SISTEM RUJUKAN


 

HAND OUT

 

Mata Kuliah             :  GINEKOLOGI

Topik                         :  Sistem rujukan kasus ginekologi

Sub Topik                :  1. stabilisasi klien

2. persiapan administrasi

3. melibatkan keluarga

4. persiapan keuangan

5. organisasi antara pengiriman dan penerimaan rujukan

Waktu                        :   2  jam

Dosen                                    :   Ni Wayan Armini, SST

Objek Prilaku Siswa :

Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan megenai sistem rujukan pada kasus obstetri, meliputi stabillisasi klien, persiapan administrasi, melibatkan keluarga, persiapan keuangan, dan organisasi antara pengiriman dan penerimaan rujukan.

Buku Sumber          :

Mochtar, R,  1998, Sinopsis   Obstetri,   Jakarta, EGC, , hal 18–20.

Saifudin,AB. 2001, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta, Yayasan Balai Pustaka Sarwono Prawirohadjo.

Hakimi. 1993. Keadaan Darurat Ginekologi Umum. Yogyakarta. Yayasan Esentia Medika.

PP IBI.1996. Profesi Bidan Sebuah Perjalanan Karir. Jakarta, PP IBI

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil maupun bersalin masih merupakan masalah besar di negara yang berkembang. Kematian dan kesakitan ibu serta janin lebih sering disebabkan karena kegawatdaruratan obstetri dan ginekologi. Kasus kegawatdaruratan ini kalau tidak segera ditangani secara cepat dan tepat akan mengakibatkan kematian ibu dan atau janin. Kegawatdaruratan obstetri dan ginekologi masih berhadapan dengan fenomenal tiga terlambat yaitu, terlambat mengenali dan memutuskan untuk meujuk, terlambat dalam mencapai tempat rujukan dan terlambat memperoleh penanganan yang cepat ,tepat, dan adekuat di tempat rujukan.

Dalam rangka menurunkan kejadian tersebut di atas, maka pemerintah mengupayakan peningkatan kemampuan bidan dalam menjalankan praktik yang sesuai dengan stándar profesi dan merujuk kasus yang tidak dapat ditangani dengan prinsip BAKSOKU.

Handout ini akan memaparkan sistem rujukan ginekologi menggunakan prinsip BAKSOKU.

ISI

SISTIM RUJUKAN

Sistim rujukan merupakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah penyakit kandungan  yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal (Mochtar, 1998).

  1. rujukan vertikal adalah rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit yang lebih lengkap, umpamanya dari rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya.
  2. rujukan horisontal adalah konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit, misalnya bagian penyakit kandungan dengan bagian interne.

Menurut depkes RI, sistem rujukan adalah suatu jaringan sistim pelayanan kesehatan , penyerahan  tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya sutau masalah dari suatu kasus baik secara vertikal maupun horizontal kepada yang lebih kompeten , terjangkau dan dilakukan secara rasional.

MACAM RUJUKAN

Menurut jenis rujukan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. Rujukan medik :
  2. rujukan kesehatan
    1. rujukan pasien
    2. rujukan ilmu pengetahuan
    3. rujukan bahan pemeriksaan laboratorium
    1. rujukan tenaga
    2. rujukan sarana
    3. rujukan operasional

menurut model rujukan :

  1. rujukan dini berencana
  2. rujukan tepat waktu

 

TUJUAN RUJUKAN

Dalam sistim pelayanan kesehatan, terbagi atas tujuan umum dan tujuan khusus.

Tujuan umum:

Dihasilkannya pemerataan pelayanan kesehatan, upaya yang optimal untuk mengatasi masalah kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna.

Tujuan khusus :

  1. dihasilkannya pelayanan kesehatan klinik yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.
  2. dihasilkannya pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif.

 

KEGAWATDARURATAN  GINEKOLOGI

Gawat adalah suatu keadaan kritis/mengkhawatirkan penderita sangat dekat dengan kematian. Darurat adalah keadaan yang sukar tidak tersangka-sangka memerlukan penanganan segera. Ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit kandungan. Jadi kegawatdaruratan ginekologi adalah suatu kejadian yang tiba-tiba mengancam dengan keperluan yang amat mendesak harus ditangani segera.

Kegawatdaruratan ginekologi mencakup syok ginekologi. Syok ginekologi dapat dibagi menjadi :

  1. syok hopovolemi dalam ginekologi : ruptur kehamilan ektopik, abortus spontan, trauma genetalia karena benda asing atau perkosaan, keganasan pada servix atau korpus uteri, setelah operasi, perdarahan uterus disfungsional
  2. Syok septik: abortus yang terinfeksi, operasi karena trauma pada usus, peradangan pelvis dan abses pelvis yang pecah, tampon yang tertahan, kanker yang terinfeksi

 

STABILISASI KLIEN

Dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang akan dirujuk, beberapa hal  yang perlu diperhatikan  antara lain yaitu ;

  • Stabilisasi penderita
  • Pemberian oksigen
  • Pemberian cairan infus intravena dan transfusi darah
  • Pemberian obat-obatan (antibiotik, analgetika, tetanus toksoid)

Stabilisasi kondisi penderita dan merujuknya dengan cepat dan tepat sangat penting (esensial) dalam menyelamatkan kasus gawat darurat, tidak peduli jenjang atau tingkat pelayanan kesehatan itu. Kemampuan tempat pelayanan kesehatan untuk dengan segera memperoleh transportasi bagi pasien untuk dirujuk ke jenjang yang lebih tinggi amat menentukan keselamatan kehidupan kasus yang gawat. Tata cara untuk memperoleh transportasi yang cepat bagi kasus gawat darurat harus ada di setiap tingkat pelayanan kesehatan. Untuk ini dibutuhkan koordinasi dengan sumber-sumber dalam masyarakat seperti kepolisisn, militer, institusi pemerintah, dians pertanian, dinas kesehatan, dan sebagainya. Apabila dimungkinkan dalam perjalanan merujuk, harus diberitahi institusi yang dituju bahwa pasien sedang dalam perjalanan ke situ.

Unsur-unsur pokok dalam stabilisasi penderita untuk dirujuk :

  • Penanganan pernafasan dan pembebasan jalan nafas
  • Kontrol perdarahan
  • Pemberian cairan infus intravena
  • Kontrol nyeri (mengurangi atau menghilangkan nyeri)

Penanganan untuk stabilisasi pasien dapat disebut juga TINDAKAN ABCD (AIRWAY, BLOOD, CIRCULATION, DRUGS)

Prinsip umum dalam merujuk kasus adalah pasien harus didampingi oleh tenaga yang terlatih, sehingga cairan intravena dan oksigen dapat terus diberikan. Apabila pasien tidak dapat didampingi oleh tenaga yang terlatih, maka pendamping harus diberi petunjuk bagaimana menangani cairan intravena dlam perjalanan. Dalam perjalanan ke tempat rujukan , pasien harus dijaga agar tetap dalam kondisi hangat dan kakinya harus dala posisi yang lebih tingi, khusunya pada kasus syok hipovolemi. Gunakanlah selimut dan jangan memakai sumebr panas yang lan oleh karena mungkin kulit pasien bisa terbakar.

 

PERSIAPAN ADMINSTRASI

Ringkasan kasus yang harus disertakan pada saat merujuk meliputi :

  • Riwayat penyakit,
  • Penilaian kondisi pasien yang dibuat saat kasus diterima leh perujuk
  • Tindakan/pengbatan yang telah diberikan
  • Keterangan yang lain yang perlu dan yang ditemukan berkaitan dengan kondisi pasien pada saat pasien masih dalam penanganan perujuk.

Surat ini disampaikan pada petugas penerima dan ditandatangani oleh petugas yang merujuk.

 

MELIBATKAN KELUARGA

Keluarga perlu tahu kondisi pasien sehingga perlu untuk dirujuk serta menemani pasien saat dirujuk. Keluarga dapat membantu petugas dalam upaya stabilisasi pasien dengan menjaga atau mempertahankan kondisi penderita seperti, posisi pasien, nutrisi serta dukungan psikis. Keluarga juga dapat menjadi donor apabila ternyata diperlukan transfusi darah sesampainya di tempat rujukan.

 

PERSIAPAN KEUANGAN

Keluarga hendaknya diberitahu agar membawa dana dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lainya selama pasien dalam fasilitas rujukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s