalam dan pelapis miokardium di sekelilingnya. Pada minggu keempat sampai ketujuh, jantung terbagi menjadi suatu bangunan khas yang berkamar empat, tetapi lubang antara atrium tetap ada. Pada saat lahir, ketika tekanan pada atrium kiri meningkat, kedua sekat tersebut tertekan sehingga saling melekat dan hubungan diantara keduanya tertutup

Perkembangan system sirkulasi

Umur kehamilan                            perkembangan

14 hari pertama                              Pembuluh dar primitif pada embrio mulai berkembang pada mesoderm

Hari 14-28                                     Pembuluh darah embrio berhubungan dengan pembuluh darah pada villi chorion plasenta primitive jantung menonjol dari tubuh dan mulai berdenyut

Minggu ke 12                                Sirkulasi fetal telah berfungsi secara penuh

Jantung janin sudah mulai dapat didengarn dengan Doppler

Minggu ke 16-20                           Jantung fetus daoat didengar dengan fundusksop/stetoskop di atas minggu ke -18

Selama kehidupan prental, sirkulasi plasenta mencukupi kebutuhan janin akan oksifen, tetapi setelah lahir paru-paru mengambil alih pertukaran gas. Setelah lahir, darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik guna  mendukung kehidupan luar rahim, harus terjadi dua perubahan besar :

  • Penutupan foramen ovale pada atrium paru-paru dan aorta
  • Penutupan duktus arteriosus antara arteri paru-paru dan aorta

Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh system pembuluh tubuh. Jadi perubahan-perubahan tekanan langsung berpengaruh pada aliran darah. Oksigen menyebabkan system pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi atau meningkatkan resistensinya, sehingga mengubah aliran darah.

Dua peristiwa yang mengubah tekanan dalam pembuluh darah:

  • Pada saat tali pusat dipotong, resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalnai proses oksigenisasi ulang.
  • Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembuluh darh paru-paru dan meningkatkan tekanan atrium kanan. Oksigen pada pernafasan pertama ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru-paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan pembuluh darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan tekanan atrium kanan ini dan penurunan tekanan atrium kiri, foramen ovale secara fungsional akan menutup.

Dengan pernafasan, kadar oksigen dalam darah meningkat. Mengakibatkan duktus arteriosus mengalami konstriksi dan menutup dalam waktu 8-10 jam setelah bayi lahir.  Vena umbilicus, duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat di klem. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung dalam 2-3 bulan

Total volume darah yang bersirkulasi pada waktu lahir adalah 80 ml/kg bobot tubuh. Akan tetapi dapat meningkat jika pemutusan tali pusat tidak dilakukan pada waktu lahir. Tingkat haemoglobin tinggi (15-20 g/dl) 70 % adalah Hb janin. Perubahan Hb janin ke dewasa yang terjadi di rahim selesai pada 1-2 tahun kehidupan.

  1. Traktus digestivus

Epitel system pencernaan dan parenkim derivate-derivatnya berasal dari endoderm; unsure stroma, otot dan unsure peritoneum berasal dari mesoderm. Traktus digestivus relative lebih berat  dan lebih panjang dibandingkan dengan orang dewasa. Pada neonates traktus digestivus mengandung zat yang berwarna hitam kehijauan yang terdiri dari mukopolisakarida dan disebut mekonium. Pengeluaran mekonium biasanya dalam 10 jampertama dan dalam 4 hari biasanya tinja sudah berbentuk dan berwarna biasa. Enzim dalam traktus digestivus biasanya sudah terdapat pada neonatus kecuali amylase pancreas.

Saluran usus dan lambung bayi secara fungsional belum matang dibandingkan orang dewasa. Selaput lender pada mulut berwarna merah jambu dan basah. Gigi tertanam di dalam gusi dan sekresi ptyalin rendah. Pada usia ke-12, janin sudah mulai menghisap dan menelan. Reflek gumoh dan batuk yang matang sudah terbentuk dengan baik pada saat lahir. Kemampuan bayi untuk menelan dan mencerna makanan (selain susu) masih terbatas. Hubungan antara esophagus bawah dan lambung masih belum sempurna mengakibatkan gumoh pada BBL dan nenatus. Kapasitas lampung sangat terbatas, kurang dari 30 ml (15-30 ml) untuk seorang BBL cukup bulan. Kapasitas lambung ini akan bertambah secara lambat bersamaan dengan tumbuhnya BBL. Pengaturan makan yang sering oleh bayi sendiri penting, contohnya member asi on demand.

Asam lambung jumlahnya sama dengan yang ada pada orang dewasa dalam beberapa hari pertama dan pada hari ke -10 bayi benar –benar tidak memiliki asam hidroklorida yang meningkatkan resiko infeksi. Waktu mengosongkan lambung adalah 2,5-3 jam. Sesuai dengan ukuran bayi, usus pun panjang, terdiri dari sejumlah besar kelenjar sekresi dan daerah permukaan yang besar untuk menyerap gizi makanan. Ada enzim walaupun terdapat kekurangan amylase dan lipase yang menghilangkan kemampuan bayi mencerna karbohidrat dan lemah.

Pada waktu lahir, usus dalam keadaan steril hanya dalam beberapa jam. Terdengan bunyi isi perut dalam 1 jam kelahiran. Mekonium yang ada dalam usus besar sejak 16 minggu kehamilan, diangkat dalam 24 jam I kehiupdan dan benar-benar dibuang dalam waktu 48-72 jam. Kotoran pertama berwarna hijau kehitam-hitaman, keras, dan mengandung empedu. Pada hari 3-5 kotoran berubah warna menjadi kuning keciklatan. Begitu bayi diberi makanan, kotoran berwarna kuning. Kotoran bayi yang memium susu boto lebih pucat warnanya, lunak dan berbau agak tajam . bayi BAB 4-6 x sehari namun ada kecenderungan untuk sulit BAB.

  1. Kelenjar endokrin

Selama dalam rahim janin memperoleh pasikan hormone dari ibu yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ fetus supaya menjadi matur. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) diproduksi pada awal hari kesembilan setelah konsepsi, mencapai puncaknya pada hari ke 60. Hormone ini berfungsi untuk memelihar corpus luteum sampau terbentuknya placenta. Hormone dari ibu melintasi placenta menuju janin, tetapi tidak semua hormone yang dapat melintasi placenta, seperti hormone tiroksin melintas secara lambat. Hormone ini akan diproduksi seiring dengan maturnya organ pada janin.

  1. Urat Saraf

Sistem saraf berasal dari ectoderm dan tampak sebagai lempeng saraf pada pertengahan minggu ke-3. Setelah tepi-tepi lempeng ini melipat, lipatan saraf ini saling mendekat satu sama lain pada garis tengah untuk kemudian bersatu menjadi tabung saraf. Pada minggu ke -12 sudah terdapat reflex menelan dan menghisap pada fetus.

Dibandingkan dengan system tubuh lain, system saraf BBL sangat muda baik secara anatomi maupun fisiologi. Ini menyebabkan kegiatan reflex spina dan batang otak dengan control minimal oleh lapisan luar serebrum pada bulan-bulan awal walaupun interaksi social terjadi lebih awal. Setelah bayi lahir, pertumbuhan otak memerlukan persediaan oksigen dan glukosa yang tetap dan memadai. Otak yang masih muda rentan terhadap hipoksia, keseimbangan biokimia, infeksi dan perdarahan.

Ketidakstabilan suhu dan gerak otot yang tidak terkoordinasi menggambarkan keadaan perkembangan otak yang tidak lengkap dan mielinisasi saraf tidak lengkap. BBL dilengkapi dengan rangkaian aktifitas refleks yang luas pada usia yang berbeda-beda memberikan indikasi kenormalan dan perpaduan system neurology dan skeletomuskuler.

Refles morro. Reflex ini terjadi karena adanya reaksi miring terhadap rangsangan mendadak. Ini dapat terjadi dengan cara mengendong bayi dengan sudut 45o, lalu biarkan kepada menurun sekitar 1-2 cm. bayi akan bereaksi dengan menarik dan menjulurkan lenganna yang kadang-kadang gemetar. Lalu kedua lengannya memeluk dada. Rekasi yang sama juga terjadi pada kaki, yang lentur tertekuk diperut. Repleksinya simetris dan terjadi pada 8 minggu I setelah lahri. Tiadanya refleksnya moro menandakan terjadinya kerusakanketidakmatangan otak. Jika pada usia 6 bulan reflex tersebut tetap ada, itu menunjukkan retardasi mental.

Reflex dsar (rooting reflex). Dalam memberikan rekasi terhadap belaian di pipi atau sisi mulut, bayi menoleh kea rah sumber rangsangan dan membuka mulutnya siap untuk mengisap.

Refleks mengedip/reflex mata, melindungi mata dari trauma.

Refleks menggenggam. Genggaman tangan diperoleh dengan menempatkan jari/pensil di dalam telapak tangan bayi yang akan menggenggam dengan erat. Reaksi yang sama dapat ditunjukkan dengan berjalan bagian bawah tumit (genggam telapak kaki).

Refleks berjalan dan melangkah (walking reflek). Jika disangga secara tegak dengan kaki menyentuh permukaan yang rata, bayi akan terangsang untuk berjalan. Jika digendong dengan tulang kering menyentuh pinggir meja, bayi akan memanjat ke meja (reflek penempatan tungkai)

Refleks leher tonik asimetris (tonic neck feflek. Pada posisi terlentang disamping tubuh tempat kepala menoleh kea rah itu terulur sedangkan lengan sebelah terkulai. Jika didudukkan tegak, kepala bayi pada awalnya akan terkulai ke belakang lalu bergerak ke kanan sesaat sebelum akhirnya tunduk kearah depan

  1. Imunologi

Pada neonates tidak terdapat sel plasma pada sum-sum tulang dan lamina propia ilium dan apendiks. Lasenta merupakan sawar sehingga fetus bebas dari antigen san stres imunologis. Pada BBL hanya terdapat gama globulin G, sehingga imunologi dari ibu dapat melalui plasenta karena berat melekulnya kecil. Tetapi bila ad infeksi yang dapat melalui plasenta (lues, taksoplasma, herpes simpleks, dll) reaksi imunologis dapat terjadi dengan pembentukan sel plasma dan antibody gama A,G, dan M

System imunitas BBL masih belum matang, sehingga menyebabkan neonates rentan terhadap infeksi dan alergi. System imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang didapat.

Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahanan tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi. Beberapa contoh kekebalan alami meliputi:

  • Perlindungan oleh kulit membrane mukosa
  • Fungsi saringan saluran nafas
  • Pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus
  • Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung

Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu BBL membuhuh mikroorganisme asing. Tetapi pada BBL sel-sel darah ini masih belum matang, artinya BBL tersebut belum mmapu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien.

Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian, BBL yang lahir dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. Reaksi antibody keseluruhan terhadap antigen asing masih belum bisa dilakukan sampai awal kehidupan anak. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan system kekebalan tubuh.

Bayi memiliki immunoglobulin waktu lahir namun keberadaanya dalam rahim terlindung membatasi kebutuhan untuk bereaksi pada kekebalan terhadap antigen tertentu. Ada tiga macam immunoglobulin (Ig)->antibody, (hurup menunjukkan masing-masing golongan) yaitu IgG, IgA dan IgM dan hanyak IgG yang cukup kecil melewati pembatas plasenta.

IgG merupakan golongan antibody yang sangat penting dan kira-kira 75 % dari seluruh antibody. IgG mempunyai kekebalan terhadap infeksi kuman virus tertentu. Pada waktu lahir tingakt IgG bayi sama dengan atau sedikit lebih banyak dari pada ibu. Ini memberikan kekebalan pasif selama beberapa bulan kehidupan.

IgM dan IgA tidak melintasi pembatas plasenta nanum dibuat oleh janin. Tingkat IgM pada periode kehamilan besarnya 20% dari IgM orang biasa dan diperlukan waktu 2 tahun untuk dapat menyamai tingkat orang dewasa. Tingkat IgM yang relative rendah membuat bayi lebih rentan terkena infeksi. IgM juga penting sebeb sebagian besar antibogi yang terbentuk sewaktu terjadi repson primer adalah golongan ini. Tingkat IgA sangat rendah dan diproduksi dalam waktu yang lama walaupun tingkat salive sekresi mencapai tingkat orang dewasa dalam kurun waktu 2 bulan. IgA melindungi dari infeksi saluran pernafasan, saluran usus lambung dan mata. Sedangkan immunoglobulin jenis lainnya, yaitu IgD dan IgE tidak begitu berkembang pada masa awal bayi/neonates

ASI dan terutama kolostrum memberikan kekebalan pasif kepada bayi dalam bentuk :

  • Laktoferon

Merupakan protein yang mempunyai afinitas yang tinggi terhadap zat besi. Bersama dengan salah satu immunoglobulin yaitu IgA, laktoferon mengambil zat besi yang diperlukan untuk perkembangan E.colli, stafilokokus, dan ragi. Kandungan zat besi yang rendah pada kolostrum dan ASI akan mencegah perkembangan kuman patogen

  • Lisosom

Bersama IgA mempunyai fungsi antibakteri dan juga menghambat pertumbuhan berbagai macam virus.

  • Faktor antitripsin

Ensim tripsin berada di dalam saluran usus dan fungsinya adalah memecah protein. Adanya factor tripsin dalam kolostrum ASI akan menghambat kerja Tripsin, sehingga akan menyebabkan immunoglobulin pelindung tidak akan dipecah oleh tripsin

  • Faktor bifidus

Lactobacilli ada di dalam usus bayi dan laktobacili ini menghasilkan asam mencegah pertumbuhan kuman pathogen. Untuk pertumbuhannya, lactobacilli membutuhkan gula yang mengandung nitrogen, yaitu factor bifidus dan factor ini terdapat dalam ASI

Kelenjar timus tempat diproduksinya limfosit relative besar pada waktu lahir dan terus meningkat hingga usia 8 tahun. Karena adanya defisiensi kekebalan alami dan didapat ini, BBL sangat rentang terhadap infeksi. Reaksi BBL terhadap infeksi masih lemah dan tidak memadai. Oleh karena itu, pencegahan infeksi (seperti praktek persalinan aman, menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting.

Rangkuman

  1. 6-7 hari setelah fertilisasi blastocyt mulai tertanam didalam uterus dan sempurna pada hari ke 10.
  2. Perkembangan hasil konsepsi dibagi menjadi perkembangan embrio awal, lanjut dan fetus.
  3. 3.      Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional (embryonal plate) yaitu dimulai dari hari ke-15 sampai sekitar 8 minggu setelah konsepsi
  4. Dari embryonal plate selanjutnya berdeferensiasi menjadi tiga unsur :
    1. Sel-sel ektodermal

Pertumbuhan rambut, kulit, kuku, gigi, jaringan saraf, yang meliputi pula alat indera (organ sensoris), glandula salivaria, cavitas nasi, bagian bawah kanalis analis, tractus genitalis dan glandula mammae.

  1. Sel-sel endodermal

Melapisi saccus vittelinus dan berkembang menjadi tractus digestivus, hepar, pankreas, trachea, pulmo, vesica urinaria dan uretra.

  1. Sel-sel mesodermal

Meliputi sistem sirkulasi dan limpatika, tulang, otot, ren, ureter, organ genitalia dan jaringan subkutan pada kulit.

5. Pada usia 12 minggu, denyut jantung janin mulai dapat terlihat dengan ultrasound, dan 16-20 minggu dapat terdengar dengan media funandoskop

6. Pada usia 28 minggu, surfaktan pada paru-paru telah mulai terbentuk

7. Pada usia 40 minggu bayi cukup bulan, kulit licin, fetus gemuk dan merah sedikit lanugo dan sedikit verniks kaseosa.

Latihan

  1. Blastocyt mulai tertanam didalam uterus dan sempurna pada …
  2. hari ke 6
  3. hari ke 7
  4. hari ke 9
  5. hari ke 10

2. Pertumbuhan rambut, kulit, kuku, gigi, jaringan saraf, termasuk dalam…

  1. Sel-sel ektodermal
  2. Sel-sel endodermal
  3. Sel-sel mesodermal
  4. Sel-sel internal

3.  Pada usia berapakah, bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil atau little old man

  1. 4 minggu
  2. 16 minggu
  3. 32 minggu
  4. 40 minggu
  5. Denyut jantung mulai dapat terdengar melalui funandoskop pada usia…
    1. Berikut ini adalah ciri dari bayi yang alhir cukup bulan yaitu…
      1. sedikit lanugo dan sedikit verniks kaseosa
      2. banyak lanugo dan sedikit verniks kaseosa
      3. sedikit lanugo dan banyak verniks kaseosa
      4. banyak lanugo dan banyak verniks kaseosa
  1. 12-16 minggu
  2. 16-20 minggu
  3. 20-24 minggu
  4. 24-28 minggu

 

 

 

Pertumbuhan, perkembangan janin serta perubahan-perubahan fetomaternal

Perubahan-perubahan maternal

Suatu kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari. Selama itu terjadi perubahan yang menakjubkan baik pada ibu maupun perkembangan janin. Janin berkembang dari 2 sel ke suatu bentuk yang mampu hidup diluar uterus. Badan ibu berubah untuk mendukung perkembangan dari kehidupan baru dan untuk menyiapkan masuknya janin ke dunia luar.(diluar rahim ibunya)

  1. Terimester pertama:tanda fisik pertama yang dapat dilihat pada beberapa ibu adalah perdarahan sedikit/”spotting sekitar 11 hari setelah konsepsi pada saat embrio melekat pada lapisan uterus. Jika seorang ibu mempunyai siklus menstruasi 28 hari, perdarahan ini terjadi beberapa hari sebelum ia akan mendapat menstruasi. Perdarahan implantasi ini biasanya kurang dari lamanya menstruasi yang normal. Setelah terlambat satu periode menstruasi, perubahan fisik berikutnya biasanya adalah nyeri dan pembesaran payudara diikuti oleh rasa kelelahan yang kronis/menetap dan sering kencing. Ibu akan mengalamai dua gejala yang terakhir selama tiga bulan berikutnya. “morning sickness” atau mual dan muntah biasanya dimulai sekitar 8 minggu dan mungkin berakhir sampai 12 minggu. Pada usia kehamilan 12 minggu pertumbuhan uterus di atas simpisis pubis bisa dirasakan. Ibu biasanya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama.
  2. Trimester kedua

Uterus akan terus tumbuh. Pada usia kehamilan 16 minggu uterus biasanya berada pada pertengahan antara simpisis pubis dan pusat. Penambahan berat badan sekitar 0,4-0,5 kg/minggu. Ibu mungkin akan mulai merasa mempunyai banyak energy. Pada usia kehamilan 20 minggu fundus berada dekat dengan pusat. Payudara mulai mengeluarkan kolostrum. Ibu merasakan gerakan bayinya. Ia juga mengalami perubahan yang normal pada kulitnya meliputi adanya chloasma, linea nigra, dan striae gravidarium.

  1. Trimester ketiga

Pada usia kehamilan 28 minggu fundus berada pada pertengahan antara pusat dan xiphoid. Pada usia kehamilan 32-36 minggu fundus mencapai prosesus xiphoid. Payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing kembali terjadi. Sekitar usia kehamilan 38 minggu bayi masuk/turun kedalam panggul. Sakit punggung dan sring kencing meningkat. Ibu mungkin sulit tidur. Kontraksi Braxton Hicks meningkat.

Perubahan-Perubahan Janin

  • Trimester pertama: dari gumpalan sel kecil, embrio berkembang dengan pusat menjadi janin. Pada akhir 12 minggu pertama kehamilan, jantungnya berdetak, usus-usus lengkap di dalam abdomen, genitalia eksternal mempunyai karakteristik laki-laki atau perempuan, anus sudah terbentuk, dan muka seperti manusia. Janin dapat menelan, melakukan gerakan pernafasan, kencing, menggerakkan anggota badan, mengedipkan mata dan mengerutkan dahi. Mulutnya membuka dan menutup. Berat janin sekitar 15-30 gram dan panjang 56-61 mm.
  • Trimester kedua dan ketiga: pada akhir kehamilan 20 minggu berat janin sekitar 340 gram dn panjang 16-17 cm. ibu dapat merasakan gerakan bayi, sudah terdapat mekonium di dalam usus,dan sudah terdapat verniks pada kulit. Pada usia kehamilan 28 minggu berat bayi lebih sedikit dari satu kilogram dan panjangnya 23 cm; ia mempunyai periode tidur dan beraktivitas, merespon pada suara,dan melakukan gerakan pernafasan. Pada usia kehamilan 32 minggu, berat bayi1,7 kg dan panjangnya 28 cm, kulitnya mengerut, dan tester telah turun ke scorotum pada bayi laki-laki. Pada usia kehamilan 36-40 minggu, jika ibunya mendapatkan gizi yang cukup, kebanyakan berat bayinya antara 3 sampai 3,5 kg dan panjangnya 35 cm.

RANGKUMAN PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN JANIN SERTA PERUBAHAN-PERUBAHAN FETOMATERNAL

Minggu 0

Perkembangan janin

Sperma membuahi ovum, yang kemudian membagi dan masuk kedalam uterus menempel sekitar hari ke-11

Minggu ke-4/bulan ke-1

Perkembangan janin

Dari diskus embrionik, bagian tubuh pertama muncul  yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan sraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah, dan saluran pencernaan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm

Perubahan-perubahan maternal:

Ibu terlambat menstruasi. Payudara nyeri dan membesar. Kelelahan yang kronis(menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan berlangsung selama 3 bulan berikutnya. HCG ada didalam urine dan serum 9 hari setelah konsepsi.

Minggu ke-8/bulan ke -2

Perkembangan janin:

Perkembangan cepat. Jantung mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Raut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telingga terbentuk dari lipatan kulit. Tulang dan otot yang kecil terbentuk dibawah kulit yang tipis.

Perubahan-perubahan maternal:

Mual dan muntah/”morning sickness” mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubaha dari bentuk pear menjadi globular. Tanda-tanda hegar dan Goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhoea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.

Minggu ke-12/bulan ke-3

Perkembangan janin:

Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke 12. Jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine.

Perubahan-perubahan maternal

Tanda Chadwick muncul. Uterus naik diatas sempisis pubis. Kontraksi Braxton Hicks mulai dan mungkin dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon.

Minggu ke 16/bulan ke-4

Perkembangan janin:

System Musculoskeletal sudah matang; system syaraf mulai melaksanakan control. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat mengenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0.2 kg. denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pancreas memproduksi insulin.

Perubahan-perubahan Maternal:

Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0.4-0.5 kg per minggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energy. Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal jika tidak gatal, iritasi atau berbau busuk). Pakaian-pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.

Minggu ke-20/Bulan ke-5

Perkembangan janin

Varniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan menendang.

Perubahan-perubahan maternal:

Fundus menjadi pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami.

Minggu ke-24 /bulan ke-6

Perkembangan janin:

Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang meningkatkan aktifitasnya. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg.

Perubahan-perubahan maternal:

Fundus di atas pusat. Sakit punggung dank ram pada kaki mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarium, chloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.

Minggu ke -28/ bulan ke-7

Perkembangan janin :

Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. Surfactant terbentuk di dalam paru-paru. Mata mulai membukan dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran saat lahir

Perubahan-perubahan maternal

Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xipoid. Hemorhoid mungkinterjadi. Pernafasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

Minggu ke-32/bulan ke-8

Perkembangan janin

Simpanan lemak coklat berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38-43 cm. Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor.

Perubahan-perubahan matenal

Fundus mencapai prosesus xipoideus, payudara terasa penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi. Mungkin juga mengalami dyspnea.

Minggu ke -38/bulan ke-9

Perkembangan janin

Selurh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak/berputar banyak. Antibodi ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai sistem kekebalan bayi bekerja sendiri.

Perubahan-perubahan maternal

Penurunan bayi ke dalam pelvik (lightening). Plasensta setebal hampir 4 kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5-0,6 kg. Ibu ingin sekali melahirkan bayi, mungkin memiliki energi ifnal yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton hicks meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.

 

2. Struktur dan fungsi amnion

Amnion berkembang dari delaminasi sititrofoblas sekitar hari ke-7 atau ke-8 perkembangan ovum normal atau pada dasarnya berkembang sebagai ekstensi dari ekstoderm janin. Dimulai sebagai vesikel kecil, amnion berkembang menjadi sebuah kantong kecil yang menutupi permukaan dorsal embrio. Ketika amnion membesar, perlahan-lahan kantong ini meliputi embrio yang sedang berkembang yang akan prolaps kerongganya. Distensi kantong amnion akhirnya mengakibatkan kantong tersebut menempel dengan bagian interior korion ; aposisi mesoblas korion dan amnion dekat akhir trimester I mengakibatkan obliterasi coelom ekstraembrionik. Amnion dan korion, walaupun sedikit menempel tidak pernah berhubungan erat dan biasanya dapat dipisahkan dengan mudah bahkan pada waktu aterm.

Amnion normal mempunyai tebal 0,02-0,5 mm. epithelium normalnya terdiri dari selapis sel kuboid tak bersilia. Menurut Bourne (1962), terdapat lima lapisan yang terdiri dari (dari dalam keluar) epithelium, membrane basal, lapisan kompakta, lapisan fibroblastic dan lapisan spongiosum. Pemeriksaan mikroskop elaktron pada amnion oleh Wynn dan French (1968) dan oleh Hoyes (1968) belum mengkonfirmasi lapisan-lapisan tersebut secara jelas.

Bourne (1962) tidak dapat menemukan pembuluh-pembuluh darah atau saraf di dalam amnion pada berbagai stadium perkembangan dan meskipun diduga terdapat ruang-ruang didalam lapisan fibroblastic dan spongiosum tidak dapat ditemukan saluran-saluran limfatik yang jelas.

Saat aterm plak-plak bundar kecil sering ditemukan pada amnion, khususnya didekat penempelan tali pusat. Karunkel amnion terdiri dari epitel skuamukosa bertingkat yang secara histologi menyerupai kulit.

Cairan amnion yang normalnya berwarna putih,agak keruh berkumpul di dalam rongga amnion bertambah banyak selama kehamilan lanjut sampai mendekati aterm dan normalnya akan berkurang pada saat aterm.

Volume rata-rata yaitu 1 liter, banyaknya dapat berbeda-beda, pada minggu ke -36 banyaknya 1030 cc, minggu ke-40 banyaknya 790 cc dan pada minggu ke-43 sudah berkurang menjadi 240 cc. Jika banyaknya lebih dari 2 liter dinamakan Polyhidramnion atau Hidramnion kalau terlalu sedikit kurang dari 500 cc disebut Oligohidramnion.

Cairan amnion reaksinya alkalis dengan BJ 1.008, komposisinya terdiri dari 99 % air, sisanya albumin,urea, asam urik, kreatinin, sel-sel epitel, rambut lanugo, verniks kaseosa dan garam organik.

Sifat-sifat cairan amnion/ketuban harus kita ketahui adapun sifat-sifat tersebut adalah dapat dibedakan dengan kertas lakmus, secara makroskopis berbau amis, adanya lanugo, rambut, dan verniks kaseosa, bercampur mekonium, secara mikroskopis terdapat lanugo dan rambut, melalui pemeriksaan laboratorium dapat dilihat kadar urea (ureum) lebih rendah dibanding dengan air kencing.

Cairan amnion/air ketuban banyak digunakan untuk memonitor janin dalam kandungan antara lain untuk menentukan : jenis kelamin, golongan darah ABO, rhesus iso-immunisasi, maturitas janin, pemeriksaan-pemeriksaan penyakit melalui pemeriksaan amniosentesis atau amnioskopi (transabdominal).

Fungsi cairan amnion/ketuban adalah :

  1. Memungkinkan anak bergerak dengan bebas dan tumbuh dengan optimal kesegala jurusan karena tekanan pada anak sama pada semua bagiannya. Hal ini sangat penting karena seandainya anak tertekan oleh organ sekitarnya maka pertumbuhan akan terganggu.
  2. Untuk melindungi anak terhadap pukulan-pukulan dari luar dan ibu terhadap gerakan-gerakan anak. Jika cairan berkurang pergerakan anak dirasakan nyeri oleh ibu.
  3. Mempertahankan suhu yang tetap bagi anak.
  4. Mencegah terjadinya perlengketan
  5. Waktu persalinan membuka servik dengan mendorong selaput janin kedalam ostium uteri. Bagian selaput anak yang diatas ostium uteri yang menonjol waktu his disebut ketuban dan membuka servik pada saat persalinan.

Asal cairan ketuban belum begitu jelas, kemungkinan berasal dari kencing janin, transudat darah ibu, sekret epitel amnion dan campuran dari ketiganya.

3. Struktur, fungsi dan sirkulasi tali pusat.

Tali pusat atau funis terbentang dari umbilicus janin sampai permukaan fetalis dari plasenta. Bagian luarnya putih, pucat, basah dan terbungkus amnion, dimana didalamnya dapat terlihat tiga pembuluh darah umbilikal yaitu dua arteri satu vena. Pembuluh darah vena berfungsi untuk membawa oksigen dan memberi nutrien kesistem peredaran darah fetus  dari darah ibu (maternal), dua pembuluh darah arteri berfungsi untuk mengembalikan produk sisa (limbah) dari fetus ke plasenta dimana produk sisa tadi diasimilasi kedalam peredaran darah maternal untuk dibuang keluar (eksresi).

Diameternya 1-2,5 cm dengan panjang rata-rata 55 cm dan biasanya berkisar dari 30-100 cm. pembuluh darah yang berlipat-lipat dan berkelok-kelok yang lebih panjang daripada tali pusat itu sendiri, sering membentuk nodulasi pada permukaan atau false knots, yang pada dasarnya merupakan varises. Matriks tali pusat terdiri dari jelly Wharton yaitu zat yang berbentuk seperti agar-agar yang mengelilingi pembuluh-pembuluh darah, jumlah selai/jelly ini menentukan tebal atau tipisnya tali pusat dan mengandung banyak air sehingga pada setelah bayi lahir tali pusat mudah menjadi kering dan cepat terlepas dari pusar bayi.

Jalan keluar darah dari vena umbilikalis melalui dua rute, duktus venosus yang mengalirkan langsung menuju kava inferior atau sejumlah muara-muara yang lebih kecil kedalam sirkulasi hepatik janin dan kemudian menuju vena kava inferior lewat vena hepatika. Darah tersebut mengambil jalan yang paling kecil tahanannya melalui rute-rute pengganti ini. Resistensi pada duktus venosus dikontrol oleh sebuah sfingter yang terletak pada pangkal duktus tersebut pada resesus umbilikalis dan diperasarafi oleh sebuah cabang nervus vagus.

Insersi tali pusat ada 4 macam yaitu Sentralis, Lateralis, Marginalis, dan Velamentosa. Walaupun Funicullus umbilicalis paling sering mempunyai insersi sentral kedalam permukaan fetal plasenta tapi kadang-kadang berinsersi dilateral. Lebih jarang adalah berinsersi pada tepi plasenta dan lebih jarang lagi adalah insersi pada membran sebagai insersi velamentosa atau plasenta velamentosa.

Kesimpulan

Cairan amnion adalah sebuah kantong yang menutupi janin dengan tebal 0,02-0,5 mm.

Volume cairan amnion rata-rata 1 liter dan dapat berbeda atau berkurang dengan semakin meningkatnya umur kehamilan.

Amnion yang lebih banyak dari 2 liter disebut polyhidramnion atau hidramnion dan jika terlalu sdikit kurang dari 500 cc disebut oligohidramnion.

Cairan amnion bereaksi alkalis dengan BJ 1,008 terdiri dari 98 % air, sisanya urea, asam urik, kreatinin, sel epitel, rambut lanugo, verniks kaseosa, garam organik dan albumin.

Fungsi cairan amnion yaitu memungkinkan bayi bergerak bebas, mempertahankan suhu dan proteksi janin dan ibu.

Cairan amnion kemungkinan berasal dari kencing janin, transudat darah ibu, sekret epitel amnion dan campuran ketiganya.

Funiculus umbilikalis/tali pusat terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilikus fetus.

Terdapat dua arteri dan satu vena didalam funiculus umbilikalis dengan diameter 1-2,5 cm dan panjang rata-rata 55 cm.

Sebagian besar funiculus umbilikalis terdiri dari jelly wharton yang mengelilingi pembuluh darah dan mengandung banyak air.

Tidak ditemukan serabut saraf maupun vasa limfatik didalam funiculus umbilikalis.

Insersi tali pusat pada plasenta mungkin ditengah (sentralis), sedikit kesamping (parasentralis), disamping (lateralis) dan pinggir (marginalis), kadang-kadang tidak pada plasenta tapi pada selaput janin (velamentosa)

Evaluasi

Soal Essai

  1. Sebutkan komposisi dari cairan amnion/ketuban !
  2. Sebutkan jumlah cairan amnion rata-rata dan disebut apa kelainan jumlah cairan amnion ?
  3. Sebutkan fungsi dari cairan amnion/ketuban ?
  4. Sebutkan asal cairan ketuban !
  5. Sebutkan pembuluh darah yang terdapat didalam funiculus umbilikalis !
  6. Apa yang dimaksud dengan jelly wharton/ selai wharton dan apa kandungan terbesar zat tersebut ?
  7. Sebutkan macam insersi funiculus umbilikalis !

Soal menjodohkan/matching

  1. Ruangan amnion
  2. Hydramnion
  3. Oligihidramnion
  4. Minggu ke-36

 

  1. 1030 cc
  2. 1000 cc
  3. 2000 cc
  4. < 500 cc
  5. 790 cc

 

4. Struktur, fungsi dan sirkulasi plasenta

  1.  Struktur Plasenta

Plasenta merupakan salah satu sarana yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan anak dan sebaliknya,  berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal lebih kurang 2,5 cm. Beratnya rata-rata 500 gram.

Ketika korda trofoblastik dan blastokista melekat pada uterus, kapiler-kapiler darah tumbuh ke dalam corda dari sistem vaskular embrio, dan menjelang hari ke 16 setelah pembuahan, darah mulai mengalir. Mula-mula sel-sel yang dihancurkan menjadi bahan makanan bagi blastokista kemudian makanan diambil dari darah ibu. Sel-sel trofoblast yang menyerbu kemudian merupakan batang-batang yang masing-masing bercabang pula dan akhirnya menjadi jonjot chorion (villi chorealis). Secara bersamaan sinus-sinus darah yang disuplai oleh darah ibu berkembang disekitar korda tropoblastik. Sel-sel trofoblas menjulurkan semakin banyak penonjolan-penonjolan, yang akan menjadi vili plasenta, tempat tumbuhnya kapiler-kapiler fetus. Jadi vili yang membawa darah fetus dikelilingi oleh sinus-sinus yang mengandung darah ibu.

Sementara itu trofoblas yang membentuk dinding villus sudah terdiri dar dua lapisan, yaitu lapisan luar (syntiotrofoblast) dan lapisan dalam (cytotrofoblast/sel langhans).

Sebelah dalam villus terisi oleh mesoderm. Dalam mesoderm ini terbentuk sel-sel darah merah dan pembuluh-pembuluh darah yang lambat laun sambung menyambung dan akhirnya berhubungan dengan peredaran darah janin melalui pembuluh-pembuluh darah di dalam talipusat.

Pada kehamilan muda seluruh chorion mempunyai villi tapi villi dalam decidua kapsularis mati,sedangkan villi dalam decidua basalis tumbuh terus dan merupakan bagian foetal dari placenta.

Diantara villi ada yang menanamkan diri ke dalam decidua, villi ini disebut jonjot pancang (haftzotte), karena memancangkan blastokista pada decidua sedangkan ada juga villi yang ujungnya tak sampai ke decidua tapi terapung dalam darah ibu. Villi ini bertugas mencari makanan. Mula-mula villi itu berbentuk batang saja, tapi kemudian mengeluarkan cabang-cabangnya, hal ini sangat memperluas permukaanfiltrasi dari villi,karena kebutuhan janin bertambah dengan usianya. Pada minggu ke-16, sel-sel langhans mulai menghilang.             Hal ini juga menguntungkan kecepatan pertukaran zat antara darah anak dan ibu. Darah anak dan ibu tak bercampur karena terpisah oleh lapisan jaringan yang dinamakan membrana placentae, yang terdiri dari lapisan syncytium, lapisan sel langhans, jaringan ikat dari villus dan lapisan endotel kapiler. Dengan hilangnya satu lapisan, membrana placentae lebih tipis dan pertukaran zat lebih lancar. Pada akhir bula ke-4 daya menyerbu dari trofoblast berhenti dan pada batas antara jaringan janin dan ibu terdapat lapisan jaringan yang necrotis yang disebut lapisan fibrin nitabuch.

Darah fetus mengalir melalui dua arteri umbilikalis yang membawa darah sarat dengan CO2, lalu ke kapiler-kapiler vili dan selanjutnya kembali melalui sebuah vena umbilikalis menuju ke fetus. Pada saat yang sama darah ibu mengalir dari arteri uterina ke dalam sinus-sinus maternal yang mengelilingi vili dan kemudian kembali kedalam vena uterina ibu. Pada saat sistole darah disemprotkan dengan tekanan 70-80 mmHg seperti air mancur ke dalam ruang interviller sampai mencapai chorionic plate, pangkal dari kotiledon-kotiledon janin. Darah tersebut membasahi semua villi choriales dan kembali perlahan-lahan dengan tekanan 8 mmHg ke vena-vena di desidua.

Total daerah permukaan dari semua vili plasenta yang matur hanya beberapa meter persegi jauh lebih kecil daripada area membran paru-paru. Walaupun membran plasenta sudah matang sepenuhnya membran plasenta masih tebal beberapa lapis sel dan jarak minimum antara darah meternal dan darah fetus adalah 3,5 mikrometer, hampir sepuluh kali jarak antara membran alveolus paru. Meskipun demikian bahan nutrisi dan zat-zat lain melewati membran plasenta terutama dengan difusi yang sebagian besar sama dengan difusi yagn terjadi melalui membran alveolus paru-paru dan membran kapiler dimanapun dalam tubuh.

Letak placenta umumnya di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas ke arah fundus uteri. Hal ini adalah fisiologis karena permukaan bagian atas korpus uteri lebih luas sehingga lebih banyak tempat untuk melakukan implantasi. Permukaan foetal ialah yang menghadap ke janin, warnanya keputih-putihan dan licin karena tertutup oleh amnion, di bawah nampak pembuluh-pembuluh darah. Permukaan maternal yang menghadap dinding rahim, berwarna merah dan terbagi-bagi oleh celah-celah / sekat-sekat yang bersal dari jaringan ibu. Oleh sekat ini, placenta dibagi menjadi 16-20 kotiledon. Pada penampang sebuah placenta,yang masih melekat pada dinding rahim nampak bahwa placenta terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang dibentuk oleh jaringan anak dan bagian yang dibentuk oleh jaringan ibu. Bagian yang terdiri dari jaringan anak disebut piring penutup (membrana chorii), yang dibentuk oleh amnion, pembuluh-pembuluh darah janin, chorion dan villi. Bagiann yang terbentuk dari jaringan ibu disebut piring desidua atau piring basal yang terdiri dari desidua compacta dan sebagian dari desidua spongiosa, yang kelak ikut lepas dengan placenta.

  1. Fungsi placenta

Fungsi placenta ialah mengusahakan janin tumbuh dengan baik. Untuk pertumbuhan ini dibutuhkan adanya penyaluran zat asam, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu ke janin, dan pembuangan karbondioksida dan sampah metabolisme janin ke peredaran darah ibu.

Dapat dikemukakan bahwa fungsi placenta adalah :

Placenta sebagai tempat pertukaran zat

Mekanisme pertukaran zat terjadi dengan :

  • Pertukaran zat pasif :

ü Filtrasi : placenta bekerja sebagai membaran semipermiabel, karena perbedaan tekanan hidrostatik, air dan zat yang larut di dalamnya melalui membran placenta.

ü Difusi : molekul-molekul kecil melalui membran placenta. Arah difusi tergantung pada konsentrasi dari zat-zat sebelah menyebelah dari membran tersebut. Difusi ini dipermudah dengan adanya “carier system” dalam membrana placenta yang berbentuk molekul-molekul pengangkut atau saluran dalam membran placenta.

ü Diapedese : seperti eritrocyt

  • Transport aktif

ü Diatur oleh enzim : walaupun kosentrasi beberapa zat dalam darah janin lebih tinggi dari dalam darah ibu (seperti asam amino,fosfat anorganis, vitamin-vitamin), zat-zat tersebut tetap mengalir  ke arah darah janin. Rupa-rupanya ada transpor aktif yang membutuhkan energi metabolis. Memang jaringan placenta mempunyai jaringan metabolisme yang relatif tinggi. Dalamplacenta terjadi glycolyse aerob maupun anaerob.

ü Pinocytose : molekul-molekul yang besar seperti protein dikepung penonjolan atau pencekungan dari sitoplasma.

Permeabilitas placenta sebagai pertukaran zat,diantaranya :

F Difusi oksigen

Prinsip yang dipakai untuk difusi oksigen melalui membran placenta hampir sama persis dengan difusi oksigen melalui membran paru. Oksigen yang larut dalam darah sinus maternal besar masuk ke dalam  darah fetus melalui difus sederhana, didorong oleh gradien tekanan oksigen dari darah ibu ke darah fetus. PO2 rata-rata dalam darah ibu pada sinus-sinus maternalis kira-kira 50 mmHg pada akhir kehamilan, dan PO2 dalam darah fetus setelah teroksigenasi adalah kira-kira 30 mmHg. Oleh karena itu, gradien tekanan rata-rata untukdifusi oksigen melalui membran placenta kira-kira adalah 20 mmHg. Kita akan berpikir bagaimana mungkin bagi fetus dapat memperoleh oksigen yang cukup bila darah fetus yang meninggalkan plasenta hanya mempunyai PO2 30 mmHg. Ada tiga alasan mengapa PO2 yang rendah ini membuat darah fetus mampu untuk mentranspor oksigen ke jaringan fetus hampir sama banyak dengan yang ditranspor oleh darah ibu ke jaringannya.

Pertama, hemoglobin dari fetus terutama adalah hemoglobin fetal, suatu jenis hemoglobin yang disintesis pada fetus sebelum kelahiran, berarti bahwa hemoglobin fetus dapat mengangkut lebih banyak  20-50 persen oksigen daripada yang dapat diangkut hemoglobin ibu.

Kedua, konsentrasi hemoglobin darah fetus kira-kira 50 persen lebih besar dari hemoglobin ibu, oleh karena itu, ini adalah faktor penting dalam meningkatkan jumlah oksigen yang ditranspor ke jaringan fetus.

Ketiga, efek Bohr, hemoglobin dapat membawa lebih banyak oksigen pada PCO2 rendah daripada yang dapat dibawa pada PCO2 tinggi. Darah fetus yang memasuki plasenta membawa sejumlah besar karbondioksida, tetapi banyak  karbondioksida ini berdifusi dari darah ke fetus ke dalamdarah ibu. Hilangnya karbondioksida membuat darah fetus lebih alkalis, sedangkan peningkatan karbondioksida dalamdarah ibu membuat darah ibu lebih asam. Perubahan ini menyebabkan kapasitas gabungan oksigen darah fetus terhadap oksigen meningkat dan dalamdarah ibu menurun. Keadaan ini memaksa lebih banyak oksigen mengalir dari darah ibu, sehingga meningkatkan oksigen dalam darah fetus. Jadi, pergeseran Bohr akan bekerja pada arah tertentu dalam darah ibu, danpadaarah yang lain dalamdarah fetus.

Total kapasitas difusi seluruh plasenta untuk oksigenpada saat aterm kira-kira 1,2 mililiteroksigen permenit per mililiter perbedaan oksigen di seluruh membran.

F Difusi karbondioksida

Karbondioksida secara terus menerus dibentuk dalam jaringan fetus dengan cara yang sama dengan pembentukan karbondioksida dalam darah ibu. Dan satu-satunya cara mengekskresi karbondioksida dari fetus adalah melalui plasenta ke dalam darah ibu. PCO2  darah fetus besarnya 2-3 mmHg lebih tinggi dari PCO2 darah ibu,sehingga memungkinkan difusi karbondioksida adekuat dari darah fetus ke darah ibu.

F Difusi nutrisi

Untuk menyediakan glukosa yang banyak, makaterjadi difusi secara pasif melalui membran plasenta. Walaupun begitu, kadar glukosa dalam darah fetus tetap lebih rendah dari darah ibu. Karena kelarutan asam lemak yang tinggi dalam membran sel, zat-zat ini juga berdifusi dari darah ibu ke dalam darah fetus tetapi lebih lambat daripada glukosa sehingga glukosa lebih dulu dipakai fetus sebagai nutrisi. Juga, zat-zat seperti badan keton dan ion kalium, natrium dan klorida juga berdifusi dari darah ibu ke dalam darah fetus.

F Ekskresi produk-produk buangan

Dengan cara yang sama seperti karbondioksida berdifusi dari darah fetus ke dalam darah ibu, produk-produk eksresi lainnya yang dibentuk pada fetus juga berdifusi ke dalam darah ibu dan kemudian dieksresikan bersama-sama dengan produk-produk eksresi dari ibu. Produk-produk ini meliputi nitrogen bukan protein seperti ureum, asam urat, dan kreatinin.Kadaar ureumdalam darah fetus sedikit lebih tinggi daripada kadar ureum darah ibu, leh karena itu ureum berdifusi ke dalam darah ibu lebih mudah. Jadi, produk ekskresi janin lebih mudah berdifusi ke dalam darah ibu karena mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi.

Memproduksi hormon yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan dan menunjang embrio-janin.

Plasenta sebagai kelenjar endokrin memproduksi empat hormon yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan dan menunjang embrio-janin. Hormon diproduksi oleh sel sinsisium.

F Hormon protein, human  Chorionic Gonadotrofin (hCG), dapat dideteksi dalam serum ibu pada hari ke-8 sampai hari ke-10 setelah konsepsi. Hormon ini menjadi dasar tes kehamilan dan berfungsi untuk mepertahankan fungsi korpus luteum ovarium, menjamin suplai estrogen dan progesteron yang kontinu untuk mempertahankan kehamilan. Hormon gonadotrofin mencapai tingkat maksimum pada hari ke-50 sampai hari ke-70, kemudian kadar mulai menurun antara 100-130 hari.

F Hormon Plasental Lactogen (hPL), suatu substansi sejenis hormon yang menstimulasi metabolisme ibu dan digunakan untuk menyuplai nutrien yang dibutuhkan untuk perkembangan janin. Hormon ini juga meningkatkan transportasi glukosa melalui membran plasenta dan merangsang perkembangan payudara untuk mempersiapkan laktasi.

F Steroid hormon (progesteron dan estrogen). Estrogen dibentuk plasenta setiap hari, akhirnya meningkat menjadi 30 kali normal mendekati persalinan. Sebagian besar estrogen yang diproduksi adalah estriol. Selama kehamilan, jumlah estrogen yang berlebihan akan menyebabkan pembesaran uterus, pembesaran payudara dan pertumbuhan struktur duktus payudara, pembesaran genitalia eksterna, merelaksasi ligamentum pelvis sehingga persendian sakroiliaka menjadi relatif lentur dan simfisis pubis menjadi elastis. Progesteron juga disekresikan cukup banyak oleh placenta, kira-kira 0,25 g/hari sewaktu mendekati akhir masa kehamilan atau 10 kali lipat selama kehamilan. Progesteron berfungsi untukmempertahankan endometrium, menurunkan kontraktilitas uterus gravid, membantu perkembangan hasil konsepsi, membantu perkembangan payudara untuk persiapan laktasi.

Placenta sebagai barrier

F Barriere mekanis physis terhadap erytrocyt, kuman, dan molekul besar.Placenta menghalangi masuknya kuman yang terdapat dalam darah ibu ke dalam janin, tapi virus sedemikian kecilnya hingga tak terhalang oleh placenta.

F Barriere kimiawi. Beberapa zat yang masuk ke dalam synsytium dirubah, seperti insulin yang berasal dari darah ibu.

Fungsi placenta bergantung pada tekanan darah ibu yang menyuplai sirkulasi. Darah artei ibu, dibawah tekanan di dalam arteri spiral uterin yang kecil, menyembur ke dalam ruang intervillosa. Selama darah arteri yang kaya terus disuplai, tekanan yang ada dalam darah tetap berada dalam ruang intervilosa dan alirannya akan didorong oleh vena uterus yang bertekanan rendah.Saat kehamilan mencapai aterm, 10% curah jantung ibu akan menuju uterus. Apabila terdapat hambatan dalam sirkulasi plasenta, placenta tidak dapat menyuplai embrio-janin. Hal ini terjadi jika seorang ibu hamil tidur telentang, sehingga uterus menekan vena kava, maka aliran balik darah ke atrium kanan berkurang. Sirkulasi optimum dicapai jika ibu hamil berbaring miring dengan santai.

  1. Sirkulasi placenta

Sistem pembuluh darah muncul menjelang pertengahan minggu ketiga pada embrio. Pada minggu ke-5 sampai ke-6 eritroblast yang berasal sakus vittelinus tiba di dalam pembuluh-pembuluh darah villi. Cincin umbilikus mengalami kontriksi, hanya pembuluh-pembuluh darah tali pusat yang tinggal pada akhir bulan ke-3.

ACTIVITY

  1. Jelaskan struktur plasenta !
  2. Sebutkan fungsi plasenta !
  3. Jelaskan sirkulasi plasenta !

SUMMARY

  1. Plasenta merupakan salah satu sarana yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan anak dan sebaliknya,  berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal lebih kurang 2,5 cm. Beratnya rata-rata 500 gram
  2. fungsi placenta adalah :

Placenta sebagai tempat pertukaran zat

Memproduksi hormon yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan dan menunjang embrio-janin.

Placenta sebagai barrier

  1. Sistem pembuluh darah muncul menjelang pertengahan minggu ketiga pada embrio. Pada minggu ke-5 sampai ke-6 eritroblast yang berasal sakus vittelinus tiba di dalam pembuluh-pembuluh darah villi. Cincin umbilikus mengalami kontriksi, hanya pembuluh-pembuluh darah tali pusat yang tinggal pada akhir bulan ke-3.

5. Sirkulasi darah fetus

Darah ibu masuk ke badan janin melalui vena umbilikalis yang bercabang dua setelah memasuki dinding perut janin. Cabang yang kecil bersatu dengan vena porta, darahnya beredar dalam hati dan kemudian diangkut melalui vena hepatika kedalam vena kava inferior. Cabang satunya lagi adalah duktus venosus arantii yang langsung masuk kedalam vena kava inferior. Dengan demikian vena kava inferior setelah dimasuki darah vena hepatika dan darah duktus venosus arantii mengandung darah yang kaya oksigen tapi dicampuri dengan darah yang kaya karbondioksida dari anggota bagian bawah janin. Darah dari vena kava inferior setelah masuk kedalam atrium dekstra sebagian masukkedalam atrium sinistra melalui foramen ovale dan sebagian mengalir kedalam ventrikel dekstra bersama-sama dengan darah vena kava superior yang membawa darah dari kepala dan anggota atas. Darah dari ventrikel dekstra masuk kedalam arteri pulmonalis, tetapi sebelum sampai ke paru-paru sebagian dialirkan ke aorta melalui duktus arteriosus botalli. Sebagian kecil darah mengalir ke paru-paru dan melalui vena pulmonalis masuk ke atrium sinistra dan bersama dengan darah dari vena kava inferior masuk kedalam ventrikel sinistra dan terus menuju ke aorta. Darah yang ke paru-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi makanan pada paru-paru yang sedang tumbuh. Darah aorta disebarkan kesemua organ tubuh, tetapi darah banyak menuju ke hipogastricae (cabang dari arteri illiaka communis) lalu menuju arteriaumbilikalis dan selanjutnya ke plasenta. Jadi darah yang beredar dalam janin selalu bersifat campuran dan isi vena kava inferior lebih kaya oksigen daripada darah dari aorta. Pola yang mengalirkan oksigen dan nutrien berkadar tertinggi ke kepala, leher dan lengan ini membantu perkembangan cephalokauda embrio – janin. Setelah anak lahir,maka anak bernafas terjadilah penurunan tekanan dalam arteri pulmonalis, sehingga banyak darah mengalir ke paru-paru. Duktus arteriosus botalli tertutup setelah anak bernafas. Dengan terguntingnya tali pusat maka darah dalamvena kava inferior berkurang dan dengan demikian juga tekanan dalam atrium dekstra berkurang. Sebaliknya tekanan pada atrium sinistra bertambah karena darah yang datang dari paru-paru bertambah sebagai akibat terjadi penutupan foramen ovale. Sisa duktus arteriosus botalli disebut ligamentum arteriosum dan dari duktus venosus arantii menjadi ligamentum teres hepatis dan dari arteria umbilikalis menjadi ligamentum vesiko umbilikale laterale sinistra dan dekstra.

Telah dikatakan bahwa oksigen janin lebih rendah daripada orang dewasa, untuk mengimbangi keadaan ini peredaran darah janin lebih cepat, Hb janin lebih tinggi ( sampai 18 gr %) dan eritrositnya lebih banyak (5,5 juta/mm3).

ACTIVITY

  1. Jelaskan Sirkulasi darah fetus !

SUMMARY

  1. Vena umbilikalis membawa darah yang kaya oksigen ke dalam tubuh janin, sedangkan arteri umbilikalis membawa darah yang kaya karbon dioksida dari janin menuju sirkulasi ibu.
  2. Tekanan oksigen janin lebih rendah daripada orang dewasa.

6. EVALUASI

  1. Ukuran rata-rata plasenta yaitu…..
    1. diameter 15-17 cm dan tebal lebih kurang 2 cm. Beratnya rata-rata 400 gram
    2. diameter 17-20 cm dan tebal lebih kurang 2,5 cm. Beratnya rata-rata 400 gram
    3. diameter 15-20 cm dan tebal lebih kurang 2 cm. Beratnya rata-rata 400 gram
    4. diameter 15-20 cm dan tebal lebih kurang 2,5 cm. Beratnya rata-rata 500 gram
    5. Sel tropoblas menyerbu desidua membentuk jonjot yang disebut….
      1. Chorda tropoblastik
      2. Villi corealis

c.   Sel langhans

d.    Cytotropoblas

3. Darah ibu dan janin tidak dapat bercampur karena terpisah oleh suatu jaringan yang disebut….

  1. Lapisan fibrin nitabuch
  2. Lapisan syntiotropoblas
  3. Membrana plasenta
    1. Villi corealis

4. Mekanisme pertukaran zat dapat terjadi melalui…., kecuali

  1. Difusi
  2. Filtrasi
  3. Diapedese
  4. Osmosis
  5. PO2dalam darah janin sebesar.…
    1. 100 mmHg
    2. 50 mmHg
    3. 30 mmHg
    4. 20 mmHg
    5. Plasenta memproduksi hormon…, kecuali
      1. hCG
      2. Estrogen
      3. Growth hormon
      4. hPL
  1. Pada usia kehamilan aterm curah jantung ibu membawa darah kedalam peredaran darah fetus sebanyak……
    1. 10 %
    2. 20%
    3. 50%
    4. 30%
    5. Plasenta terbentuk utuh pada umur kehamilan…..
      1. 12 minggu
      2. 16 minggu
      3. 17 minggu
      4. 20 minggu
      5. Pembuluh darah janin yang membawa darah kaya oksigen disebut….
        1. Vena umbilikalis
        2. Arteri umbilikalis
        3. Ductus venosus arantii
        4. Ductus arteriosus botalli.
        5. Jenis estrogen yang paling banyak diproduksi selama kehamilan…….
          1. Estriol
          2. Estradiol
          3. Estron
          4. α estrogen

0 Responses to “tumbang fetus”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s