KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS


 MATA KULIAH             :   ASKEB III

TOPIK                           :   Kebutuhan Dasar Ibu Nifas

WAKTU                         :   100 menit

DOSEN                          :   Ni Wayan Armini, M.Keb

 

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu:

Menjelaskan kembali secara keseluruhan kebutuhan dasar ibu nifas dengan benar

 

 

  1. Saifuddin Abdul Bari.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,2002:N-23  –  N-29
  2. Huliana Meliyna.Perawatan Ibu Pasca Melahirkan.Jakarta:Puspa Swara,2003:3-11
  3. Jones Derek L.Setiap Wanita.Jakarta:Dela Pratasa,2005:265-282
  4. Maternal And Child Health Branch WIC Suplemental Food Branch California Departement Of Health Service.Nutrition During Pregnancy and the Postpartum Period,1990:126-127
  5. Sellers Mc Pauline.Midwifery Vol 1.South Africa:Creda Press,1993:571-691

 

 

Serangkaian peristiwa kompleks terjadi setelah melahirkan.Wanita memiliki beberapa keadaan yaitu keadaan tidak hamil,keadaan sesudah melahirkan dan keadaan dimulainya adaptasi psikologis sebagai ibu.Orang tua memiliki peran dan tanggung jawab baru pada saat bayi masuk secara sosial ke dalam keluarga baru.Perubahan ini mempengaruhi kehidupan seluruh wanita dan keluarganya, berespon dan beradaptasi dengan cara mereka masing-masing.

Persalinan merupakan peristiwa penting dan mulia.Kejadiannya penuh ketegangan yang menguras tenaga dan sangat melelahkan.Oleh karena itu,ibu yang telah melahirkan perlu mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.Penyediaan asuhan pascanatal adalah berdasarkan prinsip yang bertujuan untuk :

ü  Meningkatkan,mempertahankan dan mengembalikan kesehatan.

ü  Memfasilitasi ibu untuk merawat bayinya dengan rasa aman, nyaman dan penuh percaya diri

ü  Memastikan pola menyusui yang mampu meningkatkan perkembangan bayi

ü  Meyakinkan wanita dan pasangannya untuk mengembangkan kemampuannya sebagai orang tua dan untuk mendapatkan pengalaman berharga sebagai orang tua.

ü  Membantu keluarga mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dan mengemban tanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri.

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas tersebut.

 

 

KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS

 

1.NUTRISI DAN CAIRAN

            Dahulu biasa untuk membatasi diet wanita masa nifas yang melahirkan pervaginam,tetapi sekarang diet umum yang menarik dianjurkan.Kalau pada akhir 2 jam setelah melahirkan setelah melahirkan per vaginam tidak ada kemungkinan komplikasi yang memerlukan anestesi,pasien hendaknya diberikan minum dan makan jika ia lapar dan haus.Sebaiknya selama menyusui ibu tidak melakukan diet untuk menghilangkan kelebihan berat badan.Konsumsi makanan dengan menu seimbang,bergizi dan mengandung cukup kalori berguna untuk produksi ASI dan mengembalikan tenaga setelah persalinan.Jika ibu menyusui bayi,sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang  mengandung alkohol.Obat-obatan dikonsumsi sebatas yang dianjurkan dan tidak berlebihan.Sebaiknya penggunaan oba tradisional dan obat-obatan selain vitamin dikonsultasikan dengan dokter/bidan.

Ibu menyusui harus:

ü  Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari.

Jumlah kalori yang dikonsumsi pada ibu menyusui mempengaruhi kuantitas dari ASI yang diproduksi.Untuk menghasilkan setiap 100 ml susu,ibu memerlukan asupan kalori 85 kalori.Pada saat minggu pertama dari 6 bulan menyusui(ASI ekslusif)jumlah susu yang harus dihasilkan oleh ibu sebanyak 750 ml setiap harinya.Dan mulai minggu kedua susu yang harus dihasilkan adalah sejumlah 600 ml,jadi tambahan jumlah kalori yang harus dikonsumsi oleh ibu adalah 510 kalori.

ü  Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein,mineral,dan vitamin yang cukup

ü  Minum sedikitnya 1-1,5 liter air setiap hari(anjurkan ibu untuk minum setelah setiap kali selesai menyusui)

Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang sehat,makanan yang sehat adalah makanan dengan menu seimbang  yaitu yang mengandung unsur-unsur,seperti sumber tenaga,pengatur dan pelindung.

  1. Sumber tenaga(energi)

Sumber tenaga diperlukan untuk pembakaran tubuh, pembentukan jaringan baru serta penghematan protein (jika sumber tenaga kurang proteindigunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan energi). Zat gizi yang termasuk sumber tenaga adalah, yaitu beras, sagu, jagung dan tepung terigu, havermount dan ubi.

  1. Sumber pembangun

Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan pergantian sel sel yang rusakdan mati. Protein dari makanan harus diubah menjadi asam amino sebelum diserap dalam darah. Pencernaannya dibantu oleh enzim dalam lambung dan pankreas sebelumdiserap oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati (hepar) melalui pembuluh darah  (vena porta). Sumber protein dapat diperoleh dari protein nabati dan hewani. Protein nabati anatara lain ikan, udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur, susu, dan keju. Protein nabati banyak terkandung dalam kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang merah,  kacang hijau, kacang kedelai, tahu dan tempe. Sumber protein terlengkap terdapat dalam susu, telur, dan keju. Ketiga makanan tersebut juga mengandung zat kapur, zat besi dan vitamin B.

  1. Sumber pengatur dan pelindung

Unsur-unsur tersebut digunakan untuk melindungi kelancaran metabolismedidalam tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme di dalam tubuh. Sumber buah pengatur dan pelindung bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar.

Berikut ini beberapa mineral penting :

  1. Zat kapur

Zat kapur dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Sumbernya antara lain susu, keju, kacang-kacangan, dan syuran berdaun hijau.

  1. b.      Fosfor

Fosfor dibutuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak. Sumbernya antara lain susu, keju, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau.

  1. c.       Zat Besi

Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel darah merah sehingga daya angkut oksigen sehingga mencukupi kebutuhan. Sumber zat besi antara lain kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran bewarna hijau.

  1. d.      Yodium

Yodium sangat untuk mencegah timbulnya kelemahan mental (terbelakang) dan kekerdilan fisik yang serius. Sumber yodium adalah minyak ikan, ikan laut dan garam beryodium.

  1. e.       Kalsium

Ibu menyusui membutuhkan kalsium untuk pertmbuhan gigi dan anak sebagai sumbernya yaitu susu dan keju.

 

 

ü  Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca persalinan.

ü  Minum kapsul vitamin A (200.000 unit)agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. AMBULASI

ü  Perubahan penting mulai terjadi dalam penatalaksanaan masa nifas.Ibu nifas dianjurkan untuk turun dari tempat tidur dalam 24 jam pertama setelah kelahiran pervaginam.

ü  Mobilisasi/ambulasi sangat bervariasi,sangat tergantung pada komplikasi persalinan,nifas,atau sembuhnya luka(jika ada luka.Jika tidak ada kelainan lakukan mobilisasi sedini mungkin,yaitu dua jam setelah persalinan normal

ü  Pada ibu dengan partus normal ambulasi dini dilakukan paling tidak 6-12 jam post partum,sedangkan pada ibu dengan partus sectio secarea ambulasi dini dilakukan paling tidak setelah 12 jam post partumsetelah ibu sebelumnya beristirahat(tidur).

ü  Ambulasi dilakukan oleh ibu dengan tahapan:miring kiri atau kanan terlebih dahulu,kemudian duduk dan apabila ibu sudah cukup kuat berdiri maka ibu dianjurkan untuk berjalan ( mungkin ke toilet untuk berkemih)

ü  Banyaknya keuntungan dari ambulasi dini dibuktikan oleh sejumlah penelitian. Para wanita menyatakan bahwa mereka lebih baik dan lebih kuat setelah ambulasi awal.

ü  Dengan ambulasi dini:

- Faal usus dan kandung kencing lebih baik

- Yang paling penting ambulasi dini juga menurunkan banyak frekuensi trombosis dan emboli paru pada masa nifas

- Memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina(lochea).

3.ELIMINASI

  • Buang air kecil (bak)

Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 setelah melahirkan.Ini terjadi karena volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan.Oleh karena itu,ibu belajar berkemih secara spontan setelah melahirkan.Sebaiknya,ibu tidak menahan buang air kecil ketika ada rasa sakit pada jahitan.Menahan buang air akan menyebabkan terjadinya bendungan air seni.Keadaan ini dapat menghambat uterus berkontraksi dengan baik sehingga menimbulkan perdarahan yang berlebihan.Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat,tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam 5-7 hari post partum.

  • Buang air besar (bab)

Sulit buang air besar(konstipasi) dapat terjadi karena ketakutan akan rasa sakit,takut jahitan terbuka,atau karena haemorrhoid.Kesulitan ini dapat dibantu dengan mobilisasi dini,mengkonsumsi makanan tinggi serat dan cukup minum sehingga bisa buang air besar dengan lancar.Sebaiknya pada hari kedua ibu sudah bisa buang air besar.Jika sudah pada hari ketiga ibu masih belum bisa buang air besar,ibu bisa menggunakan pencahar berbentuk supositoria .Ini penting untuk menghindarkan  gangguan pada kontraksi  uterus yang dapat menghambat pengeluaran cairan vagina.

4.KEBERSIHAN DIRI

Untuk mencegah terjadinya infeksi baik pada luka jahitan dan maupun kulit ,maka ibu harus menjaga kebersihan diri secara keseluruhan.

  • Anjurkan kebersihan seluruh tubuh

a. Perawatan Perineum

  • Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar kan vulva terlebih dahulu,dari depan ke belakang ,baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus.Nasihatkan kepada ibu untuk membersihkan vulva setiap kali selesai BAK/BAB.
  • Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari.Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
  • Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya

b.Pakaian

Sebaiknya,pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringat menjadi banyak (di samping urin).Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume  saat hamil.Sebaiknya pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering.Demikian  juga dengan pakaian dalam,agar  tidak terjadi iritasi pada daerah sekitarnya akibat lochea.

  1. Kebersihan rambut

Setelah bayi lahir mungkin ibu akan mengalami kerontokan pada rambut akibat gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal.Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara Satu wanita dengan wanita lain.Meskipun demikian,kebanyakan akan  p ulih kembali setelah beberapa bulan.Cuci rambut dengan conditioner yang cukup,lalu sisir menggunakan sisir yang lembut.Hindari penggunaan pengering rambut.

  1. Kebersihan kulit

Setelah persalinan,ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah,kaki,betis dan tangan ibu.Oleh karena itu,dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan,ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya.Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering.

   e. Perawatan Payudara

Perawatan payudara tidak hanya dilakukan sebelum melahirkan tetapi juga dilakukan setelah melahirkan.Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran susu.

Agar tujuan perawatan ini dapat tercapai,perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

ü  Lakukan perawatan payudara secara teratur.

ü  Pelihara kebersihan sehari-hari

ü  Pemasukan gizi ibu harus lebih baik dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI

ü  Ibu harus percaya diri akan kemampuan dirinya menyusui bayi

ü  Ibu harus merasa nyaman dan santai

ü  Hindari rasa cemas dan stress karena kan menghambat refleks oksitosin.

Perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungki,yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari.

LANGKAH LANGKAH PERAWATAN PAYUDARA

1. Lakukan pengompresan pada kedua putting susu dan areola mamae dengan menggunakan kapas yang telah diolesi minyak kelapa/baby oil. 
2. Bersihkan putting susu dengan kapas. 
3. Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak. 
4 Sokong payudara kanan dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah puting susu. 
5 Buatlah gerakan memutar sambil menekan dari pangkal dan berakhir pada puting susu diseluruh bagian payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan gerakan seperti ini pada payudara kiri.   
6 Letakkan kedua telapak tangan diantara dua payudara. Urutlah dari tengah ke atas, kesamping, lalu kebawah sambil mengangkat kedua payudara. Dan lepas keduanya perlahan 
7 Kedua payudara dikompres dengan waslap hangat selama 2 menit, lalu diganti dengan waslap dingin selama 1 menit, pengompresan dilakukan secara bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat..  
8 Bantu ibu untuk menggunakan kembali pakaiannya. Dan anjurkan ibu untuk menggunakan BH yang menyokong payudara. 

 

 

5 . ISTIRAHAT

  • Anjurkan ibu agar istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
  • Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan  rumah tangga secara perlahan-lahan,serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
  • Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:

-          mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi

-          memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan

-          menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayinya dan dirinya sendiri

6.SEKSUAL

Pada banyak pasangan,perubahan karena kehamilan dapat mengganggu keseimbangan dalam hubungan mereka,terutama terutama dalam hubungan seksual.Begitu juga setelah persalinan.Pada masa ini,ibu menghadapi peran baru sebagai orang tua sehingga sering melupakan perannya sebagai pasangan.Namun segera setelah ibu merasa percaya diri dengan peran barunya,ia akan menemukan waktu dan melihat sekeliling serta menyadari bahwa ia sudah kehilangan aspek lain dalam kehidupannya yang juga penting.Oleh karena itu,suami perlu memahami perubahan dalam diri istri sehingga tidak merasa diabaikan.Kerjasama dengan pasangan dalam merawat dan memberikan kasih sayang pada bayinya sangat dianjurkan.Hubungan seksual dapat dilanjutkan setiap saat ibu merasa nyaman untuk memulai,dan aktivitas itu dapat dinikmati.

  • Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami isteri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.Begitu  darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri,aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
  • Banyak budaya,yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu,misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.Keputusan bergantung pada pasangan yang bersangkutan.

7.LATIHAN/SENAM NIFAS

Latihan pasca persalinan dikenal sebagai senam nifas sesungguhnya lebih sekedar mengencangkan kembali otot-otot yang kendur dan membuang lemak tubuh yang tidak perlu, banyak lagi manfaat yang didapat dari senam ini sehingga bidan perlu memberikan penjelasan dan petunjuk senam nifas kepada ibu pasca persalinan dan keluarganya. Kondisi yang kendor setelah melahirkan harus segera dipulihkan, karena selain bayi yang dilahirkan membutuhkan kasih sayang dari seorang ibunya, juga suami yang kita cintai. Untuk itulah pemulihan kondisi harus dilakukan seawal mungkin sesuai kondisi.

Mobilisasi dan gerakan-gerakan sederhana sudah dapat dimulai selagi ibu masih berada di klinik atau Rumah Sakit, supaya involusi berjalan dengan baik dan otot-otot mendapatkan tonus, elastisitas dan fungsinya kembali.

LANGKAH-LANGKAH SENAM NIFAS

  1. 1.      Pemanasan

ü  Berdiri tegak

ü  Gerak kepala kekanan, kekiri

ü  Gerak kepala kebawah

ü  Mengangkat kepala

ü  Buka kedua kaki, tangan direntang, tekuklah lutut sambil mengangkat tumit, kembali keposisi semula

ü  Berdiri tegak, perut dikencangkan, tangan direntangkan, ayunkan badan kekanan-kekiri

ü  Kaki terbuka, gerakan tangan mendorong kekanan-kekiri

  1. 2.      Peregangan

ü   Mengencangkan otot panggul

ü   Mengencangkan otot paha

  1. 3.      Inti

ü  Memutar lengan

ü  Memutar pinggang

ü  Mengencangkan paha dan betis

ü  Mengecilkan perut

       4. Pendinginan

MANFAAT SENAM NIFAS
  1. Manfaat latihan secara umum :

a. Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang  mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.

b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah perlemahan lebih lanjut.

  1. Menghasilkan manfaat psikologis, menambah kemampuan menghadapi strees dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
    1. Manfaat latihan Kegel :

a.   Meningkatkan pengendalian atas urine.

b.   Memperkuat dasar panggul.

  1. Memperbaiki respon seksual.
  2. Membuat jahitan-jahitan lebih cepat merapat satu sama lain.

3.  Manfaat latihan perut dan kaki :

  1. Mengencangkan otot-otot abdomen.
    1. Mengurangi risiko sakit punggung dan pinggang.
    2. Mengurangi varises vena.
    3. Mengurangi edema kaki.
    4. Mengatasi kram kaki.

8. BONDING ATTACHMENT

 

      Bounding attachment / ikatan batin adalah suatu  proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai, memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.

Proses ikatan batin antara ibu dengan bayinya ini diawali dengan kasih sayang terhadap bayi yang dikandung, dan dapat dimulai sejak kehamilan.

Ikatan batin antara bayi dan orang tuanya berkaitan erat dengan pertumbuhan psikologi sehat dan tumbuh kembang bayi.

Beberapa pemikiran dasar dari keterkaitan ini antara lain :

-          Keterkaitan atau ikatan batin ini tidak dimulai saat kelahiran. Tetapi si ibu telah memelihara bayinya selama kehamilan, baik si ibu maupun si ayah telah berangan-angan tentang bayi mereka kelak. Hal ini bisa menjadi perasaan positif, negatif, netral.

-          Kelahiran merupakan sebuah momen didalam kontinum keterkaitan ibu dengan bayinya ketika si bayi bergerak keluar dari dalam tubuhnya.

-          Hubungan antara ibu dan bayi adalah suatu simbiosis yang saling membutuhkan.

Rasa cinta menimbulkan ikatan batin /keterikatan. Untuk memperkuat ikatan ibu dengan bayi (Marshall Kalus) menyarankan ibu agar menciptakan waktu berduaan bersama bayi untuk saling mengenal lebih dalam dan menikmati kebersamaan yang disebut babymoon.

Ada tiga bagian dasar periode dimana keterikatan antara ibu dan bayi berkembang

1.   Periode prenatal

Merupakan periode selama kehamilan , dalam masa prenatal ini ketika wanita menerima fakta kehamilan dan mendefinisikan dirinya sebagai seorang ibu, memeriksakan kehamilan, mengidentifikasi bayinya sebagai individu yang terpisah dari dirinya, bermimpi dan berfantasi tentang bayinya serta membuat persiapan untuk bayi.

Para peneliti telah memperlihatkan bahwa melodi yang menenangkan dengan ritme yang tetap, seperti musik klasik atau blues membantu menenangkan kebanyakan bayi, sedang sebagian besar dari mereka menjadi gelisah dan menendang-nendang jika yang dimainkan adalah musik rock, ini berarti bahwa para ibu dapat berkomunikasi dengan calon bayinya, jadi proses pembentukkan ikatan batin yang begitu penting dapat dimulai sejak kehamilan.

  1. Waktu kelahiran dan sesaat setelahnya

Ketika persalinan secara langsung berpengaruh terhadap proses keterkaitan ketika kelahiran bayi. Keterkaitan pada waktu kelahiran ini dapat dimulai dengan ibu menyentuh kepala bayinya pada bagian introitus sesaat sebelum kelahiran, bahkan ketika bayi ditempatkan diatas perut ibu sesaat setelah kelahiran. Perilaku keterikatan ini seperti penyentuhan si ibu pada bayinya ini dimulai dengan jari-jari tangan (ekstrimitas) bayi lalu meningkat pada saat melingkari dada bayi dengan kedua tangannya dan berakhir ketika dia melindungi keseluruhan tubuh bayi dalam rengkuhan lengannya. Perilaku lain dalam periode ini meliputi kontak mata dan mengahabiskan waktu dalam posisi en face ( tatap muka), berbicara dengan bayi, membandingkan bayi dengan bayi yang telah diimpikannya selama kehamilan ( jenis kelamin) dan menggunakan nama pada bayi. Keterkaitan ini menyebabkan respon yang menciptakan interaksi dua arah yang menguatkan antara ibu dan bayinya hal ini difasilitasi karena bayi dalam fase waspada selama satu jam pertama setelah kelahiran, ini membuat bayi reseptif terhadap rangsangan.

  1. Postpartum dan pengasuhan awal

Suatu hubungan berkembang seiring berjalannya waktu dan bergantung pada partisipasi kedua pihak yang terlibat. Ibu mulai berperan mengasuh bayinya dengan kasih sayang. Kemampuan untuk mengasuh agar menghasilkan bayi yang sehat hal ini dapat menciptakan perasaan puas, rasa percaya diri dan perasaan berkompeten dan sukses terhadap diri ibu.

Ada ayah yang cepat mendapatkan ikatan kuat dengan bayinya adapula yang membutuhkan waktu agak lama. Ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi terciptanya bounding salah satunya keterlibatan ayah saat bayi dalam kandungan. Semakin terlibat ayah, semakin mudah ikatan terbentuk.

 

 

Perawatan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar pada masa puerperium harus mengarah pada tercapainya kesehatan yang baik,dengan upaya bidan diarahkan pada identifikasi dan penatalaksanaan masalah kesehatan yang muncul pada masa nifas.

 

 

 

 

ESSAY

  1. Sebutkan 7 kebutuhan dasar ibu nifas!
  2. Sebutkan perawatan kebersihan diri yang harus dilakukan oleh ibu!
  3. Apa yang dimaksud dengan bounding attachment!

OBJEKTIF

  1. Berapakah jumlah kalori tambahan yang harus dikonsumsi oleh ibu nifas yang menyusui……..
    1. 300 kalori
    2. 400 kalori
    3. 500 kalori
    4. 750  kalori
    5. 100 kalori
    6. Salah satu  fungsi penting dari ambulasi dini adalah………..
      1. Menurunkan frekuensi trombosis dan emboli paru pada masa nifas
      2. Mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi
      3. Memperlambat proses involusi uterus
      4. Mempererat hubungan antara ayah dan bayi
      5. Memperlancar peredaran darah
      6. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu nifas dalam beberapa hal,kecuali:
        1. Mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi
        2. Memperlambat proses involusi uterus
        3. Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayinya dan dirinya sendiri
          1. Memperbanyak perdarahan
          2. Memperlancar ASI yang keluar
          3. Di bawah ini  merupakan manfaat senam nifas,kecuali………

a. Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang  mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.

b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah perlemahan lebih lanjut.

c.  Menghasilkan manfaat psikologis, menambah kemampuan menghadapi stres dan bersantai

d.  Mengurangi depresi pasca persalinan.

e. Menambah berat badan ibu dan meningkatkan kadar Hb dalam darah

  1. Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 setelah melahirkan,ini terjadi karena ……..
    1. Gangguan perubahan hormon
    2. roses involusi uterus
    3. Gangguan pada kontraksi rahim
    4. Volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan
    5. Peningkatan tekanan darah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s