LEGISLASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Bidan merupakan seseorang yg telah mengikuti program pendidikan bidan yg diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan atau memiliki ijin yg sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan. Bidan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat, karena bidan dengan ilmu kebidanannya dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya ibu-ibu  mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, serta pemberian ASI ekslusif pada bayi dengan selamat. Bidan juga berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari terjadinya kerusakan akibat persalinan serta berusaha mengembalikan alat reproduksi ke keadaan normal. Tiap profesi pelayanan kesehatan dalam menjalankan tugasnya di suatu institusi mempunyai batas jelas wewenangnya yang telah disetujui oleh antar profesi dan merupakan daftar wewenang yang sudah tertulis.

Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan pemberi pelayanan kepada masyarakat harus memberikan pelayanan yang terbaik demi mendukung program pemerintah untuk pembangunan dalam negeri, salah satunya dalam aspek kesehatan. Untuk menyelenggarakan praktik, bidan harus mempunyai izin praktik sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dalam Permenkes 1464. Sebelum bidan melaksanakan praktik, terlebih dahulu harus melalui proses legislasi yaitu proses pembuatan undang-undang atau penyempurnaan perangkat hukum yang sudah ada melalui serangkaian kegiatan sertifikasi(pengaturan kompetensi), registrasi(pengaturan kewenangan), dan lisensi(pengaturan penyelenggaraan kewenangan ). Rencana yang sedang dijalankan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sekarang adalah dengan mengadakan uji kompetensi terhadap para bidan, minimal sekarang para bidan yang membuka praktik atau memberikan pelayanan kebidanan harus memiliki ijasah setara D3. Jika tidak lulus dalam uji kompetensi, maka bidan tersebut tidak bisa menjalankan profesinya. Karena syarat untuk berprofesi adalah memiliki surat izin yang dikeluarkan setelah lulus uji kompetensi. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap pelayanan yang telah diberikan.

Continue reading ‘LEGISLASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN’

TUGAS MK ASKEB LANJUT I : ASKEB PADA BAYI DAN BALITA SEHAT

Ibu-ibu mahasiswa D4 Kebidanan Klinik

Dalam rangka perkuliahan askeb lanjut I yang membahas askeb bayi dan balita sehat, ibu-ibu  saya tugaskan untuk menyusun satu makalah yang  membahas tentang evidenced based asuhan kebidanan pada bayi dan balita sehat, misalnya: kenapa sekarang bayi tidak boleh diberi bedak, perawatan tali pusat tanpa obat, delay cord clamping, IMD, stimulasi dini, ASI ekslusif 6 bulan dll. jurnal bisa diunduh di : pubmed, highwire, ebscohost, proquest dll.

adapun sistematika makalahnya:

  • judul
  • kata pengantar
  • pendahuluan: latar belakang, tujuan, manfaat
  • tinjauan pustaka
  • pembahasan: kaitkan dengan tinjauan pustaka dan prosesnya
  • simpulan dan saran

makalah diketik dengan spasi 1,5. serta dibuat power pointnya untuk presentasi saat jadwal perkuliahan. makalah dikumpulkan ke saya sehari sebelum jadwal perkuliahan askeb lanjut I tersebut.

demikian tugas yang mesti disusun, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih. selamat bekerja.

 

BTK,

ni wayan  armini, M.keb

Askeb bayi dan balita sehat

HAND OUT

 

Mata Kuliah                                       :     Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita, dan Anak Prasekolah

Topik / Sub Topik                         :     Kebutuhan Dasar neonatus, bayi, balita, dan anak prasekolah

  1. Asih: ikatan kasih sayang dan sibling rivalry
  2. Asuh : pemenuhan nutrisi, konsep imunologi dan imunisasi, perawatan sehari-hari (memandikan, memberi minum/menyusui,menyendawakan dan pijat bayi).
  3. Asah (deteksi dan stimulasi)

Waktu                                                  :     10 x 50 menit

Dosen                                                  :     Ni Wayan Armini, M. Keb.

Objektif dari Silabus (Terminal Objective)     :    

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu :

  1. Menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Bonding Attachment dengan benar.
  2. Menjelaskan tentang bagaimana Respon Ayah dan Keluarga terhadap Bayi Baru Lahir dengan benar.
  3. Menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Sibling Rivally dengan benar.
  4. Menganalisis kebutuhan asuh pada neonatus, bayi, balita, dan anak prasekolah meliputi nutrisi, imunisasi, perawatan sehari-hari, minum/menyusui, menyendawakan dan memijat bayi)
  5. Menganalisis kebutuhan asah pada neonatus, bayi, balita dan anak prasekolah meliputi deteksi dini dan stimulasi.

 

Sumber Pustaka                               :

  1. Mirriamstoppard, complete baby and child care, 1995
  2. Varney, H. 1997. Varney’s Midwifery 3th edition. Jones and Bartlett. New York. Hal. 623-625
  3. Linda V. Walsh. 2003. Midwifery Chapter 23. W. B. Saunders. San Fransisco California. Hal. 330-335
  4. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. 2003. Buku IV Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum. Hal. 30-37
  5. Hidayat, Azis Alimul. 2009. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.
  6. Jakarta : Salemba MedikaHasni. (2012). asuhan kebidanan neonatus, bayi dan balita “imunisasi” .<http://www. asuhan-kebidanan-neonatus-bayi-dan.html> [ 12 Novemver 2012].
    1. Prawirohardjo, Sarwono, 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
    2. Purnamasari, Dewi, 2011. Panduan Pijat Praktis Balita Anda agar Cerdas dan Sehat. Yogyakarta: Pustaka Salomon
    3. Putri, Alissa, 2009. Pijat dan Senam Untuk Bayi dan Balita Panduan Praktis Memijat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Brilliant Offset
    4. Tumbuh Kembang anak
    5. Modul MTBS dan MTBM

A.    PENDAHULUAN

Setiap orang tua tentu berkeinginan agar anaknya dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang terbaik sesuai dengan potensi genetik yang ada pada anak tersebut. Hal ini dapat tercapai apabila kebutuhan dasar anak terpenuhi. Kebutuhan dasar ini mencakup asah, asih, dan asuh. Kebutuhan dasar tersebut harus dipenuhi sejak dini, bahkan sejak bayi berada dalam kandungan.

Kebutuhan dasar yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keadaan ekonomi, sosial dan spiritual keluarga serta peran bidan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema pada anak.

Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Peran bidan dalam hal ini adalah memberi informasi yang baik dan benar berkaitan dengan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

B.     URAIAN MATERI/EXPLANATION

  1. Asih

Asih (kebutuhan emosional) adalah kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental.

1.        Ikatan Kasih Sayang

  1. a.        Pada Neonatus

Cara untuk melakukan Bounding Attachment pada neonates:

1)      Pemberian ASI ekslusif

Dengan dilakukannya pemberian ASI secara ekslusif segera setelah lahir, secara langsung bayi akan mengalami kontak kulit dengan ibunya yang menjadikan ibu merasa bangga dan diperlukan , rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.

 

2)      Rawat gabung

Rawat gabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar antara ibu dan bayi terjalin proses lekat (early infant mother bounding) akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya, karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi.Bayi yang merasa aman dan terlindung, merupakan dasar terbentuknya rasa percaya diri dikemudian hari. Dengan memberikan ASI ekslusif, ibu merasakan kepuasan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Keadaan ini juga memperlancar produksi ASI, karena refleks let-down bersifat psikosomatis. Ibu akan merasa bangga karena dapat menyusui dan merawat bayinya sendiri dan bila ayah bayi berkunjung akan terasa adanya suatu kesatuan keluarga.

 

3)      Kontak mata (Eye to Eye Contact)

Beberapa ibu berkata begitu bayinya bisa memandang mereka,mereka merasa lebih dekat dengan bayinya. Orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. Seringkali dalam posisi bertatapan.Bayi baru lahir dapat diletakkan lebih dekat untuk dapat melihat pada orang tuanya.  Kesadaran untuk membuat kontak mata dilakukan kemudian dengan segera.Kontak mata mempunyai efek yang erat terhadap perkembangan dimulainya hubungan dan rasa percaya sebagai faktor yang penting dalam hubungan manusia pada umumnya.

 

4)      Suara (Voice)

Mendengar dan merenspon suara antara orang tua dan bayinya sangat penting.orang tua menunggu tangisan pertama bayi mereka dengan tegang. Suara tersebut membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat.Tangis tersebut membuat mereka melakukan tindakan menghibur. Sewaktu orang tua berbicara dengan nada suara tinggi, bayi akan menjadi tenang dan berpaling kearah mereka. Respon antara ibu dan bayi berupa suara masing-masing. Orang tua akan menantikan tangisan pertama bayinya. Dari tangisan itu, ibu menjadi tenang karena merasa bayinya baik-baik saja (hidup). Bayi dapat mendengar sejak dalam rahim, jadi tidak mengherankan jika ia dapat mendengarkan suara-suara dan membedakan nada dan kekuatan sejak lahir, meskipun suara-suara itu terhalang selama beberapa hari oleh sairan amniotik dari rahim yang melekat dalam telinga.

 

5)      Aroma / Odor (Bau Badan)

Setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu ibunya. Indera penciuman pada bayi baru lahir sudah berkembang dengan baik dan masih memainkan peran dalam nalurinya untuk mempertahankan hidup. Indera penciuman bayi akan sangat kuat, jika seorang ibu dapat memberikan bayinya Asi pada waktu tertentu.

 

6)      Gaya bahasa (Entrainment)

Bayi mengembangkan irama akibat kebiasaan. Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. Mereka menggoyangkan tangan, mengangkat kepala, menendang-nendangkan kaki. Entrainment terjadi pada saat anak mulai bicara.  Bayi baru lahir menemukan perubahan struktur pembicaraan dari orang dewasa. Artinya perkembangan bayi dalam bahasa dipengaruhi kultur, jauh sebelum ia menggunakan bahasa dalam berkomunikasi. Dengan demikian terdapat salah satu yang akan lebih banyak dibawanya dalam memulai berbicara (gaya bahasa). Selain itu juga mengisyaratkan umpan balik positif bagi orang tua dan membentuk komunikasi yang efektif.

 

7)      Bioritme (Biorhythmicity)

Salah satu tugas bayi baru lahir adalah membentuk ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan perilaku yang responsif. Janin dalam rahim dapat dikatakan menyesuaikan diri dengan irama alamiah ibunya seperti halnya denyut jantung. Salah satu tugas bayi setelah lahir adalah menyesuaikan irama dirinya sendiri. Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberikan perawatan penuh kasih sayang secara konsisten dan dengan menggunakan tanda keadaan bahaya bayi untuk mengembangkan respon bayi dan interaksi sosial serta kesempatan untuk belajar.

 

8)      Inisiasi Dini

Setelah bayi lahir, dengan segera bayi ditempatkan diatas ibu. Ia akan merangkak dan mencari puting susu ibunya. Dengan demikian, bayi dapat melakukan reflek sucking dengan segera. Menurut Klaus, Kennel (1982), ada beberapa keuntungan fisiologis yang dapat diperoleh dari kontak dini :

a)    Kadar oksitosin dan prolaktin meningkat.

b)   Reflek menghisap dilakukan dini.

c)    Pembentukkan kekebalan aktif dimulai.

d)   Mempercepat proses ikatan antara orang tua dan anak (body warmth (kehangatan tubuh); waktu pemberian kasih sayang; stimulasi hormonal).

 

  1. b.        Pada Bayi

Tahap-tahap bonding attachment adalah sebagai berikut:

1)      Perkenalan (acquaintance) dengan melakukan kontak mata, memberikan sentuhan, mengajak berbicara, dan mengeksplorasi segera setelah mengenal bayinya

2)      Keterikatan (bonding)

3)      Attachment, perasaan sayang yang mengikat individu dengan individu lain

 

Elemen-elemen bonding attachment dapat dijelaskan sebagai  berikut:

1)      Sentuhan

Sentuhan atau indera peraba dipakai secara inkstensif oleh orang tua sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi baru lahir dengan cara mengeksplorasi tubuh bayi dengan ujung jarinya. Gerakan dilakukan untuk menenangkan bayi.

2)      Kontak mata

Ketika bayi baru lahir mampu secara fungsional mempertahankan kontak mata, orang tua, dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. Beberapa ibu mengatakan  dengan melakukan kontak mata mereka merasa lebih dekat dengan bayinya.

 

3)      Suara

Saling mendengar dan merespon suara antara orang tua dengan bayinya juga penting dilakukan. Orang tua menunggu tangisan pertama bayinya dengan tegang. Sementara itu, bayi akan menjadi tenang dan berpaling  kearah orang tua mereka saat orang tua mereka berbicara dengan suara bernada tinggi.

 

4)      Aroma

Perilaku lain yang terjalin antara orang tua dan bayi ialah respon terhadap aroma/bau masing-masing. Ibu mengetahui bahwasetiap anak memiliki aroma yang unik, sementara itu bayi belajar dengan cepat untuk membedakan aroma susu ibunya.

 

5)      Hiburan

Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. Mereka menggoyangkan tangan, mengangkat kepala, menendang-nendangkan kakinya. Hiburan  terjadi saat anak mulai bicara. Irama ini berfungsi memberi umpan baik positif kepada orang tua dan menegakkan suatu pola komunikasi efektif yang positif.

 

6)      Bioritme

Anak yang belum lahir atau baru lahir dapat dikatakan senada dengan ritme alamiah ibunya. Salah satu tugas bayi baru lahir adalah membentuk ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini dengan member kasih saying yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan prilakuk responsif. Hal ini dapat meningkatkan interaksi sosial dan kesempatan bayi untuk belajar.

 

7)      Kontak dini

Keuntungan fisiologis yang diperoleh dari kontak dini yaitu:

  1. Kadar oksitosin dan prolaktin meningkat
  2. Refleks mengisap dilakukan sedini mungkin
  3. Pembentukan kekebalan aktif dimulai
  4. Mempercepat proses ikatan antara orang tua dan anak melalui kehangatan tubuh, waktu pemberian kasih sayang dan memberikan stimulasi hormonal

Prinsip-prinsip dan upaya bonding attachment :

1)      Bonding attachment dilakukan dimenit pertama dan jam pertama

2)      Orang tua merupakan orang yang menyentuh bayi pertama kali

3)      Adanya ikatan yang baik dan sistematis

4)      Orang tua ikut terlibat dalam proses persalinan

5)      Persiapan (perinatal care)

6)      Cepat melakukan proses adaptasi

7)      Kontak sedini mungkin sedini mungkin sehingga dapat membantu dalam memberi kehangatan pada bayi, menurunkan rasa sakit ibu, serta member rasa nyaman.

8)      Tersedianya fasilitas untuk kontak lebih lama

9)      Penekanan pada hal-hal positif

10)  Adanya perawat maternitas khusus (bidan)

11)  Libatkan anggota keluarga lainnya

12)  Pemberian informasi bertahap mengenai bonding attachment

 

Dampak positif bonding attachment adalah bayi merasa dicintai, diperhatikan, merasa aman, serta berani mengadakan eksplorasi. Hambatan yang biasa ditemui adalah kurangnya system dukungan, ibu dan bayi yang beresiko, kehadiran bayi yang tidak diinginkan.

 

Gambar 1. Ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi

 

 

  1. c.         Pada Balita

Untuk dapat menjalin ikatan emosi yang erat dengan anak kita, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman bagi orangtua atau orang yang dekat dengan anak dalam melakukan interaksi dengan balita :

1)        Berikan rangsangan positif kepada balita. Misalnya dengan belaian/ sentuhan /pijatan–pijatan lembut, ucapan-ucapan lembut/bisikan-bisikan mesra, kecupan, dan suara-suara yang menenangkan bayi.

2)        Tanggap terhadap kebutuhan balita.

3)        Ajak anak bermain yang dapat membuatnya gembira atau tertawa. Misalnya dengan main “ciluk ba”, menggelitikinya sesekali, memainkan boneka dengan suara-suara lucu atau menunjukkan wajah-wajah ganjil (memasang ekspresi lucu), membadut (bicara dengan cara yang dilebih-lebihkan), kemudian tertawalah bersama anak. Pada umumnya, kita akan merasa lebih dekat dengan seseorang yang tertawa bersama kita, demikian pula halnya dengan anak.

4)        Sengaja meluangkan waktu bersama anak untuk dapat memberikan kualitas pengasuhan yang baik. Jangan menghadapi anak dengan terpaksa atau hanya hadir secara fisik saja. Usahakan menghadapi anak dengan menghadirkan “hati” juga.

5)        Terima anak apa adanya dengan tulus dan ikhlas, sekalipun ia cacat atau tidak sesuai dengan harapan kita. Sebab penolakan terhadap anak, menyebabkan hubungan orangtua-anak menjadi tegang dan menghalangi orangtua untuk memberikan kasih sayangnya.

6)        Jangan bersikap kasar, kesal dan menunjukkan kemarahan terhadap balita karena balita juga bisa merasakan ketidaknyamanan ini dan merekamnya dalam ingatannya sehingga membuat orangtua menjadi “jauh” terhadap anak.

 

Peran bidan dalam hal ini adalah :

1)        Membantu menciptakan terjadinya ikatan antara ibu dan bayi dalam jam pertama pasca kelahiran.

2)        Memberikan dorongan pada ibu dan keluarga untuk memberikan respon positif tentang bayinya, baik melalui sikap maupun ucapan dan tindakan.

3)        Sewaktu pemeriksaan ANC, Bidan selalu mengingatkan ibu untuk menyentuh dan meraba perutnya yang semakin membesar

4)        Bidan mendorong ibu untuk selalu mengajak janin berkomunikasi

5)        Bidan juga mensupport ibu agar dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam merawat anak, agar saat sesudah kelahiran nanti ibu tidak merasa kecil hati karena tidak dapat merawat bayinya sendiri dan tidak memiliki waktu yang seperti ibu inginkan

6)        Ketika dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan salah satu cara bonding attachment dalam beberapa saat setelah kelahiran, hendaknya Bidan tidak benar-benar memisahkan ibu dan bayi melainkan Bidan mampu untuk mengundang rasa penasaran ibu untuk mengetahui keadaan bayinya dan ingin segera memeluk bayinya.  Pada kasus bayi atau ibu dengan risiko,  ibu dapat tetap melakukan bonding attachment ketika ibu member ASI bayinya atau ketika mengunjungi bayi di ruang perinatal.

 

 

  1. d.        Pada Anak Prasekolah

Ikatan emosi dan kaish sayang yang erat antara ibu/orangtua sangatlah penting, karena berguna untuk menentukan prilaku anak di kemudian hari, merangsang perkembangan otak anak, serta merangsang perhatian anak terhadap dunia luar.Oleh karena itu, kebutuhan asih ini meliputi :

1)   Kasih sayang orangtua

Orangtua yang harmonis akan mendidik dan membimbing anak dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang tidak berarti memanjakan atau tidak pernah memarahi, tetapi bagaimana menciptakan hubungan yang hangat dengan anak, sehingga anak merasa aman dan senang.

2)   Rasa aman

Adanya interaksi yang harmonis antara orangtua dan anak akan memberikan rasa aman bagi anak untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

3)   Harga Diri

Setiap anak ingin diakui keberadaan dan keinginannya. Apabila anak diacuhkan, maka hal ini akan menyebabkan frustasi

4)   Dukungan/dorongan

Dalam melakukan aktivitas, anak perlu memperoleh dukungan dari lingkungannya. Apabila orangtua sering melarang aktivitas yang akan dilakukan, maka hal tersebut dapat menyebabkan anak ragu-ragu dalam melakukan setiap aktivitasnya. Selain itu, orangtua perlu memberikan dukungan agar anak dapat mengatasi stressor atau masalah yang dihadapi.

5)   Mandiri

Agar anak menjadi pribadi yang mandiri, maka sejak awal anak harus dilatih untuk tidak selalu tergantung pada lingkungannya. Dalam melatih anak untuk mandiri tentunya harus menyesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan.

6)   Rasa memiliki

Anak perlu dilatih untuk mempunyai rasa memiliki terhadap barang-barang yang dimilikinya, sehingga anak tersebut akan mempunyai rasa tanggung jawab untuk memelihara barangnya.

7)   Kebutuhan akan sukses, mendapatkan kesempatan, dan pengalaman

Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan sifat-sifat bawaannya. Tidak pada tempatnya jika orangtua memaksakan keinginannya untuk dilakukan oleh anak tanpa memperhatikan kemauan anak.

 

Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ikatan kasih sayang :

1)        Berikan rangsangan positif. Misalnya dengan belaian/ sentuhan / pijatan – pijatan lembut, ucapan-ucapan lembut, kecupan, dan suara-suara yang menenangkan.

2)        Tanggap terhadap kebutuhan anak. Misalnya bila anak menangis, segera cari tahu apa yang menyebabkannya untuk kemudian segera mengatasinya.

3)        Ajak anak bermain yang dapat membuatnya gembira atau tertawa. Misalnya dengan main “ciluk ba”, menggelitikinya sesekali, memainkan boneka dengan suara-suara lucu atau menunjukkan wajah-wajah ganjil (memasang ekspresi lucu), membadut (bicara dengan cara yang di lebih-lebihkan), kemudian tertawalah bersama anak. Pada umumnya, kita akan merasa lebih dekat dengan seseorang yang tertawa bersama kita, demikian pula halnya dengan anak.

4)        Sengaja meluangkan waktu bersama anak untuk dapat memberikan kualitas pengasuhan yang baik. Jangan menghadapi anak dengan terpaksa atau hanya hadir secara fisik saja. Usahakan menghadapi anak dengan menghadirkan “hati” juga.

5)        Terima anak apa adanya dengan tulus dan ikhlas, sekalipun ia cacat atau tidak sesuai dengan harapan kita. Sebab penolakan terhadap anak, menyebabkan hubungan orangtua-anak menjadi tegang dan menghalangi orangtua untuk memberikan kasih sayangnya.

6)        Jangan bersikap kasar, kesal dan menunjukkan kemarahan terhadap anak karena anak bisa merasakan ketidaknyamanan ini dan merekamnya dalam ingatannya sehingga membuat orangtua menjadi “jauh” terhadap anak.

 

  1. 2.        Sibling Rivalry
  2. a.        Pengertian

Sibling rivarly adalah bentuk perilaku anak yang memiliki adik baru. Anak cenderung bersikap lebih nakal karena merasa cemburu dan tersaingi atas kehadiran adiknya, terlebih lagi ketika ia melihat ibunya sedang bersama adiknya. Perilaku ini biasanya ditunjukan untuk menarik perhatian ibu dan biasanya muncul pada anak-anak usia 12-18 bulan.

Gambar 2. Sibling rivalry, bentuk perilaku anak yang memiliki adik baru

 

  1. b.        Faktor-Faktof yang Dapat Menimbulkan Sibling Rivalry dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Menurut Boyle, pencetus timbulnya sibling rivalry ada dua yaitu:

1) Usia

Jarak antara kakak beradik yang dekat cenderung menimbulkan adanya sibling rivalry. Perbedaan usia antara 2 sampai 4 tahun merupakan usia yang paling mengancam terutama bila kakak masih sangat muda dan belum memahami situasi. Sibling rivalry muncul umumnya pada anak usia prasekolah yaitu pada usia 1 tahun sampai 6 tahun.

2) Jenis kelamin

Jenis kelamin yang berbeda antara kakak adik cenderung jarang menimbulkan persaingan dibanding anak yang memiliki jenis kelamin yang sama. Jenis kelamin yang berbeda antara kakak adik lebih menunjukan hubungan yang positif dibanding kakak adik yang memiliki jenis kelamin sama.

 

Faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap munculnya sibling rivalry diantaranya:

1)        Peran orang tua

2)        Besarnya keluarga

Besarnya keluarga mempengaruhi sering dan kuatnya rasa cemburu dan iri hati. Cemburu lebih umum pada keluarga kecil dengan 2-3 anak dari pada dalam keluarga besar dimana tidak ada anak yang menerima perhatian lebih besar dari orang tua.

3)        Umur

Jarak kelahiran anak dan usia anak berpengaruh terhadap munculnya sibling rivalry.

4)        Jenis kelamin

Jenis kelamin yang berbeda dari anak dapat meningkatkan timbulnya sibling rivalry dibanding yang berjenis kelamin sama

5)        Posisi anak

Sibling rivalry cenderung terjadi antara anak pertama dengan anak kedua dibanding dengan anak terakhir.

 

Hal yang perlu diperhatikan orang tua untuk mengatasi sibling rivalry, sehingga anak dapat bergaul dengan baik, antara lain:

1)        Tidak membandingkan antara anak satu sama lain.

2)        Membiarkan anak menjadi diri pribadi mereka sendiri.

3)        Menyukai bakat dan keberhasilan anak-anak Anda.

4)        Membuat anak-anak mampu bekerja sama daripada bersaing antara satu sama lain.

5)        Memberikan perhatian setiap waktu atau pola lain ketika konflik biasa terjadi.

6)        Mengajarkan anak-anak Anda cara-cara positif untuk mendapatkan perhatian dari satu  sama lain.

7)        Bersikap adil sangat penting, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sehingga adil bagi anak satu dengan yang lain berbeda.

8)        Merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan bagi semua orang.

9)        Meyakinkan setiap anak mendapatkan waktu yang cukup dan kebebasan mereka sendiri.

10)    Orang tua tidak perlu langsung campur tangan kecuali saat tanda-tanda akan kekerasan fisik.

11)    Orang tua harus dapat berperan memberikan otoritas kepada anak-anak, bukan untuk anak-anak.

12)    Orang tua dalam memisahkan anak-anak dari konflik tidak menyalahkan satu sama lain.

13)    Jangan memberi tuduhan tertentu tentang negatifnya sifat anak.

14)    Kesabaran dan keuletan serta contoh-contoh yang baik dari perilaku orang tua sehari-hari adalah cara pendidikan anak-anak untuk menghindari sibling rivalry yang paling bagus.

 

  1. c.         Tanda-Tanda Sibling Rivalry

Anda dapat mengeksploitasikan perasaan cemburu dengan berbagai cara yang kreatif, yaitu :

1)   Melakukan kekerasan baik secara fisik maupun psikis seperti memukul adik atau kakaknya, mendorong anak lain dari pangkuan ibunya, memahami secara verbal atau melakukan penghinaan.

2)   Regresi pada anak yang lebih tua seperti menunjukan perilaku perkembangan sebelumnya misal, kembali mengompol atau meminta botol susu

3)   Displacement, anak mengalami perubahan penampilan disekolah misalnya menunjukan perilaku yang buruk disekolah.

4)   Anak mengalami gangguan dalam tidur dan terjadi perubahan dalam pola tidurnya

5)   Anak mengalami depresi atau menderita kegelisahan akan perpisahan.

 

  1. d.        Dampak Sibling Rivalry

Pengaruh dari sibling rivalry dapat berdampak pada anak, orangtua dan masyarakat secara tidak langsung. Efek dari perilaku ini merupakan dampak jangka lama pada anak maupun masyarakat saat anak menjadi bagian dalam masyarakat antara lain :

1)        Anak

Dampak pada anak ada dua hal yang utama. Pertama, anak dapat tumbuh sangat agresif, karena perilaku persaingan yang agresif yang berlangsung lama pada awal masa kanak-kanak dimana pada tahap ini konsep diri mulai terbentuk. Dampak kedua adanya sibling rivalry yaitu anak menjadi rendah diri, karena anak yang merasa gagal dalam merebut cinta kasih dari orangtua dan bila hal ini terjadi secara berulang-ulang anak dapat merasa kecewa dan hilang kepercayaan diri. Anak tumbuh menjadi individu yang sulit beradaptasi terhadap krisis yang ditemui pada tahap perkembangan selanjutnya, terutama pada masa penuh krisis seperti pada masa adolence

2)        Orangtua

Orangtua dapat menjadi stres dengan tingkah laku yang ditunjukan anak-anak dengan sibling rivalry

3)        Masyarakat

Anak yang tumbuh menjadi dewasa dengan kepribadian yang terbentuk dari dampak negatif sibling rivalry yaitu, perilaku psikologis yang merusak yang dapat berupa perilaku agresif atau perilaku kriminal tertentu yang mengganggu masyarakat.

 

 

  1. e.         Sibling Rivalry pada Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah

1)        Pada Neonatus

Pada Neonatus dengan sibling rivalry cara mengatasinya :

a)    Orang tua jangan campur tangan langsung, campur tangan langsung diperlukan saat terdapat tanda-tanda akan terjadinya kekerasan fisik.

b)   Pisahkan keduanya hingga masing-masing tenang, lalu suruh mereka kembali dengan sedikitnya satu ide tentang cara menyelesaikan masalah hingga tidak akan terulang lagi.

c)    Tidak penting yang memulai siapa yang memulai masalah, karena orang tua tak mungkin menemukan anak mana yang bersalah, karena tak satupun dari mereka yang 100% benar ataupun salah.

d)   Jika anak-anak selalu memperebutkan benda yang sama, misalnya mereka rebutan TV, ajaklah mereka dan ajari membuat jadwal daftar TV.

e)    Bantu anak-anak mengembangkan ketrampilan dan menyelesaikan masalah sendiri tanpa kekerasan.

f)    Ajari mereka bagaimana cara berkompromi, menghormati orang lain dan memutuskan sesuatu secara adil.

g)   Jangan berteriak-teriak pada anak-anak.

h)   Ajaklah setiap anak untuk mengungkapkan perasaan mereka tentang saudaranya, misalnya rasa marah dan kecewa. Hal ini akan membantu mereka untuk mengenali emosi negatif dan mengatasinya dikemudian hari

i)     Belajarlah mengatur kemarahan agar anak-anak bisa belajar untuk tidak mudah marah sehingga tidak ada pertengkaran. Tidak perlu berargumen bahwa orang tua sudah bersikap adil, karena sebesar apapun usaha orang tua, anak-anak tetap menemukan ketidakadilan dari perlakuan orang tua.

 

 

 

2)        Pada Bayi

Sibling rivalry adalah bentuk prilaku anak yang memiliki adik baru. Anak cenderung bersikap lebih nakal karena merasa cemburu dan tersaingi atas kehadiran adiknya., terlebih lagi ketika ia melihat ibunya sedang bersama adiknya. Prilaku ini biasanya ditunjukkan untuk menarik perhatian ibu dan biasa muncul pada anak-anak usia 12-18 bulan.

 

3)        Pada Balita

Sibling rivalry dapat diartikan sebagai persaingan antara saudara kandung. Persaingan antara saudara kandung merupakan respon yang normal seorang anak karena merasa ada ancaman gangguan yang mengganggu kestabilan hubungan keluarganya dengan adanya saudara baru.

Cara beradaptasi pada tahap perkembangan ini agar tidak terjadinya sibling rivalry antara lain:

a)      Merubah pola tidur bersama dengan anak-anak pada beberapa minggu sebelum kelahiran.

b)      Mempersiapkan keluarga dan kawan-kawan anak balitanya dengan menanyakan perasaannya terhadap kehadiran anggota baru.

c)      Mengajarkan pada orang tua untuk menerima perasaan yang ditunjukkan oleh anaknya.

d)     Memperkuat kasih-sayang terhadap anaknnya.

 

4)        Pada Anak Pra Sekolah

Pada usia anak prasekolah biasanya orang tua sudah akan kembali melahirkan. Itu berarti seorang anak akan memiliki seorang adik. Hal ini menciptakan suatu keaadaan yang disebut Sibling Rivalry. Ini dikarenakan anak tersebut merasa kasih sayang orang tuanya berpindah pada adiknya. Sibling rivairy adalah perselisihan yang terjadi pada anak atau perselisihan antara kakak dan adik. Sibling rivairy adalah semangat kecemburuan atau kemarahan antar kakak dan adik yang dimulai sejak kelahiran adik dalam keluraga. Faktor penyebab sibling rivairy yakni;

a)      Jenis kelamin antara saudara kandung

Jenis kelamin yang sama dari anak dapat meningkatkan timbulnya sibling rivairy dibandingkan dengan jenis kelamin yang berbeda. Hal ini dikarenakan jenis kelamin yang sama antara saudara kandung dapat memicu terjadinya iri hati yang dikarenakan kebutuhan dan karakteristik yang sama.

b)      Perbedaan usia antara saudara kandung

Sibling rivairy muncul ketika selisih usia saudara kandung terlalu dekat, karena kehadiran adik dianggap menyita waktu dan perhatian terlalu banyak dari orangtua

c)      Sikap orang tua

Sikap orangtua yang membagi perhatian dengan orang lain, mengidolakan anak tertentu, perasaan kesal orangtua, dan membanding-bandingkan anak dapat memicu terjadinya sibling rivairy pada anak. Hal ini dapat mengakibatkan anak merasa mendapatkan perlakuan dan perhatian yang tidak sama dari orangtuanya.

d)     Jumlah keluarga

Cemburu lebih umum terjadi pada keluarga kecil dengan 2-3 anak daripada dalam keluarga besar dimana tidak ada anak yang menerima perhatian lebih besar dari prang tua. Hal ini dikarenakan bila hanya terdapat 2 atau 3 saudara dalam keluarga akan cenderung sering berinteraksi dibandingkan dengan jumlah anggota keluarga yang lebih banyak.

 

  1. f.         Mengatasi Sibling Rivalry

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua untuk mengatasi sibling rivalry, yaitu :

1)        Tidak membandingkan antara anak satu sama lain.

2)        Membiarkan anak menjadi diri pribadi mereka sendiri.

3)        Menyukai bakat dan keberhasilan anakanak Anda.

4)        Membuat anakanak mampu bekerja sama daripada bersaing antara satu sama lain.

5)        Memberikan perhatian setiap waktu atau pola lain ketika konflik biasa terjadi.

6)        Mengajarkan anakanak Anda cara-cara positif untuk mendapatkan perhatian dari satu sama lain.

7)        Bersikap adil sangat penting, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sehingga adil bagi anak satu dengan yang lain berbeda.

8)        Merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan bagi semua orang.

9)        Meyakinkan setiap anak mendapatkan waktu yang cukup dan kebebasan mereka sendiri.

10)    Orang tua tidak perlu langsung campur tangan kecuali saat tanda-tanda akan kekerasan fisik.

11)    Orang tua harus dapat berperan memberikan otoritas kepada anakanak, bukan untuk anakanak.

12)    Orang tua dalam memisahkan anakanak dari konflik tidak menyalahkan satu sama lain.

13)    Jangan memberi tuduhan tertentu tentang negatifnya sifat anak.

14)    Kesabaran dan keuletan serta contoh-contoh yang baik dari perilaku orang tua sehari-hari adalah cara pendidikan anakanak untuk menghindari sibling rivalry yang paling bagus

  1. g.        Peran Bidan

Peran bidan dalam mengatasi sibling rivalry, antara lain:

1)        Membantu menciptakan terjadinya ikatan antara ibu dan bayi dalam jam pertama pasca kelahiran.

2)        Memberikan dorongan pada ibu dan keluarga untuk memberikan respon positif tentang bayinya, baik melalui sikap maupun ucapan dan tindakan.

 

  1. B.     Asuh
  2. 1.      Pemenuhan Nutrisi
    1. a.         Pemenuhan nutrisi pada neonatus

Bagi neonatus, ASI merupakan satu-satunya sumber makanan dan minuman yang utama dengan nutrisi yang sebagian besar terkandung di dalamnya. ASI mengandung zat gizi yang sangat lengkap, antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzim dan zat kekebalan. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu dengan lainnya. ASI merupakan nutrisi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Komposisi ASI berubah sesuai masa kehamilan dan usia pasca natal (melahirkan). Komposisi ASI yang keluar pada hari pertama sampai hari ke 4-7 (kolostrum) berbeda dengan ASI yang diproduksi hari 7-10 sampai hari ke 14 (ASI transisi) dan ASI selanjutnya (ASI matur). Komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi baru lahir.

Komposisi ASI juga berbeda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama) disebut foremilk, mengandung kadar protein yang tinggi. ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-20 menit) disebut hindmilk, mengandung kadar lemak yang tinggi. Karena itu, para ibu harus menyusui bayinya sampai tuntas pada satu payudara, baru kemudian dapat berpindah ke payudara yang lain, agar bayi mendapatkan keseluruhan kandungan ASI yang dibutuhkan.

Setelah bayi lahir, cairan encer kekuningan, yang disebut kolostrum, mengalir dari puting ibu sebelum ASI diproduksi. Kolostrum kaya akan kalori, protein dan antibodi. Ini berlangsung selama 1 sampai 4 atau 7 hari pascapersalinan. Bayi baru lahir akan diberi ASI sesuai dengan kapasitas lambung antara 30-90 ml.

Setelah hari ke tujuh hingga usia 28 hari, ASI akan menjadi ASI transisi, kemudian ASI matur. Tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi baru lahir, tetapi bukan berarti kita tidak bisa tahu apakah bayi kita cukup mendapatkan ASI. Hal yang harus dipastikan adalah posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat minum ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK minimal 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.

Kebutuhan minum pada neonatus yaitu :

1)        Hari ke 1 = 50-60 cc/kg BB/hari

2)        Hari ke 2 = 90 cc/kg BB/hari

3)        Hari ke 3 = 120 cc/kg BB/hari

4)        Hari ke 4 = 150 cc/kg BB/hari

Dan untuk tiap harinya sampai mencapai 180 – 200 cc/kg BB/hari.

 

  1. b.        Pemenuhan nutrisi pada bayi

Rencana asuhan untuk memenuhi kebutuhan minum dan makan bayi adalah dengan membantu bayi mulai menyusu melalui pemberian ASI ekslusif. Prinsip umum menyusui secara dini dan ekslusif adalah sebagai berikut:

1)      Bayi harus disusui sesegera mungkin setelah lahir (terutama dalam 1 jam pertama) dan melanjutkannya selama 6 bulan pertama kehidupan.

2)      Kolostrum harus diberikan, tidak boleh dibuang

3)      Bayi harus diberi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Artinya tidak boleh member makanan apapun pada bayi selain ASI selama masa tersebut.

4)      Bayi harus disusui kapan saja ia mau,siang atau malam (on demand) yang akan meransang payudara memproduksi ASI secara adekuat.

Untuk mendapatkan ASI dalam jumlah cukup, seorang ibi perlu menjaga kesehatannya sebaik mungkin. Ia perlu minum dalam jumlah cukup, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. Oleh sebab itu, bidan harus mengingatkan hal ini pada ibu.

Jumlah rata-rata makanan seorang bayi cukup bulan selama 2 minggu pertama sebanyak 30-60 ml setiap 2-3 jam. Selama 2 minggu pertama, bayi baru lahir hendaknya dibangunkan untuk makan paling tidak setiap 4 jam. Sesudah itu, jika bayu sudah bertambah berat badannya, bayi boleh tidur dalam periode yang lebih lama (terutama malam hari). Untuk meyakinkan bahwa bayimendapat cukup makanan, ibu harus mengamati dan mencatat secerapa sering bayi berkemih. Berkemih paling sedikit 6 kali selama 2-7 hari setelah lahir, ini menunjukkan asupan cairannya adekuat.

Situasi tertentu yang mempengaruhi proses menyusui:

1)      Bayi kembar

Proses dan teknikmenyusui bayi kembar sama dengan menyusui bayi tunggal. Untuk mendapat ASI yang cukup untuk bayi kembarnya, ibu harus minum dalam jumlah yang cukup, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. Semakin sering ibu menyusui, semakin banyak susu yang diproduksi.

2)      Ibu yang bekerja jauh dari rumah atau bayi yang tidak dapat minum seluruh ASI

Jika ibu bekerja jauh dari rumah dan tidak dapat membawa bayinya, payudara ibu akan menjadi penuh dan akan memproduksi ASI dalam jumlah sedikit. Untuk menjaga agar payudara tetap memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup, ibu dapat mencoba dengan mengeluarkan susunya selama satu hari.

3)      Situasi ketika ibu tidak dapat menyusui bayinya

a)    Jika ibu menderita penyakit yang serius atau dalam keadaan dehidrasi sebab menyusui dapat memperburuk kesehatan ibu.

b)   Jika ibu menderita AIDS atau infeksi HIV, penyakit ini dapt ditularkan melalui ASI.

Dalam keadaan ini, ibu sebaiknya mendapat bantuan untuk mencari alternative lain dalam memberi makan pada anaknya.

Memulai pemberian ASI dengan langkah permulaan baik

1)      Satukan bayi baru lahir dengan ibunya segera setelah lahir

2)      Bantu ibu memberikan ASI pertama

3)      Bayi hendaknya tidur di samping ibu, pada tempat tidur yang sama

4)      Beri bayi makan sesering mungkin

5)      Beri hanya kolostrum dan ASI

6)      Hindari penggunaan botol

7)      Posisi bayi yang benar pada puting susu ibu sewaktu menyusui akan membantu keberhasilan pemberian ASI.

 

  1. c.         Pemenuhan nutrisi pada balita

Nutrisi adalah salah satu komponen yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan perkembangan. Zat gizi yang mencukupi pada anak harus dimulai sejak dalam kandungan, yaitu dengan pemberian nutrisi yang cukup memadai pada ibu hamil. Setelah lahir, harus diupayakan pemberian ASI secara eksklusif, yaitu pemberian ASI saja sampai anak berumur 4-6 bulan. Sejak berumur 6 bulan, sudah waktunya anak diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI. Pemberian makanan tambahan ini penting untuk melatih kebiasaan makan yang baik dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang mulai meningkat pada masa balita dan prasekolah, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi adalah sangat pesat, terutama pertumbuhan otak.

Kebutuhan gizi yang harus dipenuhi pada masa balita diantaranya energi dan protein. Kebutuhan energi sehari anak untuk tahun pertama kurang lebih 100-120 kkal/ kg berat badan. Untuk tiap 3 bulan pertambahan umur, kebutuhan energi turun kurang lebih 10 kkal/ kg berat badan. Energi dalam tubuh diperoleh terutama dari zat gizi karbohidrat, lemak dan juga protein. Protein dalam tubuh merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yaitu untuk pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum, mengganti sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh, serta sebagai sumber energi. Lemak merupakan sumber kalori berkonsentrasi tinggi, selain itu lemak juga mempunyai 3 fungsi, diantaranya sebagai sumber lemak esensial, sebagai zat pelarut vitamin A, D, E, K, serta dapat memberi rasa sedap dalam makanan. Kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah 60-70% dari total energi. Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari beras, jagung, singkong, tepung-tepungan, gula, dan serat makanan. Serat makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan alat pencernaan. Vitamin dan mineral pada masa balita sangat diperlukan untuk mengatur keseimbangan kerja tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Kebutuhan akan vitamin dan mineral jauh lebih kecil dari pada protein, lemak, dan karbohidrat.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari bagi anak agar makannya tidak berkurang, seperti membatasi makanan yang kurang menguntungkan, seperti coklat, permen, kue-kue manis karena dapat membuat kenyang sehingga nafsu makan berkurang. Menghindari makanan yang merangsang seperti pedas dan terlalu panas, menciptakan suasana makan yang tentram dan menyenangkan, memilih makanan dengan nilai gizi tinggi, memperhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan, tidak memaksa anak untuk makan serta tidak menghidangkan porsi makanan terlalu banyak.

Usia balita dapat kita bedakan menjadi 2 golongan, yaitu sebagai berikut.

1)        Balita usia 1-3 tahun. Jenis makanan yang paling disukai anak balita di usia ini biasanya adalah makanan yang manis-manis, seperti cokelat, permen, es krim, dll. Pada anak usia ini sebaiknya makanan yang banyak mengandung gula dibatasi, agar gigi susunya tidak rusak atau berlubang (caries). Pada usia ini, biasanya anak sangat rentan terhadap gangguan gizi, seperti kekurangan vitamin A, zat besi, kalori dan protein. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan fungsi pada mata, sedangkan kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan kecerdasan anak.

2)        Anak usia 4-6 tahun. Pada usia ini, anak-anak masih rentan terhadap gangguan penyakit gizi dan infeksi. Sehingga pemberian makanan yang bergizi tetap menjadi perhatian orang tua, para pembimbing dan pendidik di sekolah. Pendidikan tentang nilai gizi makanan, tidak ada salahnya mulai diajarkan pada mereka. Dan ini saat yang tepat untuk menganjurkan yang baik-baik pada anak, karena periode ini anak sudah dapat mengingat sesuatu yang dilihat dan didengar dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sehingga akhirnya anak dapat memilih menyukai makanan yang bergizi.

Di bawah ini terdapat beberapa makanan yang dianjurkan untuk balita.

1)      Makanan pendamping untuk balita dapat berupa bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan cairan, kaldu daging, susu formula atau air

2)      Makanan pendamping lainnya selain bubur adalah buah-buahan yang dihaluskan dengan blender, seperti buah papaya, pisang, apel, melon, dan alpukat.

3)      Sayur-sayuran dan kacang-kacangan juga dapat dijadikan makanan pendamping balita dengan cara direbus dan dihaluskan dengan blender. Sebaiknya, ketika diblender, bahan makanan pendamping balita ini ditambah dengan kaldu atau air matang supaya lebih halus. Sayuran dan kacang-kacangan tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, dan kacang hijau.

4)      Makanan pendamping balita pun dapat berupa daging pilihan yang tidak mengandung lemak dan diblender.

5)      Makanan pendamping lainnya juga bisa berupa ikan yang diblender, yaitu ikan yang tidak berduri (ikan salmon, fillet ikan kakap, dan gindara).

Penyebab status nutrisi kurang pada anak :

1)        Asupan nutrisi yang tidak adekuat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif

2)        Hiperaktivitas fisik/ istirahat yang kurang

3)        Adanya penyakit yang menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi

4)        Stres emosi yang dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan atau absorbsi makanan tidak adekuat.

 

  1. d.        Pemenuhan nutrisi pada anak pra sekolah

Anak usia Pra Sekolah mengalami pertumbuhan sedikit lambat. Kebutuhan kalorinya adalah 85 kkal/kgBB. Penurunan normal dalam nafsu makan di usia ini sering menimbulkan kecemasan tentang nutrisi. Sebagian terbesar, orang tua dapat diyakinkan bahwa jika pertumbuhan normal, masukan anak adalah cukup. Biasanya, orang tua bertanggung jawab untuk memberi kesehatan, makanan pada usia yang cocok dan penentuan waktu dan tempat; anak bertanggung jawab menentukan jumlah masukan makanan. Anak – anak biasanya mengatur jumlah makanannya untuk menyesuaikan kebutuhan tubuhnya menurut rasa lapar atau kenyang. Masukan setiap hari bervariasi, kadang – kadan luas, akan tetapi masukan selama periode 1 minggu relative stabil. Upaya orang tua untuk mengatur masukan anak mengganggu mekanisme pengaturan diri ini karena anak harus menyetujui atau berontak melawan tekanan. Akibatnya adalah kelebihan atau kekurangan makanan. Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi

Gizi seimbang merupakan keadaan yang menjamin tubuh memperoleh makanan          yang cukup mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang dibutuhkan. Gizi     lengkap dan seimbang harus mengandung:

1)        Bahan makanan sumber tenaga yang berfungsi untuk beraktifitas. Contoh : beras, roti, kentang, mie.

2)        Bahan makanan sumber zat pembangun, berfungsi untuk pembentukan, pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh. Contoh: daging, ikan, telur (protein hewani) tempe, tahu (protein nabati)

3)        Bahan makanan sumber zat pengatur berfungsi untuk mengatur proses metabolisme. Contoh : sayuran: bayam, buncis, wortel, tomat, buah-buahan: pisang, pepaya, jeruk, apel

Pada anak usia prasekolah:

1)        Nafsu makan berkurang

2)        Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya daripada makan

3)        Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru

4)        Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan

5)        Bersosialisasi dengan keluarga

Cara mengatasi kesulitan makan :

1)             Berikan makan pada saat anak tidak lelah

2)             Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, kecil tapi sering

3)             Jadwal disesuaikan

4)             Tunggu anak lapar

5)             Beri kasih sayang

6)             Variasikan makanan

7)             Berikan bersama makanan kesukaannya

8)             Ajak makan dengan keluarga

9)             Berikan makan sambil bermain

10)         Biarkan anak belajar makan sendiri

11)         Tempatkan makanan pada wadah yang menarik

12)         Beri pujian bila anak menghabiskan porsinya

13)         Berikan sugesti bahwa makanan yang diberikan enak

14)         Ibu harus rileks

15)         Merayu anak untuk makan makanan yang sudah disediakan

Kebutuhan nutrisi anak bisa dipenuhi dengan memberikan makanan dari keempat kelompok makanan penting, yaitu :

1)        Nasi dan alternative.

Makanan ini memberikan energi yang baik, sedikit vitamin dan mineral. Pilihan lain yang meliputi : bubur ayam, mie atau bubur kacang ijo.

2)        Buah-buahan.

Buah-buahan adalah sumber serat yang baik, khususnya vitamin A, C dan mineral seperti kalium. Lebih sering memberikan buah-buahan yang mengandung citrun dan buah-buahan yang isinya berwarna kuning.

3)        Sayur-sayuran.
Merupakan sumber serat dan mineral yang baik seperti kalium, juga memberikan vitamin A, C dan asam folik. Berikan sayuran berwarna hijau atau sayuran berwarna kuning kehijauan

4)        Daging dan alternative

Kelompok ini meliputi tempe, tahu, ikan, susu, telur yang memberikan protein penting, lemak, vitamin dan mineral. Berikan ikan paling sedikit 3 kali dalam seminggu dan berikan sebanyak 5 telur dalam seminggu.

Tips Memberi Makan pada Anak Pra Sekolah

1)      Tetap memberikan susu.

Anak perlu minum susu 2-3 cangkir susu sehari. Susu memberikan kalsium dan pospor yang penting untuk menguatkan tulang dan gigi

2)      Menciptakan makanan yang diinginkan.

Melibatkan anak dalam memilih makanan dan merencanakan menu. Ajaklah dia ke pasar dan terangkan mengenai fungsi dari jenis makanan yang berbeda. Ceritakan kepadanya bahwa makan telur bisa menjadikan otot kuat dan makan wortel bisa menjadikan mata sehat untuk melihat, kesemuanya akan membantu anak untuk memahami mengapa orang tua memberikan makanan ini.

3)      Menyiapkan makanan yang menarik.

Di samping aneka dan sajian makanan, penting juga untuk menarik minat dan perhatian anak. Memotong sayur-sayuran dalam bentuk yang menarik. Anak diberikan sayuran dengan warna dan bentuk yang berbeda seperti wortel, buncis, bayam, jagung. Selain itu atur buah-buahan dalam bentuk yang menarik karena anak akan lebih berselera untuk menikmati rasa buah tersebut. Yang tidak kalah penting adalah jangan mencampur makanan ke dalam satu mangkok. Pisahkan jenis makanan yang berbeda dengan mempergunakan piring yang berbeda.

4)      Menghindari anak makan yang berlebihan.

Kegemukan pada anak-anak merupakan suatu kekuatiran. Anak yang kegemukan bisa mempunyai problema kesehatan dalam kehidupannya di kemudian hari. Untuk mencegah anak kegemukan orang bisa membantu dengan membentuk kebiasaan makan makanan yang baik ketika masih muda. Misalnya hindari menggunakan makanan sebagai bentuk hadiah atau bujukan, memberi makanan kecil yang menyehatkan serta jangan makan yang berlebihan.

5)      Memberi makanan kecil yang sesuai

Anak usia pra sekolah karena dengan ukuran tubuhnya dan seleranya kecil, sangat baik dengan pemberian makanan yang tidak terlalu banyak, yang diberikan empat – enam kali dalam sehari. Oleh karena itu makanan kecil sama pentingnya dengan makanan pokok dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama sehari. Makanan kecil yang baik seperti sop kacang merah, kue yang berisi daging, buah-buahan segar, susu, jus buah, susu kedelai, roti, singkong rebus, ubi rebus.

 

  1. 2.      Konsep Imunologi dan Imunisasi ( Dasar/Anjuran )
    1. a.      Pengertian Sistem Imun

Sistem imun membentuk sistem pertahanan badan terhadap bahan asing seperti mikroorganisme, molekul-molekul berpotensi toksik, atau sel-sel tidak normal (sel terinf eksi virus atau malignan). Sistem ini menyerang bahan asing atau antigen dan juga mewujudkan peringatan tentang kejadian tersebut supaya pendedahan yang berkali-kali terhadap bahan yang sama akan mencetuskan gerak balas yang lebih cepat dan bertingkat.

  1. b.      Penggolongan Antibodi, Peran dan Karakteristik

1)      IgS

Antibodi yang paling banyak (85% dari antibodi dalam sirkulasi), ditemukan di darah dan semua kompartemen cairan termasuk cairan serebrospinalis. Di produksi dalam jumlah yang besar pada respon adaptip sekunder sehingga mencerminkan riwayat pajanan terhadap patogen. Bertahan lama. Dapat berdif usi keluar dari aliran darah ke tempat inf eksi akut dan dapat menembus plasenta. Bekerja sebagai opsonin kuat yang menjembatani f agosit dan sel sasaran. Penting dalam pertahanan terhadap bakteri dan pengaktifan sistem komplemen melalui jalur klasik.

2)      IgM

Molekul IgM bergabung dalam kelompok lima “pentamer IgM” sehingga cenderung menggumpalkan antigen yang menjadi sasaran fagosit dan sel NK. Merupakan molekul besar sehingga tidak dapat berdif usi keluar aliran darah. Merupakan aktivator kuat sistem komplemen, penting dalam respon imun terhadap bakteri. Antibodi pertama yang diproduksi daat tubuh menghadapi suatu antigen baru.

3)      IgA

Sebagian besar dalam sekresi, misalnya air liur, air mata, keringat, dan air susu terutama kolostrum. Menyatu dalam kelompok yang terdiri atas dua atau tiga molekul. Melindungi tubuh dengan melekat ke patogen dan mencegah perlekatan patogen ke rongga tubuh. Tidak dapat mengaktif kan komplemen atau menembus plasenta.

4)      IgE

Ekornya berlekatan dengan reseptor di sel mast sehingga berperan dalam peradangan akut, respon alergi dan hipersensitivitas. Tempat pengikatan untuk antigen di parasit yang lebih besar, misalnya cacing dan flukes. Sebagian orang memiliki IgE untuk protein lingkungan yang tidak berbahaya misalnya serbuk sari, kutu debu rumah, dan penisilin.

5)      IgD

Jarang disintesis, hanya sedikit yang diketahui tentang fungsinya. Berukuran besar, hanya dapat ditemukan di darah. Mungkin terlibat dalam stimulasi sel B oleh antigen.

 

 

  1. c.        Perkembangan Imunologi Janin

Pada kehamilan dimana antibodi yang dihasilkan janin jauh sangat kurang untuk merespon invasi antigen ibu/invasi bakteri. Dari minggu ke 20 kehamilan, respon imun janin terhadap antigen mulai meningkat. Respon janin dibantu oleh pemindahan molekul antibodi dari ibu (asalkan ukurannya tidak terlalu besar) ke janin sehingga memberikan perlindungan pasif yang menetap sampai beberapa minggu. Proses kelahiran sendiri, mulai dari pecahnya kantong amnion yang tersegel dan seterusnya akan membuat janin terpajan dengan mikroorganisme baru. Candida albicans, gonococcus dan herpes virus dapat dijumpai pada vagina. Pada kasus infeksi herpes yang diketahui, pelahiran pervaginam tidak diperbolehkan. Begitu lahir, bayi cenderung akan bertemu dengan Staphylococcus aureus, suatu mikroorganisme dimana resisten bayi tehadapnya sangat kecil.
Untuk mengimbangi status imunologi yang belum berkembang dengan baik pada bayi baru lahir, maka pengawasan antenatal yang cermat, pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi atau terapi untuk mengatasi infeksi, teknik-teknik melahirkan yang aseptik tanpa memasukkan mikroorganisme dan perawatan yang cermat dengan memperhatikan segala aspek dalam penanganan bayi baru lahir, semuanya ini merupakan tindakan yang sangat penting.

  1. d.      Sistem Imun Pasif pada Janin

Dalam perkembangannya, Janin dapat terlindung dari lingkungan yang berbahaya selama dalam kandungan. Umumnya kuman patogen atau bibit penyakit tidak dapat menembus barier placenta. Bayi yang baru lahir, tanpa adanya antibodi, akan sangat mudah terinfeksi. Bayi yang mature telah memperoleh antigen dan imunitas pasif dari ibu terhadap jenis-jenis tertentu dalam waktu 6 minggu atau lebih sebelum dilahirkan. Namun demikian, bayi yang meninggalkan lingkungan yang steril untuk kemudian secara tiba-tiba bertemu dengan banyak mikroorganisme dan antigen lainnya. Diperlukan waktu beberapa minggu sebelum imunitas aktif terbentuk.
Proses penyaluran imun pasif dari maternal: Sistem imun janin diperkuat oleh penyaluran imunoglobulin menembus plasenta dari ibu kepada janinnya melalui aliran darah yang membawa antibodi serta penyaluran melalui air susu. Profil imunoglobulin yang disalurkan melalui plasenta dan disekresikan melalui air susu bergantung pada mekanisme transportasi spesifik untuk berbagai kelas imunoglobulin. IgG ibu menembus plasenta ke dalam sirkulasi janin melalui mekanisme aktif spesifik, yang efektif dari sekitar usia gestasi 20 minggu, tetapi aktivitasnya meningkat pesat sejak usia gestasi 34 minggu. Ibu akan menghasilkan respons imun terhadap antigen yang ia temui dengan menghasilkan IgG, yang dapat melewati plasenta. Bahkan kadar IgG ibu rendah, IgG akan tetap di salurkan melalui plasenta. Hal ini berarti janin akan mendapat imunisasi pasif terhadap patogen yang besar ditemukan di lingkungan setelah lahir. Imunitas pasif ini memberikan perlindungan temporer penting pascanatal sampai sistem bayi sendiri matang dan menghasilkan sendiri antibodi

  1. e.        Reaksi Antigen-Antibodi

Dalam bidang imunologi, kuman tau racun (toksik) disebut sebagai antigen. Secara khusus, antigen tersebut merupakan protein dari kuman atau protein racunnya. Bila antigen pertama kali masuk ke dalam tubuh manusia, maka sebagai reaksinya tubuh akan membentuk zat anti. Bila antigen tersebut kuman, zat anti yang dibentuk disebut antibodi. Berhasil atau tidaknya tubuh memusnahkan antigen atau kuman bergantung pada jumlah zat anti yang dibentuk. Pada dasarnya reaksi pertama tubuh anak untuk membentuk antigen/antitoksim terhadap antigen tidaklah terlalu kuat. Tubuh belum mempunyai ”pengalaman” untuk mengatasinya. Tetapi pada reaksi ke-2 dan ke-3 dan berikutnya, tubuh anak sudah pandai dalam membetuk zat anti yang cukup tinggi. Dengan cara reaksi antigen-antibody, tubuh anak dengan dengan kekuatan zat antinya dapat menghancurkan antigen atau kuman.
Dengan dasar reaksi antigen tubuh anak akan memberikan perlawanan terhadap benda-benda asing dari luar (kuman, virus, racun, bahan kimia) yang mungkin akan merusak tubuh. Dengan demikian anak akan terhindar dari ancaman luar. Akan tetapi setelah beberapa bulan/tahun, jumlah zat anti dalam tubuh akan berkurang, sehingga imunitas tubuhpun akan menurun. Agar tubuh tetap kebal diperlukan perangsangan kembali oleh antigen, artinya anak tersebut harus mendapatkan suntikan/ imunisasi ulang.

  1. f.        Imunisasi pada Neonatus

Imunisasi berasal dari kata Imun, kebal atau resistan. Imunisasi berarti pemberian kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Tujuan dari pemberian imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi tertentu, bila terjadi penyakit tidak akan terlalu parah dan dapat mencegah gejala yang dapat menimbulkan cacat dan kematian Imunisasi yang diberikan pada neonatus adalah:

1)      BCG

Untuk mencegah timbulnya tuberkolosis (TBC) dapat dilakukan imunisasi BCG. Imunisasi BCG diberikan pada semua bayi baru lahir (neonatus) sampai usia kurang dari 2 bulan. Penyuntikan biasanya dilakukan di bagian atas lengan kanan (region deltoid) dengan dosis 0,05 ml reaksi yang mungkin timbul setelah penyuntikan adalah kemerah-merahan disekitar suntikan, dapat timbul luka yang lama sembuh di daerah suntikan,dan terjadi pembengkakan di kelenjar sekitar daerah suntikan (biasanya di daerah ketiak).

Vaksin BCG tidak boleh terkena sinar matahari, tidak boleh beku, dan harus disimpan pada suhu 2-8 oC . vaksin yang telah diencerkan harus dibuang dalam 8 jam. Vaksin BCG diberikan pada anak ketika umur ≤ 2 bulan dan sebaiknya dilakukan uji Mantoux terlebih dahulu.

  • Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI)

Penyuntikan BCG secara IC yang benar akan menimbulkan ulkus local superficial di 3 minggu setelah penyuntikan. Ulkus akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm tergantung pada dosis yang diberikan, dan apabila penyuntikan dilakukan terlalu dalam maka parut akan tertarik ke dalam (retracted). Limfadentitis supuratif di aksila atau leher juga kadang dapat dijumpai tergantung pada umur anak, dosis, dan galur yang dipakai yang akan sembuh dengan sendirinya. Tidak perlu diberikan antituberkulosis sistemik karena hasilnya tidak efektif. BCG-it is desiminasi jarang terjadi, biasanya berhubungna dengan imunosefisiensi berat. Komplikasi lainnya adalah eritema nodosum, iritasi, lupus vulgaris, dan osteomelitis. Komplikasi ini haru diobati dengan kombinasi obat antituberkulosis.

  • Kontraindikasi

Tidak dianjurkan untuk melakukan imunisasi BCG, jika ditemukan hal-hal berikut :

–          Reaksi uji tuberculin > 5 mm

–          Terinfeksi HIV dan atau resiko tinggi HIV, imunokompromais akibat pengobatan sortikosteroid, obat imunosupresif , sedang menjalani terapi radiasi, serta menderita penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau system limfe.

–          Anak menderita gizi buruk

–          Anak menderita demam tinggi

–          Anak menderita ifeksi kulit yang luas

–          Anak pernah menderita tuberculosis

–          Kehamilan

  • Rekomendasi

–          Imunisasi BCG diberikan saat bayi berusia ≤ 2 bulan.

–          Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB, dan melalui pemeriksaan sputum BTA (+3) maka sebaiknya diberikan INH profilaksis terlebih dahulu dan jika kontak sudah tenang dapat diberi BCG

–          Jangan lakukan imunisasi BCG pda bayi atau anak  dengan imunodefisiensi misalnya HIV, gizi buruk, dan lain-lain.

2)      Hepatitis B

Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali. Pada masa neonatus, imunisasi ini hanya diberikan saat bayi berusia 12 jam setelah lahir. ini diberikan dengan satukali suntikan dosis 0,5 ml.

Pemberian imunisasai hepatitis B harus berdasarkan status HbsAg ibu dan pada saat melahirkan, sebagai berikut:

  • Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg tidak diketaui. Diberikan vaksin rekombinan (HB vax-II 15  atau engerik B 10 ) IM dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan umur 1-2 bulan dan dosis ketiga umur 6 bulan. Apabila pemeriksaan selajutnya diketahui HbsAg-nya negative, segera berikan 0,5 mL HBIG (sebelum 1 minggu)
  • Bayi lahir dari ibu HbsAg positif. Dalam kurun waktu 12 jam setelah lahir, secara bersamaan, erikan 0,5 ml HBIG dan vaksin rekombinan, im disisi tubuh yang berlainan. Dosis kedua diberikan 1-2 bulan sesudahnya dan dosis ke tiga pada usia 6 bulan.
  • Bayi lahir dari ibu dengan HbsAg negative. Diberikan vaksin rekombinan atau vaksin plasma derived secara IM pada umur 2-6 bulan. Dosis kedua diberikan 1-2 bulan kemudian dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah imunisasi pertama .

Dari hasil riset membuktikan bahwa bayi yang sudah mendapatkan vaksin sebanyak 3x , pada umur 5 tahun masih terdapat titer antibody nti HBsAg protektif (> 10 mlU/ml) itu artinya vaksin hepatitis B tidak perlu dilakukan kecuali titer anti HbsAg < 10 lU/ml. namun bila sampai anak berumur 5 tahun belum mendapat vaksin, maka secepatnya berikan. Ulangan imunisasi hepatitis B (hep B-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun.

 

  • KIPI

Efek samping yang terjadi pascaimunisasi hepatitis B pada umumnya ringan , hanya berupa nyeri, bengkak, panas, mual, dan nyeri sendi maupun otot.

  • Kontraindikasi

Sampai saat ini belum dipastikan adanya kontraindikasi absolute terhadap pemberian imunisasi hepatitis B, kecuali pada ibu hamil.

  • Hiporesponder dan Nonresponder

Tanggap kebal pascaimunisasi dapat terjadi oleh hal-hal berikut:

–          Usia tua

–          Pemberian vaksin di daerah bokong

–          Pada anak gemuk

–          Pasien hemodialisis/ transplantasi

–          Pasien yang menadapatkan obat-obatan imunosupresif

–          Pasien leukemia dan penyakit keganasan lainnya

–          Pasien DM dengan insulin dependent

–          Infeksi HIV

–          Pecandu alcohol

Pada keadaan diatas imunisasi perlu diulangi dengan meningkatkan dosis (2x)

3)      Polio

Untuk imunisasi dasar (polio 1,2,3) vaksin diberikan 2 tetes per oral dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Karena Indonesia merupakan daerah endemic polio, maka PPI menambahkan imunisasi polio segera setelah lahir ( polio-0 pada kunjungan 1) dengan  tujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Polio-0 diberikan saat bayi akan pulang ke rumahnya. Imunisasi ulangan diberikan 1 tahun sejak imunisasi polio 4, selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). Vaksin peroral harus disimpan tertutup pada suhu 2-8 oC, jangan tempatkan pada saat terbuka. Dapat pula disimpan beku pada temperature 20 oC dapat dipakai 2 tahun dapat dicairkan dengan cara ditematkan pada telapak tangan dan digulir-gilirkan, jaga agar warna tidak berubah, dan tanggal kadaluarsa tidak terlampaui, hal ini dapat juga dapat berlaku pada vaksin yang telah terpakai.

  • Kontraindikasi

–          Mengalami peyakit akut atau demam (> 38,5 oC), imunisasi harus ditunda

–          Muntah atau diare, imunisasi harus ditunda

–          Dalam masa pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif oral maupun suntikan juga pengobatan radiasi umum

–          Keganasan, dan anak dengan mekanisme imunolohis yang terganggu

–          Menderita infeksi HIV

–          Pemberian bersamaan dengan vaksin tifoid oral

  1. g.      Imunisasi pada bayi

1)      Imunisasi Hepatitis B

a)      Vaksin berisi HbsAg murni.

b)      Diberikan sedini mungkin setelah lahir, mengingat paling tidak 3,9% hamil merupakan pengidap hepatitis dengan resiko transmisi maternal kurang lebih sebesar 45%.

c)      Suntikan secara Intra Muskular di daerah deltoid, dosis 0,5 ml.

d)     Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C.

e)      Bayi lahir dari ibu HBsAg (+) diberikan imunoglobulin hepatitis B 12 jam setelah lahir + imunisasi Hepatitis B. Dosis kedua 1 bulan berikutnya. Dosis ketiga 5 bulan berikutnya (usia 6 bulan).

f)       Bayi lahir dari ibu HBsAg (-) diberikan vaksin rekombinan atau vaksin plasma derived secara IM, pada umur 2-6 bulan. Dosis kedua diberikan 1-2 bulan kemudian dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah imunisasi pertama.

g)      Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. Diberikan vaksin rekombinan (HB Vax-II 5 mcgatau Engerix B 10 mcg) atau vaksin plasma derived 10 mcg, IM dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan umur 1-2 bulan dan dosis ketiga umur 6 bulan.

h)      Kadar pencegahan anti HBsAg > 10mg/ml.

i)        Apabila sampai 5 tahun anak belum pernah mendapatkan imunisasi hepatitis B, maka secepatnya diberikan.

j)        Ulangan pemberian imunisasi hepatitis B dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun.

  • KIPI

Efek samping yang terjadi pascaimunisasi hepatitis B pada umumnya ringan , hanya berupa nyeri, bengkak, panas, mual, dan nyeri sendi maupun otot.

  • Kontraindikasi

Sampai saat ini belum dipastikan adanya kontraindikasi absolute terhadap pemberian imunisasi hepatitis B, kecuali pada ibu hamil.

 

2)      Imunisasi Polio

a)   Vaksin dari virus polio (tipe 1,2 dan 3) yang dilemahkan, dibuat dlm biakan sel-vero : asam amino, antibiotik, calf serum dalam magnesium klorida dan fenol merah

b)   Vaksin berbentuk cairan dengan kemasan 1 cc atau 2 cc dalam flacon, pipet.

c)   Diberikan sesegera mungkin saat bayi akan dipulangkan dari rumah sakit atau rumah bersalin.

d)  Pemberian secara oral sebanyak 2 tetes (0,1 ml). Vaksin polio diberikan 4 kali, interval 4 minggu dan imunisasi ulangan, 1 tahun berikutnya, SD kelas I, VI

e)   Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C.

 

  • Kontraindikasi

–       Mengalami peyakit akut atau demam (> 38,5 oC), imunisasi harus ditunda

–       Muntah atau diare, imunisasi harus ditunda

–       Dalam masa pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif oral maupun suntikan juga pengobatan radiasi umum

–       Keganasan, dan anak dengan mekanisme imunolohis yang terganggu

–       Menderita infeksi HIV

–       Pemberian bersamaan dengan vaksin tifoid oral

 

3)      Imunisasi DPT

a)      Terdiri dari

  • toxoid difteri adalah racun yang dilemahkan
  • Bordittela pertusis adalah bakteri yang dilemahkan
  • toxoid tetanus adalah racun yang dilemahkan (+) aluminium fosfat dan mertiolat

–          Merupakan vaksin cair. Jika didiamkan sedikit berkabut, endapan putih didasarnya.

–          Diberikan pada bayi > 2 bulan oleh karena reaktogenitas pertusis pada bayi kecil.

–          Dosis 0,5 ml secara intra muskular di bagian luar paha.

–          Imunisasi dasar 3x, dengan interval 4 minggu.

–          Vaksin mengandung Aluminium fosfat, jika diberikan sub kutan menyebabkan iritasi lokal, peradangan dan nekrosis setempat.

–          Reaksi pasca imunisasi:

–          Demam, nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari ® diberikan anafilatik + antipiretik

–          Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi ® demam > 40°C, kejang, syok ® imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DpaT

  • Efek samping

–          Panas

Kebanyakan terjadi pada sore hari setelah mendapatkan suntikan DPT, tetapi akan sembuh dalam 1-2 hari. Namun bila terjadi panas lebih dari 1 hari setelah imunisasi maka itu bukanlah disebabkan vaksin DPT, mungkin ada infeksi lain yang harus di teliti lebih lanjut. Berikan 1/4 tablet antipiuretik untuk mengatasi efek samping tersebut bila panas lebih dari 39 oC , anjurkan agar anak tidak dibungkus dengan baju tebal dan mandikan anak dengan cara membasuh.

–          Rasa sakit di daerah suntikan

Sebagian anak merasakan nyeri, sakit, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan. Hal ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan.

–          Peradangan

Bila pembengkakan terjadi seminggu atau lebih sesudah vaksin, maka hal itu mungkin disebabkan oleh peradangan yang mungkin disebabkan oleh beberapa factor berikut: jarum suntik tidak steril, penyuntikan kurang dalam.

–          Kejang-kejang

Reaksi ini jarang terjadi, tapi perlu diketahui oleh petugas. Reaksi ini disebabkan oleh komponen pertusis dari DPT. Oleh karena efek samping ini cukup berat, maka anak yang pernah mendapat reaksi ini tidak boleh mendapatkan vaksin DPT lagi, tapi diganti menjadi vaksin DT saja.

4)      Imunisasi Campak

Vaksin dari virus hidup (CAM 70- chick chorioallantonik membrane) yang dilemahkan + kanamisin sulfat dan eritromisin Berbentuk beku kering, dilarutkan dalam 5 cc pelarut aquades.

–    Diberikan pada bayi umur 9 bulan oleh karena masih ada antibodi yang     diperoleh dari ibu.

–    Dosis 0,5 ml diberikan sub kutan di lengan kiri.

–    Disimpan pada suhu 2-8°C, bisa sampai – 20 derajat celsius

–    Vaksin yang telah dilarutkan hanya tahan 8 jam pada suhu 2-8°C

–    Jika ada wabah, imunisasi bisa diberikan pada usia 6 bulan, diulang 6 bulan kemudian

–    Efek samping: demam, diare, konjungtivitis, ruam setelah 7 – 12 hari pasca imunisasi. Kejadian encefalitis lebih jarang.

 

  • KIPI

Reaksi KIPI campak banyak dijumpai pada imunisasi ulang dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. Sedangkan untuk vaksin dengan virus yang dilemahkan kejadian KIPI telah menurun. Gejala KIPI campak berupa demam tinggi lebih dari 39,5 oC yang terjadi 5-15 % kasus yang mulai dijumpai pada hari ke-5 dan ke-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. Ruam dapat dijumpai pada 5% resipien pada hari ke-7 dan ke-10 sesudah imunisasi selama 2-4 hari. Reaksi KIPI berat  terjadi juka diteukan gangguan fungsi system saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi.

  • Imunisasi Ulang

Dianjurkan pemberian campak ulangan pada saat masuk sekolah dasar (5-6 tahun) guna mempertinggi serokonversi. Atau dalam situasi seperti berikut: apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus campak maka anak SD,SMP,SMA dapat diberikan imunisasi ulang; setiap orang yang sudah imunisasi campak yang virusnya dimatikan; setiap orang yang sudah pernah mendapatkan immunoglobulin; setiap orang yang tidak dapat menunjukkan catatan imunisasinya.

  • Kontraindikasi

Kontraindikasi campak berlaku bagi mereka yang sedang menderita demam tinggi, memperoleh pengobatan immunoglobulin atau kontak dengan darah, hamil, memiliki riwayat alergi, dan sedang memperoleh pengobatan imunosupresan.

5)      Imunisasi Hib

–    Untuk mencegah infeksi SSP oleh karena Haemofilus influenza tipe B

–    Diberikan MULAI umur 2-4 bulan, pada anak > 1 tahun diberikan 1 kali

–    Vaksin dalam bentuk beku kering dan 0,5 ml pelarut dalam semprit.

–    Dosis 0,5 ml diberikan IM

–    Disimpan pada suhu 2-8°C

–    Ulangan vaksin diberikan pada umur 18 bulan.

–    Apabila anak datang pada umur 1-5 tahun, vaksin Hib hanya diberikan sekali.

 

Jadwal imunisasi yang wajib diberikan kepada neonatus, bayi, balita, dan anak prasekolah seperti tabel dibawah ini:
Sedangkan untuk imunisasi yang sifatnya “dianjurkan”, jadwalnya seperti tabel berikut ini:
 

  1. h.      Imunisasi pada balita

Tujuan pemberian imunisasi pada bayi dan balita adalah untuk mencegah penyakit pada bayi dan balita yang pada akhirnya akan menghilangkan penyakit tersebut. Terdapat 2 jenis imunisasi, yaitu

a)                  Imunisasi Aktif

Tubuh akan memproduksi sendiri zat anti setelah adanya rangsangan antigen (virus yang telah dilemahkan) dari luar tubuh. Tubuh yang terpapar antigen akan membentuk zat anti terhadap antigen tersebut. Keberhasilan pemusnahan antigen tersebut tergantung pada jumlah antigen yang berhasil dibentuk atau dimiliki oleh tubuh. Jumlah zat anti yang cukup tinggi biasanya diperoleh setelah tubuh mengalami reaksi kedua, ketiga dan seterusnya. Pembentukan zat anti akibat paparan kembali antigen yang sama pada tubuh akan berlangsung lebih cepat. Titer antibodi yang terbentuk akibat rangsangan antigen pada tubuh untuk pertama kalinya tidak tinggi dan kadarnya cepat menurun. Oleh sebab itu, pemberian imunisasi ulang (boster) perlu dilakukan untuk mempertahankan jumlah zat anti yang tetap tinggi di dalam tubuh.

b)               Imunisasi Pasif

Tubuh anak tidak memproduksi antibodi sendiri, melainkan kekebalan tersebut didapatkan dari luar dengan cara penyuntikan bahan/serum yang telah mengandung zat anti, atau anak tersebut mendapat zat anti dari ibunya semasa dalam kandungan, setelah memperoleh zat penolak, prosesnya cepat, tetapi tidak bertahan lama. Kekebalan pasif terdapat 2 cara:

  • Kekebalan pasif alamiah yaitu kekebalan yang diperoleh bayi sejak lahir dari ibunya dan tidak berlangsung lama (kira-kira hanya sekitar 5 bulan setelah bayi lahir). Misalnya difteri, tetanus,dan morbili.
  • Kekebalan pasif buatan yaitu kekebalan yang diperoleh setelah mendapat suntikan zat penolak. Misalnya, vaksinasi ATS.

Jadi dapat disimpulkan, perbedaan antara imunisasi aktif dan imunisasi pasif bahwa pada imunisasi aktif diperlukan waktu yang lebih lama untuk membuat zat anti dibandingkan imunisasi pasif. Kekebalan yang didapat dari imunisasi aktif bertahan lama, sedangkan imunisasi pasif berlangsung hanya beberapa bulan.

Yang termasuk imunisasi wajib, yaitu BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, Campak, DT, TT. Sedangkan yang termasuk imunisasi yang hanya dianjurkan pemerintah dapat digunakan untuk mencegah suatu kejadian yang luar biasa atau penyakit endemic atau untuk kepentingan tertentu. Imunisasi anjuran pemerintah, yaitu MMR, tifus, HiB, hepatitis A, dan varisela. Selanjutnya, akan dibahas imunisasi anjuran pemerintah.

1)      Imunisasi MMR

Kebanyakan anak mendapatkan imunisasi measles (campak), mumpus (gelondongan), dan Rubella (campak jerman) sekaligus dalam satu suntikan yaitu MMR. Ketiga vaksin ini bekerja dengan baik, dan akan melindungi sebagian besar anak seumur hidupnya. Terutama bagi anak perempuan, vaksinasi MMR sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya rubela pada saat hamil. Sementara pada anak lelaki, nantinya vaksin MMR mencegah agar tak terserang rubela dan menulari sang istri yang mungkin sedang hamil. Penting diketahui, rubela dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Anak sebaiknya mendapatkan 2 kali vaksin MMR. Dosis pertama diberikan diantara usia 12-15 bulan, sedang dosis kedua dapat diberikan pada usia 4-6 tahun sebelum anak masuk SD. Apabila ketika terjadi wabah, vaksin MMR dapat diberikan sebelum berusia 1 tahun. Ini diberikan sebagai pencegahan jangka pendek saja, nantinya tetap harus diberikan 2 dosis vaksin ini pada jadwal seperti disebutkan diatas.

Efek samping imunisasi MMR dapat berupa demam dan bercak kemerahan yang timbul sekitar 1-2 minggu setelah imunisasi. Reaksi ini akan menghilang dalam beberapa hari. Kejang demam kadang dapat terjadi pada anak yang diberikan imunisasi MMR. Anak yang diketahui alergi berat terhadap gelatin atau neomycin antibiotik tidak boleh diberikan imunisasi MMR. Demikian juga anak yang mempunyai reaksi alergi berat setelah vaksin MMR tidak boleh diberikan vaksin MMR ulangan. Anak yang kekebalan tubuhnya ditekan (karena mempunyai penyakit seperti kanker atau infeksi HIV, atau pengobatan semacam steroid) sebaiknya dievaluasi oleh dokter sebelum diberikan vaksin MMR. Anak yang baru mandapatkan transfusi atau produk darah lainnya sebaiknya menunggu beberapa bulan sebelum mendapatkan MMR.

2)      Imunisasi Tifoid

Demam tifoid merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi, lemas, sakit perut, sakit kepala, kurang nafsu makan dan kadang bercak kemerahan. Jika tidak diobati dapat menyebabkan kematian pada 30% penderita. Pada umumnya penyakit ini menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi.

Saat ini ada dua macam imunisasi yang dapat digunakan untuk mencegah demam tifoid. Yang pertama diberikan dengan suntikan (kuman mati) dan yang kedua diberikan dengan kapsul (kuman hidup dilemahkan).

Imunisasi suntikan dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun atau lebih. Satu dosis dapat diberikan setiap 2-3 tahun. Imunisasi oral dapat diberikan pada saat anak berusia 6 tahun atau lebih. Diberikan 4 dosis dengan jarak setiap 2 hari. Dapat diulang tiap 5 tahun.

Pada vaksin suntikan dapat timbul reaksi ringan seperti demam, sakit kepala, kemerahan dan nyeri pada tempat suntikan. Vaksin tifoid oral jangan diberikan bersamaan dengan antibiotika. Beri jarak waktu lebihdari 24 jam dengan antibiotika terakhir. Dapat timbul demam, sakit kepala, mual muntah. Jika terdapat kejadian serius atau tidak biasa seteah pemberian vaksin ini segera hubungi dokter.

3)      Imunisasi Hib

Vaksin Hib ini merupakan vaksin berisi kuman dimatikan, dan dibuat hanya dari sebagian kuman Haemophilus influenza b. Anak sebaiknya mendapatkan 3-4 kali dosis vaksin ini, tergantung dari produsen pembuat vaksin yang digunakan oleh dokter. Dosis penguat diberikan pada usia antara 12 – 15 bulan. Anak yang telah berusia 5 tahun atau lebih tidak perlu diimunisasi dengan vaksin Hib. Vaksin Hib dapat dikombinasikan dengan vaksin DTap atau dengan vaksin hepatitis B. vaksin ini bekerja sama baiknya dan sama amannya dengan vaksin yang diberikan secara terpisah.

Hib merupakan imunisasi yang sangat aman. Vaksin ini tidak dapat menyebabkan penyakit atau meningitis akibat Hib dan biasanya tidak menyebabkan efek samping serius. Sebagian kecil anak yang mendapatkan imunisasi ini akan mengalami kemerahan, bengkak pada lokasi suntikan atau demam. Reaksi ini biasanya timbul dalam 24 jam pertama setelah suntikan dan akan menghilang dalam 2-3 hari. Bayi yang berusia kurang dari 4 minggu sebaiknya tidak diberikan imunisasi karena daya imunitas yang ditimbulkan masih belum baik.

4)      Imunisasi Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit hati berat yang ditimbulkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV dapat ditemukan pada tinja penderita hepatitis A dan biasana menular jika diminum atau makan sesuatu yang tercemar dengan virus ini. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti flu, kuning pada mata dan kulit, mencret dan sakit perut.

Imunisasi Hepatitis A dapat mencegah penyakit ini, dan sangat dianjurkan bagi anak berusia 12 bulan atau lebih terutama didaerah endemis. Diperlukan 2 dosis untuk dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Dosis ini diberikan dengan jarak waktu minimal 6 bulan.

5)      Imunisasi Varicella

Vaksin varicella merupakan vaksin yang berisi virus hidup. Vaksin ini diberikan di Jepang selama 20 tahun. Di Amerika Serikat, vaksin ini digunakan dari tahun 1995. Satu dosis vaksin varicella direkomendasikan untuk anak berusia 12-18 bulan. Anak yang tidak mendapatkan vaksin ini dapat diberikan satu dosis sampai ketika berusia 13 tahun. Usia diatas itu harus diberikan 2 dosis dengan jarak 4-8 minggu terpisah. Anak yang sudah pernah sakit cacar air tidak perlu diberikan imunisasi ini.

Vaksin ini dapat mencegah cacar air 70% sampai 90% dan dapat mencegah penyakit berat sampai lebih dari 95%. Vaksin ini diharapkan dapat memberikan imunitas seumur hidup. Sekitar 1% – 2 % anak yang mendapatkan imunisasi ini tetap menderita cacar air, tetapi biasanya gejalanya sangat ringan.

Varicella merupakan vaksin yang sangat aman. Pada beberapa anak dapat timbul bengkak dan kemerahan pada lokasi suntikan. Juga dapat timbul bercak kemerahan dalam 1-3 minggu setelah imunisasi. Kejadian kejang demam juga pernah dilaporkan setelah imunisasi, namun sangat jarang. Anak yang diketahui alergi terhadap gelatin atau neomisin jangan diberikan vaksin ini. Anak dengan efeisiensi imun seperti kanker atau HIV harus dievaluasi oleh dokter terlebih dahulu sebelum diberikan imunisasi ini.

  1. i.        Imunisasi pada anak prasekolah

Pemberian imunisasi pada anak adalah penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi misalnya penyakit TBC, diphteri tetanus, pertusis, polio, campak, dan hepatitis B. Bahkan sekarang telah masuk ke Indonesia vaksin MMR untuk mencegah measles (campak), mumps (parotitis) dan rubela (campak jerman). Dengan melaksanakan imunisasi yang lengkap maka diharapkan dapat dicegah timbulnya penyakit-penyakit yang menimbulkan cacat dan kematian.

1)         Imunisasi MMR

Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair. Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan.

Campak Jerman (rubella) menyebabkan demam ringan, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Rubella juga bisa menyebakban pembengkakan otak atau gangguan perdarahan. Jika seorang wanita hamil menderita rubella, bisa terjadi keguguran atau kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkannya (buta atau tuli). Terdapat dugaan bahwa vaksin MMR bisa menyebabkan autisme, tetapi penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dengan pemberian vaksin MMR. Vaksin MMR adalah vaksin 3-in-1 yang melindungi anak terhadap campak, gondongan dan campak Jerman. Vaksin tunggal untuk setiap komponen MMR hanya digunakan pada keadaan tertentu, misalnya jika dianggap perlu memberikan imunisasi kepada bayi yang berumur 9 – 12 bulan.

Suntikan pertama diberikan pada saat anak berumur 12 – 15 bulan. Suntikan pertama mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup yang adekuat, karena itu diberikan suntikan kedua pada saat anak berumur 4 – 6 tahun (sebelum masuk SD) atau pada saat anak berumur 11 – 13 tahun (sebelum masuk SMP). Imunisasi MMR juga diberikan kepada orang dewasa yang berumur 18 tahun atau lebih atau lahir sesudah tahun 1956 dan tidak yakin akan status imunisasinya atau baru menerima 1 kali suntikan MMR sebelum masuk SD.

  1. 3.      Perawatan sehari – hari (memandikan, memberi minum/menyusui, menyendawakan, pijat neonatus)
    1. a.      Kebutuhan Dasar Neonatus dalam Perawatan Sehari-Hari

1)      Memandikan Neonatus

Sebagian proses persalinan berfokus pada ibu tetapi karena proses tersebut merupakan proses pengeluaran hasil kehamilan (neonatus), maka persalinan dikatakan berhasil jika neonatus dan ibunya dalam kondisi optimal. Memberikan pertolongan segera, aman, dan bersih adalah bagian penting dari asuhan neonatus baru lahir. Sebagian besar persalinan adalah normal, tetapi gangguan kehamilan dan proses persalinan dapat mempengaruhi kesehatan neonatus yang baru dilahirkan.

Neonatus harus selalu dijaga agar tetap bersih, hangat, dan kering. Beberapa cara untuk menjaga agar kulit neonatus bersih adalah memandikan neonatus, mengganti popok atau pakaian neonatus sesuai keperluan, pastikan bahwa neonatus tidak terlalu panas/dingin, dan menjaga kebersihan pakaian dan hal – hal yang bersentuhan dengan neonatus.

Memandikan neonatus sebaiknya ditunda sampai 6 jam kelahiran. Hal ini dimaksudkan agar neonatus tidak hipotermi. Selain itu juga meminimalkan resiko infeksi. Prinsip yang perlu diperhatikan pada saat memandikan neonatus antara lain :

a)      Menjaga neonatus agar tetap hangat

b)      Menjaga neonatus agar tetap aman dan selamat

c)      Suhu air tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.

Memandikan neonatus dianjurkan memakai sabun dengan pH netral dengan sedikit bahkan tanpa parfum atau pewarna (jangan gunakan sabun mandi dewasa). Permukaan kulit yang asam (acid mantle) memberi perlindungan kepada neonatus terhadap infeksi, sedangkan pH kulit yang kurang dari 5,0 bersifat bakteriostatik. Pada saat lahir kulit neonatus tidak begitu asam (pH 6,34) kemudian menurun sampai 4,95 dalam 4 hari. Memandikan neonatus dengan sabun alkalin (sabun dewasa) akan meningkatkan pH kulit sehingga keasaman kulit menurun (dapat menimbulkan infeksi pada neonatus).

Memandikan neonatus juga memiliki beberapa maanfaat diantaranya yaitu untuk menjaga kebersihan tubuh neonatus, tali pusat, dan memberikan rasa nyaman pada neonatus.

 

2)      Memberi Minum/Menyusui pada Neonatus

BBL normal dapat segera disusui hanya dalam waktu 1-2 menit pada setiap payudara. Neonatus baru lahir segera mungkin dilakukan IMD. Proses ini berlangsung minimal 1 jam pertama setelah neonatus lahir. IMD sangatlah baik kegunaannya, selain sebagai pengerat hubungan batin ibu dan anak IMD juga memiliki keuntungan lainnya, yaitu mempercepat keluarnya kolostrum. Pada waktu IMD neonatus mendapat kolostrum yang penting untuk kelangsungan hidupnya. Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali , yang berwarna kekuningan dan kental. Fungsi dari kolostrum yaitu :

a)      Neonatus baru lahir mempunyai lambung yang sangat kecil,yang hanya muat untuk di isi sedikit, dan kolostrun ini tersedia dalam jumlah sedikit

b)      Kolostrum adalah sebuah konsentrat ( tinggi nutrient) cairan yang di buat khusus untuk kebutuhan neonatus

c)      Kolostrum mendorong pergerakan pertama kotoran , sehingga membersihkan saliran pencernaannya dari mekonium

d)     Klostrum berisi banyak antibody dan growth factor. Growth factor ini menigningkatkan perkembagan system pencernaan neonatus dan antibody untuk meningkatkan system imun neonatus

e)      Koostrum berisi imunogobulin A, yang berfungsi melindungi neonatus dari infeksi tenggorokan, hati, dan usus

f)       Kolostrum berisi Protective Whie Cell yang membantu memusnahkan penyakit yang disebabkan karena bakteri dan virus

g)      kolostrum memiliki antioksidan dan anti inflammatory

Oleh karena itu sangatlah penting neonatus mendapakan kolostrum dan air susu ibu untuk pertama kali pada masa neonatus. Pada hari ke 3 neonatus  harus sudah menyusu selama 10 menit pada mammae ibu dengan jarak max 3-4 jam. Bila dalam waktu kurang dari 1 jam neonatus menangis maka boleh disusui pada 1 payudara secara bergantian.

 

Kebutuhan minum pada neonatus yaitu :

a)    Hari ke 1 = 50-60 cc/kg BB/hari

b)   Hari ke 2 = 90 cc/kg BB/hari

c)    Hari ke 3 = 120 cc/kg BB/hari

d)   Hari ke 4 = 150 cc/kg BB/hari

Dan untuk tiap harinya sampai mencapai 180 – 200 cc/kg BB/hari.

Posisi yang baik saat menyusui yaitu:

a)    Posisi yang baik dengan cara berbaring :

  • Ibu menyangga seluruh badan neonatus dengan satu lengan, kepala neonatus berada pada lipatan siku, dan bokong neonatus terletak pada lengan, ditahan dengan telapak tangan ibu.
  • Ibu memeluk badan neonatus dekat dengan badannya, perut neonatus menempel dengan perut ibu, kedua tangan neonatus berada di depan ibu.
  • Kepala dan neonatus berada dalam satu garis lurus.
  • Wajah neonatus menghadap payudara dengan hidung berhadapan dengan putting.

b)   Posisi yang baik dengan cara duduk :

  • Ibu menyangga seluruh badan neonatus dengan satu lengan, kepala neonatus berada pada lipatan siku, dan bokong neonatus terletak pada lengan, ditahan dengan telapak tangan ibu.
  • Ibu memeluk badan neonatus dekat dengan badannya, perut neonatus menempel dengan perut ibu, satu tangan neonatus diletakkan di belakang badan ibu dan yang lainnya di depan badan ibu.
  • Kepala dan neonatus berada dalam satu garis lurus.
  • Wajah neonatus menghadap payudara dengan hidung berhadapan dengan putting.

 

 

3)      Menyendawakan Neonatus

Menyendawakan neonatus penting dilakukan dan berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut neonatus atau agar tidak kembung.Biasanya udara masuk ke perut neonatus bersamaan ketika neonatus menyusu.Makin banyak udara yang masuk, semakin kembunglah perut neonatus. Akibatnya neonatus merasa tidak nyaman dan akan menyebabkan rewel.

Teknik menyendawakan menyendawakan neonates dan neonatus tidak jauh berbeda.Berikut adalah teknik-teknik menyendawakan neonatus:

a)        Menaruh di Pundak 

Inilah cara yang banyak dilakukan Ibu karena mudah menyendawakan. Caranya, neonatus digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Lalu pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang satunya memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut neonatus akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

b)        Posisi Telungkup 

Telungkupkan neonatus di pangkuan Ibu. Lalu tepuk-tepuklah bagian punggunya.Ketika Ibu melakukannya, usahakan supaya posisi dada neonatus lebih tinggi dari perutnya. Cara ini juga bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat neonatus lebih rileks.

 

4)      Pijat Neonatus

Manfaat memijat neonatus Yang terutama yaitu neonatus akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan neonatus. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat neonatus merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.

a)       Menguatkan otot

b)       Pijatan terhadap neonatus sangat bagus untuk menguatkan otot neonatus.

c)       Membuat neonatus lebih sehat

d)       Memijat neonatus bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan neonatus, dan juga memerbaiki pernapasan neonatus. Bahkan memijat neonatus bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si neonatus.

e)       Membantu pertumbuhan

f)        Menurut penelitian, pertumbuhan neonatus seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat neonatus. Bahkan untuk neonatus prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.

g)       Meningkatkan kesanggupan belajar

h)       Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si neonatus, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang neonatus.

i)         Membuat neonatus tenang.

Cara Pijat Neonatus :   

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan neonatus tak bias dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang harus diperhatikan. Pada neonatus gerakan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusar neonatus dilepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan didaerah perut. Berikut beberapa pedoman teknik pemijatan neonatus yang dapat dipergunakan sebagai dasar pijat neonatus. Setiap gerakan yang diberiakan pada masing-masing teknik dapat diulang sebanyak lima sampai enam kali tergantung kebutuhan.

a) Kaki

– Memerah susu

Dalam teknik ini, peganglah kaki neonatus pada pergelangan kaki seperti memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau, dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan memutar kedua kaki neonatus secara lembut.

b) Telapak kaki

Untuk memijat telapak kaki neonatus,caranya yakni tidak dipijat-pijat tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari.

c)  Jari

Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki neonatus masih belum kuat, karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah dengan lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.

d) Punggung kaki

Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kaki.

e)  Betis

Pada bagian betis kaki dengan salah satu tangan anda, kemudian remas-remas dari pangkal lutut menuju pergelangan kaki. Gerakan ini dapat diulang berkali-kali.

f) Paha

Pada bagian paha, pemijatan dilakukan dengan cara meremas dan memutar. Pegang neonatus pada bagian pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan, kemudian buatlah gerakan meremas dengan lembut sambil memutarkan kedua belah tangan yang dimulai dari pangkal paha hingga ke arah mata kaki.

g) Perut

Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang rusuk. Selain itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini setelah selesai makan.

–                       Mengayuh pedal sepeda

  • Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut.
  • Gerakan berikutnya, jepit kedua pergelangan kaki neonatus dengan tangan kiri, lalu angkat kedua kaki tersebut lurus sedikit diatas perut. Sedangkan untuk tangan kanan bisa langsung dilakukan gerakan mengusap-usap perut dari atas sampai ke jari-jari kaki.
  • Terakhir, untuk melemaskan otot-otot perut dan pangkal paha, kedua lutut ditekuk pelan-pelan dan dengan lembut menuju ke permukaan perut neonatus. Atau, masing-masing tangan anda memegang pergelanagan kaki, kemudian gerakkan kedua kaki neonatus secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.

–                      Bulan – matahari

  • Disebut gerakan bulan – matahari karena gerakan yang harus dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti bentuk bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).
  • Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan dengan tangan kiri membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan membuat setengah lingkaran.

–                       Ibu jari kesamping

  • Dalam gerakan ini, pertama-tama perut neonatus pada bagiannya tekan masing-masing ibu jari diantara pusar perut. Kemudian, gerakkan kedua ibu jari tersebut menyamping ke arah tepi perut kanan dan kiri.
  • Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada perut neonatus. Perut neonatus bagian paling atas dianggap jam 12, bagian perut bawah di anggap jam 6, lalu buat gerakan berikut: buat lingkatan searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu dengan tangan kiri dimulai pada jam 8 (didaerah usus buntu)

–                       Gerakan I love You

  • ·Posisikan neonatus terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan pertama membentuk huruf “I” dengan melakukan usapan mulai dri dada kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk huruf “L” dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas turun ke rusuk atas lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga, bentuk huruf “J” dengan usapan dari dada kanan atas turun kerusuk kanan, disambung sampai rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.
  • ·Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut. Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa mengganggu organ dalam neonatus. Perhatikan juga reaksi yang timbul selama proses. Jika neonatus tampak gelisah, berusahalah memalingkan kepala, memukul jidat, meringis kesakitan, berontak bahkan menangis, sebaiknya hentikan dulu. Mungkin dia sedang tidak nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau sebab lain.

–                      Gerakan jari berjalan

  • Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian, penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Jangan menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan menimbulkan rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila mengenai tulang rusuknya. Berikut cara memijat dengan teknik jari berjalan pada perut.
  • Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut neonatus bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang terselip di balik kulit. Dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan lipatan kertas.

h) Dada

–         Gerakan Jantung

Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan berakhir ke posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah membuat gambar jantung.

–                      Menyilang

Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati kea rah bahu kiri dan kembali kea rah ulu hati.

–                   Lingkaran kecil

Buatlah gerakan lingkaran kecil disekitar putting susu.

i) Tangan

–          Perlahan cara India

Teknik perlahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Caranya, peganglah lengan neonatus dengan kedua telapak tangan mulai dari  pundak seperti memegang gagang senter. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kiri kebawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah sedang memerah susu sapi. Atau, kedua tangan melakukan memeras, memijat dan memutar secara lembut pada lengan neonatus mulai dari pundak hingga pergelangan tangan.

–                   Memijat ketiak

  • Biasanya wilayah dibagian ketiak ini merupakan wilayah yang sensitif. Ketika jari menyentuh wiyah ini, neonatus akan menolak bukan karena sakit, tetapi mungkin dia merasa geli dan senang karena menganggapnya sedang bermain.
  • Gerakan memijat ketiak ini, pertama angkat tangan neonatus dengan salah satu tangan anda. Kemudian, buatlah gerakan memijat pada wilayah ini, lalu menurun hingga ke bagian tulang rusuk dan perut.
  • Yang perlu diperhatikan adalah bila wilayah ketiak ini terdapat benjolan atau terdapat pembengkakan kelenjar, sebaiknya jangan memijat pada wilayah ini.

j)Pergelangan tangan

Pemijatan pegelangan tangan ini dimulai dari pergelanagn tangan (siku) kearah pundak. atau, dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar dan memijit secara lembut pada lengan neonatus mulai dari pergelangan tangan ke pundak. Pijitan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru – paru.

k) Telapak tangan

Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran – lingkaran kecil dari pergelangan tangan kea rah jari – jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.

l) Jari

Pijat jari neonatus satu – persatu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari. Dalam tarikan ujung jari ini, anda bisa membunyikan suara “tak” dari lidah, sehingga bila si neonatus mendengar suara itu dia akan tampak gembira.

–                   Gerakan menggulung

Gerakan ini seperti menggulung sebatang pensil dengan kedua tangan. Caranya, anda pegang lengan neonatus bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Kemudian, gerakkan kedua telapak tangan maju dan mundur seolah sedang menggulung bergerak naik dimulai dari pangkaal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.

m) Muka

–          Membasuh muka

Tutuplah wajah neonatus dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara pada neonatus secara halus. Gerakan kedua tangan anda kesamping pada kedua sisi wajah neonatus seperti gerakan membasih muka. Cara seperti ini dapat dilakukan sambil bermain “ciluk-ba”.

n)  Dahi

Arah gerakan memijat dahi seperti arah membasuh muka. Caranya, letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekan dengan lembut bagian ini mulai dari tengah dahi neonatus kearah samping kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan ke bawak ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di pelipis, kemudian gerakan kearah dalam melalui daerah bawah pelipis dibawah mata.

o)  Alis

Memijat bagian alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas mataa/alis mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut alis.

p) Dagu

  • Pijatan pada dagu ini atau rahang bawah, pegang pipi kiri dan kanan dengan kedua tangan dan kedua ibu jari diletakkan ditengah dagu bawah mulut.selanjutnya adalah menekan dua ibu jari pada dagu, lalu kesamping menuju kea rah pipi bawah atau samping mulut. 5.Lingkaran kecil dirahang
  • Gunakan jari telunjuk kedua tangan anda untuk membuat lingkaran kecil diseputar wilayahy rahang neonatus. Berhati-hatilah, mungkin diwilayah ini rahang neonatus sedikit sensitive menerima tekanan yang agak sedikit keras. Karena itu, tekanan hendaknya dibuat selembut mungkin, sehinggga tidak merasakan sakit.

q) Belakang telinga

Dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda mulai dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil diseluruh kepala.

 

r) Punggung

–        Gerakan maju mundur (kuda goyang)

  • Neonatus ditidurkan tengkurap dengan posisi kepala disebelah kiri dan kaki disebelah kanan anda. Lalu, pijatlah punggung neonatus hingga ke bawah leher dengan gerakan maju dan mundur dengan kedua telapak kanan. Lalu kembali dari bawah leher sampai ke pantat neonatus. 2.Usapan punggung
  • Tahan bokong neonatus dengan tangan kanaan, lalu dipijit punggung neonatus dengan telapak tangan kiri anda mulai dari leher sampai bokong dimana tangan kanan berada.
  • Gerakan selanjutnya, pegang kedua pergelangan kaki neonatus dengan tangan kanan anda, kemudian usap yang dimulai dari pinggang hingga tumit. (Putri,Alissa : 2009).

Hal-hal yang boleh dilakukan adalah:

a) Terus melakukan kontak mata dengan neonatus anda.

b) Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu anda dan neonatus akan merasa rileks.

c) Mulailah dengan sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan tekanan pijatan saat anda semakin yakin dan neonatus anda terbiasa dipijat.

d) Perhatikan isyarat yang ditunjukkan neonatus anda. Jika ia menangis keras, hentikan pijatan. Mungkin neonatus anda ingin digendong, disusui atau mengantuk.

e) Jika anda menggunakan baby oil, mandikan neonatus anda setelah dipijat.

f) Jauhkan baby oil dari mata neonatus anda.

g) Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai pemijatan neonatus. (Maharani, Sabrina : 2009)

Hal yang tidak boleh dilakukan adalah:

a) Memijat neonatus tidak lama setelah ia makan/minum susu.

b) Membangunkan neonatus anda untuk dipijat.

c) Memijat neonatus anda dalam keadaan sakit.

d) Memijat neonatus anda dengan paksa.

e) Memaksa posisi saat memijat neonatus anda. (Maharani, Sabrina : 2009)

 

  1. b.      Kebutuhan Dasar Bayi dalam Perawatan Sehari-Hari

1)      Memandikan Bayi

Sebagian proses persalinan berfokus pada ibu tetapi karena proses tersebut merupakan proses pengeluaran hasil kehamilan (bayi), maka persalinan dikatakan berhasil jika bayi dan ibunya dalam kondisi optimal. Memberikan pertolongan segera, aman, dan bersih adalah bagian penting dari asuhan bayi baru lahir. Sebagian besar persalinan adalah normal, tetapi gangguan kehamilan dan proses persalinan dapat mempengaruhi kesehatan bayi yang baru dilahirkan.

Bayi harus selalu dijaga agar tetap bersih, hangat, dan kering. Beberapa cara untuk menjaga agar kulit bayi bersih adalah memandikan bayi, mengganti popok atau pakaian bayi sesuai keperluan, pastikan bahwa bayi tidak terlalu panas/dingin, dan menjaga kebersihan pakaian dan hal – hal yang bersentuhan dengan bayi.

Memandikan bayi sebaiknya ditunda sampai 6 jam kelahiran. Hal ini dimaksudkan agar bayi tidak hipotermi. Selain itu juga meminimalkan resiko infeksi.

 

Prinsip yang perlu diperhatikan pada saat memandikan bayi antara lain :

1.Menjaga bayi agar tetap hangat

2.Menjaga bayi agar tetap aman dan selamat

3.Suhu air tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.

 

Memandikan bayi dianjurkan memakai sabun dengan pH netral dengan sedikit bahkan tanpa parfum atau pewarna (jangan gunakan sabun mandi dewasa). Permukaan kulit yang asam (acid mantle) memberi perlindungan kepada bayi terhadap infeksi, sedangkan pH kulit yang kurang dari 5,0 bersifat bakteriostatik. Pada saat lahir kulit bayi tidak begitu asam (pH 6,34) kemudian menurun sampai 4,95 dalam 4 hari. Memandikan bayi dengan sabun alkalin (sabun dewasa) akan meningkatkan pH kulit sehingga keasaman kulit menurun (dapat menimbulkan infeksi pada bayi).

Memandikan bayi juga memiliki beberapa maanfaat diantaranya yaitu untuk menjaga kebersihan tubuh bayi, tali pusat, dan memberikan rasa nyaman pada bayi.

 

2)      Memberi Minum/Menyusui pada Bayi

Pada bayi sebaiknya masih diberi ASI eksklusif sampai ia berumur 6 bulan. ASI eksklusif artinya, bayi hanya diberi ASI saja tanpa makanan tambahan selama 6 bulan tersebut.

 

Cara pengamatan teknik menyusui yang benar

Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Apabila bayi telah menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :

1)    Bayi tampak tenang.

2)    Badan bayi menempel pada perut ibu.

3)    Mulut bayi terbuka lebar.

4)    Dagu bayi menmpel pada payudara ibu.

5)    Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang

masuk.

6)    Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan.

7)    Puting susu tidak terasa nyeri.

8)    Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.

9)    Kepala bayi agak menengadah.

 

3)      Menyendawakan Bayi

Menyendawakan bayi penting dilakukan dan berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut bayi atau agar tidak kembung.Biasanya udara masuk ke perut bayi bersamaan ketika bayi menyusu.Makin banyak udara yang masuk, semakin kembunglah perut bayi. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan akan menyebabkan rewel.

Teknik menyendawakan menyendawakan neonates dan bayi tidak jauh berbeda.Berikut adalah teknik-teknik menyendawakan bayi:

 

 

Menaruh di Pundak

Inilah cara yang banyak dilakukan Ibu karena mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Lalu pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang satunya memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa

 

Posisi Telungkup

Telungkupkan bayi di pangkuan Ibu. Lalu tepuk-tepuklah bagian punggunya.Ketika Ibu melakukannya, usahakan supaya posisi dada bayi lebih tinggi dari perutnya. Cara ini juga bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih rileks.

 

4)      Pijat Bayi

Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.

Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.

j)        Menguatkan otot

k)       Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.

l)         Membuat bayi lebih sehat

m)     Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.

n)       Membantu pertumbuhan

  • o)       Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.

p)       Meningkatkan kesanggupan belajar

q)       Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.

r)        Membuat bayi tenang.

 

Cara Pijat Bayi :          

  • Pilih waktu pemijatan saat Anda santai dan tidak tergesa-gesa dan tidak akan terputus di tengah jalan. Jangan memijat bayi sebelum atau setelah makan, atau ketika bayi sakit.  Jangan membangunkan bayi untuk dipijat.
  • Siapkan perlengkapan pijat seperti minyak untuk memijat dari baby oil, minyak telon atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih dan pakaian ganti. Minyak aromaterapi untuk orang dewasa mungkin tidak cocok untuk bayi.
  • Lepas gelang, cincin dan potong kuku-kuku jari Anda yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi Anda yang lembut tanpa  sengaja.
  • Gelar  alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar dan lepaskan pakaian bayi. Anda juga dapat meletakkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi Anda, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.
  • Gosokkan hanya sekitar setengah sendok teh minyak pada telapak tangan Anda untuk memudahkan pijatan tangan Anda  meluncur di tubuh bayi. Anda dapat menambahkan lebih banyak minyak di tubuh bayi kemudian sesuai kebutuhan.
  • Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki lalu kembali ke atas pada bagian punggung.  Bayi baru lahir dapat menikmati hanya dua sampai lima menit pijatan, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat menikmati lebih lama.
  • Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.
  • Tenangkan bayi agar tidak bergerak saat dipijat dengan berbicara atau bernyanyi.
  • Kontak mata dengan bayi membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh dari Anda.
  • Berhenti  memijat secara mendadak dapat membuat bayi waspada. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan pelan-pelan dan lembut saat akan menghentikan pijatan.
  • Jangan menggunakan minyak di kepala atau wajah. Jaga agar minyak tidak terkena jemari bayi karena mereka cenderung menempatkan jari di  mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
  • Selubungi bayi dengan handuk bersih dan hangat setelah dipijat dan peluklah dia.
  • Hindari ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya atau mungkin karena sakit.
  • Anda dapat terus memijat bayi Anda sampai dia berusia tiga atau empat tahun, karena manfaat pijat yang baik sangat banyak.

 

Demikianlah cara, tekhnik dan manfaat pijat bayi.  Menurut pengalaman pribadi saya sendiri, pijat bayi banyak sekali manfaatnya dan sangat baik asalkan dilakukan dengan benar dan bisa juga dipercayakan kepada orang yang sudah sangat ahli dalam memijat bayi.

 

      5. Merawat gigi bayi

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

–          Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

–          Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

–          Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

–          Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

–          Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

–          Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

–          Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

–          Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

–          Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

–          Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

–                   Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

–                   Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

 

5)      Perawatan Sehari-hari

a)        Hygiene diri dan lingkungan

Kebersihan badan dan lingkungan yang terjaga berarti sudah mengurangi resiko tertularnya berbagai penyakit infeksi. Selain itu, lingkungan yang bersih akan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas bermain secara aman. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kebersihan balita oleh orang tua, adalah sebagai berikut:

  • Mencuci tangan

Terapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan sesudah memegang benda tertentu terlebih lagi binatang. Dengan mencuci tangan kuman dan bakteri yang menempel di tangannya akan segera mati.

  • Memotong kuku

Menggunting kuku secara teratur seminggu sekali sangat dianjurkan. Terkadang anak memegang atau mengambil suatu benda dan kotorannya masuk serta tersimpan di dalam kuku. Kotoran yang tersimpan bisa menjadi sumber kuman. Untuk itu potonglah kukunya secara rutin.

  • Mandi teratur

Mandi minimal 2 kali sehari dapat menghindari anak terserang penyakit yang diakibatkan oleh bakteri dan kuman. Berikan pakaian yang bersih setelah mandi dan jangan lupa untuk mengajarkannya sikat gigi pagi hari dan sebelum tidur.

  • Bersihkan mainannya

Jangan malas untuk membersihkan mainannya. Cucilah dan keringkan semua mainannya di setiap akhir pekan. Bila si kecil cukup umur ibu boleh mengajaknya membersihkan mainan. Jangan lupa, rak atau box mainannya juga ikut dibersihkan.

Setelah si kecil tahu, mengerti dan menerapkan kebersihan untuk dirinya, sekarang saatnya ia diajarkan menjaga kebersihan lingkungan. Caranya dengan menerapkan buang sampah pada tempatnya.

 

b) Pakaian

Anak perlu mendapatkan pakaian yang bersih dan nyaman dipakai. Karena aktivitas anak lebih banyak, hendaknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat.

c)    Kesegaran jasmani (olah raga dan rekreasi)

Aktivitas olah raga dan rekreasi digunakan untuk melatih otot-otot tubuh dan membuang sisa metabolism, selain itu juga membantu meningkatkan motorik anak, dan aspek perkembangan lainnya. Aktivitas olah raga dan rekreasi bagi anak balita merupakan aktivitas bermain yang menyenangkan.

d)   Pijat bayi

Pijatan pada bayi akan membantu untuk santai. Pijatan dilakukan pada saat anak tenang, tapi belum terlalu mengantuk. Dan putar musik yang lembut dan sama setiap kali dia akan mengaitkan suara musik dengan relaksasi pemijatan tadi. Duduklah di lantai dengan kedua telapak kaki menempel dan lutut terbuka lebar agak menekuk (berbentuk berlian), jadi kita bisa meletakkan anak di atas sebuah selimut di antara kedua tungkai kaki. Jika dirasa tidak nyaman, letakkan anak di pangkuan. Pastikan anak merasa hangat, dan gunakan minyak murni dan lembut untuk melancarkan gerakan pemijatan. Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya. Hal itu dapat dicapai dengan menerapkan pola pengasuhan positif terhadap buah hati mereka.

 

Manfaat Pijat Balita

 

1) Membuat Balita Semakin Tenang

Umumnya bayi yang mendapatkan pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang. Dengan sirkulasi darah dan oksigen yang lancar dan otomatis membuat imunitas tubuh balita lebih baik. Bukan hanya secara fisik, pijat balita juga sangat mempengaruhi emosional, karena aktivitas pijat akan menjalin bonding antara anak dan orang tua. Unsur utama pijat balita adalah sentuhan (touch), bukan tekanan (pressure). Oleh sebab itu selain oleh trapis spesialis, pijat balita sangat baik dilakukan oleh ibu dan ayah. (Putri, Alissa: 2009)

2) Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan balita

3) Meningkatkan efektivitas istirahat (Tidur) bayi

Bayi yang otot-ototnya distimulus atau pemijatan aman dan nyaman dan mengantuk. Kebanyakan bayi tidur dengan yang lama begitu pemijatan usai dilakukan kepadanya. Selain lama, bayi Nampak tertidur lelap dan tidak rewel seperti sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bayi merasa tenang setelah dipijat. Ibu-ibu selalu merasa senang bila melihat bayinya tertidur lelap. Kebanyakan untuk alasan inilah mereka lakukan pemijatan bayi. Namun, dalam situasi lain dimana tidur lelap bayi ini terjadi berbagai kemungkinan. Pertama, bayi tertidur bukan karena nyaman dipijat tetapi sebaliknya, ia marasa kehabisan energy setelah “melawan” perlakuan pemijatan yang sebenarnya tidak diinginkan. Biasanya hal ini terjadi karena pemijatan dilakukan dengan paksaan. Kedua, tidur bayi yang terlalu lama dan sulit dibangunkan dapat mengganggu jadwal pemberian ASI. Pemberian ASI tetap harus cukup dan tidak boleh terlambat (Anggraini dan Subakti:2009).

4) Meningkatkan konsentrasi bayi

Pemijatan dapat memperlancar peredaran darah yang mengalir keseluruh tubuh manusia, termasuk keotaknya, terutama untuk memperlancar sirkulasi dan peredaran oksigen. Ketika suplai oksigen untuk bayi tidak lancar maka fungsi otak untuk berfikir dan konsentrasi akan terganggu. Semakin baik aliran darah ke otak, semakin berkecukupan kebutuhan oksigen ke otak secara cukup membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin membaik.Pemijitan juga mengefektifkan istirahat (tidur) bayi. Ketika bayi istirahat atau tidur dengan efektif maka saat bangun akan menjadi bugar. Kebugaran ini juga menjadi faktor yang mendukung konsentrasi dan kerja otak si bayi (Putri,Alisa : 2009).

5) Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan aktifitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini menyebabkan terjadinya penurun kadar hormogen adrenalin (Hormon stres), dan selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh (Putri,Alissa : 2009).

6) Meningkatkan produksi ASI

Pijat bayi menyebabkan bayi lebih refleks dan dapat beristirahat dengan efektif. Bayi yang tidur dengan efektif ketika bangun akan membawa energy cukup beraktifitas. Dengan aktifitas yang optimal, bayi akan cepet laper sehingga nafsu makannya meningkat. Peningkatan nafsu makan ini juga tambah peningkatan aktifitas nervus vagus / saraf pengembara system saraf otak yang bekerja untuk daerah leher kebawah sampai dada dan rongga perut. Dalam menggerakkan sel peristaltic ( sel disalurkan pencernaan yang menggerakkan dalam saluran pencernaan) untuk mendorong makanan kesaluran pencernaan. Dengan demikian, bayi lebih cepat lapar atau ingin makan karena pencernaannya semakin lancar.

7) Meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan

Gerak peristaltik adalah semacam gelombang dan kontraksi teratur saluran menuju lambung yang menggerakkan bahan makanan agar dapat diproses dalam saluran pencernaan. Maka terbukti bahwa pijat bayi membantu proses pencernaan. (Putri Alissa : 2009).

8) Menstimulasi Aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernafasan

Aktifitas serat-serat nervus vulgar berpengaruh pada paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Torch Research institute menunjukkan bahwa perlu pemijatan selama 20 menit yang dilakukan setiap malam pada anak-anak asma dapat menyebabkan mereka bernafas lebih baik. Ukuran keberhasilan ini ditunjukkan dengan pembacaan grafik penikngkatan aliran udara setiap hari yang semakin meningkat.

9) Mengembangkan komunikasi

Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang anda miliki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggabungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah lain. (Prasetyono : 2009).

10) Mengurangi rasa sakit

Memijat juga membantu mengusir gejala kembung, kolik, serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tidak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi dara di perut, sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak disana. (Prasetyono : 2009).

11) Mengurangi nyeri

Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitoksin dan endorphin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi. (Prasetyono : 2009).

12) Meningkatkan percaya diri

Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini membuat orang tua mampu menguasai keadaan dan loebih percaya diri untuk merawat si kecil. (Prasetyono : 2009).

13) Memahami kebutuhan si kecil

Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang – ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah. (Prasetyono : 2009).

 

  1. c.       Kebutuhan Dasar Neonatus dalam Perawatan Sehari-Hari

1) Membuat Balita Semakin Tenang

Umumnya bayi yang mendapatkan pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang. Dengan sirkulasi darah dan oksigen yang lancar dan otomatis membuat imunitas tubuh balita lebih baik. Bukan hanya secara fisik, pijat balita juga sangat mempengaruhi emosional, karena aktivitas pijat akan menjalin bonding antara anak dan orang tua. Unsur utama pijat balita adalah sentuhan (touch), bukan tekanan (pressure). Oleh sebab itu selain oleh trapis spesialis, pijat balita sangat baik dilakukan oleh ibu dan ayah. (Putri, Alissa: 2009)

2) Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan balita

3) Meningkatkan efektivitas istirahat (Tidur) bayi

Bayi yang otot-ototnya distimulus atau pemijatan aman dan nyaman dan mengantuk. Kebanyakan bayi tidur dengan yang lama begitu pemijatan usai dilakukan kepadanya. Selain lama, bayi Nampak tertidur lelap dan tidak rewel seperti sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bayi merasa tenang setelah dipijat. Ibu-ibu selalu merasa senang bila melihat bayinya tertidur lelap. Kebanyakan untuk alasan inilah mereka lakukan pemijatan bayi. Namun, dalam situasi lain dimana tidur lelap bayi ini terjadi berbagai kemungkinan. Pertama, bayi tertidur bukan karena nyaman dipijat tetapi sebaliknya, ia marasa kehabisan energy setelah “melawan” perlakuan pemijatan yang sebenarnya tidak diinginkan. Biasanya hal ini terjadi karena pemijatan dilakukan dengan paksaan. Kedua, tidur bayi yang terlalu lama dan sulit dibangunkan dapat mengganggu jadwal pemberian ASI. Pemberian ASI tetap harus cukup dan tidak boleh terlambat (Anggraini dan Subakti:2009).

4) Meningkatkan konsentrasi bayi

Pemijatan dapat memperlancar peredaran darah yang mengalir keseluruh tubuh manusia, termasuk keotaknya, terutama untuk memperlancar sirkulasi dan peredaran oksigen. Ketika suplai oksigen untuk bayi tidak lancar maka fungsi otak untuk berfikir dan konsentrasi akan terganggu. Semakin baik aliran darah ke otak, semakin berkecukupan kebutuhan oksigen ke otak secara cukup membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin membaik.Pemijitan juga mengefektifkan istirahat (tidur) bayi. Ketika bayi istirahat atau tidur dengan efektif maka saat bangun akan menjadi bugar. Kebugaran ini juga menjadi faktor yang mendukung konsentrasi dan kerja otak si bayi (Putri,Alisa : 2009).

5) Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan aktifitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini menyebabkan terjadinya penurun kadar hormogen adrenalin (Hormon stres), dan selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh (Putri,Alissa : 2009).

6) Meningkatkan produksi ASI

Pijat bayi menyebabkan bayi lebih refleks dan dapat beristirahat dengan efektif. Bayi yang tidur dengan efektif ketika bangun akan membawa energy cukup beraktifitas. Dengan aktifitas yang optimal, bayi akan cepet laper sehingga nafsu makannya meningkat. Peningkatan nafsu makan ini juga tambah peningkatan aktifitas nervus vagus / saraf pengembara system saraf otak yang bekerja untuk daerah leher kebawah sampai dada dan rongga perut. Dalam menggerakkan sel peristaltic ( sel disalurkan pencernaan yang menggerakkan dalam saluran pencernaan) untuk mendorong makanan kesaluran pencernaan. Dengan demikian, bayi lebih cepat lapar atau ingin makan karena pencernaannya semakin lancar.

7) Meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan

Gerak peristaltik adalah semacam gelombang dan kontraksi teratur saluran menuju lambung yang menggerakkan bahan makanan agar dapat diproses dalam saluran pencernaan. Maka terbukti bahwa pijat bayi membantu proses pencernaan. (Putri Alissa : 2009).

8) Menstimulasi Aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernafasan

Aktifitas serat-serat nervus vulgar berpengaruh pada paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Torch Research institute menunjukkan bahwa perlu pemijatan selama 20 menit yang dilakukan setiap malam pada anak-anak asma dapat menyebabkan mereka bernafas lebih baik. Ukuran keberhasilan ini ditunjukkan dengan pembacaan grafik penikngkatan aliran udara setiap hari yang semakin meningkat.

9) Mengembangkan komunikasi

Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang anda miliki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggabungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah lain. (Prasetyono : 2009).

10) Mengurangi rasa sakit

Memijat juga membantu mengusir gejala kembung, kolik, serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tidak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi dara di perut, sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak disana. (Prasetyono : 2009).

11) Mengurangi nyeri

Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitoksin dan endorphin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi. (Prasetyono : 2009).

12) Meningkatkan percaya diri

Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini membuat orang tua mampu menguasai keadaan dan loebih percaya diri untuk merawat si kecil. (Prasetyono : 2009).

13) Memahami kebutuhan si kecil

Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang – ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah. (Prasetyono : 2009).

14) Teknik memijat bayi

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bias dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang harus diperhatikan.

Pada neonatus gerakan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusar bayi dilepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan didaerah perut.

Berikut beberapa pedoman teknik pemijatan bayi yang dapat dipergunakan sebagai dasar pijat bayi. Setiap gerakan yang diberiakan pada masing-masing teknik dapat diulang sebanyak lima sampai enam kali tergantung kebutuhan.

a) Kaki

– Memerah susu

Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki seperti memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau, dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.

b) Telapak kaki

Untuk memijat telapak kaki bayi,caranya yakni tidak dipijat-pijat tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari.

c)  Jari

Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki bayi masih belum kuat, karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah dengan lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.

d) Punggung kaki

Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kaki.

e)  Betis

Pada bagian betis kaki dengan salah satu tangan anda, kemudian remas-remas dari pangkal lutut menuju pergelangan kaki. Gerakan ini dapat diulang berkali-kali.

f) Paha

Pada bagian paha, pemijatan dilakukan dengan cara meremas dan memutar. Pegang bayi pada bagian pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan, kemudian buatlah gerakan meremas dengan lembut sambil memutarkan kedua belah tangan yang dimulai dari pangkal paha hingga ke arah mata kaki.

g) Perut

Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang rusuk. Selain itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini setelah selesai makan.

–                       Mengayuh pedal sepeda

  • Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut.
  • Gerakan berikutnya, jepit kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kiri, lalu angkat kedua kaki tersebut lurus sedikit diatas perut. Sedangkan untuk tangan kanan bisa langsung dilakukan gerakan mengusap-usap perut dari atas sampai ke jari-jari kaki.
  • Terakhir, untuk melemaskan otot-otot perut dan pangkal paha, kedua lutut ditekuk pelan-pelan dan dengan lembut menuju ke permukaan perut bayi. Atau, masing-masing tangan anda memegang pergelanagan kaki, kemudian gerakkan kedua kaki bayi secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.

–                      Bulan – matahari

  • Disebut gerakan bulan – matahari karena gerakan yang harus dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti bentuk bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).
  • Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan dengan tangan kiri membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan membuat setengah lingkaran.

–                       Ibu jari kesamping

  • Dalam gerakan ini, pertama-tama perut bayi pada bagiannya tekan masing-masing ibu jari diantara pusar perut. Kemudian, gerakkan kedua ibu jari tersebut menyamping ke arah tepi perut kanan dan kiri.
  • Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian perut bawah di anggap jam 6, lalu buat gerakan berikut: buat lingkatan searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu dengan tangan kiri dimulai pada jam 8 (didaerah usus buntu)

–                       Gerakan I love You

  • ·Posisikan bayi terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan pertama membentuk huruf “I” dengan melakukan usapan mulai dri dada kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk huruf “L” dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas turun ke rusuk atas lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga, bentuk huruf “J” dengan usapan dari dada kanan atas turun kerusuk kanan, disambung sampai rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.
  • ·Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut. Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa mengganggu organ dalam bayi. Perhatikan juga reaksi yang timbul selama proses. Jika bayi tampak gelisah, berusahalah memalingkan kepala, memukul jidat, meringis kesakitan, berontak bahkan menangis, sebaiknya hentikan dulu. Mungkin dia sedang tidak nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau sebab lain.

–                      Gerakan jari berjalan

  • Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian, penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Jangan menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan menimbulkan rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila mengenai tulang rusuknya. Berikut cara memijat dengan teknik jari berjalan pada perut.
  • Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut bayi bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang terselip di balik kulit. Dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan lipatan kertas.

h) Dada

–         Gerakan Jantung

Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan berakhir ke posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah membuat gambar jantung.

–                      Menyilang

Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati kea rah bahu kiri dan kembali kea rah ulu hati.

–                   Lingkaran kecil

Buatlah gerakan lingkaran kecil disekitar putting susu.

i) Tangan

–          Perlahan cara India

Teknik perlahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Caranya, peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari  pundak seperti memegang gagang senter. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kiri kebawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah sedang memerah susu sapi. Atau, kedua tangan melakukan memeras, memijat dan memutar secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak hingga pergelangan tangan.

–                   Memijat ketiak

  • Biasanya wilayah dibagian ketiak ini merupakan wilayah yang sensitif. Ketika jari menyentuh wiyah ini, bayi akan menolak bukan karena sakit, tetapi mungkin dia merasa geli dan senang karena menganggapnya sedang bermain.
  • Gerakan memijat ketiak ini, pertama angkat tangan bayi dengan salah satu tangan anda. Kemudian, buatlah gerakan memijat pada wilayah ini, lalu menurun hingga ke bagian tulang rusuk dan perut.
  • Yang perlu diperhatikan adalah bila wilayah ketiak ini terdapat benjolan atau terdapat pembengkakan kelenjar, sebaiknya jangan memijat pada wilayah ini.

s)        Pergelangan tangan

Pemijatan pegelangan tangan ini dimulai dari pergelanagn tangan (siku) kearah pundak. atau, dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar dan memijit secara lembut pada lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak. Pijitan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru – paru.

k) Telapak tangan

Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran – lingkaran kecil dari pergelangan tangan kea rah jari – jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.

l) Jari

Pijat jari bayi satu – persatu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari. Dalam tarikan ujung jari ini, anda bisa membunyikan suara “tak” dari lidah, sehingga bila si bayi mendengar suara itu dia akan tampak gembira.

–                   Gerakan menggulung

Gerakan ini seperti menggulung sebatang pensil dengan kedua tangan. Caranya, anda pegang lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Kemudian, gerakkan kedua telapak tangan maju dan mundur seolah sedang menggulung bergerak naik dimulai dari pangkaal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.

l) Muka

–          Membasuh muka

Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakan kedua tangan anda kesamping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasih muka. Cara seperti ini dapat dilakukan sambil bermain “ciluk-ba”.

m)  Dahi

Arah gerakan memijat dahi seperti arah membasuh muka. Caranya, letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekan dengan lembut bagian ini mulai dari tengah dahi bayi kearah samping kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan ke bawak ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di pelipis, kemudian gerakan kearah dalam melalui daerah bawah pelipis dibawah mata.

n)  Alis

Memijat bagian alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas mataa/alis mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut alis.

o) Dagu

  • Pijatan pada dagu ini atau rahang bawah, pegang pipi kiri dan kanan dengan kedua tangan dan kedua ibu jari diletakkan ditengah dagu bawah mulut.selanjutnya adalah menekan dua ibu jari pada dagu, lalu kesamping menuju kea rah pipi bawah atau samping mulut. 5.Lingkaran kecil dirahang
  • Gunakan jari telunjuk kedua tangan anda untuk membuat lingkaran kecil diseputar wilayahy rahang bayi. Berhati-hatilah, mungkin diwilayah ini rahang bayi sedikit sensitive menerima tekanan yang agak sedikit keras. Karena itu, tekanan hendaknya dibuat selembut mungkin, sehinggga tidak merasakan sakit.

p) Belakang telinga

Dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda mulai dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil diseluruh kepala.

q) Punggung

–        Gerakan maju mundur (kuda goyang)

  • Bayi ditidurkan tengkurap dengan posisi kepala disebelah kiri dan kaki disebelah kanan anda. Lalu, pijatlah punggung bayi hingga ke bawah leher dengan gerakan maju dan mundur dengan kedua telapak kanan. Lalu kembali dari bawah leher sampai ke pantat bayi. 2.Usapan punggung
  • Tahan bokong bayi dengan tangan kanaan, lalu dipijit punggung bayi dengan telapak tangan kiri anda mulai dari leher sampai bokong dimana tangan kanan berada.
  • Gerakan selanjutnya, pegang kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kanan anda, kemudian usap yang dimulai dari pinggang hingga tumit. (Putri,Alissa : 2009).

6) Hal-hal yang boleh dilakukan

a) Terus melakukan kontak mata dengan bayi anda.

b) Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu anda dan bayi akan merasa rileks.

c) Mulailah dengan sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan tekanan pijatan saat anda semakin yakin dan bayi anda terbiasa dipijat.

d) Perhatikan isyarat yang ditunjukkan bayi anda. Jika ia menangis keras, hentikan pijatan. Mungkin bayi anda ingin digendong, disusui atau mengantuk.

e) Jika anda menggunakan baby oil, mandikan bayi anda setelah dipijat.

f) Jauhkan baby oil dari mata bayi anda.

g) Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai pemijatan bayi. (Maharani, Sabrina : 2009)

7) Hal yang tidak boleh dilakukan:

a) Memijat bayi tidak lama setelah ia makan/minum susu.

b) Membangunkan bayi anda untuk dipijat.

c) Memijat bayi anda dalam keadaan sakit.

d) Memijat bayi anda dengan paksa.

e) Memaksa posisi saat memijat bayi anda. (Maharani, Sabrina : 2009)

2)   Aktivitas

a)    Membaca untuk anak selama 15 menit

Otak anak-anak mempelajari bahasa jauh lebih mudah pada tahun-tahun awal. Selain itu, paparan kata-kata yang berbeda sebanyak mungkin juga membantu membangun kosakata mereka.

b)   Bermain di lantai bersama anak selama 10 menit

Bayi biasanya berusaha berinteraksi melalui ocehan dan gerak tubuh. Orang tua harus mendorongnya dengan bermain pada tingkat fisik mereka, yaitu di lantai.

c)    Bercakap-cakap dengan anak selama 20 menit tanpa televisi

Anak-anak dari latar belakang miskin biasanya jauh lebih sedikit mendengarkan kata-kata yang diucapkan setiap harinya, dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga kaya.

Dengan mematikan televisi dan berbicara, orangtua dapat meningkatkan kemampuan verbal dan keahlian membaca anak-anaknya, serta mempersiapkan mereka untuk bersekolah.

d)   Mengadopsi sikap positif dan sering memuji

Terdapat bukti signifikan bahwa positive parenting dapat membantu mengurangi tingkat stres anak-anak dan memperkuat ikatan orangtua dengan anaknya. Selain itu, jangan pelit memberikan pujian ketika anak melakukan sesuatu yang baik.

 

 

  1. d.      Kebutuhan Dasar Neonatus dalam Perawatan Sehari-Hari

1) Membuat Prasekolah Semakin Tenang

Umumnya bayi yang mendapatkan pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang. Dengan sirkulasi darah dan oksigen yang lancar dan otomatis membuat imunitas tubuh prasekolah lebih baik. Bukan hanya secara fisik, pijat prasekolah juga sangat mempengaruhi emosional, karena aktivitas pijat akan menjalin bonding antara anak dan orang tua. Unsur utama pijat prasekolah adalah sentuhan (touch), bukan tekanan (pressure). Oleh sebab itu selain oleh trapis spesialis, pijat prasekolah sangat baik dilakukan oleh ibu dan ayah. (Putri, Alissa: 2009)

2) Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan prasekolah

3) Meningkatkan efektivitas istirahat (Tidur) bayi

Bayi yang otot-ototnya distimulus atau pemijatan aman dan nyaman dan mengantuk. Kebanyakan bayi tidur dengan yang lama begitu pemijatan usai dilakukan kepadanya. Selain lama, bayi Nampak tertidur lelap dan tidak rewel seperti sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bayi merasa tenang setelah dipijat. Ibu-ibu selalu merasa senang bila melihat bayinya tertidur lelap. Kebanyakan untuk alasan inilah mereka lakukan pemijatan bayi. Namun, dalam situasi lain dimana tidur lelap bayi ini terjadi berbagai kemungkinan. Pertama, bayi tertidur bukan karena nyaman dipijat tetapi sebaliknya, ia marasa kehabisan energy setelah “melawan” perlakuan pemijatan yang sebenarnya tidak diinginkan. Biasanya hal ini terjadi karena pemijatan dilakukan dengan paksaan. Kedua, tidur bayi yang terlalu lama dan sulit dibangunkan dapat mengganggu jadwal pemberian ASI. Pemberian ASI tetap harus cukup dan tidak boleh terlambat (Anggraini dan Subakti:2009).

4) Meningkatkan konsentrasi bayi

Pemijatan dapat memperlancar peredaran darah yang mengalir keseluruh tubuh manusia, termasuk keotaknya, terutama untuk memperlancar sirkulasi dan peredaran oksigen. Ketika suplai oksigen untuk bayi tidak lancar maka fungsi otak untuk berfikir dan konsentrasi akan terganggu. Semakin baik aliran darah ke otak, semakin berkecukupan kebutuhan oksigen ke otak secara cukup membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin membaik.Pemijitan juga mengefektifkan istirahat (tidur) bayi. Ketika bayi istirahat atau tidur dengan efektif maka saat bangun akan menjadi bugar. Kebugaran ini juga menjadi faktor yang mendukung konsentrasi dan kerja otak si bayi (Putri,Alisa : 2009).

5) Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan aktifitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini menyebabkan terjadinya penurun kadar hormogen adrenalin (Hormon stres), dan selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh (Putri,Alissa : 2009).

6) Meningkatkan produksi ASI

Pijat bayi menyebabkan bayi lebih refleks dan dapat beristirahat dengan efektif. Bayi yang tidur dengan efektif ketika bangun akan membawa energy cukup beraktifitas. Dengan aktifitas yang optimal, bayi akan cepet laper sehingga nafsu makannya meningkat. Peningkatan nafsu makan ini juga tambah peningkatan aktifitas nervus vagus / saraf pengembara system saraf otak yang bekerja untuk daerah leher kebawah sampai dada dan rongga perut. Dalam menggerakkan sel peristaltic ( sel disalurkan pencernaan yang menggerakkan dalam saluran pencernaan) untuk mendorong makanan kesaluran pencernaan. Dengan demikian, bayi lebih cepat lapar atau ingin makan karena pencernaannya semakin lancar.

7) Meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan

Gerak peristaltik adalah semacam gelombang dan kontraksi teratur saluran menuju lambung yang menggerakkan bahan makanan agar dapat diproses dalam saluran pencernaan. Maka terbukti bahwa pijat bayi membantu proses pencernaan. (Putri Alissa : 2009).

8) Menstimulasi Aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernafasan

Aktifitas serat-serat nervus vulgar berpengaruh pada paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Torch Research institute menunjukkan bahwa perlu pemijatan selama 20 menit yang dilakukan setiap malam pada anak-anak asma dapat menyebabkan mereka bernafas lebih baik. Ukuran keberhasilan ini ditunjukkan dengan pembacaan grafik penikngkatan aliran udara setiap hari yang semakin meningkat.

9) Mengembangkan komunikasi

Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang anda miliki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggabungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah lain. (Prasetyono : 2009).

10) Mengurangi rasa sakit

Memijat juga membantu mengusir gejala kembung, kolik, serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tidak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi dara di perut, sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak disana. (Prasetyono : 2009).

11) Mengurangi nyeri

Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitoksin dan endorphin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi. (Prasetyono : 2009).

12) Meningkatkan percaya diri

Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini membuat orang tua mampu menguasai keadaan dan loebih percaya diri untuk merawat si kecil. (Prasetyono : 2009).

13) Memahami kebutuhan si kecil

Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang – ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah. (Prasetyono : 2009).

14) Teknik memijat bayi

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bias dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang harus diperhatikan.

Pada neonatus gerakan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusar bayi dilepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan didaerah perut.

Berikut beberapa pedoman teknik pemijatan bayi yang dapat dipergunakan sebagai dasar pijat bayi. Setiap gerakan yang diberiakan pada masing-masing teknik dapat diulang sebanyak lima sampai enam kali tergantung kebutuhan.

a) Kaki

– Memerah susu

Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki seperti memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau, dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.

b) Telapak kaki

Untuk memijat telapak kaki bayi,caranya yakni tidak dipijat-pijat tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari.

c)  Jari

Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki bayi masih belum kuat, karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah dengan lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.

d) Punggung kaki

Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kaki.

e)  Betis

Pada bagian betis kaki dengan salah satu tangan anda, kemudian remas-remas dari pangkal lutut menuju pergelangan kaki. Gerakan ini dapat diulang berkali-kali.

f) Paha

Pada bagian paha, pemijatan dilakukan dengan cara meremas dan memutar. Pegang bayi pada bagian pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan, kemudian buatlah gerakan meremas dengan lembut sambil memutarkan kedua belah tangan yang dimulai dari pangkal paha hingga ke arah mata kaki.

g) Perut

Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang rusuk. Selain itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini setelah selesai makan.

–                       Mengayuh pedal sepeda

  • Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut.
  • Gerakan berikutnya, jepit kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kiri, lalu angkat kedua kaki tersebut lurus sedikit diatas perut. Sedangkan untuk tangan kanan bisa langsung dilakukan gerakan mengusap-usap perut dari atas sampai ke jari-jari kaki.
  • Terakhir, untuk melemaskan otot-otot perut dan pangkal paha, kedua lutut ditekuk pelan-pelan dan dengan lembut menuju ke permukaan perut bayi. Atau, masing-masing tangan anda memegang pergelanagan kaki, kemudian gerakkan kedua kaki bayi secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.

–                      Bulan – matahari

  • Disebut gerakan bulan – matahari karena gerakan yang harus dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti bentuk bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).
  • Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan dengan tangan kiri membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan membuat setengah lingkaran.

–                       Ibu jari kesamping

  • Dalam gerakan ini, pertama-tama perut bayi pada bagiannya tekan masing-masing ibu jari diantara pusar perut. Kemudian, gerakkan kedua ibu jari tersebut menyamping ke arah tepi perut kanan dan kiri.
  • Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian perut bawah di anggap jam 6, lalu buat gerakan berikut: buat lingkatan searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu dengan tangan kiri dimulai pada jam 8 (didaerah usus buntu)

–                       Gerakan I love You

  • ·Posisikan bayi terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan pertama membentuk huruf “I” dengan melakukan usapan mulai dri dada kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk huruf “L” dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas turun ke rusuk atas lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga, bentuk huruf “J” dengan usapan dari dada kanan atas turun kerusuk kanan, disambung sampai rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.
  • ·Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut. Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa mengganggu organ dalam bayi. Perhatikan juga reaksi yang timbul selama proses. Jika bayi tampak gelisah, berusahalah memalingkan kepala, memukul jidat, meringis kesakitan, berontak bahkan menangis, sebaiknya hentikan dulu. Mungkin dia sedang tidak nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau sebab lain.

–                      Gerakan jari berjalan

  • Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian, penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Jangan menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan menimbulkan rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila mengenai tulang rusuknya. Berikut cara memijat dengan teknik jari berjalan pada perut.
  • Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut bayi bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang terselip di balik kulit. Dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan lipatan kertas.

h) Dada

–         Gerakan Jantung

Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan berakhir ke posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah membuat gambar jantung.

–                      Menyilang

Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati kea rah bahu kiri dan kembali kea rah ulu hati.

–                   Lingkaran kecil

Buatlah gerakan lingkaran kecil disekitar putting susu.

i) Tangan

–          Perlahan cara India

Teknik perlahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Caranya, peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari  pundak seperti memegang gagang senter. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kiri kebawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah sedang memerah susu sapi. Atau, kedua tangan melakukan memeras, memijat dan memutar secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak hingga pergelangan tangan.

–                   Memijat ketiak

  • Biasanya wilayah dibagian ketiak ini merupakan wilayah yang sensitif. Ketika jari menyentuh wiyah ini, bayi akan menolak bukan karena sakit, tetapi mungkin dia merasa geli dan senang karena menganggapnya sedang bermain.
  • Gerakan memijat ketiak ini, pertama angkat tangan bayi dengan salah satu tangan anda. Kemudian, buatlah gerakan memijat pada wilayah ini, lalu menurun hingga ke bagian tulang rusuk dan perut.
  • Yang perlu diperhatikan adalah bila wilayah ketiak ini terdapat benjolan atau terdapat pembengkakan kelenjar, sebaiknya jangan memijat pada wilayah ini.

t)        Pergelangan tangan

Pemijatan pegelangan tangan ini dimulai dari pergelanagn tangan (siku) kearah pundak. atau, dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar dan memijit secara lembut pada lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak. Pijitan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru – paru.

k) Telapak tangan

Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran – lingkaran kecil dari pergelangan tangan kea rah jari – jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.

l) Jari

Pijat jari bayi satu – persatu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari. Dalam tarikan ujung jari ini, anda bisa membunyikan suara “tak” dari lidah, sehingga bila si bayi mendengar suara itu dia akan tampak gembira.

–                   Gerakan menggulung

Gerakan ini seperti menggulung sebatang pensil dengan kedua tangan. Caranya, anda pegang lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Kemudian, gerakkan kedua telapak tangan maju dan mundur seolah sedang menggulung bergerak naik dimulai dari pangkaal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.

l) Muka

–          Membasuh muka

Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakan kedua tangan anda kesamping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasih muka. Cara seperti ini dapat dilakukan sambil bermain “ciluk-ba”.

m)  Dahi

Arah gerakan memijat dahi seperti arah membasuh muka. Caranya, letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekan dengan lembut bagian ini mulai dari tengah dahi bayi kearah samping kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan ke bawak ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di pelipis, kemudian gerakan kearah dalam melalui daerah bawah pelipis dibawah mata.

n)  Alis

Memijat bagian alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas mataa/alis mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut alis.

o) Dagu

  • Pijatan pada dagu ini atau rahang bawah, pegang pipi kiri dan kanan dengan kedua tangan dan kedua ibu jari diletakkan ditengah dagu bawah mulut.selanjutnya adalah menekan dua ibu jari pada dagu, lalu kesamping menuju kea rah pipi bawah atau samping mulut. 5.Lingkaran kecil dirahang
  • Gunakan jari telunjuk kedua tangan anda untuk membuat lingkaran kecil diseputar wilayahy rahang bayi. Berhati-hatilah, mungkin diwilayah ini rahang bayi sedikit sensitive menerima tekanan yang agak sedikit keras. Karena itu, tekanan hendaknya dibuat selembut mungkin, sehinggga tidak merasakan sakit.

p) Belakang telinga

Dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda mulai dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil diseluruh kepala.

q) Punggung

–        Gerakan maju mundur (kuda goyang)

  • Bayi ditidurkan tengkurap dengan posisi kepala disebelah kiri dan kaki disebelah kanan anda. Lalu, pijatlah punggung bayi hingga ke bawah leher dengan gerakan maju dan mundur dengan kedua telapak kanan. Lalu kembali dari bawah leher sampai ke pantat bayi. 2.Usapan punggung

e. Tahan bokong bayi dengan tangan kanaan, lalu dipijit punggung bayi dengan telapak tangan kiri anda mulai dari leher sampai bokong dimana tangan kanan berada.

  • Gerakan selanjutnya, pegang kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kanan anda, kemudian usap yang dimulai dari pinggang hingga tumit. (Putri,Alissa : 2009).

6) Hal-hal yang boleh dilakukan

a) Terus melakukan kontak mata dengan bayi anda.

b) Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu anda dan bayi akan merasa rileks.

c) Mulailah dengan sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan tekanan pijatan saat anda semakin yakin dan bayi anda terbiasa dipijat.

d) Perhatikan isyarat yang ditunjukkan bayi anda. Jika ia menangis keras, hentikan pijatan. Mungkin bayi anda ingin digendong, disusui atau mengantuk.

e) Jika anda menggunakan baby oil, mandikan bayi anda setelah dipijat.

f) Jauhkan baby oil dari mata bayi anda.

g) Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai pemijatan bayi. (Maharani, Sabrina : 2009)

7) Hal yang tidak boleh dilakukan:

a) Memijat bayi tidak lama setelah ia makan/minum susu.

b) Membangunkan bayi anda untuk dipijat.

c) Memijat bayi anda dalam keadaan sakit.

d) Memijat bayi anda dengan paksa.

e) Memaksa posisi saat memijat bayi anda. (Maharani, Sabrina : 2009)

3)   Aktivitas

e)    Membaca untuk anak selama 15 menit

Otak anak-anak mempelajari bahasa jauh lebih mudah pada tahun-tahun awal. Selain itu, paparan kata-kata yang berbeda sebanyak mungkin juga membantu membangun kosakata mereka.

f)    Bermain di lantai bersama anak selama 10 menit

Bayi biasanya berusaha berinteraksi melalui ocehan dan gerak tubuh. Orang tua harus mendorongnya dengan bermain pada tingkat fisik mereka, yaitu di lantai.

g)   Bercakap-cakap dengan anak selama 20 menit tanpa televisi

Anak-anak dari latar belakang miskin biasanya jauh lebih sedikit mendengarkan kata-kata yang diucapkan setiap harinya, dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga kaya.

Dengan mematikan televisi dan berbicara, orangtua dapat meningkatkan kemampuan verbal dan keahlian membaca anak-anaknya, serta mempersiapkan mereka untuk bersekolah.

h)   Mengadopsi sikap positif dan sering memuji

Terdapat bukti signifikan bahwa positive parenting dapat membantu mengurangi tingkat stres anak-anak dan memperkuat ikatan orangtua dengan anaknya. Selain itu, jangan pelit memberikan pujian ketika anak melakukan sesuatu yang baik.

 

  1. 4.      Anticipatory Guidance

Memberitahukan/upaya bimbingan kepada orang tua tentang tahapan perkembangan sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan usia anak). Pencegahan Terhadap Kecelakaan ;

  1. a.    Masa Bayi

Jenis kecelakaan : Aspirasi benda, jatuh, luka baker, keracunan, kurang O2.
1)  Pencegahan

a)   Aspirasi : bedak, kancing, permen (hati-hati).

b)   Kurang O2 : plastic, sarung bantal.

c)   Jatuh : tempat tidur ditutup, pengaman (restraint), tidak pakai kursi tinggi.

d)  Luka bakar : cek air mandi sebelum dipakai.

e)   Keracunan : simpan bahan toxic dilemari.

Adapun petunjuk antisipasi yang dapat dilakukan, yaitu:

a)   6 bulan pertama

  • Menganjurkan orang tua untuk membuat jadwal dalam memenuhi kebutuhan bayi.
  • Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap stimulasi dari lingkungan.
  • Support kesenangan orang tua dalam melihat pertumbuhan dan perkembangan bayinya mis : respon tertawa.
  • Menyiapkan orang tua untuk kebutuhan keamanan bayi.
  • Menyiapkan orang tua untuk imunisasi bayi.
  • Menyiapkan orang tua untuk mulai memberi makanan padat pada bayi.

b)   6 bulan kedua

  • Menyiapkan orang tua akan adanya “Stranger Anxiety”.
  • Menganjurkan orang tua agar anak dekat kepadanya hindari perpisahan yang lama.
  • Membimbing orang tua agar menerapkan disiplin sehubungan dengan meningkatnya mobilitas bayi.
  • Menganjurkan orang tua menggunakan “Kontak Mata” dari pada hukuman badan sebagai suatu disiplin.

b.   Masa Preschool (3-5 tahun)

Pada masa ini petunjuk bimbingan tetap diperlukan walaupun kesulitannya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, pencegahan kecelakaan dipusatkan pada pengamatan lingkungan terdekat, dan kurang menekankan pada alasan-alasannya. Sekarang proteksi pagar, penutup stop kontak disertai dengan  penjelasan secara verbal dengan alas an yang tepat dan dapat dimengerti.

Masuk sekolah adalah bentuk perpisahan dari rumah baik bagi orang tua maupun anak. Oleh karena itu, orang tua memerlukan bantuan dalam melakukan penyesuaian terhadap perubahan ini, terutama bagi Ibu yang tinggal di rumah/tidak bekerja. Ketika anak mulai masuk taman kanak-kanak, maka ibu mulai memerlukan kegiatan-kegiatan di luar keluarga, seperti keterlibatannya dalam masyarakat atau mengembangkan karier. Bimbingan terhadap orang tua pada masa ini dapat dilakukan pada anak umur 3, 4, 5 tahun.

1)      Usia 3 tahun

a) Menyiapkan orang tua untu meningkatkan minat anak terhadap hubungan yang luas.

b)       Menganjurkan orang tua untuk mendaftarkan anak ke taman kanak-kanak.

c)       Menekankan pentignya batas-batas/tata cara/peraturan-peraturan.

d) Menyiapakan orang tua untu mengantisipasi tingkah laku yang berlebihan sehingga dapat menurunkan tension/ketegangan.

e) Menganjurkan ornga tua untuk menawarkan kepada anaknya alternative-alternatif pilihan ketika anak dalam keadaan bimbang.

f)  Memberikan gambaran mengenai perubahan pada usia 3.5 tahun katika anak berkurang koordinasi motorik dan emosiaonalnya, merasa tidak aman serta menunjukkan emosi dan perkembangan tingkah laku yang ekstrim seperti gagap.

g) Menyiapkan orang tua untuk mengekspetasi tuntutan-tuntutan akan perhatian ekstra dari anak, yang merupakan refleksi dari emosi tidak aman dan ketakutan akan kehilangan cinta.

h) Mengingatkan kepada orang tua bahwa keseimbangan pada usia 3 tahun akan berubah ke tingkah laku agresif di luar batas pada usia 4 tahun.

i)   Mengantisipasi selera makan yang menjadi tetap dengan pemilihan makanan yang lebih luas.

2) Usia 4 tahun

a)    Menyiapkan orang tua terhadap perilaku anak yang agresif, termasuk aktifitas motorik dan bahasa yang mengejutkan

b)    Menyiapkan orang tua menghadapi perlawanan anak terhadap kekuasaan orang tua.

c)    Kaji perasaan orang tua sehubungan dengan tingkah laku anak.

d)    Menganjurkan beberapa macam istirahat dari pengasuh utama, seperti menempatkan anak pad ataman kanak-kanak selama setengah hari.

e)    Menyiapkan orang tua untuk menghadapi meningkatnya rasa ingin tahu seksual pada anak.

f)     Menekankan pentingnya batas-batas yang realistic dari tingkah laku.

g)    Mendiskusikan disiplin

h)    Menyiapkan orang tua untuk meningkatkan imajinasi di usia 4 tahun, dimana anak mengikuti kata hatinya dalam “ketinggian bicaranya” (bedakan dengan kebohongan) dan kemahiran anak dalam permainan yang membutuhkan imajinasi.

i)      Menyarankan pelajaran berenang.

j)     Menjelaskan perasaan-perasaan Oedipus dan reaksi-reaksinya. Anak laki-laki biasanya lebih dekat dengan ibunya dan anak perempuan dengan ayahnya. Oleh karena itu, anak perlu dibiasakan tidur terpisah dengan orang tuanya.

k)    Menyiapkan orang tua untuk mengantisipasi mimpi buruk anak dan menganjurkan mereka agar tidak lupa untuk membangunkan anak dari mimpi yang menakutkan.

3) Usia 5 tahun

a)    Memberikan pengertian bahwa usia 5 tahun merupakan periode yang relative lebih tenang dibandingkan masa sebelumnya

b)    Menyiapkan dan membantu anak memasuki lingkungan sekolah.

Mengingatkan imunisasi yang lengkap sebelum masuk sekolah.

 

  1. C.    Asah
  2. 1.    Stimulasi

Asah merupakan stimulasi mental yang akan menjadi cikal bakal proses pendidikan di mana bertujuan untuk mengembangkan mental, kecerdasan, ketrampilan, kemandirian, kreativitas, agama, moral, produktifitas, dan lain-lain.

  1. a.    Neonatus

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, menjelang tidur.

Stimulasi pada masa neonatus dilakukan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

  1. Ketika bayi rewel, cari penyebabnya dan peluk ia dengan penuh kasih sayang.
  2. Gantung benda-benda yang berbunyi dan berwarna cerah di atas tempat tidur bayi agar bayi dapat melihat benda tersebut bergerak-gerak dan berusaha menendang/meraih benda tersebut.
  3. Latih bayi mengangkat kepala dengan cara meletakkannya pada posisi telungkup.
  4. Ajak bayi tersenyum, terutama ketika ia tersenyum kepada anda.

 

  1. b.   Bayi

1)             Bantu bayi duduk sendiri, mulai dengan mendudukan bayi di kursi yang mempunyai sandaran.

2)             Latih kedua tangan bayi masing-masing memegang benda dalam waktu yang bersamaan.

3)             Latih bayi menirukan kata-kata dengan cara menirukan suara bayi dan buat agar bayi menirukan kembali.

4)             Latih bayi bermain “Ciluk-Ba” atau permainan lain, seperti melambaikan tangan sambil menyebut “… da…. da “ “…. da… da”.

5)             Angkat bayi dan bantu ia berdiri diatas permukaan yang datar dan kokoh.

6)             Latih bayi memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah.

7)             Perlihatkan gambar benda dan bantu bayi menunjuk nama benda yang anda sebutkan.

8)             Ajak bayi bermain dengan permainan yang perlu dilakukan bersama.

9)             Latih bayi berjalalan sendiri.

10)         Latih bayi menggelindingkan bola.

11)         Berikan kesempatan kepada bayi untuk menggambar,

12)         Ajak bayi makan bersama.

Tabel 5. Macam Stimulus yang Diperlukan pada Anak Berusia Kurang dari 1 Tahun

Umur

Stimulus Visual

Stimulus Auditif

Stimulus Taktik

Stimulus Kinetik

0-3 bulan Objek warna terang di atas tempat tidur Mengajak bisacara dan mendengarkan suara lonceng Membelai, menyisir, menyelimuti Berjalan-jalan
4-6 bulan Menonton TV dan bermain benda terang yang dapat dipegang Mengajak bicara

Memanggil nama

Bermain air Berdisi pada paha orang tua, membantu tengkurap, duduk
7-9 bulan Sama halnya dengan usia 4-6 bulan di tambah bermain ci luk ba Panggil nama bayi, ajari memanggil nama orang tua, memberi tahu yang sedang dilakukan Mengenai berbagai tekstur

Bermain air

Membantu tengkurap, latih berdiri, bermain tarik dorong
10-12 bulan Ajak ke tempat ramai dan kenalkan gambar Suara binatang dan menyebutkan bagian tubuh Merasakan hangat atau dingin dan memegang makan sendiri Bermain tarik dorong, bersepeda

 

  1. c.    Balita

a)    Tahap 1-2 tahun

a)    Latih anak naik turun tangga.

b)   Bermain dengan anak, menunjukkan cara menangkap bola besar dan melemparkannya kembali pada anak.

c)      Latih anak menyebut nama bagian tubuh dengan menunjuk bagian tubuh anak, menyebutkan namanya, dan minta ia men yebutkan kembali.

d)   Beri kesempatan kepada anak untuk melepaskan pakaiannya sendiri.

e)    Latih keseimbangan tubuh anak dengan cara berdiri pada satu kaki secara bergantian.

f)    Latiha anak menggambar bulatan, garis, segitiga, dan gambar wajah.

g)   Latih agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya.

h)   Latih anak dalam hal kebersihan diri, seperti berkemih dan defekasi pada tempatnya, namun jangan terlalu ketat.

b)   Tahap 2-3 tahun

a)    Latih anak melompat dengan satu kaki.

b)   Latih anak menyusun dan menumpuk balok.

c)    Latih anak mengenal bentuk dan warna.

d)   Latih anak dalam hal kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan kaki serta mengeringkannhya sendiri.

c)      Tahap 3-4 tahun

a)    Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang kira-kira mampu dia kerjakan, misalnya melompat dengan satu kaki.

b)   Latih anak cara memotong, menggunting gambar-gambar, mulai dengan gambar besar.

c)    Latih anak mengancingkan baju.

d)   Latih anak dalam sopan santun, misalnya berterima kasih, menerima tangan, dan sebagainya.

 

  1. d.   Anak Prasekolah

1)   Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang kira-kira mampu ia kerjakan, misalnya melompat tali, main engklek, dan sebagainya.

2)   Melatih anak melengkapi gambar, misalnya menggambar baju pada gambar orang atau menggambar pohon, bunga pada gambar rumah, dan sebagainya.

3)   Jawab pertanyaan anak dengan benar, jangan membohongi atau menunda jawabannya.

4)   Ajak anak dalam aktivitas keluarga, seperti berbelanja ke pasar, memasak, membetulkan mainan

 

  1. 2.    Deteksi

Deteksi dini tumbuh kembang adalah langkah antisipasi yang dilakukan untuk menemukan kasus penyimpangan tumbuh kembang sejak dini dan mengetahui serta mengenali faktor risiko penyimpangan tersebut. Penyimpangan tumbuh kembang dapat bersifat positif, misalnya anak mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata, atau negatif, misalnya balita yang mengalami keterlambatan perkembangan.

Intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang adalah upaya intervensi segera yang diberikan sesuai dengan keadaan anak untuk membantu anak mencapai kemampuan yang optimal. Contohnya, pemberian sirup Fe pada balita dengan anemia, pemberian suplementasi makan rutin dan makan tambahan pada balita dengan KEP, stimulasi perkembangan pada balita dengan keterlambatan perkembangan atau melakukan perujukan ke fasilitas layanan kesehatan yang lebih mampu.

Tujuan umum deteksi dini tumbuh kembang bayi atau balita adalah tercapainya tumbuh kembang bailita dan anak prasekolah yang optimal dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan khususnya adalah menyupayakan terselenggaranya kegiatan deteksi dan intervensi tumbuh kembang balita dan anak prasekolah di tingkat pelayanan dasar dan rujukan, serta terlaksananya pembinaan keluarga, kader dan masyarakat dalam kegiatan stimulasi, pemantauan, dan perujukan kasus penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah.

Kegiatan deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang yang mencakup pemeriksaan kesehatan, pemantauan berat badan sekaligus deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang di tingkat pelayanan dasar akan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan berat badan biasa. Dengan demikian, untuk memberikan pelayanan KIA yang berkualitas dan komprehensif serta mempertimbangkan kemudahan petugas puskesmas dan kenyamanan ibu anak, kegiatan deteksi tumbuh kembang balita dapat dilakukan saat anak bertemu dengan petugas kesehatan baik di puskesmas, posyandu, polindes maupun fasilitas layanan swasta seperti bidan praktik.

 

Tabel 6.Jadwal Kegiatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita

Kelompok Usia

Jadwal Deteksi Dini

Bayi Pada bayi usia 0-28 hari deteksi dini dilakukan pada waktu kunjungan neonatal.

Pada bayi 1-11 bulan deteksi dini dilakukan saat usia 3 bulan, 6 bulan dan 9 bulan.

Balita Deteksi dini dilakukan pada setiap 4 bulan, 8 bulan yaitu anak 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, 30 bulan, 36 bulan, 46 bulan, 48 bulan dan 54 bulan.
Anak Prasekolah Deteksi dini dilakukan setiap 6 bulan, 54 bulan, 60 bulan, 66 bulan, 77 bulan.

Hal yang harus di deteksi pada neonatus adalah antropometrik dengan melakukan pengukuran berat badan, panjang badan, lingkar kepala, lingkar badan, dan lingkar lengan atas.

Deteksi dini pada anak dilanjutkan secara terus menerus dengan melakukan pemeriksaan fisik seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Pemeriksaan gigi dan mulut, dan sebagainya.

Apabila ditemukan suatu penyimpangan, bidan sebagai tenaga kesehatan dapat mendeteksi dini dan melakukan rujukan ke spesialis anak guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

  1. Neonatus

Deteksi dini pada Neonatus dengan melihat tanda-tanda atau gejala-gejala sebagai berikut:

  • Tidak Mau Minum/menyusu atau memuntahkan semua
  • Riwayat Kejang
  • Bergerak hanya jika dirangsang/Letargis
  • Frekwensi Napas < = 30 X/menit dan >= 60x/menit
  • Suhu tubuh <= 35,5 oC dan >= 37,5oC
  • Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat
  • Merintih
  • Ada pustul kulit
  • Nanah banyak di mata
  • Pusar kemerahan meluas ke dinding perut.
  • Mata cekung dan cubitan kulit perut kembali sangat lambat
  • Timbul kuning dan atau tinja berwarna pucat
  • Berat badan menurut umur rendah dan atau ada masalah pemberian ASI
  • BBLR : Bayi Berat Lahir Rendah < 2500 gram
  • Kelainan Kongenital seperti ada celah di bibir dan langit-langit.

 

Jika ditemukan gejala seperti diatas maka hal yang dapat dilakukan bidan adalah segera merujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan memadai.

  1. Bayi

Kegiatan deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang yang mencakup pemeriksaan kesehatan, pemantauan berat badan sekaligus deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang di tingkat pelayanan dasar akan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan berat badan biasa. Dengan demikian, untuk memberikan pelayanan KIA yang berkualitas dan komprehensif serta mempertimbangkan kemudahan petugas puskesmas dan kenyamanan ibu anak, kegiatan deteksi tumbuh kembang balita dapat dilakukan saat anak bertemu dengan petugas kesehatan baik di puskesmas, posyandu, polindes maupun fasilitas layanan swasta seperti bidan praktik.

Jika di temukan hal yang tidak normal pada bayi maka dilakukan deteksi dini penyimpangan perkembangan dapat dideteksi dengan skrining/pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.

Bayi yang ditemukan dengan abnormalitas pada daya pendengaranya akan dilakukan Tes Daya Dengar (TDD) dengan tujuan untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini, agar dapat segera ditindak lanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak. Bila ditemukan abnormalitas pada bayi pada penglihatannya akan dilakukan Tes daya Lihat (TDL) dengan tujuan untuk mendeteksi secara dini kelainan daya dengar agar segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar.

  1. Balita

Ada tiga jenis deteksi dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dan jaringannya, berupa:

1)   Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui/menemukan status gizi kurang/buruk danmikro/makrosefali.

2)   Deteksi dini penyimpangan perkembangan, yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan bayi dan balita(keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya dengar.

3)   Deteksi dini penyimpangan mental emosional, yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional,autism dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Tahap-tahap penilaian perkembangan anak

a)         Anamnesis

Tahap pertama adalah melakukan anamnesis yang lengkap, karena kelainan perkembangan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dengan anamnesis teliti maka salah satu penyebabnya dapat diketahui.

b)        Skrining gangguan perkembangan anak

Pada tahap ini dianjurkan digunakan instrumen-instrumen untuk skrining guna mengetahui kelainan perkembangan anak, misalnya dengan menggunakan DDST, test IQ, test psikologi lainnya.

c)         Evaluasi lingkungan anak

Tumbuh kembang anak adalah hasil interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan bio-fsiko-psikososial. Oleh karena itu, untuk deteksi dini, kita juga harus melakukan evaluasi lingkungan anak tersebut. Misalnya dapat digunakan HSQ (home screening Questionnaire)

d)        Evaluasi Penglihatan dan pendengaran anak

Test penglihatan misalnya untuk anak umur kurang dari 3 tahun dengan test fiksasi, umur 2,5 tahun – 3 tahun dengan kartu gambar dari Allen dan diatas umur 3tahun dengan huruf E. Juga diperiksa apakah ada strabismus dan selanjutnya periksa kornea dan retina nya.

Sedangkan screening pendengaran anak, melalui anamnesis atau menggunakan audiometer kalau ada alatnya. Disamping itu dilakukan juga pemeriksaan bentuk telinga, hidung, mulut, dan tenggorokan untuk mengetahui adanya kelainan bawaan.

e)         Evaluasi bicara dan bahasa anak

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan anak berbicara masih dalam batas-batas normal atau tidak. Karena kemampuan berbicara menggambarkan kemampuan SSP, endokrin, ada atau tidak adanya kelainan pada hidung, mulut dan pendengaran, stimulasi yang diberikan, emosi,dsb.

f)         Pemeriksaan Fisik

Untuk melengkapi anamnesis dibutuhkan pemeriksaan fisik, agar diketahui apabila terdapat kelainan fisik yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Misalnya berbagai sindrom, penyakit jantung bawaan, tanda-tanda penyakit defisiensi,dll.

g)        Pemeriksaan neurologi

Dimulai dengan anamnesis masalah neurologi dan keadaan-keadaan yang diduga dapat mengakibatkan gangguan neurologi seperti trauma lahir, persalinan yang lama, asfiksia yang berat, dsb.  Kemudian dilakukan test atau pemeriksaan neurologi yang teliti, maka dapat membantu dalam diagnosis suatu kelainan, misalnya kalau ada lesi intrakranial, palsi serebralis,  neuropati perifer, penyakit-penyakit degeneratif, dsb.

Untuk mengetahui secara dini adanya palci serebralis dianjurkan menggunakan pemeriksaan neurologi menurut Milani Compareti, yang merupakan cara untuk evaluasi perkembangan motorik dari lahir sampai umur 2 tahun.

h)        Evaluasi Penyakit-Penyakit metabolic

Salah satu penyebab gangguan perkembangan pada anak adalah disebabkan oleh penyakit metabolik. Dari anamnesis dapat dicurigai adanya penyakit metabolik apabila ada anggota keluarga lainnya yang terkena penyakit yang sama. Adanya tanda-tanda klinis seperti rambut pirang, dicurigai adanya PKU (Phenyl ketonuria), ataksia yang intermitten dicurigai adanya hiperamonemia dsb. Disamping itu diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya yang sesuai dengan kecurigaan kita.

i)          Integrasi dari hasil penemuan

Berdasarkan anamnesis dan semua pemeriksaan tersebut di atas, dibuat suatu kesimpulan diagnosis dari gangguan perkembangan tersebut. Kemudian ditetapkan penatalaksanaanya, konsultasi kemana dan prognosisnya.

j)          Test-test perkembangan

–       Test intelegensi individual (test IQ)

–       Test prestasi

–       Test psikomotorik

–       Test  Proyeksi

–       Test perilaku adaptif

 

  1. Anak Prasekolah

Melakukan penimbangan dengan menggunakan penimbangan injak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.KESIMPULAN

Kebutuhan dasar neonatus merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi guna untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan dasar neonatus dapat dibagi menjadi tiga yaitu asih yng merupakan kebutuhan emosional yaitu kasih sayang  dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental. Kebutuhan fisik ini berfungsi untuk  menjamin tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak dengan cara: (1) menciptakan rasa aman dan nyaman, anak merasa dilindungi, (2) diperhatikan minat, keinginan, dan pendapatnya, (3) diberi contoh (bukan dipaksa), (4) dibantu, didorong atau dimotivasi dan dihargai, (5) dididik dengan penuh kegembiraan, (6) melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayang (bukan ancaman/hukuman).

Kebutuhan asuh yaitu kebutuhan neonatus memerlukan nutrisi yang meliputi ASI, susu formula, dan makanan pendamping ASI sebagai kebutuhan bayi. Ketiganya digunakan untuk pertumbuhan dan aktivitas seiring dengan makin bertambahnya usia anak. Produksi ASI relative tetap, dengan pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat, kebutuhan nutrisi pada usia toddler, kebutuhan nutrisi pada balita serta kebutuhan imunisasi. Kebutuhan asah yaitu pada kebutuhan ini diperlukan stimulasi serta deteksi untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan dari neonatus, bayi, balita, serta masa pra sekolah.

 

ETIKOLEGAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

HANDOUT

 

Mata Kuliah                       : Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan
Kode MK : Bd. 402
Topik/subtopik :
  1. Definisi kode etik
  2. Penetapan Kode Etik
  3. Kode Etik Profesi Bidan

 

Waktu : 3  jam (150 menit)
Dosen : Ni Wayan Armini, M.Keb
Objektif Prilaku Siswa :Setelah membaca handout ini mahasiswa dapat :

Menjelaskan definisi kode etik dengan benar.

Menguraikan penetapan kode etik dengan benar.

Menyebutkan kode etik profesi kebidanan

 

Referensi :IBI, 2005, Etika dan Kode Etik Bidan di Indonesia

Shirley.R.Jones,2000,ethics in midwifery, Mosby

Kepmenkes RI no 1464/2010.

Tutu A suseno dkk.2010. Gramedia; jakarta

 

PENDAHULUAN

 

Etika diperlukan dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional. Etika merupakan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat. 1

Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ”ethos” yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. 1.2

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan manusia.2

Begitu halnya dengan profesi kebidanan, diperlukan suatu petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya melainkan juga menyangkut tingkah laku dalam pergaulan sehari-hari dimayarakat, yang dalam hal ini kode etik profesi kebidanan.

Perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat, khususnya bidang kebidanan telah mempengaruhi peran bidan dalam praktik kebidanan. Setiap peran mengemban tanggung jawab dan cukup sulit bagi bidan memikul semua tanggung jawab itu. Pada dasarnya tanggung jawab bidan adalah :

–          Menjaga dan meningkatkan keselamatan ibu dan bayi

–          Menyediakan pelayanan berkualitas dan informasi atau sarana yang tidak bisa berdasarkan hasil penelitian ilmiah ( evidence based )

–          Mendidik dan melatih mahasiswa kebidanan agar kelak menjadi bidan yang mampu memberi pelayanan berkualitas .

Berdasarkan teori Deontologi, memiliki tanggung jawab sama dengan memiliki tugas moral. Tugas moral selalu diiringi dengan tanggung jawab moral. Dalam dunia profesi, istilah tanggung jawab  moral  disebut etika dan selama menjalankan perannya, bidan sering kali bersinggungan dengan masalah etika. Menurut jones ( 2000 ), bidan secara menyeluruh memiliki peran sebagai praktisi, pendidik, konselor, penasihat, teman, advokat, peneliti dan pengelola.2,9

  1. Sebagai Praktisi

Dewasa ini, bidan sudah menyadari istilah “duty of care “ (kewajiban dalam memberi perawatan), sehingga semakin banyak bidan yang mempelajari masalah hukum selain masalah  pelayanan kebidanan. Selama ini, bidan mengidentikkan pelanggaran kebidanan hanya terjadi pada kasus-kasus “ besar” seperti aborsi illegal, padahal sebenarnya sikap membiarkan klien menunggu lama untuk mendapatkan perawatan pun sudah bisa dianggap sebagai pelanggaran etika. Bidan harus menyadari bahwa cakupan pelayanan  yang diberikannya sangat rentan  terkena pelanggaran etika. Sikap yang dibutuhkan untuk menghadapi hal tersebut adalah sikap selalu waspada terhadap setiap tingkah laku, ucapan dan perbuatan yang dilakukannya. Sebenarnya, kebenaran kode etik atau standar profesi yang melandasi praktik kebidanan sudah jelas menunjukkan keberadaan kerangka etika. Jika bidan berpegang teguh pada kerangka etika ini, bidan akan melakukan praktik atau asuhan yang sesuai dengan peraturan profesional, sekaligus sejalan dengan hukum. Akan tetapi, jika bidan melanggar kode etik, berarti bidan telah melakukan tindakan yang menyimpang dari peraturan dan gagal menjadi professional karena tidak sesuai dengan etika.
Continue reading ‘ETIKOLEGAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN’

KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS

 MATA KULIAH             :   ASKEB III

TOPIK                           :   Kebutuhan Dasar Ibu Nifas

WAKTU                         :   100 menit

DOSEN                          :   Ni Wayan Armini, M.Keb

 

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu:

Menjelaskan kembali secara keseluruhan kebutuhan dasar ibu nifas dengan benar

 

 

  1. Saifuddin Abdul Bari.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,2002:N-23  –  N-29
  2. Huliana Meliyna.Perawatan Ibu Pasca Melahirkan.Jakarta:Puspa Swara,2003:3-11
  3. Jones Derek L.Setiap Wanita.Jakarta:Dela Pratasa,2005:265-282
  4. Maternal And Child Health Branch WIC Suplemental Food Branch California Departement Of Health Service.Nutrition During Pregnancy and the Postpartum Period,1990:126-127
  5. Sellers Mc Pauline.Midwifery Vol 1.South Africa:Creda Press,1993:571-691

 

 

Serangkaian peristiwa kompleks terjadi setelah melahirkan.Wanita memiliki beberapa keadaan yaitu keadaan tidak hamil,keadaan sesudah melahirkan dan keadaan dimulainya adaptasi psikologis sebagai ibu.Orang tua memiliki peran dan tanggung jawab baru pada saat bayi masuk secara sosial ke dalam keluarga baru.Perubahan ini mempengaruhi kehidupan seluruh wanita dan keluarganya, berespon dan beradaptasi dengan cara mereka masing-masing.

Persalinan merupakan peristiwa penting dan mulia.Kejadiannya penuh ketegangan yang menguras tenaga dan sangat melelahkan.Oleh karena itu,ibu yang telah melahirkan perlu mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.Penyediaan asuhan pascanatal adalah berdasarkan prinsip yang bertujuan untuk :

ü  Meningkatkan,mempertahankan dan mengembalikan kesehatan.

ü  Memfasilitasi ibu untuk merawat bayinya dengan rasa aman, nyaman dan penuh percaya diri

ü  Memastikan pola menyusui yang mampu meningkatkan perkembangan bayi

ü  Meyakinkan wanita dan pasangannya untuk mengembangkan kemampuannya sebagai orang tua dan untuk mendapatkan pengalaman berharga sebagai orang tua.

ü  Membantu keluarga mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dan mengemban tanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri.

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas tersebut.

 

 

KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS

 

1.NUTRISI DAN CAIRAN

            Dahulu biasa untuk membatasi diet wanita masa nifas yang melahirkan pervaginam,tetapi sekarang diet umum yang menarik dianjurkan.Kalau pada akhir 2 jam setelah melahirkan setelah melahirkan per vaginam tidak ada kemungkinan komplikasi yang memerlukan anestesi,pasien hendaknya diberikan minum dan makan jika ia lapar dan haus.Sebaiknya selama menyusui ibu tidak melakukan diet untuk menghilangkan kelebihan berat badan.Konsumsi makanan dengan menu seimbang,bergizi dan mengandung cukup kalori berguna untuk produksi ASI dan mengembalikan tenaga setelah persalinan.Jika ibu menyusui bayi,sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang  mengandung alkohol.Obat-obatan dikonsumsi sebatas yang dianjurkan dan tidak berlebihan.Sebaiknya penggunaan oba tradisional dan obat-obatan selain vitamin dikonsultasikan dengan dokter/bidan.

Ibu menyusui harus:

ü  Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari.

Jumlah kalori yang dikonsumsi pada ibu menyusui mempengaruhi kuantitas dari ASI yang diproduksi.Untuk menghasilkan setiap 100 ml susu,ibu memerlukan asupan kalori 85 kalori.Pada saat minggu pertama dari 6 bulan menyusui(ASI ekslusif)jumlah susu yang harus dihasilkan oleh ibu sebanyak 750 ml setiap harinya.Dan mulai minggu kedua susu yang harus dihasilkan adalah sejumlah 600 ml,jadi tambahan jumlah kalori yang harus dikonsumsi oleh ibu adalah 510 kalori.

ü  Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein,mineral,dan vitamin yang cukup

ü  Minum sedikitnya 1-1,5 liter air setiap hari(anjurkan ibu untuk minum setelah setiap kali selesai menyusui)

Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang sehat,makanan yang sehat adalah makanan dengan menu seimbang  yaitu yang mengandung unsur-unsur,seperti sumber tenaga,pengatur dan pelindung.

  1. Sumber tenaga(energi)

Sumber tenaga diperlukan untuk pembakaran tubuh, pembentukan jaringan baru serta penghematan protein (jika sumber tenaga kurang proteindigunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan energi). Zat gizi yang termasuk sumber tenaga adalah, yaitu beras, sagu, jagung dan tepung terigu, havermount dan ubi.

  1. Sumber pembangun

Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan pergantian sel sel yang rusakdan mati. Protein dari makanan harus diubah menjadi asam amino sebelum diserap dalam darah. Pencernaannya dibantu oleh enzim dalam lambung dan pankreas sebelumdiserap oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati (hepar) melalui pembuluh darah  (vena porta). Sumber protein dapat diperoleh dari protein nabati dan hewani. Protein nabati anatara lain ikan, udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur, susu, dan keju. Protein nabati banyak terkandung dalam kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang merah,  kacang hijau, kacang kedelai, tahu dan tempe. Sumber protein terlengkap terdapat dalam susu, telur, dan keju. Ketiga makanan tersebut juga mengandung zat kapur, zat besi dan vitamin B.

  1. Sumber pengatur dan pelindung

Unsur-unsur tersebut digunakan untuk melindungi kelancaran metabolismedidalam tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme di dalam tubuh. Sumber buah pengatur dan pelindung bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar.

Berikut ini beberapa mineral penting :

  1. Zat kapur

Zat kapur dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Sumbernya antara lain susu, keju, kacang-kacangan, dan syuran berdaun hijau.

  1. b.      Fosfor

Fosfor dibutuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak. Sumbernya antara lain susu, keju, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau.

  1. c.       Zat Besi

Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel darah merah sehingga daya angkut oksigen sehingga mencukupi kebutuhan. Sumber zat besi antara lain kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran bewarna hijau.

  1. d.      Yodium

Yodium sangat untuk mencegah timbulnya kelemahan mental (terbelakang) dan kekerdilan fisik yang serius. Sumber yodium adalah minyak ikan, ikan laut dan garam beryodium.

  1. e.       Kalsium

Ibu menyusui membutuhkan kalsium untuk pertmbuhan gigi dan anak sebagai sumbernya yaitu susu dan keju.

 

 

ü  Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca persalinan.

ü  Minum kapsul vitamin A (200.000 unit)agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. AMBULASI

ü  Perubahan penting mulai terjadi dalam penatalaksanaan masa nifas.Ibu nifas dianjurkan untuk turun dari tempat tidur dalam 24 jam pertama setelah kelahiran pervaginam.

ü  Mobilisasi/ambulasi sangat bervariasi,sangat tergantung pada komplikasi persalinan,nifas,atau sembuhnya luka(jika ada luka.Jika tidak ada kelainan lakukan mobilisasi sedini mungkin,yaitu dua jam setelah persalinan normal

ü  Pada ibu dengan partus normal ambulasi dini dilakukan paling tidak 6-12 jam post partum,sedangkan pada ibu dengan partus sectio secarea ambulasi dini dilakukan paling tidak setelah 12 jam post partumsetelah ibu sebelumnya beristirahat(tidur).

ü  Ambulasi dilakukan oleh ibu dengan tahapan:miring kiri atau kanan terlebih dahulu,kemudian duduk dan apabila ibu sudah cukup kuat berdiri maka ibu dianjurkan untuk berjalan ( mungkin ke toilet untuk berkemih)

ü  Banyaknya keuntungan dari ambulasi dini dibuktikan oleh sejumlah penelitian. Para wanita menyatakan bahwa mereka lebih baik dan lebih kuat setelah ambulasi awal.

ü  Dengan ambulasi dini:

– Faal usus dan kandung kencing lebih baik

– Yang paling penting ambulasi dini juga menurunkan banyak frekuensi trombosis dan emboli paru pada masa nifas

– Memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina(lochea).

3.ELIMINASI

  • Buang air kecil (bak)

Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 setelah melahirkan.Ini terjadi karena volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan.Oleh karena itu,ibu belajar berkemih secara spontan setelah melahirkan.Sebaiknya,ibu tidak menahan buang air kecil ketika ada rasa sakit pada jahitan.Menahan buang air akan menyebabkan terjadinya bendungan air seni.Keadaan ini dapat menghambat uterus berkontraksi dengan baik sehingga menimbulkan perdarahan yang berlebihan.Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat,tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam 5-7 hari post partum.

  • Buang air besar (bab)

Sulit buang air besar(konstipasi) dapat terjadi karena ketakutan akan rasa sakit,takut jahitan terbuka,atau karena haemorrhoid.Kesulitan ini dapat dibantu dengan mobilisasi dini,mengkonsumsi makanan tinggi serat dan cukup minum sehingga bisa buang air besar dengan lancar.Sebaiknya pada hari kedua ibu sudah bisa buang air besar.Jika sudah pada hari ketiga ibu masih belum bisa buang air besar,ibu bisa menggunakan pencahar berbentuk supositoria .Ini penting untuk menghindarkan  gangguan pada kontraksi  uterus yang dapat menghambat pengeluaran cairan vagina.

4.KEBERSIHAN DIRI

Untuk mencegah terjadinya infeksi baik pada luka jahitan dan maupun kulit ,maka ibu harus menjaga kebersihan diri secara keseluruhan.

  • Anjurkan kebersihan seluruh tubuh

a. Perawatan Perineum

  • Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar kan vulva terlebih dahulu,dari depan ke belakang ,baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus.Nasihatkan kepada ibu untuk membersihkan vulva setiap kali selesai BAK/BAB.
  • Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari.Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
  • Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya

b.Pakaian

Sebaiknya,pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringat menjadi banyak (di samping urin).Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume  saat hamil.Sebaiknya pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering.Demikian  juga dengan pakaian dalam,agar  tidak terjadi iritasi pada daerah sekitarnya akibat lochea.

  1. Kebersihan rambut

Setelah bayi lahir mungkin ibu akan mengalami kerontokan pada rambut akibat gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal.Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara Satu wanita dengan wanita lain.Meskipun demikian,kebanyakan akan  p ulih kembali setelah beberapa bulan.Cuci rambut dengan conditioner yang cukup,lalu sisir menggunakan sisir yang lembut.Hindari penggunaan pengering rambut.

  1. Kebersihan kulit

Setelah persalinan,ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah,kaki,betis dan tangan ibu.Oleh karena itu,dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan,ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya.Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering.

   e. Perawatan Payudara

Perawatan payudara tidak hanya dilakukan sebelum melahirkan tetapi juga dilakukan setelah melahirkan.Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran susu.

Agar tujuan perawatan ini dapat tercapai,perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

ü  Lakukan perawatan payudara secara teratur.

ü  Pelihara kebersihan sehari-hari

ü  Pemasukan gizi ibu harus lebih baik dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI

ü  Ibu harus percaya diri akan kemampuan dirinya menyusui bayi

ü  Ibu harus merasa nyaman dan santai

ü  Hindari rasa cemas dan stress karena kan menghambat refleks oksitosin.

Perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungki,yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari.

LANGKAH LANGKAH PERAWATAN PAYUDARA

1. Lakukan pengompresan pada kedua putting susu dan areola mamae dengan menggunakan kapas yang telah diolesi minyak kelapa/baby oil. 
2. Bersihkan putting susu dengan kapas. 
3. Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak. 
4 Sokong payudara kanan dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah puting susu. 
5 Buatlah gerakan memutar sambil menekan dari pangkal dan berakhir pada puting susu diseluruh bagian payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan gerakan seperti ini pada payudara kiri.   
6 Letakkan kedua telapak tangan diantara dua payudara. Urutlah dari tengah ke atas, kesamping, lalu kebawah sambil mengangkat kedua payudara. Dan lepas keduanya perlahan 
7 Kedua payudara dikompres dengan waslap hangat selama 2 menit, lalu diganti dengan waslap dingin selama 1 menit, pengompresan dilakukan secara bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat..  
8 Bantu ibu untuk menggunakan kembali pakaiannya. Dan anjurkan ibu untuk menggunakan BH yang menyokong payudara. 

 

 

5 . ISTIRAHAT

  • Anjurkan ibu agar istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
  • Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan  rumah tangga secara perlahan-lahan,serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
  • Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:

–          mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi

–          memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan

–          menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayinya dan dirinya sendiri

6.SEKSUAL

Pada banyak pasangan,perubahan karena kehamilan dapat mengganggu keseimbangan dalam hubungan mereka,terutama terutama dalam hubungan seksual.Begitu juga setelah persalinan.Pada masa ini,ibu menghadapi peran baru sebagai orang tua sehingga sering melupakan perannya sebagai pasangan.Namun segera setelah ibu merasa percaya diri dengan peran barunya,ia akan menemukan waktu dan melihat sekeliling serta menyadari bahwa ia sudah kehilangan aspek lain dalam kehidupannya yang juga penting.Oleh karena itu,suami perlu memahami perubahan dalam diri istri sehingga tidak merasa diabaikan.Kerjasama dengan pasangan dalam merawat dan memberikan kasih sayang pada bayinya sangat dianjurkan.Hubungan seksual dapat dilanjutkan setiap saat ibu merasa nyaman untuk memulai,dan aktivitas itu dapat dinikmati.

  • Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami isteri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.Begitu  darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri,aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
  • Banyak budaya,yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu,misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.Keputusan bergantung pada pasangan yang bersangkutan.

7.LATIHAN/SENAM NIFAS

Latihan pasca persalinan dikenal sebagai senam nifas sesungguhnya lebih sekedar mengencangkan kembali otot-otot yang kendur dan membuang lemak tubuh yang tidak perlu, banyak lagi manfaat yang didapat dari senam ini sehingga bidan perlu memberikan penjelasan dan petunjuk senam nifas kepada ibu pasca persalinan dan keluarganya. Kondisi yang kendor setelah melahirkan harus segera dipulihkan, karena selain bayi yang dilahirkan membutuhkan kasih sayang dari seorang ibunya, juga suami yang kita cintai. Untuk itulah pemulihan kondisi harus dilakukan seawal mungkin sesuai kondisi.

Mobilisasi dan gerakan-gerakan sederhana sudah dapat dimulai selagi ibu masih berada di klinik atau Rumah Sakit, supaya involusi berjalan dengan baik dan otot-otot mendapatkan tonus, elastisitas dan fungsinya kembali.

LANGKAH-LANGKAH SENAM NIFAS

  1. 1.      Pemanasan

ü  Berdiri tegak

ü  Gerak kepala kekanan, kekiri

ü  Gerak kepala kebawah

ü  Mengangkat kepala

ü  Buka kedua kaki, tangan direntang, tekuklah lutut sambil mengangkat tumit, kembali keposisi semula

ü  Berdiri tegak, perut dikencangkan, tangan direntangkan, ayunkan badan kekanan-kekiri

ü  Kaki terbuka, gerakan tangan mendorong kekanan-kekiri

  1. 2.      Peregangan

ü   Mengencangkan otot panggul

ü   Mengencangkan otot paha

  1. 3.      Inti

ü  Memutar lengan

ü  Memutar pinggang

ü  Mengencangkan paha dan betis

ü  Mengecilkan perut

       4. Pendinginan

MANFAAT SENAM NIFAS
  1. Manfaat latihan secara umum :

a. Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang  mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.

b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah perlemahan lebih lanjut.

  1. Menghasilkan manfaat psikologis, menambah kemampuan menghadapi strees dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
    1. Manfaat latihan Kegel :

a.   Meningkatkan pengendalian atas urine.

b.   Memperkuat dasar panggul.

  1. Memperbaiki respon seksual.
  2. Membuat jahitan-jahitan lebih cepat merapat satu sama lain.

3.  Manfaat latihan perut dan kaki :

  1. Mengencangkan otot-otot abdomen.
    1. Mengurangi risiko sakit punggung dan pinggang.
    2. Mengurangi varises vena.
    3. Mengurangi edema kaki.
    4. Mengatasi kram kaki.

8. BONDING ATTACHMENT

 

      Bounding attachment / ikatan batin adalah suatu  proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai, memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.

Proses ikatan batin antara ibu dengan bayinya ini diawali dengan kasih sayang terhadap bayi yang dikandung, dan dapat dimulai sejak kehamilan.

Ikatan batin antara bayi dan orang tuanya berkaitan erat dengan pertumbuhan psikologi sehat dan tumbuh kembang bayi.

Beberapa pemikiran dasar dari keterkaitan ini antara lain :

–          Keterkaitan atau ikatan batin ini tidak dimulai saat kelahiran. Tetapi si ibu telah memelihara bayinya selama kehamilan, baik si ibu maupun si ayah telah berangan-angan tentang bayi mereka kelak. Hal ini bisa menjadi perasaan positif, negatif, netral.

–          Kelahiran merupakan sebuah momen didalam kontinum keterkaitan ibu dengan bayinya ketika si bayi bergerak keluar dari dalam tubuhnya.

–          Hubungan antara ibu dan bayi adalah suatu simbiosis yang saling membutuhkan.

Rasa cinta menimbulkan ikatan batin /keterikatan. Untuk memperkuat ikatan ibu dengan bayi (Marshall Kalus) menyarankan ibu agar menciptakan waktu berduaan bersama bayi untuk saling mengenal lebih dalam dan menikmati kebersamaan yang disebut babymoon.

Ada tiga bagian dasar periode dimana keterikatan antara ibu dan bayi berkembang

1.   Periode prenatal

Merupakan periode selama kehamilan , dalam masa prenatal ini ketika wanita menerima fakta kehamilan dan mendefinisikan dirinya sebagai seorang ibu, memeriksakan kehamilan, mengidentifikasi bayinya sebagai individu yang terpisah dari dirinya, bermimpi dan berfantasi tentang bayinya serta membuat persiapan untuk bayi.

Para peneliti telah memperlihatkan bahwa melodi yang menenangkan dengan ritme yang tetap, seperti musik klasik atau blues membantu menenangkan kebanyakan bayi, sedang sebagian besar dari mereka menjadi gelisah dan menendang-nendang jika yang dimainkan adalah musik rock, ini berarti bahwa para ibu dapat berkomunikasi dengan calon bayinya, jadi proses pembentukkan ikatan batin yang begitu penting dapat dimulai sejak kehamilan.

  1. Waktu kelahiran dan sesaat setelahnya

Ketika persalinan secara langsung berpengaruh terhadap proses keterkaitan ketika kelahiran bayi. Keterkaitan pada waktu kelahiran ini dapat dimulai dengan ibu menyentuh kepala bayinya pada bagian introitus sesaat sebelum kelahiran, bahkan ketika bayi ditempatkan diatas perut ibu sesaat setelah kelahiran. Perilaku keterikatan ini seperti penyentuhan si ibu pada bayinya ini dimulai dengan jari-jari tangan (ekstrimitas) bayi lalu meningkat pada saat melingkari dada bayi dengan kedua tangannya dan berakhir ketika dia melindungi keseluruhan tubuh bayi dalam rengkuhan lengannya. Perilaku lain dalam periode ini meliputi kontak mata dan mengahabiskan waktu dalam posisi en face ( tatap muka), berbicara dengan bayi, membandingkan bayi dengan bayi yang telah diimpikannya selama kehamilan ( jenis kelamin) dan menggunakan nama pada bayi. Keterkaitan ini menyebabkan respon yang menciptakan interaksi dua arah yang menguatkan antara ibu dan bayinya hal ini difasilitasi karena bayi dalam fase waspada selama satu jam pertama setelah kelahiran, ini membuat bayi reseptif terhadap rangsangan.

  1. Postpartum dan pengasuhan awal

Suatu hubungan berkembang seiring berjalannya waktu dan bergantung pada partisipasi kedua pihak yang terlibat. Ibu mulai berperan mengasuh bayinya dengan kasih sayang. Kemampuan untuk mengasuh agar menghasilkan bayi yang sehat hal ini dapat menciptakan perasaan puas, rasa percaya diri dan perasaan berkompeten dan sukses terhadap diri ibu.

Ada ayah yang cepat mendapatkan ikatan kuat dengan bayinya adapula yang membutuhkan waktu agak lama. Ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi terciptanya bounding salah satunya keterlibatan ayah saat bayi dalam kandungan. Semakin terlibat ayah, semakin mudah ikatan terbentuk.

 

 

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas.

 

 

 

 

ESSAY

  1. Sebutkan 7 kebutuhan dasar ibu nifas!
  2. Sebutkan perawatan kebersihan diri yang harus dilakukan oleh ibu!
  3. Apa yang dimaksud dengan bounding attachment!

OBJEKTIF

  1. Berapakah jumlah kalori tambahan yang harus dikonsumsi oleh ibu nifas yang menyusui……..
    1. 300 kalori
    2. 400 kalori
    3. 500 kalori
    4. 750  kalori
    5. 100 kalori
    6. Salah satu  fungsi penting dari ambulasi dini adalah………..
      1. Menurunkan frekuensi trombosis dan emboli paru pada masa nifas
      2. Mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi
      3. Memperlambat proses involusi uterus
      4. Mempererat hubungan antara ayah dan bayi
      5. Memperlancar peredaran darah
      6. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu nifas dalam beberapa hal,kecuali:
        1. Mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi
        2. Memperlambat proses involusi uterus
        3. Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayinya dan dirinya sendiri
          1. Memperbanyak perdarahan
          2. Memperlancar ASI yang keluar
          3. Di bawah ini  merupakan manfaat senam nifas,kecuali………

a. Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang  mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.

b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah perlemahan lebih lanjut.

c.  Menghasilkan manfaat psikologis, menambah kemampuan menghadapi stres dan bersantai

d.  Mengurangi depresi pasca persalinan.

e. Menambah berat badan ibu dan meningkatkan kadar Hb dalam darah

  1. Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 setelah melahirkan,ini terjadi karena ……..
    1. Gangguan perubahan hormon
    2. roses involusi uterus
    3. Gangguan pada kontraksi rahim
    4. Volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan
    5. Peningkatan tekanan darah

SENAM KEGEL

 

 

 

 

 

 

Mata Kuliah               : Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui

Topik                          : Senam nifas

Sub Topik                  : –   Gerakan senam kegel sesuai tahapan

Waktu                        : 100 menit

Dosen                          : Ni Wayan Armini, M.Keb.

 

OBYEKTIF PERILAKU MAHASISWA

 

 

 

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu :

  1. Menguraikan tujuan, manfaat, teknik senam kegel
  2. Melakukan gerakan senam  kegel masa nifas

 

REFERENSI

 

 

 

 

ü  Cunningham FG, Mac Donald PC, Gan NF et al. (2001), William Obstetrics. 21 th    ed, New York : Mc Graw Hill, inc.

ü  Departemen Kesehatan RI (2003). Standar Asuhan Kebidanan bagi Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jakarta.

ü  Derek Llewellyn – Jones, 2002, Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi, Hipokrates, Jakarta

ü  Pusdiknakes, 2003, Buku IV  Asuhan Kebidanant Post Partum, Jakarta

ü  Saifuddin AB (2000). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBPSP : Jakarta.

ü  Varney H, 1997, Varney’s Midwifery, Jones & Bartlett Publishers, London. page.623-625

 

 

 


 

 

PENDAHULUAN

 

Serangkaian peristiwa kompleks terjadi setelah melahirkan.Wanita memiliki beberapa keadaan yaitu keadaan tidak hamil,keadaan sesudah melahirkan dan keadaan dimulainya adaptasi psikologis sebagai ibu.Orang tua memiliki peran dan tanggung jawab baru pada saat bayi masuk secara sosial ke dalam keluarga baru.Perubahan ini mempengaruhi kehidupan seluruh wanita dan keluarganya, berespon dan beradaptasi dengan cara mereka masing-masing.

Persalinan merupakan peristiwa penting dan mulia.Kejadiannya penuh ketegangan yang menguras tenaga dan sangat melelahkan.Oleh karena itu,ibu yang telah melahirkan perlu mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.Penyediaan asuhan pascanatal adalah berdasarkan prinsip yang bertujuan untuk :

ü  Meningkatkan,mempertahankan dan mengembalikan kesehatan.

ü  Memfasilitasi ibu untuk merawat bayinya dengan rasa aman, nyaman dan penuh percaya diri

ü  Memastikan pola menyusui yang mampu meningkatkan perkembangan bayi

ü  Meyakinkan wanita dan pasangannya untuk mengembangkan kemampuannya sebagai orang tua dan untuk mendapatkan pengalaman berharga sebagai orang tua.

ü  Membantu keluarga mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dan mengemban tanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri.

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas tersebut.

Di luar negeri atau negara-negara barat ,telah lama dibiasakan melakukan senam nifas/ gerak badan dalam waktu nifas untuk ibu-ibu setelah melahirkan.maksud dan tujuan gerak badan/senam nifas ini terutama adalah untuk mencegah trombosis dalam nifas.
Di indonesia sebaliknya,di setiap tempat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu atau persalinan baik itu di klinik klinik bersalin,rumah bersalin,maupun rumah sakit bersalin mengajarkan dan memberikan bimbingan senam pada ibu-ibu setelah melahirkan,karena tidak jarang di negara ini,kita melihat ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak 2 atau 3 orang dinding perutnya sudah begitu kendur dan jika hamil dan bersalin beberapa kali lagi maka perut ibu sudah tampak seperti” perut kelemping/perut buncit”.hal ini tidak saja menyebakan bentuk badan ibu jadi kurang baik,tetapi bisa pula mengakibatkan kelainan letak bayi pada kehamilan yang akan datang.
Satu-satunya cara untuk mencegah atau mengurangi kondisi tersebut adalah senantiasa melakukan senam nifas sesudah setiap kali persalinan.

 

 

 

 

 

Senam Kegel

1)        Pengertian

Senam kegel adalah senam yang bertujuan untuk memperkuat otot- otot dasar panggul terutama otot pubococcygeal sehingga seorang wanita dapat memperkuat otot-otot saluran kemih (berguna saat proses persalinan agar tidak terjadi “ngompol”) dan otot-otot vagina

2)        Manfaat

a.         Dapat mencegah robeknya perineum.

b.        Mengurangi kemungkinan masalah urinasi seperti inkontinensia paska persalinan.

c.         Mengurangi resiko terkena hemoroids (ambein).

d.        Untuk Proses Persalinan, Melakukan Senam Kegel dapat memperkuat otot-otot salurah kemih yang berguna terutama pada waktu proses persalinan agar tidak terjadi ‘ngompol’.

3)        Teknik:

1.        Teknik senam Kegel yang paling sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan seolah-olah menahan kencing (pada wanita dan pria).

a.         Kencangkan atau kontraksikan otot seperti menahan kencing, pertahankan selama 5 detik, kemudian relaksasikan (kendurkan).

b.        Ulangi lagi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut.

c.         Secara bertahap tingkatkan lama menahan kencing 15-20 detik, lakukanlah secara serial setidaknya 6-12 kali tiap latihan

 

2.        Memasukkan jari ke liang vagina lalu lakukan gerakan menahan pipis, jika jari terasa terjepit maka itulah otot yang akan digerakkan/dilatih.

Setelah mengetahui otot mana yang akan digerakkan, maka gerakkan otot tersebut selama 3 – 10 detik lalu lemaskan. Lakukan berulang-ulang 10-20 kali atau kalau kuat bisa sampai terasa capek. Lakukan minimal 3 kali sehari. Dapat dilakukan dimana saja saat sedang duduk di kantor, di mobil, di bus, saat menunggu diruang tunggu praktek dan lain-lain. Bernafaslah secara normal dan usahakan tidak menggerakkan kaki, bokong dan otot perut selama melakukan senam ini.

 

LAKTASI

HAND  OUT

 

 

Mata kuliah            :    Asuhan Kebidanan Ibu Nifas dan Menyusui

Kode MK              :    Bd. 303

Topik                      :    Proses laktasi dan menyusui

Sub topik               :    Cara menyusui yang benar, masalah dalam pemberian ASI

Waktu                    :    60 menit

Dosen                     :    Ni Wayan Armini, M.Keb

OPS                       :    Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan proses laktasi dan menyusui yang benar.

Sumber pustaka     :    1.    Bahan bacaan modul manajemen laktasi, 2003.

2.    Kerrie Lee, 1998, Segala Sesuatu Tentang Payudara, Arcan, Jakarta, 23 – 32.

3.    Kumpulan makalah : Pelatihan manajemen laktasi. 2003.

Program Manajemen laktasi perkumpulan perinatologi Indonesia

4.    Soetjiningsih, 1997, SI : Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan, EGC, Jakarta, 105 – 123

 

A.      Pendahuluan

Wanita hamil sering khawatir tentang mampu tidaknya mereka memberikan ASI. Namun, sebagian besar wanita dapat menyusui bayinya dengan sukses, selama mereka menerima bahwa diperlukan sedikit waktu untuk memantapkan pola makan yang baik dan tidak perlu harus menyerah kalah. Karena kita tahu bahwa ASI sangat baik untuk bayi apalagi dengan adanya ASI ekslusif diharapkan bayi tersebut mendapatkan nutrisi serta zat-zat anti bodi yang dibutuhkan dengan baik.

 

B.       Uraian Materi

Ada berbagai macam posisi menyusui yang biasa dilakukan adalah dengan duduk ataupun berbaring. Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca operasi besar, bayi diletakkan di samping kepala ibu dengan kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara memegang bola, dimana kedua bayi disusui bersamaan kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan di atas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini maka bayi tidak akan tersedak.

Langkah-langkah menyusui yang benar

  1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu . payudara

q  Ibu duduk atau berbaring dan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung) dan punggung ibu besandar pada sandaran kursi.

q  Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengukung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan.

q  Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, dan yang satu didepan

q  Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)

q  Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus

q  Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.

  1. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah, sehingga jari telunjuk membentuk topangan di bagian dasar pada payudara. Ibu dapat menekan lembut payudaranya dengan ibu jari. Cara ini dapat memerbaiki bentuk payudara sehingga mempermudah bayi untuk melekat dengan baik. Sebaiknya ibu tidak memegang payudara terlalu dekat dengan puting,  menekan puting susu atau areolanya saja.
  2. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex) dengan cara :

q  Menyentuh pipi dengan puting susu atau

q  Menyentuh sisi mulut bayi

  1. Setelah bayi membuka mulut dengan lebar, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.

q  Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah areola.

  1. Jelaskan dan tunjukkan pada ibu cara mendekatkan bayi ke payudara dengan cepat, ketika mulut bayi terbuka lebar.

q  Ibu harus mendekatkan bayi ke payudara, bukannya mendekatkan badan atau payudaranya ke bayi

q  Ibu harus mengarahkan bibir bawah bayi ke bawah puting, sehinga dagu bayi menyentuh payudara

  1. Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya.
  2. Menyendawakan bayi.

 

Sebaiknya menyusui bayi secara nir-jadwal (on demand), karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5 – 7 menit dan ASI dalam tambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam.

Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengeruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan menyusui bir-jadwal sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah banyak masalah yang mungkin timbul.

Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara dan diusahakan sampai payudara kosong, agar produksi ASI akan lebih baik.

Bidan memastikan sudah menjelaskan 4 butir penting dalam memegang bayi yaitu:

  1. Kepala dan badan bayi dalam garis lurus
  2. Wajah bayi menghadap payudara ibu dan hidungnya berhadapan dnegan puting
  3. Badan bayi dekat dengan badan ibu
  4. Jika bayi baru lahir, ibu menyangga seluruh badan bayi

Bidan juga harus memperhatikan pelekatan bayi yaitu CALM

C=== Chin, dagu menempel pada payudara

A=== Areola, areola bagian bawah tampak lebih sedikit daripada areola bagian atas

L=== Lips, bibir bawah terputar keluar

M=== Mouth, mulut terbuka lebar

 

 

 

q  Masalah dalam pemberian ASI

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah paa ibu maupun pada bayi.

  • Masalah pada ibu
  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan dini

Puting susu lecet

¨      Cek bagaimana perlekatan ibu bayi

¨      Apakah terdapat Infeksi Candida (mulut bayi perlu dilihat), kulit merah, berkilat, kadang gatal, terasa sakit yang menetap, dan kulit kering bersisik (flaky).

 

Pada keadaan puting susu lecet, yang kadang kala retak-retak atau luka, maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini :

¨      Bangun percaya diri ibu

¨      Perbaiki pelekatan dan teruskan menyusui

¨      Ibu dapat terus memberikan ASInya pada keadaan luka tidak begitu sakit.

¨      Olesi puting susu dengan Asi akhir (bird milk), jangan sekali-kali memberikan obat lain seperti krim, salep dll

¨      Cuci payudara sekali saja sehari dan tidak dibenarkan untuk menggunakan dengan sabun.

 

Payudara bengkak

Perbedaan payudara penuh dan payudara bengkak yaitu

Payudara penuh:

Tersa panas, berat, keras, asi mengalir, dan ibu tidak demam

Payudara bengkak:

Terasa sakit, edema, tegang, terutama puting, kulit payudara mengkilat, mungkin tampak merah, asi tidak mengalir dan mungkin mengalami demma selama 24 jam.

Penyebab payudara bengkak yaitu:

–            ASI terllalu banyak

–            Terlambat mulai menyusui

–            Pelekatan kurang baik

–            Pengosongan ASI tidak sering

–            Pembatasan lama menyusui

Payudara bengkak dapat dicegah dengan:

–            Mulai menyusui segera setelah persalinan

–            Pastikan pelekatan yang baik

–            Anjurkan menyusui tanpa dijadwal

Penanganan payudara bengkak:

Mengeluarkan ASI sangat penting untuk mengatasi pembengkakan. Bila ASI tidak dikeluarkan maka bisa terjadi mastitis, abses, dan produksi ASI berkurang. Jadi jangan dianjurkan ibu nya untuk mengistirahatkan payudara

–       Bila bayi mampu menyusu, bayi sebaiknya menyusu lebih sering. Ini merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan ASI.

–       Bila bayi tak mampu menyusu , bantu ibu untuk memerah ASI-nya

–       Sebelum menyusui atau memerah, rangsanglah refleks oksitosin ibu:

  • Letakkan kompres hangat pada payudara ibu atau mandi air hangat
  • Pijat tengkuk dan punggung ibu
  • Pijat payudara dengan ringan
  • Rangsang payudara dan kulit puting
  • Banu ibu untuk rileks

–       Selanjutnya kompres dingin pasca menyusui, untuk mengurangi udem. Pakailah BH yang sesuai. Bila terlalu sakit dapat diberikan obat analgetik.

–       Bangun rasa percaya diri ibu. Jelaskan pada ibu bahwa ia akan bisa menyusui lagi dengn nyaman.

Cara Merangsang refleks Oksitosin

Bantu ibu secara psikologis:

–            Bangkitkan rasa percaya dirinya

–            Cobalah mengurangi sumber-sumber nyeri dan kecemasannya

–            Bantu ia membangun pikiran dan perasaan yang positif tentang bayinya.

Bantu ibu secara praktis, bantu ibu untuk:

–            Duduk tenang dan sendirian atau dengan dengan teman yang mendukung. Beberapa ibu dapat memerah dengan mudah dalam kelompok ibu lain yang juga memerah ASI

–            Mendekap bayi dengan kontak kulit jika memungkinkan. Ib udapat mendekap bayi di pangkuannya sambil memrah. Jika ini tidak memungkinkan ib dapat memandangi bayinya. Jika tidak mungkin juga, kadang hanya dengan menatap fotonya bisa membantu.

–            Minum minuman hangat yang menyenagkan. Tidak dianjurkan minum kopi karena mengandung kafein

–            Menghangatkan payudaranya, dengan cara menempelkan kompres hangat atau mandi di pancuran air hangat.

–            Merangsang puting susunya. Ibu dapat memutar dan menarik puting susunya secara perlahan dengan jari-jarinya.

–            Memijat dan mengurut payudaranya dengan ringan. Beberapa ibu merasa terbantu bila mereka mengurut hati hati dengan ujung jari atau dengan sisir.

–            Meminta seseorang membantu memijat punggungnya

Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja di depannya, dan meletakkan kepala di atas lengannya. Payudara tergantung bebas, tanpa pakaian. Petugas memijat punggung di sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu. Menggunakan kedua kepalan tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan, tekan kuat-kuat membentuk gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jarinya. Pada saat bersamaan, ia memijat ke arah bawah pada kedua sisi tulang belakang, dari leher sampai ke arah tulang belikat, selama 2 sampai 3 menit.

 

Mastitis / abses payudara

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak kadangkala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah.

Tindakan yang dapat dilakukan :

¨      Cari penyebabnya

¨      Susi bayi sesering mungkin

¨      Beri analgesik : paracetamol/ibuprofen

¨      Pijatan perlahan pada payudara sementara bayi menyusu

¨      Kompres hangat/panas di sela-sela menyusui

¨      Rangsang oxytocin, dimulai pada payudara yang tidak sakit, y.i. stimulasi puting, pijat leher, punggung dan lain-lain.

¨      Pemberian antibiotik; flucloxacilin atau erythromycin selama 7-10 hari.

¨      Bila perlu bisa diberikan istirahat total

¨      Kalau sudah terjadi abses sebaiknya payudara yang akit tidak boleh disusukan karena mungkin memerlukan tindakan bedah.

 

q  Puting yang masuk ke dalam

Perawatan antenatal mungkin tidak membantu. Bantuan terpenting adalah segera setelah persalinan, saat bayi mulai menyusu, yaitu:

  • Bangun rasa percaya diri ibu. Jelaskan awalnya mungkin akan sulit, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan ibu dapat berhasil, payudara ibu akan membaik dan melunak di minggi pertama atau kedua setelah melahirkan.
  • Jelaskan bahwa bayi menyusu bukan dari puting tetapi dari payudara. Bayi perlu memasukkan sebagian besar areola dan jaringan di belakangnya ke dalam mulut bayi. Sewaktu bayi menyusu, bayi akan menarik payudara dan puting ibu ke arah luar.
  • Bantu ibu sebanyak mungkin melakukan kontak  kulit dan membiarkan bayinya mengeksplorasi payudaranya. Biarkan bayi melekat sendiri pada payudara, kapanpun dia mau. Sebagian bayi paling baik belajar sendiri.
  • Bantu ibu mengatur posisi bayi. Jika bayi tidak bisa melekat sendiri dengan baik, bantu ibu mengatur posisi sehingga bayi dapat melekat dengan baik. Berilah bantuan ini sedini mungkin, di hari pertama, sebelum ASI keluar dan payudara penuh.
  • Bantu ibu mencoba beberapa posisi berbeda memeluk bayi. Meletakkan bayi ke payudara dengan berbagai posisi dapat mempermudah bayi untuk melekat. Misalnya ibu merasakan bahwa posisi di bawah lengan lebih membantu.
  • Bantu ibu supaya putingnya lebih menonjol sebelum menyusui. Menonjolkan puting sebelum menyusui memebnatu bayi melekat. Merangsang puting adalah salah satu cara yang perlu ibu lakukan dan ibu dapat menggunakan pompa payudara mnaual atau sebuah alat suntik untuk menarik puting keluar
  1. Masalah menyusui pada masa pasca persalinan lanjut

q  Sindrom ASI kurang

Sering kenyatannya ASI tidak benar-benar kurang. Tanda-tanda yang “mungkin saja” ASI benar kurang antara lain :

  • Bayi tidak puas setiap setelah menyusui,
  • Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu
  • Tinja bayi keras, kering atau berwarna hijau
  • Payudara tidak membesar selama kehamilan

 

Cara mengatasinya diseusikan dengan penyebab, terutama dicari pada ke 4 kelompok faktor penyebab :

  1. Faktor teknik menyusui
  2. Faktor psikologis
  3. Faktor fisik ibu
  4. Faktor kondisi bayi

 

q  Ibu bekerja seringkali alasan pekerjaan membuat seorang ibu berhenti menyusui.

Ada beberapa cara yang dapat dianjurkan paa ibu menyusui yang bekerja :

  • Susuilah bayi sebelum ibu bekerja
  • ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum berangkat bekerja
  • Pengosongan payudara ditempat kerja, setiap 3 – 4 jam
  • ASI dapat disimpan di lemari pendingin dan dapat diberikan bayi saat ibu bekerja, dengan cangkir.
  • Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin bayi disusui, dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari
  • Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekan sejak satu bulan sebelum kembali bekerja.
  • Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui bayinya.

 

  1. Masalah menyusui pada keadaan khusus

1)      Ibu melahirkan dengan bedah sesar

Ibu yang mengalami bedah sesar dengan pembiusan umum tidak mungkin segera dapat menyusui bayinya, karena ibu belum dasar akibat pembiusan.

Posisi menyusui yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  1. Ibu dapat dalam posisi berbaring miring dengan bahu dan kepala yang ditopang bantal, semenetara bayi disusukan dengan kakinya ke arah ibu.
  2. Apabila ibu sudah dapat duduk, bayi dapat ditidurkan di bantal dia tas pangkuan ibu dengan posisi kaki bayi mengarah ke belakang ibu di bawah lengan ibu.
  3. Dengan posisi memegang bola (football position) yaitu ibu terlentang dan bayi berada diketiak ibu dengan kaki ke arah atas dan tangan ibu memegang kepala bayi.

2)      Kondisi ibu sakit

 

  • Masalah pada bayi

q  Bingung puting

Adalah suatu keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu pada ibu. Peristiwa ini terjadi karena mekanisme menyusui pada puting ibu berbeda dengan mekanisme menyusu pada botol

Tanda-tanda bayi bingung puting :

q  Bayi mengisap puting seperti mengisap dot

q  Mengisap secara terputus-putus dan sebentar-sebentar

q  Bayi menolak menyusu

q  Kondisi bayi (BBLK, Ikterik, Sumbing, dll)

Evaluasi

  1. Sebutkan langkah-langkah menyusui yang benar sesuai dengan urutan
  2. Jelaskan masalah-maslah dalam pemberian ASI !

 

 

LESSON  PLAN  TEORI

 

 

Mata kuliah            :    Asuhan Kebidanan Ibu III

Kode MK              :    Bd. 303

Semester                :    II

Topik                      :    Proses laktasi dan menyusui

Sub topik bahasan  :    –   Cara menyusui yang benar

–   Masalah dalam pemberian ASI

Waktu                    :    60 menit

Dosen                     :    Rinela Padmawati

OPS                       :    Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan proses laktasi dan menyusui yang benar.

Sumber pustaka     :    1.    Bahan bacaan modul manajemen laktasi, 2003.

2.    Kerrie Lee, 1998, Segala Sesuatu Tentang Payudara, Arcan, Jakarta, 23 – 32.

3.    Kumpulan makalah : Pelatihan manajemen laktasi. 2003.

Program Manajemen laktasi perkumpulan perinatologi Indonesia

4.    Soetjiningsih, 1997, SI : Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan, EGC, Jakarta, 105 – 123

bahan                     :    –      OHT

–      Plip Chart

–      White Board

 

 

 

 

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
 

10

PENDAHULUAN

 

  1. Salam
  2. Review topik sebelumnya
  3. Menguraikan objektif perilaku siswa
  4. Menjelaskan topik sebelumnya dengan topik sekarang

 

 

OHT
 
METODE

 

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Diskusi

 

 
 
Objektif Perilaku Siswa

 

  1. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan cara menyusui yang benar tanpa melihat catatan sesuai dengan urutan
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah dlam pemberian ASI tanpa melihat catatan dengan tepat.

 

 
 

 

25

URAIAN MATERI

 

Explanation :

Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik-teknik yang benar.

Dalam memberikan ASI pada bayi, ada berbagai macam posisi menyusui yang benar. Posisi yang biasa dilakukan adalah dengan duduk ataupun berbaring.

 

 

q   OHT

q   Plip Chart

q   Brain storming

Waktu
I S I Media / alat bantu
   

Langkah-langkah menyusui yang benar

  1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areolanya
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu . payudara
  3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja.
  4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex) dengan cara :
  5. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.
  6. Melepaskan isapan bayi
  7. Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya.
  8. Menyendawakan bayi.

 

Sebaiknya menyusui bayi secara on demand (tidak dijadwal) karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.

 

Activity :

Mahasiswa diminta untuk menjodohkan langkah-langkah menyusui yang benar

 

Summary :

Keberhasilan menyusui ditentukan oleh teknik, posisi, serta cara yang benar selain psikologis ibu yang baik

 

 

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
 

 

20

 

Explanation :

q  Masalah dalam pemberian ASI

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah paa ibu maupun pada bayi.

  • Masalah pada ibu
  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan dini

q   Puting susu lecet

q   Payudara bengkak

q   Mastitis / abses payudara

q   Puting yang masuk ke dalam

  1. Masalah menyusui paa masa pasca persalinan lanjut

q   Sindrom ASI kurang

q   Ibu bekerja seringkali alasan pekerjaan membuat seorang ibu berhenti menyusui.

  1. Masalah menyusui pada keadaan khusus
    1. Ibu melahirkan dengan bedah sesar
    2. Kondisi kesehatan ibu
  • Masalah pada bayi

q  Bungung puting

q  Kondisi bayi (BBLK, Ikterik, Sumbing, dll)

 

Activity :

Mahasiswa diminta untuk menyebutkan kembali masalah-masalah dalam pemberian ASI

 

 

q  OHT

q  Plipchart

q  Brain storming

 

Waktu
I S I Media / alat bantu
   

Summary :

Proses menyusui akan megnalami kegagalan bila terdapat masalah-masalah dalam menyusui. Masalah tersebut juga bis timbul karena cara menyusui yang tidak ebnar. Untuk itu bidan hraus bisa mendeteksi secara dini untuk mengatasinya.

 

 
 

 

5

KESIMPULAN

 

Dalam memberikan ASI ada berbagai macam posisi menyusui yang benar, yang biasanya dilakukan adalah duduk ataupun berbaring. Langkah menyusui yang benar dapat disimpulkan menjadi 3 tahap yaitu persiapan sebelum menyusui, saat menyusui dan setelah menyusui diantaranya yaitu menyendawakan bayi. Bayi disusui on demand (tidak diwaktu) karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.

Tidak selueruhnya ibu menyusui akan berhasil karena kadang ada masalah-masalah yang timbul dalam proses menyusui. Masalah ini bisa timbul dari ibu maupun bayinya. Untuk itu bidan harus bisa mendeteksi masalah-maslah yang timbul dan mengatasinya.

 

 

 

OHT
 
Evaluasi

 

  1. Sebutkan langkah-langkah menyusui yang benar sesuai dengan urutan !
  2. Jelaskan masalah-masalah dalam pemberian ASI !

 

 

 

PERUBAHAN PSIKOLOGI MASA NIFAS DAN MENYUSUI

 

HAND OUT

 

 Mata Kuliah               : Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui

Topik                          : Proses adaptasi psikologis ibu masa nifas

Sub Topik                  : –   Konsep dasar perubahan psikososial dalam masa nifas

–      Masa adaptasi ibu dalam masa nifas

–      Keadaan abnormal pada psikologi ibu nifas

Waktu                        : 200 menit

Dosen                          : Ni Wayan Armini, M.Keb.

 

OBYEKTIF PERILAKU MAHASISWA

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu :

  1. Mendeskripsikan konsep dasar perubahan psikososial dalam masa nifas
  2. Menjelaskan masa adaptasi ibu dalam masa nifas
  3. Menjelaskan keadaan abnormal pada psikologi ibu nifas

 

REFERENSI

ü  Cunningham FG, Mac Donald PC, Gan NF et al. (2001), William Obstetrics. 21 th    ed, New York : Mc Graw Hill, inc.

ü  Departemen Kesehatan RI (2003). Standar Asuhan Kebidanan bagi Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jakarta.

ü  Derek Llewellyn – Jones, 2002, Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi, Hipokrates, Jakarta

ü  Pusdiknakes, 2003, Buku IV  Asuhan Kebidanant Post Partum, Jakarta

ü  Saifuddin AB (2000). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBPSP : Jakarta.

ü  Varney H, 1997, Varney’s Midwifery, Jones & Bartlett Publishers, London. page.623-625

 

 

PENDAHULUAN

 Masa nifas (Puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6 minggu, atau masa nifas adalah masa yang dimulai dari beberapa jam setelah lahir plasenta sampai 6 minggu berikutnya.

Terjadi perubahan peran sebagai orang tua yang mempunyai tugas dan tanggung jawabnya terhadap kelahiran seorang bayi. Mengalami perubahan stimulus dan kegembiraan untuk memenuhi kebutuhan bayi.

 

URAIAN MATERI

 A.    KONSEP DASAR PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DALAM MASA NIFAS

  1. 1.      Perubahan peran

Terjadinya perubahan peran, yaitu menjadi orang tua setelah kelahiran anak. Sebenarnya suami dan istri sudah mengalami perubahan peran mereka sejak masa kehamilan. Perubahan peran ini semakin meningkat setelah kelahiran anak. Contoh, bentuk perawatan dan asuhan sudah mulai diberikan oleh si ibu kepada bayinya saat masih berada dalam kandungan adalah dengan cara memelihara kesehatannya selama masih hamil, memperhatikan makanan dengan gizi yang baik, cukup istirahat, berolah raga, dan sebagainya.

Selanjutnya, dalam periode postpartum atau masa nifas muncul tugas dan tanggung jawab baru, disertai dengan perubahan-perubahan perilaku. Perubahan tingkah laku ini akan terus berkembang dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan waktu cenderung mengikuti suatu arah yang bisa diramalkan.

Pada awalnya, orang tua belajar mengenal bayinya dan sebaliknya bayi belajar mengenal orang tuanya lewat suara, bau badan dan sebagainya. Orang tua juga belajar mengenal kebutuhan-kebutuhan bayinya akan kasih sayang, perhatian, makanan, sosialisasi dan perlindungan.

Periode berikutnya adalah proses menyatunya bayi dengan keluarga sebagai satu kesatuan/unit keluarga. Masa konsolidasi ini menyangkut peran negosiasi (suami-istri, ayah-ibu, orang tua-anak, anak dan anak).

 

  1. 2.      Peran menjadi orang tua setelah melahirkan

Selama periode postpartum, tugas dan tanggung jawab baru muncul dan kebiasaan lama perlu diubah atau ditambah dengan yang baru. Ibu dan ayah, orang tua harus mengenali hubungan mereka dengan bayinya. Bayi perlu perlindungan, perawatan dan sosialisasi. Periode ini ditandai oleh masa pembelajaran yang intensif dan tuntutan untuk mengasuh. Lama periode ini bervariasi, tetapi biasanya berlangsung selama kira-kira empat minggu.

Periode berikutnya mencerminkan satu waktu untuk bersama-sama membangun kesatuan keluarga. Periode waktu meliputi peran negosiasi (suami-istri, ibu-ayah, saudara-saudara) orang tua mendemonstrasikan kompetensi yang semakin tinggi dalam menjalankan aktivitas merawat bayi dan menjadi lebih sensitif terhadap makna perilaku bayi. Periode berlangsung kira-kira selama 2 bulan.

 

  1. 3.      Tugas dan tanggung jawab orang tua

Tugas pertama orang tua adalah mencoba menerima keadaan bila anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena dampak dari kekecewaan ini dapat mempengaruhi proses pengasuhan anak.

Walaupun kebutuhan fisik terpenuhi, tetapi kekecewaan tersebut akan menyebabkan orang tua kurang melibatkan diri secara penuh dan utuh. Bila perasaan kecewa tersebut tidak segera diatasi, akan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menerima kehadiran anak yang tidak sesuai dengan harapan tersebut.

Orang tua perlu memiliki keterampilan dalam merawat bayi mereka, yang meliputi kegiatan-kegiatan pengasuhan, mengamati tanda-tanda komunikasi yang diberikan bayi untuk memenuhi kebutuhannya serta bereaksi secara cepat dan tepat terhadap tanda-tanda tersebut.

Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab orang tua terhadap bayinya, antara lain :

  1. Orang tua harus menerima keadaan anak yang sebenarnya dan tidak terus terbawa dengan khayalan dan impian yang dimilikinya tentang figur anak idealnya. Hal ini berarti orang tua harus menerima penampilan fisik, jenis kelamin, temperamen dan status fisik anaknya.
  2. Orang tua harus yakin bahwa bayinya yang baru lahir adalah seorang pdibadi yang terpisah dari diri mereka, artinya seseorang yang memiliki banyak kebutuhan dan memerlukan perawatan.
  3. Orang tua harus bisa menguasai cara merawat bayinya. Hal ini termasuk aktivitas merawat bayi, memperhatikan gerakan komunikasi yang dilakukan bayi dalam mengatakan apa yang diperlukan dan member respon yang cepat
  4. Orang tua harus menetapkan criteria evaluasi yang baik dan dapat dipakai untuk menilai kesuksesan atau kegagalan hal-hal yang dilakukan pada bayi.
  5. Orang tua harus menetapkan suatu tempat bagi bayi baru lahir di dalam keluarga. Baik bayi ini merupakan yang pertama atau yang terakhir, semua anggota keluarga harus menyesuaikan peran mereka dalam menerima kedatangan bayi.

Dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya, harga diri orang tua akan tumbuh bersama dengan meningkatnya kemampuan merawat/mengasuh bayi. Oleh sebab itu bidan perlu memberikan bimbingan kepada si ibu, bagaimana cara merawat bayinya, untuk membantu mengangkat harga dirinya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada masa post partum adalah :

  1. Respon dan dukungan dari keluarga dan teman
  2. Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi
  3. Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu
  4. Pengaruh budaya

 

 

  1. B.     MASA ADAPTASI IBU DALAM MASA NIFAS

Ada tiga fase dalam masa adaptasi peran pada masa nifas, antara lain adalah :

  1. Fase dependent
  1. Pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan, ketergantungan ibu sangat menonjol. Pada saat ini ibu mengharapkan segala kebutuhannya dapat dipenuhi oleh orang lain. Rubin (1991) menetapkan periode beberapa hari ini sebagai fase menerima yang disebut dengan taking in phase. Dalam penjelasan klasik Rubin, fase menerima ini berlangsung selama 2 sampai 3 hari.
  2. Ia akan mengulang-ulang pengalamannya waktu bersalin dan melahirkan.
  3. Pada saat ini, ibu memerlukan istirahat yang cukup agar ibu dapat menjalan masa nifas selanjutnya dengan baik.
  4. Membutuhkan nutrisi yang lebih, karena biasanya selera makan ibu menjadi bertambah. Akan tetapi jika ibu kurang makan, bisa mengganggu proses masa nifas.

 

  1. Fase independent

Pada ibu-ibu yang mendapat perawatan yang memadai pada hari-hari pertama setelah melahirkan, maka pada hari kedua sampai keempat mulai muncul kembali keinginan untuk melakukan berbagai aktivitas sendiri. Di satu sisi ibu masih membutuhkan bantuan orang lain tetapi disisi lain ia ingin melakukan aktivitasnya sendiri. Dengan penuh semangat ia belajar mempraktekkan cara-cara merawat bayi. Rubin (1961) menggambarkan fase ini sebagai fase taking hold.

Pada fase taking hold, ibu berusaha keras untuk menguasai tentang ketrampilan perawatan bayi, misalnya menggendong, menyusui, memandikan dan memasang popok. Pada masa ini ibu agak sensitive dan merasa tidak mahir dalam melakukan hal-hal tsb, cenderung menerima nasihat bidan atau perawat karena ia terbuka untuk menerima pengetahuan dan kritikan yang bersifat pribadi. Pada tahap ini Bidan penting memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi.

 

Pada beberapa wanita yang sulit menyesuaikan diri dengan perannya, sehingga memerlukan dukungan tambahan. Hal ini dapat ditemukan pada :

  1. Orang tua yang baru melahirkan untuk pertama kali dan belum pernah mempunyai pengalaman mengasuh anak
  2. Wanita karir
  3. Wanita yang tidak mempunyai keluarga atau teman dekat untuk membagi suka dan duka
  4. Ibu dengan anak yang sudah remaja
  5. Single parent

 

  1. Fase interdependent

Periode ini biasanya terjadi “after back to home” dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. Ibu akan mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayi, ia harus beradaptasi dengan kebutuhan bayi yang sangat tergantung, yang menyebabkan berkurangnya hak ibu, kebebasan dan hubungan sosial.

Pada fase ini, kegiatan-kegiatan yang ada kadang-kadang melibatkan seluruh anggota keluarga, tetapi kadang-kadang juga tidak melibatkan salah satu anggota keluarga. Misalnya, dalam menjalankan perannya, ibu begitu sibuk dengan bayinya sehingga sering menimbulkan kecemburuan atau rasa iri pada diri suami atau anak yang lain.

Pada fase ini harus dimulai fase mandiri (letting go) dimana masing-masing individu mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri, namun tetap dapat menjalankan perannya dan masing-masing harus berusaha memperkuat relasi sebagai orang dewasa yang menjadi unit dasar dari sebuah keluarga.

 

  1. C.    KEADAAN ABNORMAL PADA PSIKOLOGI IBU NIFAS
  1. Baby Blue (Post Partum Blues)

Post Partum Blues merupakan suatu fenomena psikologis yang dialami oleh ibu dan bayinya. Biasanya tejadi pada hari ke-3 sampai ke-5 post partum. Angka kejadiannya 80% dari ibu post partum mengalaminya, dan berakhir beberapa jam/hari.

Merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi yang ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut :

  1. Sedih
  2. Cemas tanpa sebab
  3. Menangis tanpa sebab
  4. Tidak sabar
  5. Tidak percaya diri
  6. Sensitif
  7. Mudah tersinggung (iritabilitas)
  8. Merasa kurang menyayangi bayinya

Post partum blues ini dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental yang ringan. Oleh sebab itu, sering tidak diperdulikan sehingga tidak terdiagnosis dan tidak ditindak lanjuti sebagaimana seharusnya. Jika hal ini dianggap enteng, keadaan ini bisa menjadi serius dan bisa bertahan dua minggu sampai satu tahun dan akan berlanjut menjadi depresi dan psikosis post partum. Banyak ibu yang berjuang sendiri dalam beberapa saat setelah melahirkan. Mereka merasakan ada hal yang salah namun mereka sendiri tidak mengetahui penyebabnya.

 

Banyak faktor yang dapat menyebabkan post partum blues, antara lain :

  1. Faktor hormonal

Perubahan kadar estrogen dan progesterone yaitu terjadi fluktuasi hormonal dalam tubuh. Kadar hormone kortisol (hormone pemicu stress) pada tubuh ibu naik hingga mendekati kadar orang yang mengalami depresi. Disaat yang sama, hormone laktogen dan prolaktin yang memicu produksi ASI sedang meningkat. Sementara pada saat yang sama kadar progesterone sangat rendah. Pertemuan kedua hormone ini akan menimbulkan keletihan fisik pada ibu dan memicu depresi.

  1. Faktor demografik, seperti faktor usia yang terlalu muda atau terlalu tua.
  2. Pengalaman proses kehamilan dan persalinan.
  3. Latar belakang psikososial wanita yang bersangkutan, seperti tingkat pendidikan, status perkawinan, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya, sosial ekonomi serta keadekuatan dukungan sosial dari lingkungannya (suami, keluarga dan teman).
  4. Faktor psikologis

Berkurangnya perhatian keluarga, terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan si ibu yang merasa lelah dan sakit pasca persalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilan fisik bayi karena tidaksesuai dengan harapannya juga bisa memicu baby blues.

  1. Faktor fisik

Kelelahan fisik karena aktifitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan, mengganti popok, dan menimang sepanjang hari bahkan tidak jarang di malam buta sangatlah menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami atau anggota keluarga yang lain.

  1. Faktor sosial

Si ibu merasa sulit menyesuaikan dengan peran baru sebagai ibu. Apalagi kini gaya hidupnya akan berubah drastis. Ibu merasa dijauhi oleh lingkungan dan merasa kaan terasa terikat terus pada si kecil.

 

Dibutuhkan pendekatan menyeluruh/holistik dalam penanganan ibu post partum blues. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dibutuhkan penanganan di tingkat perilaku, emosional, intelektual, sosial dan psikologis secara bersama-sama dengan melibatkan lingkungannya, yaitu suami, keluarga dan teman dekatnya.

 

PERAN BIDAN

  1. Menjalin hubungan baik dengan keluarga dalam mengembangkan upaya menjalin kasih sayang dengan bayinya
  2. Hal ini merupakan tanda awal kesulitan dalam pengasuhan anak di masa yang akan dating
  3. Waspada terhadap reaksi negatif yang menonjol dari orang tua, seperti :

–          Perilaku negatif orang tua

–          Sikap verbal dan nonverbal

–          Interaksi yang tidak mendukung (tidak menyentuh bayinya)

–          Ucapan kekecewaan/merendahkan

  1. Upaya memperkokoh hubungan bayi dengan orang tuanya (seperti menggendong, mengajak bayinya bercerita, dan sebagainya)
  2. Mendorong orang tua untuk melihat dan memeriksa bayi mereka dengan komentar positif tentang bayinya
  3. Berikan anjuran-anjuran/advice pada ibu dan keluarga :

1)      Anjurkan pada ibu untuk melepaskan saja emosi, tidak perlu ditahan-tahan. Ingin menangis, marah, lebih baik dekspresikan saja

2)      Usahakan agar ibu mendapatkan istirahat yang cukup (kalau ada kesempatan gunakan untuk tidur, walaupun hanya 10 menit)

3)      Berikan motivasi pad ibu, agar ibu menyadari badai pasti berlalu. Rasa sakit setelah melahirkan pasti akan sembuh, rasa sakit ketika awal-awal memberi ASI pasti akan hilang, teror tangis bayi lambat laun akan berubah menjadi ocehan dan tawa yang menggemaskan, bayi yang “menjengkelkan”, beberapa bulan lagi akan menjadi bayi mungil yang menakjubkan, dan lain-lain

4)      Minta bantuan orang lain, misalnya kerabat atau teman untuk membantu mengurus si kecil

5)      Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh instirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu-minggu dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan, bisa mencegah depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras habis

6)      Hindari makan manis serta makanan dan minuman yang mengandung kafein, karena kedua makanan ini berfungsi untuk memperburuk depresi

7)      Konsumsi makanan yang bernutrisi agar kondisi tubuh cepat pulih, sehat dan segar

8)      Coba berbagi rasa dengan suami atau orang terdekat lainnya, dukungan dari mereka bisa membantu mengurangi depresi

 

  1. Depresi postpartum

Depresi postpartum dialami 20% ibu yang baru melahirkan, menurut Boback & Jensen (1993). Depresi dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, galau, tak bahagia, susah atau kehilangan semangat hidup. Kebanyakan dari kita merasakan hal seperti ini pada suatu periode singkat di dalam suatu waktu. Biasanya gejala akan tampak pada bulan pertama setelah melahirkan, bisa hingga bayi berumur satu tahun.

 

Penyebab depresi

Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Banyak alasan yang dapat dikemukakan sebagai penyebab perempuan menderita depresi. Perubahan hormone atau kejadian di dalam kehidupan yang menimbulkan stress seperti saat kematian keluarga, menyebabkan perubahan kimiawi di dalam otak yang mengarah menuju depresi. Setelah melahirkan perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh perempuan dapat memicu terjainya depresi. Selama kehamilan terjadi lonjakan jumlah estrogen dan progesterone. Dalam jangka waktu 24 jam setelah melahirkan, jumlah estrogen dan progesterone kembali normal seperti saat sebelum kehamilan.

 

Faktor lain yang dapat menyebabkan depresi

  1. Kelelahan setelah melahirkan, berubahnya pola tidur dan kurang istirahat, seringkali menyebabkan ibu yang baru melahirkan belum kembali ke kondisi normal meskipun setelah berminggu-minggu dari saat melahirkan
  2. Kegalauan dan kebingungan dengan kelahiran bayi yang baru, perasaan tidak percaya diri dengan kemampuan diri untuk dapat merawat bayi yang baru sementara masih merasa bertanggung jawab dengan semua pekerjaan yang ada
  3. Perasaan stress dari perubahan dalam pekerjaan maupun kerutinan dalam rumah tangga. Sementara banyak perempuan yang merasa berkewajiban untuk menjadi super women yang tidak realistis dan sulit dicapai, malahan akan menambah stress yang ada
  4. Perasan kehilangan akan identitas diri, akan kemampuan diri akan figure tubuh sebelum kehamilan, akan perasaan dapat mengontrol diri sebelum kehamilan, akan perasaan menjadi kurang menarik
  5. Kurangnya waktu untuk diri sendiri, tidak dapatnya mengontrol waktu sebagaimana yang dapat dilakukan sebelum dan selama kehamilan, harus tinggal di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama, juga kekurangan waktu probadi dengan orang yang dicintai selain dari bayi yang baru lahir

 

Gejala depresi

  1. Perasaan sedih, tidak berdaya dan galau
  2. Sering menangis
  3. Tidak ada energy dan motivasi hidup
  4. Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit
  5. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  6. Sulit untuk fokus, mengingat atau mengambil keputusan
  7. Rasa tidak berharga dan bersalah
  8. Kehilangan semangat atau kenyamanan dalam beraktifitas
  9. Menjauhkan diri dari teman atau keluarga
  10. Sakit kepala, nyeri di dada, jantung berdebar-debar dan nafas cepat

 

Setelah melahirkan, gejala lain dari depresi dapat termasuk ketakutan untuk menyakiti bayi dan dirinya sendiri (rasa ingin bunuh diri) dan tidak ada ketertarikan pada bayi.

 

PERAN BIDAN

  1. Menjalin hubungan baik dengan keluarga dalam mengembangkan upaya menjalin kasih sayang dengan bayinya
  2. Berikan dukungan emosional dan spiritual
  3. Lakukan kolaborasi untuk perawatan depresi :

1)      Terapi bicara, adalah sesi bicara dengan terapis, psikolog atau pekerja sosial untuk mengubah apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh ibu akibat menderita depresi.

2)      Obat medis. Obat anti depresi yang diresepkan oleh dokter. Sebelum mengkonsumsi obat anti depresi sebaiknya didiskusikan benar, obat mana yang tepat dan aman bagi bayi untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

  1. Berikan advice :

1)      Banyak istirahat sebisanya (tidurlah selama bayi tidur).

2)      Hentikan membebani diri sendiri untuk melakukan semuanya sendiri. Kerjakan apa yang dapat dilakukan dan berhenti saat merasa lelah. Biarkan pekerjaan yang tersisa dilakukan kemudian.

3)      Mintalah bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan pemberian makan pada waktu malam hari. Mintalah pada suami untuk mengangkat bayinya untuk disusui saat malam hari sehingga ibu dapat menyusui di tempat tidur tanpa harus banyak bergerak. Bila memungkinkan, carilah tenaga bantuan dari teman, keluarga atau tenaga professional untuk membantu selama diperlukan.

4)      Bicarakan dengan suami, keluarga,dan teman mengenai perasaan yang dimiliki.

5)      Jangan sendirian dalam jangka waktu lama. Berdandan dan keluarlah dari rumah. Pergilah atau jalan-jalan ke suatu tempat untuk merubah suasana hati.

6)      Bicaralah dengan orang tua (ibu) agar dapat bertukar pikiran dansharing pengalaman.

7)      Jangan membuat perubahan hidup yang sangat drastic, seperti pindah kerja, pindah rumah, ganti pasangan hidup, dan lain-lain.

8)      Bila ada perubahan drastic yang tidak dapat dielakkan, buatlah persiapan yang matang.

 

Dampak depresi pada bayi

Stress serta sikap tidak tulus ibu yang terus menerus diterima oleh bayi kelak bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang mudah menangis, cenderung rewel, pencemas sekaligus pemurung. Dampak lain yang juga merugikan adalah anak cenderung mudah sakit.

Depresi pasca melahirkan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk merawat bayinya. Ia dapat kurang tenaga, tidak dapat berkonsentrasi, gusar terus menerus dan tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi akan cinta dan perhatian yang tidak putus. Akibatnya penderita akan merasa bersalah dan kehilangan rasa percaya diri akan kemampuannya sebagai ibu, dimana perasan ini dapat memperburuk kondisi depresinya.

Pendapat para ilmuwan bahwa ini dapat mempengaruhi kemampuan bayi dalam perkembangan bahasanya, dalam kedekatan emosionalnya dengan orang lain, dalam masalah bersikap, tingkat aktifitas yang lemah, masalah tidur dan distress. Adanya gangguan pemberian ASI sehingga pemberian nutrisi bayi menjadi terganggu. Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali.

 

  1. Post Partum Psikosis

Sangat jarang terjadi, 1 atau 2 dalam setiap 1000 kelahiran dan biasanya dimulai pada minggu ketiga dalam 6 minggu setelah melahirkan. Para wanita yang rentan terhadap depresi postpartum yang lebih berat adalah mereka yang kehamilannya tidak diharapkan, atau mereka yang mempunyai masalah-masalah yang sulit dihadapi, beresiko untuk terkena postpartum psikosis.

Gejala      : –     Halusinasi

–          Halusinasi

–          Gangguan saat tidur

–          Perilaku yang kurang wajar

 

Etiologi    : –     Perubahan tingkat hormonal

–          Stres psikologis dan fisik

–          Sistem pendukung yang tidak memadai

 

Sering dialami     : –     Ibu yang mengalami abortus

–          Kematian bayi dalam kandungan

–          Kematian bayi setelah lahir

Kesedihan dan Duka Cita

  1. Kesedihan

Kesedihan adalah reaksi emosi, mental dan fisik dan sosial yang normal dari kehilangan sesuatu yang dicintai dan diharapkan. Berduka sangat bervariasi tergantung pada apa yang hilang dan respon terhadap kehilangan akan berbeda setiap individunya.

Tahap kesedihan (Kubler Ross, 1970)

1)      Denial (penyangkalan)

Menyangkal apa yang sebenarnay terjadi dan terus berharap pada apa yang mereka impikan atau angan-angankan.

2)      Anger (kemarahan)

Marah pada apa yang sedang terjadi, emosi tidak stabil dan mungkin menyalahkan semua pihak yang terlibat di dalamnya (seperti tenaga kesehatan yang menolong ataupun dari pihak keluarganya sendiri.

3)      Bargaining (tawar menawar)

Terkesan seperti menerima apa yang telah terjadi tetapi tahap ini merupakan tahap pendek atau singkat dan tidak mungkin dinyatakan oleh pasien. Pasien tetap berharap, itu tidak terjadi.

4)      Depression (depresi)

Fase ini merupakan fase yang berlangsung cukup lama, bisa berlangsung dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun. Gejala yang tampak; perasaan depresi, bersalah, kehilangan, kesepian, panic dan menangis tanpa sebab yang jelas.

5)      Acceptance (menerima)

Kematian merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan atau dihindari, kesedihan akibat kematian akan mulai berkurang seiring dengan berjalannya waktu, ibu dan keluarga mulai menerima kenyataan.

 

Tanda gejala berduka:

1)      Efek fisik, ibu akan merasa kelelahan, sulit tidur, nafsu makan menghilang, gelisah dan lemah.

2)      Efek emosional, ibu merasa bersalah terhadap apa yang terjadi, marah, sedih, dan benci pada dirinya sendiri.

3)      Efek sosial, ibu cenderung untuk menarik diri.

 

  1. Duka cita

Duka cita adalah suatu respon fisiologis terhadap kehilangan. Ada beberapa tahapan proses duka cita.

1)      Tahap shock, merupakan respon awal individu terhadap kehilangan.

a)      Manifestasi perilaku dan perasaan

Penolakan ketidak percayaan, keputusasaan, marah, takut, ansietas, merasa bersalah, kekosongan, kesendirian,  kesedihan, kesepian, isolasi, kekakuan, menangis, kebencian/kepahitan, keterasingan, kehilangan inisiatif, merasa dihianati, frustasi, memberontak dan kehilangan konsentrasi.

b)      Manifestasi fisik

Keluhan kehilangan berat, anoreksia, tidur gelisah, keletihan, kurang istirahat,kurus, sesak nafas, mengomel sakit dada, kelemahan internal, kelemahan umum dan kelemahan kaki.

2)      Tahap penekanan / fase realitas

Tahap ini terjadi penerimaan fakta kehilangan dan penyesuaian terhadap realita yang membebani. Contoh : orang yg mengalami duka cita akan menyesuaikan dengan lingkungan tanpa kehadiran orang yang dicintainya atau menerima fakta dan membuat penyesuaian yang perlu dalam kehidupannya.

 

PERAN BIDAN

Dalam upaya membantu klien yang bersedih dan berduka, bidan dapat memfasilitasi penerimaan mereka pada :

  1. Kehilangan bayi :
    1. Mengajak untuk melihat, menyentuh dan memegang bayi yang meninggal
    2. Memberi harapan kepada mereka dengan memberi nama bayi, memberi satu set jejak kaki, memberi foto
    3. Memberi harapan untuk mendapatkan beberapa bentuk bantuan pemakaman

 

  1. Anak yg tidak sempurna/kelainan :
    1. Memberikan rasa aman dan sabar
    2. Mendengarkan keluhannya
    3. Tidak menyalahkan
    4. Menghindari lingkungan yang memfasilitasi hal yang negatif yng mereka rasakan
    5. Menghindari penolakan terhadap bayinya

 

MODUL NIFAS

ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA NIFAS

 

  1. 1.   Pengantar

Modul ini berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas” yang merupakan kompetensi bidan yang ke 6 dengan pernyataan kompetensi; Bidan memberikan Asuhan pada ibu Nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhada budaya setempat.Yang menjadi fokus pembahasan adalah mengenai: (1) Konsep dasar nifas, (2) Kebutuhan dasar pada masa nifas (3) Menjelaskan konsep dasar masa nifas, (4). proses laktasi dan menyusui, (5). Menjelaskan tentang respon orang tua terhadap BBL, (6). Menjelaskan perubahan fisiologis, (7). Menjelaskan proses adaptasi, (8). Menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas, (9). Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas, (10). Menjelaskan program tindak lanjut asuhan nifas di rumah, (11) Menjelaskan cara mendeteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya, (12). Melakukan pendokumentasian asuhan nifas.

Mempelajari modul ini diharapkan Anda sebagai mahasiswa memiliki pemahaman tentang Asuhan Kebidanan pada masa nifas. Modul ini direncanakan dapat Anda pelajari sebelum kegiatan pembelajaran secara tatap muka dimulai. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan pemanfaatan waktu pembelajaran secara tatap muka untuk (1) mendiskusikan materi pembelajaran yang belum sepenuhnya Anda pahami, (2) mendapatkan penjelasan tambahan, dan (3) melakukan praktik asuhan masa nifas Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah sekitar 8 x 120 menit. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk praktik asuhan kebidanan pada masa nifas dan pembimbingan adalah sekitar 8 x 240 menit. Oleh karena itu, Anda diharapkan membuat catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu didiskusikan selama kegiatan pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan. Akhirnya, selamat belajar dan semoga SUKSES!

 

Asuhan Kebidanan pada masa nifas dan Pembimbingan. Dengan mempelajari modul ini diharapkan Anda sebagai mahasiswa memiliki pemahaman tentang  asuhan masa nifas dan termotivasi secara optimal untuk mengembangkan kemampuan Anda memberi asuhan masa nifas.

 

Modul ini direncanakan supaya Anda dapat pelajari sebelum kegiatan pembelajaran secara tatap muka dimulai. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan pemanfaatan waktu pembelajaran secara tatap muka untuk (1) mendiskusikan materi pembelajaran yang belum sepenuhnya Anda pahami, (2) mendapatkan penjelasan tambahan, dan (3) melakukan praktek asuhan kebidanan pada ibu nifas. Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah sekitar 8 x 120 menit. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk praktik memberi asuhan kebidanan masa nifas dan pembimbingan adalah sekitar 16 x 120 menit. Oleh karena itu, Anda diharapkan membuat catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu didiskusikan selama kegiatan pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan. Akhirnya, selamat belajar dan semoga SUKSES!

 

  1. 2.         Tujuan

Tujuan Umum Setelah mempelajar kegiatan belajar satu ini: Mahasiswa mampu  memberikan Asuhan pada ibu Nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhada budaya setempa.

Tujuan Khusus

Setelah nifas Mempelajari kegiatan belajar satu ini mahasiswa mampu :

  1. Menjelaskan konsep dasar,
  2. Menjelaskan proses laktasi dan menyusui,
  3. Menjelaskan tentang respon orang tua terhadap BBL,
  4.  Menjelaskan perubahan fisiologis
  5.  Menjelaskan proses adaptasi,
  6.  Menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas
  7.  Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas,
  8. Menjelaskan program tindak lanjut asuhan nifas di rumah,
  9.  Menjelaskan cara mendeteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya
  10.  Melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas

 

  1. 3.      Manfaat mempelajari modul ini

Sebagai mahasiswa kebidanan mengenai asuhan kebidanan pada ibu nifas  dan dengan Pengembang Teknologi Pembelajaran, manfaat yang Anda peroleh setelah selesai mempelajari modul ini dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka adalah bertambahnya pengetahuan dan kemampuan/keterampilan Anda di bidang asuhan kebidanan pada masa nifas.

 

4.   Petunjuk Umum Belajar

 

Sebagai mahasiswa, Anda haruslah mempelajari Modul ini secara bertahap, yaitu dimulai dari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-1. Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1 dan mengerjakan soal-soal latihannya serta telah benar-benar yakin memahaminya, barulah Anda diperkenankan untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-2.

 

Sebelum melanjutkan kegiatan belajar untuk mempelajari materi pembelajaran pada Kegiatan Belajar-3, Anda haruslah benar-benar telah memahami seluruh atau sebagian besar materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2. Di samping itu, Anda juga dituntut untuk setidak-tidaknya berhasil menyelesaikan sebagian besar soal-soal latihannya dengan benar.

 

Keadaan yang sama juga diberlakukan dalam mempelajari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-3. Begitu setrusnya sampai kegiatan belajar ke 8 Anda haruslah benar-benar memahami seluruh atau sebagian besar materi pembelajaran pada Kegiatan Belajar-8 beserta soal-soal latihannya sebelum meminta kesempatan atau waktu kepada koordinator mata kuliah untuk mengerjakan soal-soal atau Tes Akhir Modul (TAM).

 

Di dalam modul ini tersedia beberapa soal latihan dan hendaknya semua soal latihan ini Anda kerjakan. Dengan mengerjakan semua soal latihan yang ada diharapkan Anda akan dapat menilai sendiri tingkat penguasaan atau pemahaman Anda terhadap materi pembelajaran yang terdapat di dalam modul ini. Keuntungan lainnya dari mengerjakan soal-soal latihan adalah bahwa Anda dapat mengetahui bagian-bagian mana dari materi pembelajaran yang telah Anda pelajari yang masih belum sepenuhnya Anda pahami.

 

Sebagai mahasiswa, Anda akan mendapat kesempatan pada kegiatan belajar secara tatap muka untuk membahas materi pembelajaran yang kemungkinan belum berhasil Anda pahami selama belajar mandiri. Selama kegiatan belajar secara tatap muka, dosen mata kuliah  akan lebih cenderung bertindak sebagai fasilitator. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran secara tatap muka dapat dilakukan dengan cara membahas masing-masing materi pokok atau berdasarkan materi pembelajaran yang masih belum Anda pahami atau sulit Anda pahami. Terbuka juga kemungkinan bagi Anda sebagai mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil dalam mendiskusikan materi pokok yang diuraikan di dalam modul ini.

Hasil diskusi kelompok disajikan oleh setiap kelompok guna mendapatkan tanggapan dari kelompok-kelompok lainnya. Kemudian, kesimpulan dirumuskan bersama pada setiap akhir penyajian hasil diskusi kelompok. Jika tidak ada pembentukan kelompok, maka pada akhir pembahasan masing-masing materi pokok, Anda dapat merumuskan sendiri kesimpulan atau merumuskan secara bersama-sama dengan seksama teman-teman atau dapat juga meminta bimbingan dari para dosen.

Dalam mempelajari materi pembelajaran tentang “Asuhan kebidanan pada masa nifas”, porsi waktu untuk kegiatan diskusi dapat saja dikurangi. Sebagai gantinya, porsi waktu untuk kegiatan praktik asuhan kebidanan pada masa nifas secara individual dapat lebih diperbanyak. Dengan demikian, pada akhir kegiatan pembelajaran secara tatap muka, diharapkan setidak-tidaknya Anda telah dapat melakukan simulasi asuhan kebidanan pada masa nifas di laboratorium .

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka, fasilitas yang dibutuhkan adalah LCD projector, laptop/PC, whiteboard, alat tulisnya, dan seperangkat alat-alat asuhan pada masa nifas, seperti perawatan perineum, perawatan buah dada.

 

B. Uraian Materi

Kegiatan pembelajaran 1.

Konsep dasar nifas

Tujuan(sub kompetensi/Indikator)

Setelah mengikuti proses pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian masa nifas

2. Menguraikan proses involusi

3. Perubahan fisiologi nifas.

 

 

 Materi

1. Pengertian masa nifas: Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup enam minggu berikutnya yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

Puerperium adalah waktu mengenai perubahan besar yang berjangka pada periode transisi dari puncak pengalaman melahirkan untuk menerima kebahagiaan dan tanggungjawab dalam kehidupan keluarga.

Perawatan postnatal yang terintegrasi dengan baik memiliki peranan penting yang digunakan dalam membantu transisi ini dan mengenalkan keluarganya pada kehidupan baru mereka bersama-sama.

Puerperium adalah masa 6 minggu yang dimulai segera setelah plasenta keluar. Selama masa ini sejumlah perubahan fisiologi dan psikologi terjadi:

*        Organ-organ reproduksi kembali ke kondisi tidak hamil.

*        Perubahan fisiologi lain yang terjadi selama kehamilan dikembalikan.

*        Laktasi terbentuk.

*        Dasar hubungan antara bayi dan orang tuanya disiapkan.

*  Ibu pulih dari ketegangan pada waktu kehamilan dan persalinan, dan menerima. tanggung   jawab untuk merawat dan mengasuh bayinya.

 

Tujuan Asuhan Masa Nifas

Menurut Bennett & brown, 1996

Perawatan yang diperlukan ibu dan bayinya selama puerperium sebaiknya didasarkan pada 3 prinsip utama:

  1. Meningkatkan kesehatan fisik ibu dan bayi.
  2. Memberikan penyuluhan mengenai pemberian makanan dan meningkatkan pengembangan hubungan yang baik antara ibu-anak
  3. Mendukung dan memperkuat kepercayaan diri ibu dan membolehkannya mengisi peran sebagai ibu khususnya dalam keluarga sendiri dalam situasi kebudayaannya.

 

Menurut Anggraini,2010

  1. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati/merujuk bila terjadi komplikasi
  2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat
  3. Memberikan pelayanan KB

 

Peran Bidan dalam Masa Nifas

Memberikan semacam dukungan yg konsisten, baik dan relevan yg secara individual diperlukan ibu agar pulih dari ketegangan fisik krn melahirkan & u/ menumbuhkan percaya diri dalam mengasuh bayinya.

 

Tanggung Jawab Bidan

 

  1. Mendeteksi komplikasi & perlunya rujukan
  2. Mendukung & memantau kesehatan psikologis, emosi, sosial.
  3. Membangun kepercayaan diri ibu dalam perannya sebagai orang tua
  4. Mendorong ibu u/ menyusui bayinya dg meningkatkan rasa nyaman

 

Tahapan Masa Nifas

  1. 1.      Puerperium Dini (24 jam)

Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan

  1. 2.      Puerperium Intermedial (1-7 hari)

Kepulihan menyeluruh alat2 genetalia yg lamanya 6-8 mggu

  1. 3.      Remote Puerperium (1-6 minggu)

waktu yg diperlukan untuk pulih & sehat sempurna trutama bila selama hamil & persalinan mempunyai komplikasi

 

Kebijakan Program Nasional Masa Nifas

Depkes RI, 2003

Sesuai dengan standar pelayanan nifas, yaitu standar 15: Pelayanan bagi ibu & bayi pada masa nifas.Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu kedua dan minggu keenam setelah persalinan.

 

 

2. Proses involusi: dimulai dari autolysis- proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus, enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yang telah mengendur (selama hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula)

Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph phagolitik dan macrophagus dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.

Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin

Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi

Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta, mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap. Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel, namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi. Ligamen yang menjadi kendor selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil. Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul, perineum, vagina, vulva. Proses ini membantu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum.

Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini, senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi

Pada kehamilan dan persalinan, progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva, yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina, vulva dan perineum.

 

 

  Bobot uterus Diameter uterus Palpasi serviks
Pd akhir pesalinan 900 gram 12,5 cm Lembut/ lunak
Pd akhir

mgg I

450 gam 7,5 cm 2cm
Pd akhir

mgg II

200 gram 5,0 cm 1 cm
Pd akhir

mgg VI

60 gram 2,5 cm Membelah

 

 

 

Lokia adalah

Ekskresi cairan uterus selama masa nifas

Merupakan lapisan decidua yang mengelilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang menjadi nekrotik (layu/mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah. Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal, bau amis. Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus

Perubahan Lokia

Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas, wama merah, mengandung darah dari luka plasenta, serabut decidua dan korion

Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas, warna kecoklatan, mengandung lebih sedikit darah, lebih banyak serum, juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta

Lokia alba, muncul pada hari ke-10 masa nifas, warna lebih pucat, putih kekuningan, mengandung lekosit, selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati

 

 

C. Rangkuman

Secara singkat dapat dikatakan bahwa Asuhan Kebidanan pada masa nifas merupakan asuhan yang diberikan pada perempuan pasca persalinan, yang dilakukan pada perempuan sesuai siklus kehidupannya, yang diberikan sesuai dengan social budayanya masing-masing

Suatu asuhan dianggap bermutu tinggi apabila sesuai dengan standar asuhan kebidanan mulai dari pengkajian (subyektif, obyektif), assesment, dan dilanjutkan dengan penatalaksanaan, dengan tidak mengabaikan kode etik profesi, wewenang bidan serta peran fungsi bidan pada asuahan masa nifas dalam rangka mencegah kematian Ibu maupun bayinya. Ringkasan materi sebagai berikut.

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis. Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin.

Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus

Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam (retracted); putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses

 

D. Tugas

 

                                                                        TUGAS

 

 Langkah-langkah

 

 

Terhadap soal-soal tugas yang diberikan di bawah ini, Anda diminta mengerjakannya di lembar kertas tersendiri (tidak di dalam modul). Apabila semua soal tugas sudah selesai Anda kerjakan, barulah Anda dipersilakan untuk melihat Kunci Jawaban dan membandingkannya dengan jawaban Anda.

 

Periksalah hasil pekerjaan Anda. Apabila Anda berhasil menyelesaikan (menjawab) soal-soal tugas dengan 80% benar, maka Anda diperkenan-kan untuk melanjutkan kegiatan belajar Anda untuk mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2.

 

Apabila Anda belum berhasil menjawab 80% benar soal-soal tugas, maka Anda disarankan untuk mempelajari kembali uraian materi Kegiatan Belajar-1 terutama materi pembelajaran yang belum Anda pahami. Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran dan yakin telah memahaminya, barulah Anda mengerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. Semoga kali ini, Anda lebih berhasil dan dapat menyelesaikannya dengan 80% benar atau lebih.

 

Manakala setidak-tidaknya Anda telah berhasil menjawab soal tugas dengan 80% benar, maka Anda dipersilakan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran Anda mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2.

 

 

  Soal-soal Tugas 

 

 

Kerjakanlah soal-soal tugas di bawah ini:

 

Setelah selesai mempelajari materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-1 dan sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran yang berikutnya pada Kegiatan Belajar-2, ANDA diharuskan untuk mengerjakan soal-soal latihan berikut ini. Dengan mengerjakan semua soal tugas, ANDA akan dapat mengetahui sampai sejauh mana tingkat penguasaan ANDA terhadap materi pelatihan yang telah ANDA pelajari pada Kegiatan Belajar-1.

 

Soal-soal /Pertanyaan

  1. Jelaskan pengertian tentang nifas!
  2. Uraikan fase-fase nifas
  3. Uraikan dengan singkat proses involusi uterus!

 

  1. Horrnon yang  menekan prolaktin pada saat hamil adalah…
    1. estrogen
    2. progesterone
    3. estrogen dan progesterone
    4. oxytocin

 

2. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh beberapa hal. Apa sajakah yang mempengaruhinya?

  1. polymorph phagolitik macrophages
  2. oxytocin
  3. autolisis
  4. semua benar

 

3. Berat uterus pada akhir satu minggu masa nifas sudah menurun. Berapakah beratnya?

  1. 900 gram
  2. 450 gram
  3. 200 gram
  4. 60 gram

 

4.Lokia yang banyak mengandung serum dan  leukosit disebut apakah?

  1. Lochea rubra
  2. Lochea sanguinolenta
  3. Lochea serosa
  4. Lochea alba

 

 

 

Bagaimana menurut ANDA? Apakah ANDA sudah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut di atas? Jika seandainya belum, cobalah lanjutkan sampai semua soal selesai ANDA kerjakan. apabila sudah semua soal selesai ANDA kerjakan, cobalah periksa jawaban ANDA dengan menggunakan Kunci Jawaban Soal-soal Latihan yang tersedia pada bagian akhir Modul ini. Setidak-tidaknya ANDA diharapkan dapat menyelesaikan 80% soal-soal latihan Kegiatan Belajar-1 dengan benar.

 

Pada dasarnya, apabila ANDA mempelajari materi pelatihan yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1, pastilah tidak sulit untuk menjawab kesepuluh soal latihan tersebut di atas.  apabila hasil mengerjakan soal-soal latihan belum mencapai 80% benar, sebaiknya ANDA disarankan untuk mempelajari kembali materi pelatihan Kegiatan Belajar-1 terutama bagian-bagian tertentu yang memang belum sepenuhnya ANDA pahami. Apabila memang ANDA sudah berhasil menjawab 80% benar soal-soal latihan atau bahkan semua soal dapat ANDA selesaikan dengan benar, maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ke materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-2.

 

 

 

                  STOP SEJENAK!

        Periksalah Jawaban Anda!

 

 

Bagaimana hasil jawaban ANDA setelah melihat Kunci Jawaban? Semoga saja semua jawaban benar. Jika demikian, maka SELAMAT bagi ANDA yang telah berhasil mengerjakan soal-soal tugas. Apabila seandainya belum sepenuhnya berhasil atau belum berhasil menjawab dengan 80% benar, maka sebaiknya ANDA pelajari kembali materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1 terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang belum ANDA pahami.

 

Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran tertentu (yang sebelumnya masih belum benar-benar ANDA pahami), cobalah kerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. Semoga kali ini, ANDA benar-benar dapat menyelesaikan semua soal tugas Kegiatan Belajar-1 dengan benar.

 

Bagaimana? Apabila memang ANDA telah berhasil menyelesaikan semua soal tugas dengan benar atau setidak-tidaknya 80% benar, maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2.  SELAMAT BELAJAR dan SUKSES tentunya bagi ANDA dalam mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-2.

 

 

 

 

 

KEGIATAN BELAJAR 2

Proses Laktasi

  1. 1.     Petunjuk Belajar

 

Selamat! ANDA telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar-1. Sekarang, materi pelajaran yang akan ANDA pelajari adalah mengenai proses laktasi. Pelajarilah materi pelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2 ini secara bertahap dimulai dari awal yang membahas tentang proses laktasi.

 

Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2 ini, Anda diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan proses laktasi
  2. Upaya memperbanyak ASI
  3. Menjelaskan masalah-masalah laktasi

 

Uraian materi

 

.1. Proses Laktasi

Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta, meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar, karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar

Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan puting susu oleh hisapan bayi.

Refleks prolaktin

Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI

Refleks Aliran (let down refleks)

Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan, tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui, pengosongan, alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula.

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.      Upaya Memperbanyak ASI

Bayi

1.Menyusui bayi setiap 2 jam, dg lama menyusui antara 10-15 menit di setiap payudara.

  1. Pastikan bayi menyusui dengan posisi menempel yang baik dan dengarkan suara menelan yang aktif
  2. Susui bayi ditempat yg tenang dan nyaman

Ibu

  1. Ibu harus cukup istirahat dan minum
  2. Makan makanan yang bergizi
  3. Petugas kesehatan harus mengamati ibu yg menyusui bayinya dan mengoreksi setiap kali terdapat masalah pada posisi penempelan
  4. Susui bayi sesering mungkin.

 

 

  3. Masalah-masalah dalam menyusui :

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan, pada masa pasca persalinan dini, dan masa pasca persalinan lanjut. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi, sehingga bayi sering menjadi “bingung puting” atau sering menangis, sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya.

 

Masalah menyusui antenatal

Pada masa antenatal, masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi, puting susu terbenam (retracted) atau puting susu datar.

Kurang/salah informasi

Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui.

Puting susu datar atau terbenam

Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat, sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan, tunggu saja setelah bayi lahir

Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam; puting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses

Puting susu lecet

Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. Yang perlu dilakukan adalah; cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi, apakah terdapat infeksi kandida.

Pada keadaan puting susu lecet kadang-kadang luka, maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini, ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit.  Olesi puting susu dengan ASI akhir, jangan sekalikali memberikan obat lain seperti krim, salep, dll

Puting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. Selama puting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri

Cuci payudara sekali saja sehari, tidak dibenarkan menggunakan sabun

Payudara bengkak dan perawatannya

Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. Pada payudara penuh, terasa berat pada payudara, panas dan keras. Bila diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Pada payudara bengkak: payudara udem, sakit, puting kencang, kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar, badan bisa demam setelah 24 jam. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat, terlambat menyusukan dini, perlekatan kurang baik, ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini, perlekatan yang baik, menyusui on demand. Apabila terlalu tegang, bayi tidak dapat menyusui, sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun, untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut :

–  kompres panas untuk mengurangi rasa sakit

–  ibu harus relaks

–  pijat punggung sampai ke leher

Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak, kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa  nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif, dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar, terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung.

 

C. Rangkuman

1. Proses laktasi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain menyusu dini, adanya reflex prolactin dan reflex aliran/ let down reflekx

2. Memperbanyak ASI dimana ibu harus cukup istirahat, tidak boleh banyak stress, dan cukup gisi

3. masalah-masalah menyusui antara lain, putting susu lecet/ terbenam, buahdada bengkak, mastitis

 

 

 

 

 

D. Tugas/tes

 

  1. Putting susu masuk/datar dapat segera dideteksi. Sejak kapankah dapat dideteksi?
  2. kehamilan
  3. persahnan
  4. nifas
  5. persalinan dan nifas

 

  1. Masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini adalah…a
  2. putting susu lecet
  3. payudara bengkak
  4. mastitis
  5. putting susu datar/terbenam

 

  1. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan ole beberapa factor. Faktor apakah yang paling dominan?
  2. frekuensi menyusui tidak rutin
  3. produksi air susu banyak
  4. putting susu lecet

d.putting susu masuk

 

  1.  Payudara yang bengkak memerlukan asuhan yang benar. Asuhan yang mana yang paling tepat dilakukan?
    1. kompres air hangat, masase punggung, kompres dingin, susui bayi
    2. kompres air hangat, masase punggung, susui bayi, kompres dingin
    3. kompres air dingin, masase punggung, susui bayi, kompres hangat
    4. kompres air dingin, susui bayi, masase punggung, kompres hangat

 

  1. Faktor predisposisi apakah yang dapat menimbulkan buah dada bengkak?
  2. ibu primipara
  3. ibu grande multi para
  4. ibu yang gemuk
  5.  ibu dengan putting susu datar/terbenam

 

 

 

  1. Buahdada bengkak dapat dicegah. Asuhan manakah yang paling tepat dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak?
    1. bersihkan  putting susu setiap selesai menyusui
    2. kosongkan buah dada setelah selesai menyusui
    3. pakai BH yang menyangga
    4. Jaga kebersihan payudara dengan air sabun

 

 

 

 

Kegiatan Belajar 6

KEBUTUHAN DASAR PADA PEREMPUAN  MASA NIFAS

  1. 1.                                                                          Petunjuk Belajar

 

Selamat! ANDA telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar-5. Sekarang, materi pelajaran yang akan ANDA pelajari adalah mengenai kebutuhan dasar perempuan nifas. Pelajarilah materi pelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-6 ini secara bertahap dimulai dari awal yang membahas tentang kebutuhan dasar perempuan nifas.

 

Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-6  ini, Anda diharapkan dapat:

1. Mampu mengidentifikasi mengenai jenis-jenis kebutuhan dasar pada ibu masa nifas meliputi :

  1.   Nutrisi dan cairan
  2. Ambulasi atau mobilisasi dini
    1. Eliminasi
    2. Istirahat
    3.   Kebersihan diri/perineum
    4. Seksual
    5. Latihan/senam nifas.

 

Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut di atas, maka materi pembelajaran yang akan ANDA pelajari dalam Kegiatan Belajar-2 mengenai jenis-jenis kebutuhan dasar pada ibu masa nifas meliputi : (1) Nutrisi dan cairan, (2) Ambulasi atau mobilisasi dini, (3) Eliminasi, (4) Istirahat, (5) Kebersihan diri/perineum, (7) Seksual, (8) Latihan/senam nifas.

A.Tujuan(sub kompetensi/Indikator)

 

B. Uraian Materi 6

 

KEBUTUHAN DASAR PADA PEREMPUAN  MASA NIFAS

1. NUTRISI DAN CAIRAN

Pada ibu yang melahirkan secara normal, tidak ada pantangan diet. Dua jam setelah melahirkan ibu diperbolehkan minum dan makan seperti biasa. Namun pelu diperhatikan jumlah kalori dan protein ibu menyusui harus lebih besar daripada ibu hamil.

Kebutuhan nutrisi pada masa menyusui meningkat 25% yaitu untuk produksi ASI serta memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat tiga kali dari biasanya.  Berdasarkan DKGA SK Menkes,  (2005). Penambahan kalori pada ibu menyusui sebanyak 500 kkal (Suradi, 2003).

 

 

Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas, metabolisme, cadangan dalam tubuh, produksi ASI. Untuk kebutuhan cairannya, ibu menyusui harus minum sedikitnya sekitar 2-3liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui).

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu pada masa nifas juga perlu memenuhi syarat, seperti berikut:

  1. Susunannya harus menganut pada menu seimbang
  2. Banyak serat
  3. Bervariasi/beranekaragan
  4. Porsinya  cukup dan teratur
  5. Hindari makanan yang pedars/merangsang (cabe, merica), banyak lemak, bahan makan yang bergas (kol, sawi, nangka)
  6. Jangan mengkonsumsi alcohol, nikotin, serta bahan pengawet dan pewarna.

Menurut Anggraini (2010) Menu makanan yang seimbang mengandung unsur-unsur seperti sumber tenaga, pembangun, pengatur dan pelindung.

  1. Sumber tenaga (energi)

Sumber tenaga yang diperlukan untuk pembakaran tubuh dan pembentukan jaringan baru. Zat nutrisi yang termasuk sumber energi adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat berasal dari pagi-padian, kentang, umbi, jagung, sagu. Lemak bisa diambil dari hewani dan nabati. Lemak hewani yaitu mentega dan keju. Lemak nabati berasal dari minyak kelapa sawit, minyak sayur dan margarin.

  1. Sumber pembangun (protein)

Protein diperlukan untuk pertumbuhan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani antara telur, daging, ikan, udang kerang, susu dan keju. Sedangkan protein nabati banyak terkandung dalam tahu, tempe, kacang-kacangan.

  1. Sumber pengatur dan pelindung (mineral, air dan vitamin)

Mineral, air dan vitamin digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme di dalam tubuh. Sumber zat pengatur bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar. Beberapa mineral yang penting antara lain

  1. Zat besi untuk menambah sel darah merah. Sumbernya berasal dari kuning telor, hati, daging, kerang, kacang-kacangan dan sayuran. Ibu menyusui harus mengkonsumsi suplemen zat besi selama 6 minggu atau 40 hari untuk mencegah terjadinya anemia.
  2. Yodium untuk mencegah timbulnya kelemahan mental. Sumbernya berasal dari ikan laut dan garam beryodium.
  3. Kalsium merupakan salah satu bahan mineral ASI dan juga untuk pertumbuhan gigi anak. Sumbernya berasal dari susu dan keju.
  4. Kebutuhan akan vitamin pada masa menyusui meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Beberapa vitamin yang penting antara lain :

1)      Vitamin A untuk penglihatan berasal dari kuning telur, hati, mentega, sayuran berwarna hijau, wortel, tomat, nangka.

2)      Vitamin B1 agar napsu makan baik yang berasal dari hati, kuning telur, tomat, jeruk.

3)      Vitamin B2 untuk pertumbuhan dan pencernaan berasal dari hati, kuning telur, susu, keju, sayuran hijau.

4)      Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan syaraf. Sumbernya antara lain telur, daging, hati, keju, ikan laut dan kerang laut.

5)      Vitamin C untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semua jaringan ikat (untuk penyembuhan luka), pertumbuhan tulang, gigi, dan gusi, daya tahan terhadap infeksi dan memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Sumbernya berasal dari jeruk, tomat, melon, mangga, papaya, dan sayuran.

 

 

 

 

Table 1. Kecukupan Gizi Rata-Rata Untuk Ibu Menyusui

No. Zat Gizi Kebutuhan wanita dewasa +  ibu menyusui Bahan makanan
1. Energi (kkal) 1900 500 Bersa, kentang, umbi, jagung sagu, margarin
2 Protein (gr) 50 17 Daging ayam, ikan, tahu, tempe
3 Vitamin A 500 350 Hati, kuning telur, sayur hijau, wortel
4 Thiamin (mg) 1,0 0,3 Gandum, kedelai, kacang-kacangan
5 Riboflavin (B2) 1,1 0,4 Susu, yogurt, ikan, ayam
6 Niacin (mg) 14 3 Gandum, beras
7 B12 (gr) 2,4 0,4 Susu, yogurt, ikan, daging, telur
8 Asam Folat (mg) 400 100 Sayur hijau, sereal
9 Vitamin C (mg) 75 45 Jeruk, jambu, papaya, tomat
10 Calcium (mg) 800 150 Susu, ikan, udang, bayam, kedelai
11 Fe (mg) 26 6 Hati, ikan, daging, telur, sayur hijau
12 Zn (mg) 9,3 4,6 Hati, susu, kacang-kacangan
13 Iodine (mg) 150 50 Ikan laut, susu, rumput laut
14 Se (mg) 30 18 Susu, telur, hati

 

 

Tabel 2. Kebutuhan Bahan Makanan Ibu Menyusui

No. Jenis Makanan Jumlah Jumlah Kalori
1 Beras 60 gram (1/2 gelas belimbing) 240 kalori
2 Ikan 50 gram ( 1potong) 95 kalori
3 Tempe 25 gram (1 potong kecil) 40 kalori
4 Sayuran 100 gram (1 mangkok penuh) 50 kalori
5 Pisang 100 gram (1 buah) 50 kalori
6 Minyak 5ml (1 sendok makan) 45 kalori

 

 

2. AMBULASI ATAU MOBILISASI DINI

Pada masa nifas, ibu sebaiknya melakukan ambulasi dini.  Ambulasi dini adalah beberapa jam setelah melahirkan ibu diperbolehkan miring atau segera bangun dari tempat tidur dan bergerak, agar lebih kuat dan lebih baik Anggarini, Y., (2010). Pada ibu postpartum normal mobilisasi sudah bisa dilakukan 2 jam setelah persalinan, dan pada ibu yang melahirkan melaui seksio secaria dilakukan mobilisasi dini setelah 6 jam pasca persalinan.

Jika tidak ada kelaianan lakukan mobilisasi sedini mungkin dan tetap memperhatikan kondisi pasien. Ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan memperlancar pengeluaran cairan vagina (lokia).

 

3. ELIMINASI

Rasa nyeri menyebabkan keengganan untuk berkemih, tetapi usahakan untuk berkemih secara teratur, karena kandung kemih yang penuh  dapat menyebabkan gangguan kontraksi rahim, yang dapat menimbulkan perdarahan.

Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai hari kelima setelah melahirkan. Ini terjadi karena volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi sewaktu persalinan. Ibu kadang-kadang mengalami sulit kencing karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulus sfingter ani selama persalinan. Apabila kandung kemih penuh dan ibu sulit kencing, sebaiknya dianjurkan:

  1. Ibu perlu belajar berkemih secara spontan setelah melahirkan
  2. Tidak menahan BAK ketika ada rasa sakit pada jahitan, karena akan menyebabkan terjadinya bendungan pada urin. Akibatnya akan timbul gangguan pada kontraksi rahim sehingga pengeluaran lokia tidak lancar
  3. Bila kandung kemih penuh dan tidak bisa miksi sendiri, maka akan dilakukan kateterisasi.
  4. Lakukan mobilisasi secepatnya, tidak jarang kesulitan miksi dapat diatasi

Seperti halnya berkemih, ibu pasca melahirkan sering tidak merasakan sensasi ingin buang air besar, yang dapat disebabkan pengosongan usus besar sebelum melahirkan atau ketakutan menimbulkan robekan pada jaritan. Sebenarnya kotoran yang tidak dikeluarkan beberapa hari akan mengeras dan dapat menyebabkan terjadinya konstipasi.

Buang air besar harus dilakukan 2-3 hari pascasalin. Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi maka ibu dianjurkan :

  1. Mobilisasi dini
  2. Konsumsi makanan yang tinggi serat dan cukup minum
  3. Sebaiknya pada hari kedua ibu sudah bisa BAB, jika pada hari ketiga ibu belum BAB, ibu bisa menggunakan pencahar berbentuk suppositoria.
  4. Bila terjadi obstipasi dan timbul koprosstase hingga skibala tertimbun di rectum, mungkin terjadi febris.
  5. Lakukan klisma atau berikan laksan per oral.

 

4. ISTIRAHAT

Wanita pascapersalinan harus cukup istirahat yaitu minimal 8 jam sehari, dimana ini dilakukan untuk mencegah kelelahan yang berlebihan (Anggraini, 2008). Usahakan untuk rileks dan istirahat yang cukup, terutama pada saat bayi sedang tidur. Meminta bantuan suami dan keluarga jika ibu merasa lelah. Putarkan dan dengarkan lagu-lagu klasik pada saat ibu dan bayi  istirahat untuk menghilangkan rasa lelah dan ketegangan sehabis melahirkan.

 

4. KEBERSIHAN DIRI ATAU PERINIUM

Menjaga kebersihan diri pada ibu masa nifas sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari infeksi baik pada luka jaritan maupun kulit.

  1. Kebersihan alat genetalia

Setelah melahirkan biasanya perineum menjadi bengkak atau memar dan mungkin ada luka jaritan bekas robekan atau episiotomi. Selain itu perlu juga diperhatikan kebersiahan vagina selama masa nifas karena :

  1. Banyak darah dan kotoran yang keluar dari vagina
  2. Vagina dekat dengan saluran uretra dan rektum
  3. Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terjadi infeksi
  4. Vagina merupakan organ yang terbuka yang mudah dimasuki kuman.

 

Langkah-langkah untuk membersihkan vagina dan perineum :

  1. Mencuci tangan sebelum dan setelah membersihkan alat genetalia
  2. Bersihkan vagina dengan air bersih setiap kali BAB dan BAK. Basuh dari depan kearah belakang hingga tidak ada sisa kotoran yang menempel disekitar  vagina yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi.
  3. Setelah dibersihkan dengan air kemudian daerah genetalia dikeringkan dengan menggunakan handuk, sehingga daerah genetalia tidak lembab dan kotor yang berpotensi terjadinya infeksi
  4. Gunakan pembalut yang bersih, ganti pembalut minimal 3 kali sehari. Apabila merasa penuh  atau tidak nyaman segera mungkin pembalut diganti.
    1. Pakaian

Pakaian yang digunakan ibu terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringan pada ibu postpartum lebih banyak.  Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume saat hamil. Sebaiknya pakaian yang digunakan agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering, gunakan BH yang dapat menyokong kedua payudara, pada daerah genetalia gunakan pakaian dalam yang longgar, kering dan bersih agar tidak terjadi iritasi dan lecet.

  1. Kebersihan rambut.

Setelah bayi lahir, ibu biasanya akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormone sehingga rambut menjadi tipis dibandingkan keadaan normal. Meskipun demikian, kebanyakan akan pulih kembali setelah beberapa bulan. Perawatan rambut perlu diperhatikan oleh ibu yaitu mencuci rambut secara teratur, gunakan sisir yang lembut serta jangan menggunakan pengering rambut.

  1. Kebersihan kulit

Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah, kaki, betis dan tangan ibu. Oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan merasa jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan menjaga agar kulit tetap dalam keadaan kering.

 

5. SEKSUAL

Setelah persalinan ibu menghadapi peran barunya sebagai orang tua sehingga sering melupakan perannya sebagai pasangan. Namun segera setelah ibu merasa percaya diri dengan peran barunya dia akan menemukan waktu dan melihat sekelilingnya serta menyadari bahwa ia sudah kehilangan aspek lain dalam kehidupannya yang juga penting. Oleh karena itu perlu memahami perubahan yang terjadi dalam diri istri sehingga tidak mempunyai perasaan diabaikan. Maka anjurkan ibu untuk :

  1. Secara fisik,aman untu memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu ibu merasakan aman untuk mulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
  2. Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai waktu tertentu setelah 42 hari atau 6 minggu pasca persalinan. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

 

6. LATIHAN ATAU SENAM NIFAS

  1. Tujuan senam nifas
  2. Memperbaiki aliran atau sirkulasi darah
  3. Memperbaiki otot-otot (dada, perut, panggul, tungkai, pergelangan kaki)
  4. Membantu pengembalian rahim lebih cepat
  5. Mempertahankan bentuk tubuh agar tetap seperti sebelum hamil
    1. Indikasi senam nifas

Ibu nifas dapat melakukan senam nifas setelah persalinan dengan persyaratan ibu mengalami persalinan normal tanpa adanya komplikasi.

 

  1. Kontra indikasi

1)      Perdarahan postpartum

2)      Partus dengan tindakan atau adanya komplikasi selama persalinan dan masa nifas

3)      Ibu dengan penyakit jantung

4)      Trauma perineum yang parah atau nyeri luka abdomen (operasi caesar).

 

  1. Waktu memulai :

Senam nifas lanjutan dilakukan setelah 6 jam  persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.

  1. Langkah-langkah senam nifas
  2. Latihan I (6-24 jam setelah persalinan

1)      Latihan pernafasan perut

  • Ambil sikap tidur terlentang, kedua tangan di atas perut dengan kedua lutut ditekuk.
  • Tarik nafas dari hidung tahan dengan otot perut dikembungkan tidak menggunakan otot dada.
  • Keluarkan  udara lewat mulut dengan cara meniup perlahan-lahan, perut dikempeskan dan tahan selama 3-5 detik, kemudian istirahat.
  • Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali pada pagi dan sore hari.

 

 

2)      Latihan otot-otot dasar panggul dan bokong

  • Tidur terlentang dengan kedua tangan disamping badan, kedua lutut ditekuk.
  • Tekan punggung ke kasur  sambil mengerutkan panggul seperti menahan kencing 3-5 detik
  • Perlahan-lahan dikendurkan dan bernafas biasa. Ulangi latihan sampai 10 kali dilakukan pagi dan sore hari

 

3)      Latihan pergelangan kaki

  • Tidur terlentang dengan kedua kaki lurus
  • Gerakkan kedua kaki ke depan dan kebelakang (fleksi & ektensi) bergantian dengan hitungan 3-5 detik, sampai betis terasa tertarik. Lakukan sebanyak 10 kali.
  • Beristirahat
  • Lanjutkan dengan gerakan berputar, arahnya 5 kali keluar dan 5 kali kedalam.

 

  1. Latihan II (24-48 jam sesudah melahirkan)

Latihan pertama dilanjutkan kemudian diikuti tambahan sebagai berikut :

1)      Latihan otot leher

  • Tidur terlentang dengan bantal tipis (datar) kedua lengan disisi badan, kedua lutut ditekuk.
  • Angkat kepala sehingga dagu dapat menyentuh dada sejauh mungkin dan tahan selama 3 detik.

 

2)      Latihan otot punggung dan otot perut

  • Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk
  • Sambil tarik nafas dalam, angkat kepala dan bahu, perlahan- lahan tangan meraih lutut sehingga terangkat 15-20 cm.
  • Setelah hitungan 5 detik, perlahan-lahan kepala dan bahu diturunkan seperti posisi semula.
  •  Latihan dilakukan 2 kali sehari kemudian istirahat.

 

3)      Latihan otot punggung dan otot dada

  • Tidur terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan lurus di samping kiri dan kanan.
  • Angkat kedua lengan lurus ke atas dada, tahan 3 detik kemudian kembali ke posisi semula. Ulangi sampai 10 kali kemudian beristirahat.
  • Angkat kedua lengan ke depan dada, tekuk siku,kemudian kedua telapak tangan saling menekan, pertahankan selama 3 menit, rileks ulangi sampai 10 kali dan istirahat.

 

  1. Latihan III (48 jam setelah melahirkan sampai 6 minggu)

Latihan pertama dan kedua dilanjutkan kemudian diikuti dengan latihan sebagai berikut :

1)      Latihan otot pinggang dan otot panggul

  • Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk.
  • Pertahankan bahu dan dada datar, secara perlahan-lahan gerakkan ke arah samping kiri tubuh sampai menyentuh kasur. Pertahankan 3-5 detik.
  • Pertahankan lutut dengan menggerakkan secara halus kearah kanan/ berlawanan,pertahankan 3-5 detik.
  • Kembali ke posisi semula dan beristirahat. Lakukan latihan ini 5 ke kanan dan 5 ke kiri

 

2)      Latihan otot pinggang atau otot panggul

  • Tidur terlentang,  kedua lutut ditekuk,kedua tangan disamping dan telapak kaki rata dengan tempat tidur.
  • Panggul dinaikkan seperti dalam gambar. Kedua kaki menahan tubuh, dilakukan perlahan-lahan tahan 3-5 detik.
  • Turunkan panggul ke posisi semula, lakukan latihan ini 2 kali sehari.

 

3)      Latihan otot pinggang dan otot panggul

  • Tidur terlentang, lutut kiri lurus,lutut kanan ditekuk.
  • Badan bagian atas dipertahankan tetap lurus, gerakan lutut kanan ke samping kiri secara perlahan sampai menyentuh bagian tepi kiri, pertahankan selama 3 detik.
  • Kembali ke posisi semula dan istirahat.
  • Ganti lutut kanan lurus dan lutut kiri ditekuk, arahkan lutut kiri ke tepi kanan, pertahankan selama 3 detik.
  • Kembali ke posisi semula,latihan dilakukan 10x.

 

4)      Latihan otot dada

a)      Latihan pertama

  • Kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku
  • Pegang tangan erat-erat dan dorong jauh-jauh bersamaan ke arah siku sampai otot dada terasa tertarik, lalu lepaskan.

 

 

b)      Latihan kedua

  • Kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku
  • Angkat tangan hingga sejajar dengan kepala.
  • Lakukan gerakan 45x dan berhenti sebentar setiap 15x

 

 

5)      Latihan untuk pengembalian rahim ke bentuk dan tempat semula

  • Tidur tengkurap, dua bantal menyangga perut, satu bantal menyangga punggung kaki. Kepala
  • Menoleh ke samping kiri atau kanan, tangan sedikit dibengkokkan.
  • Lakukan satu kali setiap hari sampai tertidur

 

 

 

 

C. Rangkuman

 

Perempuan masa nifas perlu dipenuhi kebutuhannya untuk bisa memulihkan kondisi setelah melahirkan dan untuk persiapan laktasi supaya bayinya tumbuh kembangnya berjalan dengan normal. Kebutuhan yang essensial dari perempuan nifas meliputi.

1. Nutrisi dan cairan

2. Ambulasi atau mobilisasi dini

3. Eliminasi

4. Istirahat

5. Kebersihan diri/perineum

6. Seksual

7. Latihan/senam nifas.

 

 

D. Tugas/Pertanyaan

 

Tes Lisan

Soal :

  1. Sebutkan kebutuhan kalori ibu selama menyusui dan jelaskan unsur-unsur yang harus terdapat pada bahan makanan untuk ibu menyusui?
  2. Kapan ibu postpartum normal diperbolehkan melakukan mobilisasi dini dan jelaskan 2 tujuan dilakukan mobilisasi dini?
  3. Jelaskan apa yang dapat dianjurkan kepada ibu nifas yang kesulitan mengalami sulit buang air kecil?
  4. Jelaskan langkah-langkah membersihkan alat genetalia?

Jelaskan tujuan dilakukan senam nifas

 

 

 

Bagaimana menurut ANDA? Apakah ANDA sudah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut di atas? Jika seandainya belum, cobalah lanjutkan sampai semua soal selesai ANDA kerjakan. apabila sudah semua soal selesai ANDA kerjakan, cobalah periksa jawaban ANDA dengan menggunakan Kunci Jawaban Soal-soal Latihan yang tersedia pada bagian akhir Modul ini. Setidak-tidaknya ANDA diharapkan dapat menyelesaikan 80% soal-soal latihan Kegiatan Belajar-1 dengan benar.

 

Pada dasarnya, apabila ANDA mempelajari materi pelatihan yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1, pastilah tidak sulit untuk menjawab kesepuluh soal latihan tersebut di atas.  apabila hasil mengerjakan soal-soal latihan belum mencapai 80% benar, sebaiknya ANDA disarankan untuk mempelajari kembali materi pelatihan Kegiatan Belajar-1 terutama bagian-bagian tertentu yang memang belum sepenuhnya ANDA pahami. Apabila memang ANDA sudah berhasil menjawab 80% benar soal-soal latihan atau bahkan semua soal dapat ANDA selesaikan dengan benar, maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ke materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-2.

 

 

 

                  STOP SEJENAK!

        Periksalah Jawaban Anda!

 

 

Bagaimana hasil jawaban ANDA setelah melihat Kunci Jawaban? Semoga saja semua jawaban benar. Jika demikian, maka SELAMAT bagi ANDA yang telah berhasil mengerjakan soal-soal tugas. Apabila seandainya belum sepenuhnya berhasil atau belum berhasil menjawab dengan 80% benar, maka sebaiknya ANDA pelajari kembali materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1 terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang belum ANDA pahami.

 

Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran tertentu (yang sebelumnya masih belum benar-benar ANDA pahami), cobalah kerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. Semoga kali ini, ANDA benar-benar dapat menyelesaikan semua soal tugas Kegiatan Belajar-1 dengan benar.

 

Bagaimana? Apabila memang ANDA telah berhasil menyelesaikan semua soal tugas dengan benar atau setidak-tidaknya 80% benar, maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2.  SELAMAT BELAJAR dan SUKSES tentunya bagi ANDA dalam mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

Selamat bahwa sejauh ini Anda telah berhasil menyelesaikan materi pembelajaran yang diuraikan pada kegiatan belajar satu. Sebagai tindak lanjut dari penyelesaian modul ini, Anda haruslah mengerjakan Tes Akhir Modul (TAM). Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan Anda terhadap keseluruhan materi pembelajarn yang telah ANda pelajari.

Secara garis besar, materi pembelajaran yang diuraikan pada Modul inimencakup bagian yang pertama tentang konsep dasar masa nifas

.

 

Sumber  Pustaka:

  1. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001). Panduan Pengajaran Asuhan

Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan

 

  1. Hamilton, PM. (1995). Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. EGC, Jakarta

 

  1. Suradi, R (2003) . Manajemen Laktasi. Perkumpulan Perinatologi Indonesia,

Jakarta.

 

  1. 4.                  Saifuddin, AB. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan KesehatanMaternal

            dan Neonatal. YBP-SP, Jakarta

 

 

Kunci jawaban

Kunci Jawaban kegiatan belajar 1

  1. 1.      c.         2. d          3. d      4.c.

   

kegiatan belajar 2

  1. a.    2.c      3. c     4. b.    5. d.    6.  b

 

 

  1. as?

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Ambarwati E. R. dan Wulandari.2008 .Asuhan Kebidanan Nifas Cetakan Pertama.Yogyakarta : Mitra Cendikia
  2. Anggarini, Y. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Rihama
  3. Depkes, RI. 2009. Pelatihan Konseling Menyusui. Sesi 31 Gizi Kesehatan & Kesuburan Wanita. Jakarta : Depkes, RI.
  4. Suradi,R. 2003. Manajemen Laktasi. Jakarta : Perinansia


 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Program Studi

Mata Kuliah

Topik/Sub Topik

 

Waktu

Dosen

:  Jurusan Kebidanan

:  Asuhan Kebidanan pada Ibu III (Nifas)

: Konsep dasar masa nifas dan perubahan yang  terjadi

:  180 menit (3 jam)

:  Ni Nyoman Sumiasih, SKM

  1. Standar Kompetensi: Kompetensi lima (Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat)
  2. Indikator Hasil belajar

Setelah mengikuti proses pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian masa nifas

2. Menguraikan proses involusi

3. Menguraikan proses laktasi

4. Menyebutkan masalah-masalah menyusui

5. Merawat buah dada yang bermasalah

C. Kegiatan Belajar Mengajar

Materi Pokok dan Uraiannya

1. Pengertian masa nifas: Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup enam minggu berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil

2. Proses involusi: dimulai dari autolysis- proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus, enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yang telah mengendur (selama hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula)

Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph phagolitik dan macrophagus dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.

Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin

Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi

Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta, mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap. Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel, namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi. Ligamen yang menjadi kendor selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul, perineum, vagina, vulva. Proses ini membantu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum.

Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini, senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi

Pada kehamilan dan persalinan, progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva, yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina, vulva dan perineum

 

  Bobot terus Diameter uterus Palpasi serviks
Pd akhir pesalinan 900 gr 12,5 cm Lembut/ lunak
Pd akhir

mgg I

450 gr 7,5 cm 2cm
Pd akhir

mgg II

200 gr 5,0 cm 1 cm
Pd akhir

mgg VI

60 gr 2,5 cm Membelah

 

Lokia :

Ekskresi cairan uterus selama masa nifas

Merupakan lapisan decidua yang mengelilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang menjadi nekrotik (layu/mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah

Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal, bau amis

Mengalami perubahan karena involusi uterus

Perubahan Lokia

Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas, wama merah, mengandung darah dari luka plasenta, serabut decidua dan korion

Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas, warna kecoklatan, mengandung lebih sedikit darah, lebih banyak serum, juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta

Lokia alba, muncul pada hari ke-10 masa nifas, warna lebih pucat, putih kekuningan, mengandung lekosit, selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati

 

  3. Proses Laktasi

Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta, meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar, karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar

Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan puting susu oleh hisapan bayi.

Refleks prolaktin

Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI

Refleks Aliran (let down refleks)

Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan, tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui, pengosongan, alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula.

 

  4. Masalah-masalah dalam menyusui :

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan, pada masa pasca persalinan dini, dan masa pasca persalinan lanjut. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi, sehingga bayi sering menjadi “bingung puting” atau sering menangis, sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya.

Masalah menyusui antenatal

Pada masa antenatal, masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi, puting susu terbenam (retracted) atau puting susu datar

Kurang/salah informasi

Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui.

Puting susu datar atau terbenam

Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat, sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan, tunggu saja setelah bayi lahir

Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam; puting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses

Puting susu lecet

Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. Yang perlu dilakukan adalah; cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi, apakah terdapat infeksi kandida.

Pada keadaan puting susu lecet kadang-kadang luka, maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini, ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit.  Olesi puting susu dengan ASI akhir, jangan sekalikali memberikan obat lain seperti krim, salep, dll

Puting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. Selama puting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri

Cuci payudara sekali saja sehari, tidak dibenarkan menggunakan sabun

Payudara bengkak dan perawatannya

Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. Pada payudara penuh, terasa berat pada payudara, panas dan keras. Bila diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Pada payudara bengkak: payudara udem, sakit, puting kencang, kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar, badan bisa demam setelah 24 jam. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat, terlambat menyusukan dini, perlekatan kurang baik, ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini, perlekatan yang baik, menyusui on demand. Apabila terlalu tegang, bayi tidak dapat menyusui, sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun, untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut :

–  kompres panas untuk mengurangi rasa sakit

–  ibu harus relaks

–  pijat punggung sampai ke leher

Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak, kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa  nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif, dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar, terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung

 

  1.  Media dan Sarana Pembelajaran :

Sarana:

1. Komputer dan LCD

2. LKS

3. Alat perawatan buah dada dan model perawatan payudara.

 

  1. D.    Metode Pembelajaran: Ceramah, Tanya jawab, Demonstrasi dan redemonstrasi
  2. Kegiatan Pembelajaran:
    1. Pendahuluan selama 5 menit
      1. Membuka pembelajaran dengan menyampaikan salam dan ngecek kehadiran mahasiswa
      2. Menyampaikan kontrak waktu 3 kali 60 menit
      3. Apersepsi meriview sub topic sebelumnya, perubahan-perubahan saat kehamilan dan persalinan, yang diakibatkan oleh sistem hormon, dan anatomi buah dada.
      4. Menyampaikan tujuan pembelajaran:

1). Menjelaskan pengertian masa nifas

2). Menguraikan proses involusi

3). Mengurtaikan proses laktasi

4). Menyebutkan masalah-masalah menyusui

5). Merawat buah dada yang bermasalah

  1. Memotivasi mahasiswa tentang pentingnya melakukan deteksi dini pada kelainan-kelainan masa nifas.
  2. Menjelaskan sintaks pembelajaran sebagai berikut:

1)     Dosen menjelaskan materi tahap demi tahap

2)     Dosen mendemonstrasikan ketrampilan perawatan buah dada

3)     Memberi kesempatan pada mahasiswa un tuk melakukan latihan awal

4)     Mencek mahasiswa yang melakukan latihan awal apakah sudah berhasil, kemudian memberi umpan balik

5)     Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk melakukan latihan lanjutan

  1. Kegiatan inti selama 170 menit
    1. Dosen menggali pengetahuan mahasiswa dan menjelaskan pengertian masa nifas, proses involusi, selama 30 menit.
    2. Menyampaikan materi proses laktasi dan masalah-masalah buah dada selama 30 menit
    3. Mendemonstrasikan perawatan buah dada yang bermasalah, selama 30 menit
    4. Melatih awal mahasiswa melakukan perawatan buah dada yang bermasalah selama 30 menit
    5. Mencek keberhasilan mahasiswa melakukan latihan awal dan memberikan umpan balik
    6. Memberi kesempatan kepada mahasiswa melakukan latihan lanjutan 45 menit
    7. Penutup selama 5 menit
      1. Rangkuman; Dosen bersama mahasiswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan metode tanya jawab (meliputi pengertian masa nifas, proses involusi, proses laktasi, masalah-masalah laktasi dan perawatan buah dada yang bermasalah)
      2. Setiap mahasiswa diwajibkan mempelajari kembali tentang masa nifas dan permasalahannya
      3. Setiap mahasiswa diwajibkan melakuakan latihan lanjutan dan menerapkan pada kasus nyata.

Evaluasi

 

Sumber  Pustaka:

  1. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001). Panduan Pengajaran Asuhan

Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan

  1. Hamilton, PM. (1995). Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. EGC, Jakarta
  2. Suradi, R (2003) . Manajemen Laktasi. Perkumpulan Perinatologi Indonesia,

Jakarta.

  1. 8.      Saifuddin, AB. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal

       dan Neonatal. YBP-SP, Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

170 menit Pengertian masa nifas :

Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup enam minggu berikutnya yg diperlukan utk pulihnyakembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

Konsep dasar masa nifas :

Proses involusi :dimulai dari autolysis- proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus- enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yg telah mengendur (selarna hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula)

Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph  phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.

Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi       otot uterus atas pengaruh oksitosin

Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi

Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta, mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap.

Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel, namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi

Ligamen yang menjadi radar selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil

Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul, perineum, vagina, vulva

Proses ini membartu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum

Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini, senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi.

 

Pada kehamilan dan persalinan, progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva, yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina, vulva dan perineum

 

  Bobot terus Diameter uterus Palpasi serviks
Pd akhir pesalinan 900 gr 12,5 cm Lembut/ lunak
Pd akhir

mgg I

450 gr 7,5 cm 2cm
Pd akhir

mgg II

200 gr 5,0 cm 1 cm
Pd akhir

mgg VI

60 gr 2,5 cm Membelah

 

Lokia :

Ekskresi cairan uterus selama masa nifas merupakan lapisan decidua yang mengelilingi uterus (tempat implantasi) plasenta yang inenjadi nekrotik (jaringan mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah. Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal, bau amis mengalami perubahan karena involusi uterus.

Perubahan Lokia

Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas, wama merah, mengandung darah dari luka plasenta, serabut decidua dan korion

Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas, wama kecoklakatan, mengandung lebih sedikit darah, lebih banyak serum, juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta.

Lokia alba, muncul pada hari ke-10 masa nifas, warna lebih pucat, putih kekuningan, mengandung lekosit, selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati.

 Proses Laktasi

Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar, karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar.

 

Metode :

–  Ceramah

–  Tanya Jawab

–   Curah pendapat

 
  Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

Refleks prolaktin

Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI

Refleks Aliran (let down refleks)

Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan, tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui, pengosongan, alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula.

Masalah-masalah dalam menyusui :

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan, pada masa pasca persalinan dini, dan masapasca persalinan lanjut. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi, sehingga bayi sering menjadi “bingung putting” atau sering menangis, sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya.

Masalah menyusui antenatal

Pada masa antenatal, masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi, putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar

Kurang/salah informasi

Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WAKTU URAIAN MATERI METODE
   

.

Putting susu datar atau terbenam

Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat, sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan, tunggu saja setelah bayi lahir

Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam; putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses

Putting susu lecet

Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. Yang perlu dilakukan adalah; cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi, apakah terdapat infeksi kandida.

Pada keadaan putting susu lecet kadang-kadang luka, maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini, ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit.  Olesi puting susu dengan ASI akhir, jangan sekali

 

 

     
  kali memberikan obat lain seperti krim, salep, dll

Putting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. Selama putting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri

Cuci payudara sekali saja sehari, tidak dibenarkan menggunakan sabun

Payudara bengkak

Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. Pada payudara penuh, terasa berat pada payudara, panas dan keras. Bib diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Pada payudara bengkak : payudara udem, sakit, putting kencang, kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar, badan bisa demam setelah 24 jam. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat, terlambat menyusukan dini, perlekatan kurang balk, ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini, perlekatan yang baik, menyusui on demand. Apabila terlalu tegang, bayi tidak dapat menyusui, sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun, untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut :

–  kompres panas untuk mengurangi rasa sakit

–  ibu harus relaks

–  pijat leher

Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak, kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa  nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif, dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Pengeluaran ASI yang kurang  baik pada payudara yang besar, terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Horrnon di bawah ini menekan prolaktin pada saat hamil adalah…
    1. estrogen
    2. progesterone
    3. estrogen dan progesterone
    4. oxytocin

 

  1. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh hal-hal di bawah ini…
    1. polymorph phagolitik macrophages
    2. oxytocin
    3. autolisis
    4. semua benar

 

  1. Berat uterus: pada akhir satu minggu masa ilifaS adalah
    1. 900 gr
    2. 450 gr
    3. 200 gr
    4. 60 gr

 

  1. Lochea yang banvak mengandung serum aan leukosit adalah
    1. Lochea rubra
    2. Lochea sanguinolenta
    3. Lochea serosa
    4. Lochea alba

 

  1. Putting susu masuk/datar dapat segera dideteksi pada saat…
    1. kehamilan
    2. persahnan
    3. nifas
    4. persalinan dan nifas

 

  1. Masaiah menyusui pada masa pasta persaiinan dini adalah
    1. putting susu lecet
    2. payudara bengkak
    3. mastitis
    4. putting susu datar/terbenam

 

  1. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan oleh, kecuali
    1. frekuensi menyusui tidak rutin
    2. produksi air susu banyak
    3. putting susu lecet
    4. putting susu masuk

 

  1. Asuhan yang dilakukan pada buah dada bengkak adaiah
    1. kompres air hangat, masase punggung, kompres dingin, susui bayi
    2. kompres air hangat, masase punggung, susui bayi, kompres dingin
    3. kompres air dingin, masase punggung, susui bayi, kompres hangat
    4. kompres air dingin, susui bayi, masase punggung, kompres hangat

 

 

 

 

  1. Faktor predisposisi buah dada bengkak adalah …
    1. ibu primipara
    2. ibu grande multi para
    3. ibu yang gemuk
    4. ibu dengan putting susu datar/terbenam

 

  1. Asuhan yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak …
    1. bersihkan  putting susu setiap selesai menyusui
    2. kosongkan buah dada setelah selesai menyusui
    3. pakai BH yang menyangga
    4. Jaga kebersihan payudara dengan air sabun
 

 

 

KESIMPULAN (5 menit)

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis. Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin.

Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus

Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

Pada masa antenatal, masalah yang sexing timbul adalah kurang/salah informasi, putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam; putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses.

Metode :

Ceramah dan tan ya jawab

EVALUASI  
CATATAN  

 

 

 

 

 

LESSON PLAN TEORI

 

Program Studi

Mata Kuliah

Topik/Sub Topik

Waktu

Dosen

:  Jurusan Kebidanan

:  Asuhan Kebidanan pada Ibu III (Nifas)

:  Konsep dasar masa nifas dan perubaha yang terjadi

:  180 menit (3 jam)

:  Ni Nyoman Sumiasih, SKM

Objektif dari Silabus :

Setelah mengikuh perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar masa nifas dan perubaban-perubahan yg terjadi

Sumber Pustaka :

  1. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001). Panduan Pengajaran Asuhan

Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan

10. Hamilton, PM. (1995). Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. EGC, Jakarta

11. Suradi, R (2003) . Manajemen Laktasi. Perkumpulan Perinatologi Indonesia,

Jakarta.

12. Saifuddin, AB. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal

dan Neonatal. YBP-SP, Jakarta

Bahan dan Sumber :

  1. Hand out
  2. OHT/OHP
  3. Papan tulis
  WAKTU ISI METODE DAN ALAT BANTU
  5 menit PENDAHULUAN

  1. Mengucapkan salam
  2. Meriview sub topik sebelumnya : anatomi buah

dada, perubahan-perubahan seat kehamilan dan

persalinan yang diakibatkan sistem hormonal.

  1. Menjelaskan OPS dari sub topik yang akan

dibahas

  1. Menjelaskan cakupan materi yang akan dibahas

yaitu : pengertian masa nifas, konsep dasar masa

nifas (proses involusi, proses laktasi,  masalah­ –

masalah  dalam menyusui)

  1. Menjelaskan manfaat mempelajari materi ini
 
  Metode :

–     Ceramah

–      Curah pendapat

–      Tanya jawab

 

Objektif perilaku siswa :

Tanpa melihat hand out, mahasiswa mampu :

  1. Menjelaskan pengettian masa nifas
    1. Menjelaskan konsep dasar masa nifas : proses involusi, proses laktasi, masalah­masalah claim menyusui.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WAKTU URAIAN MATERI METODE
170 menit Pengertian masa nifas :

Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir,

mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya

kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

 

Konsep dasar masa nifas :

 

Proses involusi :

Autolysis

– proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus

– enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yg telah mengendur (selarna hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula)

Basil akhir autolisis lists digerakkan oleh tindakan

Polymorph  phagolitik dan macrophages dalam

sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.

Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi

otot uterus atas pengaruh oksitosin

Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi

Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta, mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap.

Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel, namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi

Ligamen yang menjadi radar selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil

Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul, perineum, vagina, vulva

Proses int metnbarttu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum

Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini, senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi

Pada kehamilan dan persalinan, progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva, yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina, vulva dan perineum

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode :

–  Ceramah

–  Tanya Jawab

   Curah pendapat

WAKTU URAIAN MATERI METODE
   

 

  Bobot terus Diameter uterus Palpasi serviks
Pd akhir pesalinan 900 gr 12,5 cm Lembut/ lunak
Pd akhir

mgg I

450 gr 7,5 cm 2cm
Pd akhir

mgg II

200 gr 5,0 cm 1 cm
Pd akhir

mgg VI

60 gr 2,5 cm Membelah

 

Lokia :

Ekskresi cairan uterus selama masa nifas

Mrpk lapisan decidua yang mengetilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang inenjadi nekrotik (layalmati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah

Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal

Bail amis

Mengalami perubahan karena involusi uterus

Perubahan Lokia

Lokia mbrailmenta :

pada haril-4 masa nifas

wama mesh, mengandung data dari luka plasenta, serabut decidua dan korion

Lokia serosa

–  pada hari 5-9 masa nifas

–  wama keeoklian, mengandung lebih sedikit darah, lebih banyak serum, juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta

Lokia alba

– muncul pada hari ke-10 masa nifas

– warna lebih pucat, putih kekuningan, mengandung lekosit, selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati

 

Proses Laktasi

Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta

 

 

 

 

WAKTU URAIAN MATERI METODE
  meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar, karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Pada saat inilab mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar

Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

Refleks prolaktin

Dalam putting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI

Refleks Aliran (let down refleks)

Rangsangan putting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan, tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui, pengosongan, alveolus dan saluran makin balk sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk

kembalinya rahim ke bentuk semula.

Masalah-masalah dalam menyusui :

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan, pada masa pasca persalinan dini, dan masa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WAKTU URAIAN MATERI METODE
  pasca persalinan lanjut. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi, sehingga bayi sering menjadi “bingung putting” atau sering menangis, sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya.

Masalah menyusui antenatal

Pada masa antenatal, masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi, putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar

Kurang/salah informasi

Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui.

Putting susu datar atau terbenam

Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat, sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan, tunggu saja setelah bayi lahir

Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini      Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain :      putting susu datar atau terbenam; putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses

Putting susu lecet

Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. Yang periu dilakukan adalah

–  cek bag-aimana perlekatan ibu dan bayi

–  apakah terdapat infeksi kandida

–  Pada keadaan putting susu lecet kadang-kadang luka, maka

dapat dilakukan cara-cara seperti ini, ibu dapat terus

memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit.

– Olesi putting susu dengan ASI akhir, jangan sekali‑

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WAKTU URAIAN MATERI METODE
      kali memberikan obat lain seperti krim, salep, dll

–  Putting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara

waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh

sandiri dalam waktu 2 x 24 jam

–   Selama putting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan

dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa

karena nyeri

–  Cuci payudara sekali saja sehari, tidak dibenarkan

menggunakan sabun

Payudara bengkak

Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. Pada payudara penuh, terasa berat pada payudara, panas dan keras. Bib diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Pada payudara bengkak : payudara udem, sakit, putting kencang, kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar, badan bisa demam setelah 24 jam. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat, terlambat menyusukan dini, perlekatan kurang balk, ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini, perlekatan yang baik, menyusui on demand. Apabila terlalu tegang, bayi tidak dapat menyusui, sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun, untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut :

–  kompres panas untuk mengurangi rasa sakit

–  ibu harus relaks

–  pijat leher

Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak, kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan di luarnya kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa  nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengusapan yang tidak efektif,

dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar, terutama pada bagian bawah payudara yang

menggantung.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Horn on di bawah ini menekan prolaktin pada saat adalah…
    1. estrogen
    2. progesterone
    3. estrogen dan progesterone
    4. oxytocin

 

  1. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh hal-hal di bawah ini…
    1. polymorph phagolitik macrophages
    2. oxytocin
    3. autolisis
    4. semua benar

 

  1. Bent uterus: pada akhir satu minggu masa ilifaS adalah
    1. 900 gr
    2. 450 gr
    3. 200 gr
    4. 60 gr

 

  1. Lochea yang banvak mengandung serum aan leukosit adalah
    1. Lochea rubra
    2. Lochea sanguinolenta
    3. Lochea serosa
    4. Lochea alba

 

  1. Putting susu masuk/datar dapat segera dideteksi pada saat…
    1. kehamilan
    2. persahnan
    3. nifas
    4. persalinan dan nifas

 

  1. Masaiah menyusui pada masa pasta persaiinan dini adalah
    1. putting susu lecet
    2. payudara bengkak
    3. mastitis
    4. putting susu datar/terbenam

 

  1. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan oleh, kecuali
    1. frekuensi menyusui tidak rutin
    2. produksi air susu banyak
    3. putting susu lecet
    4. putting susu masuk

 

  1. Asuhail yang dilakukan pada buah dada bengkak adaiah
    1. kompres air hangat, masase punggung, kompres dingin, susui bayi
    2. kompres air hangat, masase punggung, susui bayi, kompres dingin
    3. kompres air dingin, masase punggung, susui bayi, kompres hangat
    4. kompres air dingin, susui bayi, masase punggung, kompres hangat

 

 

 

 

  1. Faktor predisposisi buah dada bengkak adalah …
    1. ibu primipara
    2. ibu grande multi para
    3. ibu yang gemuk
    4. ibu dengan putting susu datar/terbenam

 

  1. Asuhan yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak …
    1. bersihkan  putting susu setiap selesai menyusui
    2. kosongkan buah dada setelah selesai menyusui
    3. pakai BH yang menyangga
    4. Jaga kebersihan payudara dengan air sabun
 

 

 

KESIMPULAN (5 menit)

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir, mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.

Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis. Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin.

Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus

Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

Pada masa antenatal, masalah yang sexing timbul adalah kurang/salah informasi, putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar

Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam; putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis atau abses.

Metode :

Ceramah

EVALUASI  
CATATAN  

 

 

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

 

 

LESSON PLAN (ACARA) PRAKTIK

 

Job/Kegiatan                                          :     Latihan Post Partum (Senam Nifas)

Waktu                                                    :     120 menit

Objektif Perilaku Siswa                         :     Setelah membaca dan mempraktikan setiap langkah yang terdapat dalam CD dan menggunakan alat, bahan, dan perlengkapan yang terdapat di laboratorium, mahasiswa mampu melaksanakan senam nifas

Peralatan dan Perlengkapan                   :     Tensi meter, matras

Bahan – bahan                                       :     Air minum

Alat Bantu Mengajar                             :     CD player, layar

Sumber Pustaka                                     :     1.  Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001). Panduan

Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologi bagi

Bidan Dosen D III Kebidanan

2.  Hamilton, P.M. (1995). Dasar – dasar

Keperawatan Maternitas. EGC, Jakarta.

 

Metode                                                   :     Demontrasi

Dosen                                                     :     Ni Nyoman Sumiasih, SKM

 

 

 

A. PENDAHULUAN

Mengucapkan salam dan menanyakan kondisi kesiapan mahasiswa mengikuti kuliah praktik

  1. Menjelaskan keterkaitan materi sebelumnya dengan materi yang akan diberikan
  2. Menjelaskan objektif-perilaku siswa (OPS) atau tujuan mempelajari materi
  3. Menjelaskan metode dan sistematika pelajaran yang akan ditempuh mahasiswa dalam kuliah ini
  4. Menjelaskan manfaat atau rasionalisasi mahasiswa mempelajari materi ini sebagai calon bidan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. PENYAJIAN (100 menit)  
Langkah – langkah Key Point  
  1. Menyiapkan alat dan ibu
  2. Mengukur vital sign
Ragakan pada mahasiswa cara

berkomunikasi yang baik dengan pasien

 
Mentinta ibu untuk mengambil posisi tidur telentang untuk melakukan gerakan Kegel

 

A

Kontraksikan otot – otot dasar panggul, sfingter ani, dinding perut. Tahan 5 detik, lepaskan selama 5 detik, ulangi 8 kali.

Dilakukan ± 100 kali/hari secara bertahap  (untuk hari I)

4. Meminta ibu untuk posisi tidur terlentang dengan kedua tangan telentang

 

 

 

Gerakan ini dilakukan setelah melakukan gerakan Kegel (hari I)

Tidur telentang dengan kedua tangan telentang gerakkan kedua tangan ke atas sampai bertemu di tengah – tengah posisi tubuh, diulang sampai 8 kali

5. Posisikan ibu tidur telentang kedua tangan di samping badan Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari II

Dengan tidur telentang tekan kedua telapak kaki dan tangan di matras, nagkat bokong perlahan-lahan sampai badan dan lutut lurus, kembali turun perlahan – lahan, diulang sebanyak 8 kali

6.  Posisikan ibu tidur telentang, kedua tangan di atas perut Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari III

Tidur telentang dengan tangan di atas perut perlahan – lahan angkat kepala dan paha sampai lutut tertekuk, tahan 5 detik kembali ke posisi semula, ulangi 8 kali

Posisi ibu tidur telentang

 

 

Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari IV

Posisi ibu tidur telentang angkat kepala, tangan kanan diangkat kekiri ditekuk, kembali ke posisi semula. Kepala diangkat, tangan kiri diangkat, kaki kanan ditekuk.

Lakukan secara bergantian sebanyak 4 kali

 

 

 

 

 

 

8. Posisi ibu tidur telentang

 

Gerakkan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari V

Posisi tidur telentang kedua tangan di samping badan, tekuk lutut sampai tumit diangkat sampai dengan ujung jari kaki menyentuh matras. Lakukan secara bergantian kaki kanan dan kaki kiri sebanyak 4 kali

9. Posisi ibu tidur telentang, kedua kaki terbuka Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari VI

Posisi ibu telentang, kedua kaki terbuka, telapak kaki kanan ditarik ke belakang dan telapak kakikiri ditarik ke depan

Dilakukan bergantian sebanyak 8 kali

 

10. Posisikan ibu merangkak kedua siku dan lutut di lantai

 

Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari VII

Dengan posisi merangkak, bungkukkan punggung ke atas, kempeskeskan perut tahan selama 5 detik, kemudian lepas, ulangi 8 kali

11. Posisi ibu tidur telentang kedua tangan di samping badan Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari VIII

Dengan posisi telentang, kedua tangan ditekankan pada matras, kedua kaki diangkat lurus ke atas, tahan 5 detik, turunkan ke posisi semula, ulangi 8 kali

12.  Posisi tidur telentang, kedua telapak tangan di bawah kepala

 

Gerakkan ini dilakukan setelah melaksanakan senam hari IX

Dengan posisi tidur telentang, kedua telapak tangan di bawah kepala, angkat badan dan kepala sampai posisi duduk

Ulangi sampai 8 kali kalau mampu

 

 

 

 

 

C.  APLIKASI (15 menit)

Meminta satu orang mahasiswa untuk mendemonstrasikan ulang senam nifas yang telah

dicontohkan dengan bimbingan dosen

D.  EVALUASI

Penilaian dilakukan pada mahasiswa bersifat obyektif, mahasiswa akan membimbing ibu    nifas melakukan senam nifas secara mandiri sesuai dengan langkah langkah, dosen      mencocokkan dengan menggunakan daftar tilik agar dapat mengetahui kompetensi yang benar      – benar dikuasai mahasiswa

CATATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUTU LAYANAN KESEHATAN DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

HAND  OUT

 

Mata Kuliah                   : Mutu Layanan Kesehatan dan Kebijakan Kesehatan

Kode Mata Kuliah             : Bd. 502

Topik                          : Masalah Pelayanan Kebidanan di Tingkat Pelayanan

  Kesehatan Primer

Sub Topik                     : Organisasi pelayanan Kesehatan Primer

PWS KIA

Waktu                         : 200 menit

Praktikan                      : Ni Wayan Armini

 

OBYEKTIF PERILAKU MAHASISWA

 

 

 

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu :

  1. Menjelaskan  pengertian organisasi pelayanan kesehatan primer
  2. Menjelaskan  ciri-ciri organisasi pelayanan kesehatan primer
  3. Menjelaskan persyaratan organisasi pelayanan kesehatan primer
  4. Menjelaskan jenis-jenis organisasi pelayanan kesehatan primer
  5. Menguraikan pengertian PWS KIA
  6. Menguraikan tujuan PWS KIA
  7. Memaparkan pengelolaan program KIA
  8. Menyebutkan indikator pemantauan sasaran pelayanan KIA
  9. Membuat peta wilayah
  10. Membuat kantong persalinan
  11. Menganalisis pengumpulan data yang diperlukan, mencatat serta pengelolaan data KIA
  12. Menguraikan cara analisis penelusuran data kohort dan rencana tindak lanjut
  13. menyebutkan pelembagaan PWS KIA
  14. Menjelaskan pelaksanaan dan Pelaporan

 

 

 

REFERENSI

 

 

 

  • DepKes. RI (2009). Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA). Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  • DepKes RI. (2003). Pedoman pengembangan pelayanan obstetri-neonatal emergensi dasar (PONED). Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  • Azrul Azwar (1996). Pengantar Administrasi Kesehatan, edisi ke-3, Binarupa Aksara, Jakarta.

 

PENDAHULUAN

 

 

 

Kesepakatan global (millenium development Goals/MDGs, 2000) mengharapkan angka kematian ibu menurun sebesar tiga perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 dan angka kematian bayi serta angka kematian balita menuun sebesar dua pertiga dalam kurun waktu 1990-2015. Berdasarkan hal tersebut maka Indonesia mempunyai komitmen utuk menurunkan angka kematian ibu menjadi 102/100.000 KH, Angka Kematian Bayi dari 68 menjadi 23/1000 KH, DAN ANGKA Kematian Balita dari 97 menjadi 32/1000 KH pada tahun 2015.

Upaya untuk mempercepat penurunanAKI telah dimulai sejak akhir tahun 1980-an melalui program safe motherhood Initiative yang mendapat perhatian besar dan dukungan dari berbagai pihak baik dari dalam maupun dari luar negeri. Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan lagi upaya untuk menajamkan startegi dan intervensi dalam menurunkan AKI melalui Making Pregancy Safer (MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2000. Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival (CS) untuk penurunan AKB. Kedua strategi tersebut di atas telah sejalan dengan Grand Strategi Depkes.

Agar pelaksanaan program KIA berjalan lancar, aspek peningkatan mutu pelayanan program KIA tetap diharapkan menjadi kegiatan prioritas di tingkat kabupaten /kota. Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan program di masing-masing wilayah kerja. Untuk itu, besarnya cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah kerja perlu dipantau secara terus menerus, agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana yang dalam wilayah kerja tersebut yang paling rawan. Dengan diketahuinya lokasi rawan kesehatan ibu dan anak, maka wilayah kerja tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan masalahnya. Untuk memantau cakupan pelayanan KIA tersebut dikembangkan sistem Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS –KIA).

 

URAIAN MATERI

 

 

 

PELAYANAN KESEHATAN PRIMER / PRIMARY HEALTH CARE ( PHC )

A. DEFINISI

Pelayanan Kesehatan Primer / PHC merupakan strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial bisa diraih, yang essensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya pada diri sendiri disertai partisipasi masyakarat dalam menentukan sesuatu tentang kesehatan.

Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan pokok (basic health services) yang berdasarkan kepada metoda dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semanggat untuk hidup mandiri ( Self reliance ) dan menentukan nasib sendiri ( self Determination ). Pada umumnya pelayanan kesehatan tingkat pertama bersifat rawat jalan (ambulatory/out patient services).

B. TINJAUAN SEJARAH

Gerakan PHC dimulai resmi pada tahun 1977, ketika sidang kesehatan WHO ke 30. Pada konferensi international 1978 di Alma Alta ( Uni Soviet) pada tanggal 12 September 1978, ditentukan bahwa tujuan agar menemukan titik temu dengan PHC. Resolusi dikenal dengan Health For All by the Year 2000 ( HFA 2000) atau sehat untuk semua di tahun 2000 adalah merupakan target resmi dari bangsa-bangsa yang tergabung dalam WHO.

Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan strategi PHC untuk merealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yang dicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. Indikator tersebut adalah :

1. Perkembangan sosial dan ekonomi

2. Penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatan

3. Kesehatan sebagai objeck atau bagain dari perkembangan sosial ekonomi.

Pemimpin perawat yang menjadi kunci dalam mencetuskan usaha perawatan PHC adalah Dr. Amelia Mengny Maglacas pada tahun 1986.

C. KONSEP PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

Pelayanan kesehatan primer merupakan pelayanan kesehatan essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam masyarakat. Fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan ikut serta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik.

D. TUJUAN PHC

1. TUJUAN UMUM

Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.

2. TUJUAN KHUSUS

  1. Pelayanan harus mencapai keseluruhan pendudukan yang dilayani
  2. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
  3. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
  4. Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

E. FUNGSI PHC

1. Pemeliharaan kesehatan

2. pencegahan penyakit

3. diagnosis dan pengobatan

4. pelayanan tindak lanjut

5. pemberian sertifikat

 

 

F. TIGA UNSUR UTAMA PHC

1. Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan

2. melibatkan peran serta masyarakat

3. melibatkan kerjasama lintas sektoral

G. LIMA PRINSIP DASAR PHC

1. Pemerataan upaya kesehatan

2. Penekanan pada upaya preventif

3. Menggunakan tehnologi tepat guna

4. melibatkan peran serta masyarakat

5. Melibatkan kerjasama lintas sektoral

H. DELAPAN ELEMENT PHC

  1. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya
  2. Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi
  3. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar
  4. Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
  5. Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
  6. Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat
  7. Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa
  8. Penyediaan obat-obat essensial

I. CIRI CIRI PHC

1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat

2. Pelayanan yang menyeluruh

3. Pelayanan yang terorganisasi

4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat

5. Pelayanan yang berkesinambungan

6. Pelayanan yang progresif

7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga

8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah wsatu aspek saja

J. TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM PHC

  1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan
  2. Kerjasama dengan masyarakat, keluaraga dan individu
  3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan tehnik asuhan diri sendiri pada masyarakat
  4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat.
  5. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.

K. KESIMPULAN

  1. PHC merupakan startegi untuk menyajikan pelayanan kesehatan essensial kepada masyarakat
  2. Para petugas pada sistem PHC merupakan mitra dalam berbagai kegiatan bersama-sama dengan anggota masyarakat
  3. PHC menandaskan pelayanan kesehatan yang terbayar, bisa dijangkau, tersedia dan bisa diterima
  4. Pengkajian masyarakat, menentukan prioritas kesehatan. Implementasi aktifitas melaksanakan evaluasi merupakan aspek-aspek perawatan kesehatan masyarakat yang dipakai PHC
  5. Menghimbau masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri, menyiapkan diri untuk mendapatkan kesempatan mekasanakan perawatan sendiri dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan dan sosial.
  6. Memberikan penyuluhan kepada penduduk mengenai perkembangan kesehatan dan sosial untuk membantu diri mereka meraih perawatan mandiri, mengambil keputusan sewndiri dan mempercayai diri sendiri.
  7. Target dari PHC adalah seluruh masyarakat dan bukan individu.
  8. PHC Berbeda dengan pelayanan primer. Pelayanan primer merupakan komponen dari PHC
  9. Para petugas kesehatan masyarakat berpartisipasi dalam implementasi PHC
  10. TIM PHC terdiri dari perawat, dokter, gigi, apoteker, penyuluhan kesehatan, ahli sanitasi dan ahli diet.
  11. Perawat yang efektif dari sistem PHC bekerja dekat dengan penduduk, masyarakat dengan sumber-sumebr dan dengan profesional-profesinal lain di masyarakat yang bersangkutan.
  12. Perawat di tim PHC membutuhkan kepemimpinan yang disertai ketrampilan manajemen.

 

Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan program KIA