ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN


 

HAND OUT

 

Mata Kuliah             :  FISIOLOGI

Topik                         :  Fungsi Organ reproduksi Laki-laki dan wanita

Sub Topik                :  1. spermatogenesis

2. aktivitas seksual pria

3. pengaturan fungsi seksual pria

4. fisiologi alat reproduksi wanita

5. hubungan ovarium dan gonadotropina hormon

6. kehamilan dan laktasi

Waktu                        :   2  jam

Dosen                                    :   Ni Wayan Armini, SST

Objek Prilaku Siswa :

Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan :

  1. Spermatogenesis secara tepat
  2. aktivitas seksual pria, pengaturan fungsi seksual pria secara tepat
  3. fisiologi alat reproduksi wanita, hubungan ovarium dan gonadotropina secara tepat
  4. kehamilan dan laktasi secara tepat

Buku Sumber          :

Cunningham, et all, Obstetri William, Edisi 18, Jakarta, EGC, hal 99 – 100.

Llewellyn, 2002, Dasar – Dasar Obstetri Ginekologi, Jakarta, Hipokrates, hal 17 – 20.

Mochtar, R,  1998, Sinopsis   Obstetri,   Jakarta, EGC, , hal 18–20.

Prawirohadjo, S, 1999, Ilmu Kebidanan. Jakarta, Yayasan Balai Pustaka Sarwono Prawirohadjo, hal 57 – 60.

Harun Yahya, Miracle of Man’s Creation, The Indonesian Institute of Science and Society.

Verrals, Sylvia. 2003. Anatomi & Fisiologi Terapan dalam Kebidanan. Eds 3. Jakarta. EGC

Hacker. Moore. 2001. Esensial obstetric dan Ginekologi. Jakarta. Hipokrates

Bobak, Lowdermik, dan Jensen, alih bahasa: Maria A, Wijayarini, Peter I. Anugerah; Editor bahasa Indonesia Renata Komalasari. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta, EGC, hal 74-7.

 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Investasi fisiologi yang terjadi pada wanita, termasuk semua organisme betina dalam mencapai kehamilan, merupakan kejadian yang luar biasa menakjubkan. Kehamilan terjadi bersamaan dengan ovulasi pada masa remaja dini; dan setelah kelahiran, anovulasi dan amenorrhoe menetap selama laktasi, dan menyusui dilanjutkan sampai dengan 2-3 tahun. Kemudian kehamilan terjadi lagi dan begitu seterusnya. Ketika sudah 10 atau 11 episode kehamilan-laktasi tersebut selesai, fungsi ovarium dan ovulasi berhenti yaitu menopause. Sebuah analisis yang merangsang pemikiran tentang ”evolution of human reproduction”telah disajikan oleh Roger Short (1976).

Menstruasi dipandang dalam arti fisiologi, sebagai hasil akhir dari kegagalan fertilitas. Tidak diragukan lagi bahwa animus fisiologi siklus ovarium, dan akomodasi-akomodasi saluran reproduktif morfologis yang menyertainya adalah ovulasi, fertilisasi, dan implantasi. Ada sistem gagal-aman yang bekerja kalau ada kegagalan fertilisasi ovum atau kegagalan implantasi blastokista, dan peristiwa ini berpuncak pada menstruasi.

Fertilisasi merupakan suatu proses awal terbentuknya suatu kehamilan. Proses ini berlanjut dengan pembelahan  sampai terjadinya implantasi. Seseorang dapat dinyatakan hamil apabila hasil konsepsi tertanam di dalam rahim ibu, yang biasa disebut dengan kehamilan intra uterin. Jika hasil konsepsi tertanam di luar rahim, hal itu disebut kehamilan ekstra uterin. Apabila fertilisasi, proses pembelahan dan implantasi tidak berlangsung baik, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya abortus ataupun kelainan pada bayi. Sehingga fertilisasi merupakan tonggak awal penciptaan seorang manusia.

Untuk lebih mempermudah pemahaman akan materi ini, materi yang harus dikuasai adalah pemahaman tentang menstruasi, dan anatomi fisiologi. Materi ini bermanfaat selain sebagai pengetahuan lebih mendalam tentang konsepsi, dan implantasi, juga untuk mengetahui metode-metode dalam manghindari adanya kehamilan, baik secara alami maupun intervensi. Hand out  ini, mengupas fisiologi organ reproduksi pria dan wanita.

 

1. SPERMATOGENESIS

Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala: berbentuk lonjong agak gepeng seperti inti (nukleus): leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. Panjang ekor kira-kira 10 kali bagian kepala.

Ejakulasi pada hubungan seksual dalam kondisi normal mengakibatkan pengeluaran satu sendok teh semen (2,5-3,5 ml), yang mengandung 200 sampai 500 juta sperma ke dalam vagina. Semen berwarna putih sampai bening dengan berat jenis 1,028. Semen mempunyai Ph basa dengan rentang 7,35-7,5. Vesikula seminalis menghasilkan prostaglandin dengan konsentrasi tinggi. Sperma berenang dengan gerakan flagela pada ekornya. Beberapa sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam 5 menit, tetapi rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah empat sampai 6 jam. Sperma akan tetap hidup dalam sistem reproduksi wanita selama 2 sampai 3 hari.. Kebanyakan sperma akan hilang di vagina, di dalam lendir serviks, di endometrium, sperma memasuki saluran yang tidak memiliki ovum. Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterina, enzim-enzim yang dihasilkan di sana akan membantu kapasitasi sperma. Kapasitasi ialah perubahan fisiologiyang membuat lapisan pelindung lepas dari kepala sperma. sehingga terbentuk lubang kecil di akrosom, yang memungkinkan enzim (seperti hialuronidase) keluar. Enzim-enzim ini dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum fertilisasi.

Spermatogenesis yang sempurna dicapai pada sebagian besar laki-laki pada umur 16 tahun, dan kemudian berlangsung secara terus menerus selama hidup. Pemasakan spermatozoa memerlukan waktu kira-kira 10 hari.

Urutan pertumbuhan sperma (spermatogonesis):

  1. Spermatogonium, membelah dua

Merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis paling tidak satu kali. Setelah reproduksi, spermatogonia ini diberi makan (nutrien) oleh sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.

  1. Spermatosit primer, membelah dua

Spermatosit primer mengandung kromosom dengan jumlah diploid pada inti selnya dan mengalami meiosis (pembelahan reduksi dan pertukaran bahan genetik). Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.

  1. Spermatosit sekunder, membelah dua

Sel-sel spermatosit yang haploid ini sekarang mengalami meiosis kedua untuk menyusun kemabli bahan genetik. Pengaruh hormon luteinisasi (LH) diperlukan untuk perkembangan berikutnya.

  1. Spermatid

merupakan sel yang dihasilkan pada pembelahan meiosis kedua. Bagian terbesar pada spermatid yang mengandung inti (nukleus) menjadi kepala (caput) spermatozon yang masak. Spermatid diberi makan oleh sel-sel sertoli.

  1. Spermatozoon

Empat spermatozoa matur dihasilkan dari satu spermatogonium yaitu dua sperma penentu jenis kelamin perempuan, dua sperma penentu jenis kelamin laki-laki. Spermatozoa masak terdiri dari : kepala, leher, badan, ekor

Gambar spermatogenesis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

  1. AKTIVITAS SEKSUAL PRIA

Secara fisiologis, menurut Masters dan Johnson (1966), respon seksual dapat dianalisis melalui proses vasokengesti dan miotonia. Stimulasi seksual menimbulkan refleks vasokongesti, dilatasi pada pembuluh darah penis (ereksi pada pria) seingga terjadi engorgement dan distensi genetalia, tetapi juga terjadi pada ayudara dan bagian-bagian tubuh yang lain.

Bangkitan ditandai dengan miotonia (peningkatan tegangan otot), menyebabkan kontraksi ritmik yang volunter dan involunter.

Siklus respon seksual dibagi menjadi empat fase : fase terangsang, fase plateau, fase orgasmik, dan fase resolusi. Keempat fase tersebut terjadi secara progresif tanpa garis pembatas yang jelas diantaranya.

 

  1. PENGATURAN FUNGSI SEXUAL PRIA

Hipotalamus dan kelenjar hipofisis anterior mengatur produksi FSH dan LH. Jaringan target hormon ini adalah testis yang memproduksi sperma dan menyekresi testosteron. Mekanisme umpan balik antara hormon yang disekresi oleh gonad, hipotalamus, dan hipofisis anterior membantu mengendalikan produksi sel-sel kelamin dan sekresi hormon seks steroid.

 

  1. SEL TELUR (OVUM)

Sebagaimana diketahui bahwa meiosis pada wanita menghasilkan sebuah telur atau ovum. Proses ini terjadi dalam ovarium, khususnya pada folikel ovarium. Setiap bulan satu ovum menjadi matur, dengan sel-sel yang mendukungnya.

Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah. Kadar esterogen yang tinggi meningkatkan gerakan tuba uterina, sehingga silia tuba tersebut dapat, menangkap ovum dan menggerakkannya sepanjang tuba menunggu rongga rahim. Ovum tidak dapat berjalan sendiri.

Ada dua lapisan jaringan pelindung yang mengelilingi ovum. Lapisan pertama berupa membran tebal tidak berbentuk, yang disebut zona pelusida. Lingkaran luar yang disebut korona radiata, terdiri dari sel-sel oval yang dipersatukan oleh asam hialuronat.

Ovum dianggap subur selama 24 jam setelah ovulasi. Apabila tidak difertilisasi oleh sperma, ovum bergenerasi dan direabrsorbsi.

Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis):

  1. Oogonia

Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitellium germinativum ovarium pada kira-kira minggu ke-6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonia) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonia dan secara bersama-sama sel-sel tersebut membentuk folikel primordial.

  1. 2.      Oosit pertama (primary oocyte)

Merupakan sel kelamin yang terdapat di dalam folikel primordial. Inti oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (kromosom diploid). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menetukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut kromosom autosom. Setiap kromosom terdiri dari dua kromatid, dengan demikian setiap pasang kromosom mempunyai empat kromatid. Kromatid ini yang membawa gen-gen, bahan genetik yang disebut DNA (deoxyribonucleic acid) yang berperan mewariskan sifat fisik dan sifat-sifat orang tua kepada anak-anak mereka.

  1. Pembelahan meiosis pertama

Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de graaf mengalam pemasakan, selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit (ovum) membelah sedemikian  rupa sehingga pasangan kromosom terpisah dan pada pembelahan ini terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap mengandung hampir seluruh sitoplasmanya, dengan demikian lebih besar diabndingkan dengan yang lain. Sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama, secara normal akan mengalami degenerasi.

  1. oosit sekunder

terjadi hanya apabila kepala spertozon menembus zona pellucida oosit. Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semuanya mengandung bahan genetik yang berbeda, ketiga badan polar secara normal mengalami degenerasi.

Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah:

Bayi baru lahir          : 750.000

Umur 6-15                 : 439.000

Umur 16-25               : 159.000

Umur 26-35               : 59.000

Umur 36-45               : 34.000

Masa menopause     : semua hilang

Gambar sperma dan ovum

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar: Oogenesis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.      HUBUNGAN OVARIUM DAN GONADOTROFIN HORMON

Menjelang akhir fase menstruasi, kadar estrogen dan progesteron sangat rendah. Kadar hormon ovarium yang rendah ini menstimulasi hipotalamus untuk menyekresi gonadotrfin releasing hormon (Gn-RH).Gn-RH ini menstimulasi hipofise anterior untuk mengeluarkan FSH. FSH menstmulasi perkembangan folikel de graaf dan sekresi estrogen. Pada titik yang belum diketahui, pada skala kenaikan hormon ini, FSH dihambat dan Gn RH hipotalamus memicu hipofisis anterior mengeluarkan luteinizing hormon (LH) yang mempengaruhi tahap akhir pematangan folikel de graaf. Relaksin mengubah dinding folikel dan memungkinkan ovum keluar dari folikel (ovulasi). Setelah ovulasi terjadi penurunan kadar estrogen, namun sel-sel granulosa tetap mensekresi estrogen, dan ada beberapa wanita mengalami spotting pada saat ini. Sisa dari folikel de graaf disebut corpus rubrum yang kemudian berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum ini mengalami hipertrofi dan menyekresi progesteron dan relaksin. Bila ovum mengalami fertilisasi, maka corpus luteum tetap dipertahankan sampai bulan keempat disebut corpus luteum graviditatum.namun jika tidak terjadi fertilisasi, maka corpus luteum akan mengisut dan berwarna putih disebut corpus albicans, dan lapisan fungsional endometrium mengalami degenerasi.

  1. 6.      KEHAMILAN

Fertilisasi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani/sperma dengan sel telur di tuba falopii. Pada saat kopulasi antara pria  dan wanita (sanggama/coitus), dengan ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, akan dilepaskan cairan mani yang berisi sel–sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita.

Jika sanggama terjadi dalam sekitar masa ovulasi (disebut ”masa subur” wanita), maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi.

Untuk menentukan masa subur, dipakai 3 patokan, yaitu :

  1. Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang
  2. Sperma dapat hidup & membuahi dalam 2-3 hari setelah ejakulasi
  3. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi

Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut sebagai pembuahan atau fertilisasi.

Dalam keadaan normal in vivo, pembuahan terjadi di daerah tuba falopii umumnya di daerah ampula / infundibulum.

Perkembangan teknologi kini memungkinkan penatalaksanaan kasus infertilitas (tidak bisa mempunyai anak ) dengan cara mengambil oosit wanita dan dibuahi dengan sperma pria di luar tubuh, kemudian setelah terbentuk embrio, embrio tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim untuk pertumbuhan selanjutnya. Teknik ini disebut sebagai pembuahan in vitro (in vitro  fertilization – IVF) – dalam istilah awam” bayi tabung”.

 

PROSES FERTILISASI

 

Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim, masuk ke dalam tuba. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat sanggama.

Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium, ditangkap oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopii. Ovum yang dikelilingi oleh perivitelina, diselubungi oleh bahan opak setebal 5–10 µm, yang disebut zona pelusida. Sekali ovum sudah dikeluarkan, folikel akan mengempis dan berubah menjadi kuning, membentuk korpus luteum. Sekarang ovum siap dibuahi apabila sperma mencapainya.

Dari 60 – 100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada saat ovulasi, beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus serviks dan mencapai rongga uterus beberapa ratus sperma dapat melewati pintu masuk tuba falopii yang sempit dan beberapa diantaranya dapat bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopii. Hal ini disebabkan karena selama beberapa jam, protein plasma dan likoprotein yang berada dalam cairan mani diluruhkan. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi. Setelah reaksi kapasitasi, sperma mengalami reaksi akrosom, terjadi setelah sperma dekat dengan oosit. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat – zat dari korona radiata ovum, sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan korona radiata. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan korona radiata, trypsine – like agent dan lysine – zone yang dapat melarutkan dan membantu sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum. Hanya satu sperma yang memiliki kemampuan untuk membuahi, karena sperma tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di nukleusnya, dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase. Sekali sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida, terjadi perlekatan yang kuat dan penembusan yang sangat cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida (zone reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lainnya. Dengan demikian, sangat jarang sekali terjadi penembusan zona oleh lebih dari satu sperma.

 

GAMBAR FERTILISASI

 

 

Sumber : Miracle of man’s creation

 

Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi :

  1. Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida
  2. Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya, menghasilkan oosit definitif yang kemudian menjadi pronukleus wanita
  3. Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria.
  4. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
  5. Pronukleus pria dan wanita. Masing – masing haploid, bersatu dan membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid.


 

GAMBAR PEMBUAHAN OVUM

 

 

Sumber : Dasar – Dasar Obstetri dan Ginekologi (2002)

 

Keterangan :

A, B, C dan D :  Ovum dengan korona radiata

E                       :  Ovum dimasuki spermatozoa

F dan G          : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua   pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot

 

Hasil utama pembuahan :

  1. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
  2. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.
  3. Permulaan pembelahan dan stadium – stadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis)

PEMBELAHAN

Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Sel–sel yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya yang disebut blastomer.

Sesudah 3 – 4 kali pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut stadium morula (kira – kira pada hari ke 3 sampai ke 4 pasca fertilisasi).

Morula terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel – sel di sebelah dalam, yang akan tumbuh menjadi jaringan – jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel di sebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblast sampai plasenta).

Kira – kira pada hari ke 5 sampai ke 6, di rongga sela – sela inner cell mass merembes cairan menembus zona pelusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass tetap berkumpul di salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar.

Pada stadium ini disebut embrioblas dan outer cell mass disebut trofoblas.

 

GAMBAR PEMBELAHAN SEL

1 SEL                                     2 SEL                                                 4 SEL

                          

 

             MORULA

 

16 SEL

 

 

Zygot mengalami proses pembelahan mitosis beberapa kali, sampai terbentuk 16 sel yang akan menjadi  morula pada hari ke 3 – 4 setelah fertilisasi dan berlanjut terus sampai terbentuk trofoblast.

Kira – kira pada hari ke 5 sampai ke 6, terjadi implantasi zigot dalam cavum uteri.

7.LAKTASI

Prolaktin merupakan hormon yang disekresi oleh glandula pituitary anterior, penting untuk produksi air susu ibu (ASI). Selama kehamilan kerja hormon ini dihambat oleh hormon placenta, sehingga pada akhir proses persalinan prolaktin dapat aktif. Terjadi peningkatan suplai darah ke payudara sehingga dapat diekstraksi bahan-bahan penting untuk pembuatan ASI.

Peningkatan kadar prolaktin ini akan menghambat ovulasi dan dengan demikian mempunyai fungsi kontrasepsi dengan syarat menyusui secara ekslusif.

 

 

EVALUASI

Soal Essai !

  1. Jelaskan pertumbuhan ovum dan sperma secara berurutan?
  2. Kapan masa subur seorang ibu jika siklus haidnya antara 21 – 28 hari ?
  3. Jelaskan  proses terjadinya fertilisasi?
  4. Jelaskan proses terjadinya implantasi ?

 

Pilihan Ganda !

  1. Jumlah ovum (oogonia), terbanyak adalah pada saat…
    1. Masa pubertas
    2. Masa reproduksi
    3. Bayi/baru lahir
    4. Menopause

 

  1. Urutan pertumbuhan sperma adalah  sebagai berikut….
    1. Spermatogonium-spermatid-spermatosid pertama-spermatosit kedua-spermatozoon
    2. Spermatid- spermatosid pertama-spermatosit kedua-spermatozoon- spermatogonium
    3. spermatosid pertama-spermatosit kedua-spermatozoon -spermatogonium-spermatid
    4. Spermatogonium -spermatosid pertama-spermatosit kedua- spermatid spermatozoon

 

  1. Pengertian dari fertilisasi adalah …
    1. Proses bertemunya sperma dengan sel telur di tuba falopii
    2. Proses tertanamnya hasil konsepsi di uterus
    3. Proses pembelahan yang terjadi pada ovum
    4. Proses perkembangan ovum setelah keluar dari ovarium

 

  1. Proses fertilisasi terdiri dari …
  1. Ovum – ovum dimasuki sperma – pembelahan
  2. Ovum – ovum dimasuki sperma – pembentukan benda kutub
  3. Ovum dimasuki sperma – pembentukan benda kutub pertama
  4. Ovum – pembentukan benda kutub kedua – ovum dimasuki sperma

 

  1. Tahap – tahap pada proses pembelahan adalah …
  1. 1 sel – 2 sel – 4 sel – 16 sel – morula
  2. Morula – 1 sel – 2 sel – 4 sel – 16 sel
  3. 1 sel – 2 sel – 4 sel – 8 sel – 16 sel – 32 sel – morula
  4. 1 sel – 2 sel – 4 sel – 16 sel – 20 sel – morula

 

  1. Implantasi terjadi pada hari …
  1. 3 – 4 setelah fertilisasi
  2. 4 – 5 setelah fertilisasi
  3. 5 – 6 setelah fertilisasi
  4. 7 – 8 setelah fertilisasi

 

  1. Pada saat implantasi, uterus beda di bawah pengaruh hormon …
  1. Estrogen
  2. Progesteron
  3. FSH
  4. LH

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s